NovelToon NovelToon
Cinta Yang Belum Usai

Cinta Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elasukma

Abraham dimitri mencintai sahabat semasa remaja dalam diam. Namun, ia memilih pergi menjauh, dan merelakan saat gadis itu memilih lelaki lain sebagai pasangan hidupnya. Ia pergi membawa cinta yang harus pupus bahkan sebelum sempat di ungkapkan. Ia pun mulai kembali menata hidupnya bersama wanita pilihan kedua orang tuanya, sayangnya semua tak bertahan lama. Sebuah kecelakaan di rumah membuatnya harus kembali menelan pil pahit kehilangan untuk kedua kalinya. Ia terpuruk, di hantui rasa bersalah atas kematian sang istri hingga memutuskan untuk pergi jauh bahkan saat putranya masih bayi. Namun, takdir kembali mempertemukannya dengan Shaqina, cinta pertamanya. Kehidupan Shaqina yang jauh dari ekspektasinya membuatnya memutuskan untuk kembali menetap dan mencoba memperjuangkan cintanya yang belum usai. Sayangnya keinginannya bertentangan dengan sang ibu yang menginginkan wanita lain untuk menjadi istrinya. Akankah Abraham berhasil menyelesaikan kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elasukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Kamu Setega Ini Padaku, Mas...

Assalammualaikum 😊 Masih adakah yang stay di sini? Semoga masih ada yang mau baca lanjutan kisahnya Mas duda, ya 😁

Sebelumnya aku mau minta maaf 🙏 karena ada masalah yang perlu di selesaikan di rl menyebabkan aku hiatus tiba2 dan semedi cukup lama 😄

Sebagai gantinya insyaallah mulai hari ini dan seterusnya Mas Abraham Up tiap hari 😊 Semoga masih ada yang mau nungguin lanjutan kisahnya Mas duda ganteng ini 😘

🌺🌺🌺🌺

"Qi. Bukankah itu suamimu?"

Ucapan Abraham membuat Shaqina ikut memandang ke arah yang sama. Tepat di sebrang mereka sebuah kendaraan roda dua yang di kendarai oleh seorang pria yang sangat ia kenali baru saja melintas memasuki area tempat pengisian bahan bakar itu.

Pria itu tak sendirian, seorang wanita berpakaian minim duduk di jok belakang seraya melingkarkan tangannya di tubuh pria itu dengan mesra. Memeluknya.

Netra coklat milik Shaqina terasa memanas saat menyaksikan penghianatan suaminya di depan mata. Pelukan, serta sentuhan wanita seksi itu di tubuh pria bergelar suaminya terasa bagai belati yang memberi tikaman tak kasat mata di hatinya. Dan yang lebih membuatnya sakit hati Hardian sama sekali tak terlihat risih ataupun keberatan dengan apa yang di lakukan wanita itu, pria itu justru terlihat begitu santai bahkan cenderung menikmati bahkan sesekali membalas sentuhan wanita itu dengan mengecup tangannya.

Shaqina menengadahkan wajahnya, menahan bulir bening yang mulai memupuk di sudut mata. Sekuat tenaga ia menahan diri untuk tak berlari menghampiri dan melabrak mereka, ia harus kuat, ia punya rencana yang lebih besar daru sekedar mempermalukan mereka di depan umum.

Shaqina menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan untuk meredam amarahnya, setetes air mata yang jatuh di pipi segera ia hapus setelah merasa lebih tenang ia meminta Abraham untuk kembali melajukan kendaraan mereka meninggalkan tempat itu.

🌺🌺🌺🌺

"Harusnya kau melabrak mereka tadi!" Pria bertato dengan rahang tegas itu bersungut di depan sahabatnya. Mereka baru saja memergoki perselingkuhan suami sahabatnya, namun alih-alih melabrak dan meminta penjelasan Shaqina justru memintanya untuk pergi menjauh dari Spbu itu.

"Kalau aku jadi kau, akan ku permalukan mereka di depan umum tadi! Bahkan di arak keliling kota kalau perlu," imbuh pria itu kesal.

Shaqina merogoh air mineral di tas kecilnya lalu ia berikan pada Abraham, membuat pria itu menatapnya penuh tanya.

