NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:191.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arandiah

Tidak ada yang salah dalam cinta, dan status mu bukan penghalang bagiku. Bahkan, istrimu bukan apa-apa, yang harus aku singkirkan secepatnya. Tidak ada belenggu yang dapat menahan dua hati yang penuh gairah dalam cinta.

Rissa, seorang wanita cantik berusia 23 tahun, harus menjerat seorang pria yang sudah memiliki istri. Bahkan, ia tak peduli dengan gunjingan orang sekitar yang menyebutnya sebagai seorang pelakor. Bagaimana pun, ia harus bisa mendapatkan Revano, meski istri dari sosok pria tersebut sudah menentang hubungan terlarang itu.


Namun, apa jadinya jika Aidan tiba-tiba datang, dan ingin menaklukkan Rissa dengan cara apapun, demi mendapatkan wanita itu. Akankah Rissa mau meninggalkan Revano dan memilih Aidan, sosok pria posesif dan mendominasi. Atau malah sebaliknya?

Kisah cinta antara aku, kamu, dan dua orang yang ada di belakang kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arandiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah sangka

Selamat membaca ...

...****************...

Rissa menghela napasnya kasar, saat mendengar ucapan Aidan yang singkat, padat dan jelas itu. Ia merasa terjebak dalam satu situasi diantara Bos dan kekasihnya. Bagaimana pun caranya, ia tidak mau membuat Vano kecewa pada dirinya.

Namun, setelah beberapa menit kemudian. Terdengar suara dering telpon dari ponsel miliknya, yang baru saja ia letakan di atas nakas. Rissa yang merasa kesal itu pun langsung menggeser icon warna hijau di atas layar benda pipih tersebut, tanda ia menerima panggilan, tanpa melihat siapa yang sedang memanggilnya.

“Ada apa lagi?! Bukankah anda sejak tadi hanya menjawab ku dengan dingin lalu memutuskan sambungan telepon ku. Apa kau pikir aku punya kesabaran yang tinggi untuk meladeni mu terus menerus!” bentak Rissa tak dapat menahan dirinya kali ini.

“Riss, apa maksud mu? Bahkan aku baru saja menghubungi mu untuk mengatakan hal penting,” ucap sosok pria di sebrang telpon dengan nada heran, yang tak lain adalah Vano. Rissa pun terpaku saat tahu jika yang menelponnya adalah Vano. Wanita itu melihat kembali layar ponsel untuk memastikan bahwa itu memang benar kekasihnya.

“Va-vano, maaf aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu padamu. Aku tadi sedang sedikit emosi. Aku kira ka--,” ucap Rissa yang merasa bersalah dan mencoba untuk menjelaskan kesalah pahaman itu pada sang kekasih. Namun, pria itu langsung menyela ucapannya.

“Aku mengerti, kau tidak perlu merasa bersalah sepeti itu. Aku tahu kau sangat lelah bekerja dengan pria itu. Aku selalu menawarkan mu untuk pindah kerja ke kantor perusahaan ku jika kau sudah tidak tahan, tapi kau masih saja tidak mendengarkan aku,” sela Vano dengan nada sedikit manja.

“Kau tidak perlu khawatir, aku masih sanggup bertahan bersama bos arogan ku. Lalu, apa yang ingin kau sampaikan padaku?” tanya Rissa penasaran.

“Aku akan membawa istriku ke sana. Aku harap kau bisa bekerja sama dengan ku,” pinta Vano dengan penuh harap.

“Ternyata begitu. Baiklah, sesuai dengan yang kau inginkan. Kalau begitu, aku tutup dulu telponnya. Aidan sudah menghubungi ku lagi,” ucap Rissa dengan nada dingin dan langsung memutuskan sambungan telponnya secara sepihak. Membuat Vano di sebrang sana menjadi serba salah.

