NovelToon NovelToon
The Thirteen Fault

The Thirteen Fault

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona

Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Strawberry Bear

Sebenarnya kita juga di skors"

Duarr! Mood Ellie hancur lebur. Perempuan itu melotot tidak percaya "kalian juga di skors?"

Mex mengangguk

Ellie menggelengkan kepalanya tidak habis pikir. Kenapa semua anak remaja tidak bisa hidup tenang dan teratur sih? "Kalian di skors karena apa?" Tanya ellie lirih. Ia sudah siap mendengar jawaban apapun dari dua anak laki-laki di depan nya ini

"Gara gara kita ngerokok di sekolah" tutur Mex

"Apa?!" Teriak Ellie shock. Padahal tadi ia sudah siap mendengar jawaban apapun dari mereka. Namun, jawabannya sama sekali tidak ia sangka. Bisa bisa nya Mex dan Afghan membuat masalah konyol seperti itu

Ellie berkacak pinggang "kalian ngerokok di sekolah?" Tanya ellie dengan nada frustasi yang sangat kentara "apa yang ada di otak kalian waktu itu?"

"Waktu itu Kita lagi nunggu vahan ulangan susulan diparkiran. Udah sepi banget Bahkan di parkiran tinggal motor kita bertiga. Karena sepi dan gabut akhirnya kita nyebat" ungkap Mex jujur

Bram mengernyitkan dahinya "kalian bawa rokok ke sekolah?"

Afghan menggelengkan kepalanya "enggak. Waktu aku mau naro tas di jok. Ada rokok di jok. Bukann emang sengaja bawa rokok buat nyebat di sekolah"

Huftt, "kalian itu sudah kelas tiga. Apa gak bisa lebih serius dikit?" Timpal Ellie

"Waktu itu bener bener gak ada orang" ucap afghan

"Ya udah.. sekarang kalian belajar. Seminggu ini gak ada yang boleh main keluar. Di rumah aja belajar" balas Bram yang seperti nya mengerti kondisi dua anak remaja di depannya ini saat merokok di sekolah.

Entah kenapa kalo soal Afghan dan mex, Bram banyak mewajarkan kelakuan nakal mereka. Tapi, kalau vahan tidak ada keringanan sama sekali

"Belajar bareng?" Tanya Mex

"Belajar bareng aja lah.. kalau sendiri gak ada yang masuk" tambah Afghan

"Ya udah sana.. tapi, belajar beneran. Awas kalau sampe ketahuan ngobrol" putus Bram

Afghan membalas "kalau ngobrol bakal di apain?" Tanyanya yang seperti menantang

Bram melotot lalu mencubit lengan Afghan "kalau ngobrol langsung dikirim ke prancis.Mau?"

Afghan mengaduh. Lalu terkekeh "bercanda. Aku bakal belajar yang serius kok. Ya kan Mex?" Balas Afghan sambil melirik Mex

Mex hanya mengangguk singkat lalu ke kamar nya untuk mrngambil buku buku yang akan di pelajarinya

•••

09.00PM

Billby sedang sibuk membungkus pizza yang ia buat untuk vahan serapih mungkin. Setelah nya gadis itu membaca biodata vahan  yang ia curi di ruang guru saat di sekolah. Alamat rumah. Iya, hanya alamat rumah yang billby baca.

Billby tidak tahu alamat rumah ini sesuai atau tidak. Tapi, yang penting ia punya niatan baik untuk meminta maaf kepada teman semeja nya itu. Begitulah pikiran billby

Lalu billby mengambil surat permintaan maafnya, ia membaca ulang

Hai vahan../tangan melambai

Ini billby 

Kamu lagi ngapain?pasti lagi belajar ya?

Hmm.. disini aku mau minta maaf sama kamu soal yang tadi pagi. Waktu aku main tangan sama kamu. Maaf ya.. aku tiba tiba kasar kayak gitu. Padahal waktu aku bohong in kamu soal pizza beracun itu aja kamu  gak ngapa ngapain aku. Tapi, aku malah sampe main tangan sama kamu tanpa alasan.

Aku sadar aku salah.. kalo besok kamu mau bales boleh kok.. aku gak bakal marah 

Ini aku bikin pizza buat kamu sebagai bentuk permintaan maaf. Dimakan ya.. tenang. Gak beracun kok. Hehe..

To:vahan

From:billby

Good night. Semangat belajar nya (sotoy aja sih bilang kamu lagi belajar)

Oh ya, aku gak tau ini bakal sampe ke kamu atau gak, jadi nanti kalo sampe PAP ke aku ya.. kirim ke Ig ku 

@billby_IZX

Ya udah gitu aja.. sekali lagi maaf.

Babay.

"Udah ok kayaknya. Semoga nyampe ke vahan" ucap billby

Saat billby hendak melipat kertas tersebut, Billby tiba-tiba berhenti. Ia menatap surat tulisan tangannya dengan dahi berkerut, mendadak merasa ada yang kurang pas. "Duh, kok kayaknya biasa banget ya? Kalau cuma surat, nanti kalau langsung dibuang sama Vahan sebelum dibaca gimana?" gumamnya cemas.

Billby ingin permintaan maafnya ini berkesan, interaktif, dan tidak bisa diabaikan begitu saja oleh cowok itu. Otak kecilnya langsung berputar cepat mencari ide alternatif yang lebih anti-mainstream hingga matanya tidak sengaja tertuju pada sebuah boneka beruang pintar di sudut kamarnya—boneka yang bisa merekam dan memutar ulang suara jika perutnya ditekan. Senyum puas langsung terbit di wajah imutnya.