"Minumlah, agar amarahmu mereda."

Abraham menerima botol air mineral itu lalu meneguknya hingga habis setengahnya. Sedangkan Shaqina kini duduk di sampingnya menatap kosong jalan raya di depannya yang bersebrangan langsung dengan Spbu tadi.

"Jika ingin menuruti ego, sudah pasti aku juga sudah melakukan apa yang kau katakan barusan," cetus Shaqina. "Bahkan mungkin bisa lebih dari itu."

Wanita itu menghela napas menjeda kalimatnya , bayangan kemesraan suaminya dengan wanita tadi berkelebat di ingatannya membuat dadanya terasa sesak.

"Tapi yang aku inginkan bukan sekedar menangkap basah perselingkuhan suamiku, Bram. Aku ingin lebih dari itu... " Wanita itu menatap langit menahan air mata yang seakan berlomba untuk jatuh ke pipinya,

"Aku lelah dengan rumah tangga tak sehat inu, aku ingin punya bukti untuk bisa mengakhiri semuanya."

Shaqina menunduk, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh bersama curahan isi hatinya pada Abraham, usapan lembut tangan pria itu justru membuat tangisnya semakin menjadi, kehadiran Abraham membuatnya merasa punya seseorang untuk membagi semua beban yang selama ini ia pendam sendirian.

Meski saat ia bekerja di mini market ia sering mencurahkan keluh kesahnya pada Dewi, tapi di depan wanita itu ia selalu menampilkan sebagai sosok Shaqina yang tegar, tak pernah sekalipun ia berani menangis di depan wanita itu.

Namun, kehadiran Abraham sebagai sahabat lamanya membuatnya merasa punya tempat bersandar. Meski sempat merasa canggung pada awal pertemuan, kedekatan mereka kembali beberapa bulan ini membuatnya merasakan kembali kenyamanan yang sama seperti saat mereka remaja dulu.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya pria itu setelah tangisnya mereda.

"Mengikuti kemana mereka akan pergi."

Abraham mengangguk setuju, "Kalau begitu ayo kita pergi sebelum kehilangan jejak mereka. "

"Kau sudah tak marah padaku?"

Abraham menggeleng, "Memangnya kapan aku bisa marah padamu?"

🌺🌺🌺

Sepeda motor yang mereka tunggu akhirnya terlihat keluar dari area pengisian bahan bakar umum beberapa saat kemudian. Abraham segera menyalakan mesin motornya untuk kembali mengikuti laju kendaraan roda dua itu dengan tetap menjaga jarak agar tak menimbulkan kecuriagaan pada pengendara kendaraan di depannya. Mereka membuntuti Hardian hingga memasuki sebuah komplek perumahan.

Hanya berjarak beberapa ratus meter dari jalan raya, sepeda motor itu kemudian berbelok memasuki halaman sebuah rumah. Abraham mematikan mesin, dan memarkirkan sepeda motornya beberapa meter dari rumah itu lalu mengajak Shaqina berjalan kaki untuk mendekati rumah yang baru saja di masuki oleh Hardian.

Dua pohon pucuk merah yang menjulang di bagian depan halaman rumah membuat mereka leluasa untuk lebih mendekat pada rumah bercat merah menyala itu, daun lebat pucuk merah menyamarkan keberadaan mereka dengan sempurna.

🌺🌺🌺🌺

Shaqina mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecilnya, bersiap untuk merekam apapun yang akan terjadi di teras rumah tempat kini suaminya berada. Ia sudah membulatkan tekad untuk berpisah, perselingkuhan sang suami yang nanti akan ia rekam akan di jadikan bukti untuk ia perlihatkan pada mertua dan juga ayahnya.

Namun, ponsel yang ia pegang terjatuh begitu saja begitu melihat pemandangan di depannya yang sangat menyakitkan beruntung pria di sampingnya cukup sigap menangkap ponsel itu dan mengambil alih untuk merekam aktivitas yang tengah di lakukan suami dan selingkuhannya.

Air mata yang sempat mengering itu kembali berbondong-bondong membasahi pipinya, ia pikir akan kuat untuk menghadapi kenyataan pahit seperti ini, nyatanya dadanya tetap sesak melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain.