Rissa yang sangat takut saat sedang menelpon dengan Vano, tiba-tiba saja ada panggilan dari Aidan. Meskipun pria arogan itu langsung memutuskan panggilan tersebut saat Rissa dalam panggilan lain, tapi ia tahu, jika Aidan akan mengungkit masalah ini.

Drrt! Drrt!

Kali ini panggilan dari Aidan, dan Rissa langsung menerimanya.

“Tuan, maaf untuk masalah tadi, sa--,” ucap Rissa yang tak enak hati. Lagi dan lagi, ucapannya selalu disela.

“Cepat keluar dan jangan membuat ku menunggu,” pinta Aidan dingin dan langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

“Lagi? Dia lagi dan lagi membuat ku kesal. Ah! Sebaiknya aku harus segera turun sebelum beruang kutub itu marah.” Akhirnya Rissa segera keluar dari apartemennya dengan membawa satu koper kecil tempat kebutuhannya.

Tak butuh waktu lama, akhirnya wanita itu sudah naik ke kursi depan samping pengemudi, yang mana hal itu membuat Ren maupun Aidan jadi terkejut dengan tindakan Rissa. Wanita itu tidak melihat raut wajah Ren yang sudah memucat, dan wajah Aidan yang sudah suram.

“Nona, sebaiknya anda duduk di kursi belakang bersama bos saja,” titah Ren dengan penuh harap. Pria itu sudah melihat raut Aidan penuh ancaman di belakang.

‘Nona, saya mohon mengertilah. Apa anda tidak melihat ada orang di belakang kita yang tengah merasa cemburu,’ batin Ren berharap Rissa mau mengerti.

“Tapi di belakang aku tidak nyaman. Lagipula, kita ini sama. Mana mungkin aku duduk bersama bos kita,” ucap Rissa yang tidak peduli dengan tatapan tajam dari arah kursi belakang

“Rissa, apa kau sudah tuli?” tanya Aidan dingin dan penuh ancaman di balik pertanyaan tersebut.

“Baiklah, aku pindah.” Aidan tersenyum puas, saat mendengar jawab Rissa. Kini wanita itu sudah duduk di samping pria arogan tersebut.

“Apa kau sudah menyiapkan berkas proyek yang akan kita kerjakan?” tanya Aidan tanpa menoleh ke arah sosok wanita yang sedang gugup di sampingnya.

“Sudah Tuan. Saya sudah menyiapkan semuanya,” jawab Rissa dengan tegas.

“Ah iya aku lupa. Kenapa aku harus mengkhawatirkan hal ini. Sekretaris ku sendiri adalah kekasih partner proyek yang aku kerjakan,” ucap Aidan sarkas.

Rissa yang mendengar hal itu langsung memejamkan matanya, sambil menghela napas panjang. Ia tidak boleh tersulut emosi dan tidak boleh terpancing oleh ucapan Aidan. Ia tahu, pria itu ingin ribut membahas masalah sambungan telepon tadi.

Dalam perjalanan, tidak ada percakapan yang di dalam mobil tersebut. Rissa yang tidak menggubris ucpan Aidan sebelumnya, membuat pria itu kembali memancing Rissa agar mau menanggapinya.

“Apa hari ini kau merasa sangat senang, karena akan bertemu dengan kekasih mu?” tanya Aidan yang sengaja memancing Rissa, agar wanita itu mengabaikan dirinya.

“Ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Jadi, saya tidak perlu menjawab pertanyaan konyol ini,” jawab Rissa dengan dingin, sambil memalingkan wajahnya ke arah luar jendela mobil.

‘Rissa, akan aku pastikan suatu hari kau akan bertekuk lutut padaku,’ batin Aidan dengan sangat percaya diri.

***

Tak terasa, waktu sudah berlalu sekitar tiga jam dalam perjalanan, akhirnya Rissa dan dua orang datar itu pun sudah sampai di kota Z. Aidan, Rissa dan Ren langsung mencari hotel yang sudah disiapkan beberapa hari yang lalu oleh orang bawahan Aidan. Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, akhirnya mereka bergegas bersama.