"Nah! Pakai ini aja! Biar dia gak bisa lari dari suara emasku," pekik Billby girang. Ia segera mengambil boneka itu, menekan tombol rekam di bagian belakangnya, lalu mulai berbicara dengan nada yang dibuat-buat sedramatis mungkin.

Ia menyuarakan seluruh isi suratnya tadi lengkap dengan intonasi naik-turun khasnya yang ekspresif, tidak lupa menyelipkan suara cengiran polos di tengah-tengah rekaman. Tidak terlalu persis. Tapi isi pokonya sama. Ia sempat mengeja nama akun instagramnya. Agar vahan tidak kesusahan mencarinya.

Setelah memastikan hasil rekaman suaranya terputar dengan jelas ia mengambil parfum stroberi nya. Hanya Satu semprotan dari jarak yang cukup jauh. Yang penting ada aura Billby bilby nya gitu pikir bocil itu.

Billby mengikatkan boneka beruang itu tepat di atas kotak pizza menggunakan pita merah berukuran besar. Sekarang, paket permintaan maafnya terlihat jauh lebih megah. Dengan penuh rasa percaya diri, Billby mengangguk puas. "Sempurna. Vahan pasti langsung terharu," batinnya bangga, sama sekali tidak memikirkan bagaimana ekspresi shock Vahan saat mendengarkan boneka itu berbicara nanti. Ia pun segera memasukkan kotak pizza tersebut ke dalam paper bag dan bersiap mengendap-endap keluar dari kamarnya.

Lalu billby keluar dari kamarnya sambil mengendap endap. Biasanya jam segini billby sedang belajar di kamar. Jadi, kalau Jack melihatnya sudah pasti ia akan di omeli. Dan pengiriman pizza maaf ini bakal tertunda atau bahkan ke cancel

Billby menggenggam gagang pintu rumahnya dengan erat. Saat ia mau membuka pintu tersebut.

Suara seseorang menghambat nya "kemana?"

Billby membeku. Lalu membalikkan badannya dengan perlahan.

Kini di depannya ada Austen yang menatapnya dengan alis terangkat

Billby menghembuskan nafas lega "untung bukan om. Aku kira om. Soalnya suara kakek sama om mirip"

"Mau kemana?" Ulang Austen. Lalu pria itu menatap paper bag yang ada di tangan billby "buat siapa?"

Billby tertawa polos. "Ini.. ini buat mama" alibi gadis itu

"Oh.. kirain kamu mau kabur malem malem" tutur Austen lega

"Enggak lah kek. Mana berani. Ya udah ya.. aku ke depan dulu. Abang grab nya udah nungguin"

Austen mengangguk "cuman ke depan gerbang kan?"

"Iya.."

"Ya udah jangan lama lama" peringat Austen

Billby mengangguk patuh. Lalu gadis itu membuka pintu dan segera menghampiri Abang grab yang sudah menunggunya di depan gerbang

"Udah dari tadi om?" Tanya billby

"Enggak kok neng. Mana yang mau dikirim?"

Billby menyodorkan sebuah paper bag di tangannya. "Ini pak. "

"Siap neng. Bakal saya anter sampe tujuan dengan selamat" balas si kang ojek dengan semangat. Namun, billby dapat melihat raut lelah di wajah pria itu

"Biasanya memang kerja sampe malam begini pak?"

Si tukang ojek itu mengangguk "iya neng"

"Terus nanti bapak pulang jam berapa?" Tanya billby seperti anak kecil yang akan ditinggal kerja oleh orang tua nya

"Mungkin sekitar jam tiga"

"Bapak udah punya anak ya?" Tebak billby karena si kang ojek itu bekerja sampai larut

"Udah.. anak saya ada tiga"

Billby bertanya lagi "masih kecil kecil ya?"

Si kang ojek mengangguk. "Yang paling besar masih kelas 4 SD"

"Semoga nanti anak anak bapak jadi anak yang baik ya.."balas billby

Pria di depannya itu tersenyum "makasiih neng."

"Ya udah pak.. ini pesanan saya jadinya berapa?"

"25000"

Billby mengutak Atik hpnya "saya bayar pake qris ya pak"

"Boleh" balas si kang ojek lalu menyodorkan kode QR nya

Tit.

"Udah ya pak. Itu saya lebihin sedikit buat beli nasi goreng. Walaupun bapak sibuk, jangan lupa makan" nasihat billby seperti emak emak

"Eh, neng.. ini banyak banget" protes si kang ojek yang tampak terkejut melihat nominal uang yang di transfer pelanggan nya ini

1juta.

Iya, satu juta. Jauh banget dari nominal yang seharusnya. Terus tadi katanya buat beli nasi goreng. Nasi goreng apa yang harganya satu juta?

"Gapapa.. makasih ya pak.. saya masuk dulu. Bapak hati hati di jalan" pamit billby lalu berlari masuk ke rumahnya sambil menutup pintu gerbang

Meninggalkan si bapak tukang ojek yang kebingungan. Namun, tiba tiba pintu gerbang itu terbuka sedikit. Billby nongol," langsung dikirim ya pak.. itu makanan. Takut gak enak kali dah dingin" pinta billby yang sebenarnya bertujuan untuk mengusir si tukang ojek

Sebelum si bapak tukang ojek itu sempat protes, billby sudah menghilang di telan bumi

1
chill
komentar ya say.. buat motivasi penulis baru💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!