Marah, sedih, dan sakit hati luar biasa yang ia rasakan membuat dadanya terasa bergemuruh. Qina hanya manusia biasa, kesabaran wanita itu tetap ada batasnya.

Pikirannya semakin tak karuan saat dua manusia di teras itu memasuki rumah, jika di teras rumah saja mereka berani bercumbu sepanas itu maka apa yang mungkin akan mereka lakukan di dalam rumah? Otak Shaqina mulai menerka-nerka.

Semua pikiran buruk yang muncul di otaknya membuatnya memutuskan untuk memasuki halaman rumah bercat merah itu, baru melangkah sebuah tangan kekar menahannya.

"Apa yang akan kau lakukan, Qi?" Abraham bertanya dengan penuh kekhawatiran.

Qina menoleh menatap pemilik tangan bertato itu, "Melakukan apa yang seharusnya kulakukan."

Shaqina melepaskan genggaman tangan lelaki itu kemudian berlalu meninggalkan lelaki itu dalam kegamangan. Qina melanjutkan langkahnya hingga di depan pintu yang sedikit terbuka, memutuskan masuk tanpa seijin pemiliknya.

Begitu masuk kedalam, telinganya sudah di sambut oleh suara-suara yang semakin menyesakkan dadanya. Sebuah jaket yang sangat ia kenali tersampir di atas sofa tanpa pemiliknya membuat bulir bening kembali memupuk di ujung matanya.

Suara ******* yang ia dengar juga semakin jelas, membuat dadanya kian bergejolak membayangkan apa yang sedang di lakukan suaminya.

Qina memaksa kakinya yang terasa lemas untuk melangkah mengikuti arah suara, sebuah pintu yang tertutup menjadi sumber dari suara-suara meresahkan itu.

Dengan sisa tenaganya Qina membuka kasar pintu itu hingga terbuka, membuat dua manusia tak beradab yang tengah asyik dalam kenikmatan itu terperanjat.

Kaki Shaqina melemas, air matanya seakan berlomba untuk jatuh ke pipi kala menyaksikan apa yang tengah suaminya lakukan di dalam kamar itu. Tubuhnya ambruk begitu saja, terduduk di lantai keramik di depan pintu kamar.

"Kenapa kamu setega ini padaku, Mas..."

1
💞🖤Icha
Lama menanti...semangat berkarya author lov u 😘😘
🐊⃝⃟R. alang2 sawah
kirain bakal mangkrak nih cerita ...akhirny dilanjut lgi....
Nanik Purnomo
Alhamdulillah nongol lagi
Elasukma: Dan Alhamdulillah masih ada yg mau stay di sini😁 Makasih loh Kak😊😊
total 1 replies
Nanik Purnomo
ko ga dilanjutkan lagi thor
j
Elasukma: Mohon maaf belom bisa lanjut kak 🙏
total 1 replies
Nanik Purnomo
ko mogok lgi thor
Ummu Mufris
Lumayan
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
Weh nikah dadsksn di RS. Ini mah ngebet kagak aturan 🤣🤣🤣
Elasukma: iya kak 😆😆
total 1 replies
Nanik Purnomo
semangat 💪
Nanik Purnomo
emang kemarin qina sampai ternoda kah thor?, perasaan ga ya
Elasukma: Emang enggak kak😊
total 1 replies
💞🖤Icha
Wa'alaikumsalam Wr Wb
Sehat selalu author semangat berkarya.
Good job 😘😘
Nanik Purnomo
wa'alaikum salam,, Alhamdulillah sehat othorrr,, semangat upnya
Nanik Purnomo
makasihhhh
Elasukma: Masama akak 😘 Makasih juga dukungannya selama ini
total 1 replies
Nanik Purnomo
😭
Nanik Purnomo
q masih setia menunggu lho thorrr
Elasukma: Makasih Kak 😊🙏
total 1 replies
Nanik Purnomo
yahhh mogok lagi upnya
Nanik Purnomo
next semangat
Nanik Purnomo
ayo dong up
Friasta
Jahat banget sih mantan!!! 🤬🤬🤬
Friasta
Aaaiisshh mereka bekerja sama 😒😒😒
Friasta
Sukaaa lihat mami akhirnya suportif ke abraham. gak marah lagi ya mami 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!