Kini, Rissa sudah sampai di dalam kamar miliknya, yang tidak jauh dari kamar Aidan dan juga Ren. Rissa yang tahu akan hal itu merasa sangat kesal. Namun, ia kembali teringat pada Vano dan segera mencari benda pipih miliknya untuk menghubungi pria tersebut.

Rissa pun segera menghubungi Vano setelah mendapatkan ponsel miliknya. Namun, sesaat kemudian, ia tersenyum dan mengirimkan pesan untuk pria tersebut dengan. “Sayang, aku sudah sampai, dan sekarang aku sangat merindukan mu.” begitulah isi pesan tersebut untuk Vano.

***

Di sisi lain seorang pria tampan berperawakan tegap dan berwajah tampan, baru saja sampai di kota B, bersama istri dan Sekretarisnya, untuk melihat proyek yang sedang ia jalankan bersama dengan rekannya.

“Sayang, apa kau yakin kita akan melakukan proyek yang jauh dari perkotaan. Ini hanya desa,” ucap seorang wanita di samping sang suami, sambil mengamati keadaan sekitar.

“Benar, sayang. Kenapa. Apa sekarang kau menyesal sudah ikut aku ke sini?” tanya sosok wanita tersebut, yang tak lain adalah Cheryl.

...****************...

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...

1
saya cantikkj
gas ai 😃
Cis Siu
ya
M HARI ARMADANI
simple... and i like it
Devi Julianti
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Arandiah: makasih banyak kak 🥰🙏
total 1 replies
Deviastryveads_
😭😭😭 kata2nya ituloh.... andaikata di dunia nyata ada yg kek Aidan pasti aku anu
Arandiah: sangat anu senganu-nganunya 🙄
total 1 replies
Deviastryveads_
loh loh loh mau baca tiba2 anunya end🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Arandiah: udah waktunya
total 1 replies
Vita Zhao
Dari sekian purnama akhirnya up juga meskipun hanya untuk mengucapkan salam perpisahan. Tapi, aku sangat senang akhirnya happy Ending 😘😘😘😘
Vita Zhao: Akan ku kejar
total 4 replies
Saras Wati
wah author udah tamat aja udah setahun baru up eh langsung end😄😄😄
Arandiah: hihi 😅 nanti dibikin bonus part
total 1 replies
Agnes Farlina
udah lama gk up skli up langsung abis🙄panjangin dikit lh
Arandiah: lain kali di bikinin bonus part
total 1 replies
Qorie Izraini
ternyata....oh..ternyata....
pengkhianatan masa lalu.
Qorie Izraini
mungkin kah ada dendam terselebung antara Rissa dan ceril
di masa lalu...
sehingga begitu ber hasrat ny Rissa ingin ketemu dengan cheryl
Qorie Izraini
lagi2 selau cinta yg jd alasan...
Rini Haryati
lanjut
Deviastryveads_
syukurin kau dina, dibentak anak sendiri dan itupun untuk pertama kalinya, gmn enak ga din???.
mangkanya jngn meragukan anak yg dikandung Rissa..

oiii kak diah, knp lama bener yg mau up, tk kirain udah tamat, ternyata eh ternyata kak diah nya baru pulang bersemedi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deviastryveads_: hhhh ga lah kak, kalo orang sabar itu banyak ayamnya🤣🤣🤣
total 2 replies
Vita Zhao
Ini upnya per abad ya Min😭😭😭😭
Vita Zhao: Itu sangat keren😭😭
total 3 replies
Crystal
Rajin up dong ka😑
Isti Jatisari
crazy up donk thot
Rini Haryati
lanjut
Deviastryveads_
hoho aku sudah ada disana kak🤣🤣🤣. dan yg paling parahnya aku slalu dipanggil2 sama tante kesayangan kak weny yaitu mak Erni🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deviastryveads_: Hhhhh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!