NovelToon NovelToon
Yurification System

Yurification System

Status: tamat
Genre:System / Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Harem / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:68.2k
Nilai: 5
Nama Author: hdecode

Seorang gadis bernama Lily yang memiliki tubuh unik. Karena keunikan tubuhnya, orang-orang di sekitarnya memandang dirinya aneh. Untuk itu seorang Dewi memberinya kekuatan berupa Yurification System agar dirinya lebih menikmati arti hidup yang sesungguhnya dan membuka jendela baru yang di minta oleh sang Dewi.

Peringatan Kecil: Jangan Plagiat!

Like, Gift, Subscribe kalau suka atau dukung lewat https://trakteer.id/Hdecode-sensei

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdecode, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 - Makan Siang Bersama

Aku dan Mio duduk menunggu Ibu Mio yang berganti pakaian. Karena pertarungan kecil kami, seragam yang dikenakan Ibu Mio menjadi berantakan dan penuh sayatan kecil.

“Lily-sama, silahkan nikmati teh hangat ini” ucap Mio.

Meja yang tadinya kosong kini berubah menjadi meja makan kecil yang berisi hidangan makan siang. Biasanya, meja ini digunakan untuk membahas quest dan taktik strategi oleh kelompok petualang. Tapi, saat jam makan siang berlangsung. Meja ini digunakan oleh staff Guild Adventurer untuk tempat makan siang mereka.

“Um, Mio.. maaf atas kejadian sebelumnya” karena perasaan ku yang tidak enak setelah merusak seragam Ibu Mio. Aku meminta maaf kepada Mio. Sikap ku terhadap Ibu Mio mungkin sedikit berlebihan dengan merusak seragam kerjanya.

“Uhm??” Mio hanya menatap ku dan terheran-heran.

“Oh! Pertandingan tadi? Itu sangat luar biasa, Lily-sama!” puji Mio.

Eh?

Kenapa Mio memuji ku?

“Aku tidak menyangka jika Lily-sama memiliki kemampuan seperti itu. Terlebih.. gerakan cepat seperti itu sangat sulit dilakukan. Jika boleh tahu, darimana Lily-sama mempelajari teknik itu?”

Pertanyaan Mio ini membuat ku salah tingkah dan keringat tipis keluar dari dahi ku.

“Uhm.. Uh..” aku sangat sulit menjelaskan situasi ku dengan rangkaian kata-kata.

“Uhm.. A-Aku mengamati Mio yang berlatih diam-siam” aku terpaksa mengucap kebohongan kecil ini. Berdasarkan informasi yang diberikan Yurification System, Mio sangat suka berlatih teknik pedang.

“A-Apa selama ini Lily-sama menyadarinya?”

“A-Apa aku terlalu berisik di pagi hari?”

Pagi hari?

Apa selama ini Mio berlatih teknik pedang di pagi hari?

“Maafkan aku, Lily-sama. Latihan ku pasti menggangu suasana pagi, Lily-sama” ucap Mio sembari membungkuk kepada ku.

“Itu tidak masalah bagi ku. Uhm.. karena aku telah mengetahui latihan Mio di pagi hari, bukankah lebih baik jika kita berlatih bersama?” aku sedikit menyarankan pelatihan ini karena perasaan bersalah setelah membohongi Mio.

Mio segera bangkit dari posisi bungkuknya dan menatap ku dengan senyuman lebar di wajahnya.

Latihan bersama tidak terdengar buruk kan?

Terlebih, kemampuan Mio akan lebih berkembang jika menggunakan efek Yurification System. Ini mengingatkan ku akan sesuatu, apakah hadiah dari Yurification Quest sebelumnya adalah Mio?

Ibu Mio menyerahkan Mio kepada ku, apakah itu yang dimaksud dengan Mio Ownership?

Jadi, untuk selanjutnya. Aku bertanggung jawab mengurus perkembangan Mio?

Ini tugas yang sangat berat, mendapat kepercayaan dari Ibu Mio sudah membuat ku pusing.

Aku meminum teh hangat buatan Mio, seperti biasa. Selain aroma teh yang harum, Mio mampu memperkuat kualitas rasa daun teh yang menyebar sempurna.

“Em! Enak!” mendengar pujian ku, Mio tersenyum dengan penuh rasa bangga.

“Maaf sedikit lama, mencari ukuran yang sesuai sangat memakan waktu” Ibu Mio muncul dari belakang ku.

“Mari kita makan bersama!” ajak Ibu Mio.

Aku, Mio, dan Ibu Mio segera menikmati makan siang kami. Makanan ini memang sederhana tapi suasana yang berbeda ini membuat ku tersadar akan sesuatu, makan bersama seseorang terasa lebih nikmat daripada sendirian. Biasanya, aku hanya makan setelah keluarga ku selesai menempati ruang makan.

Makan bersama mereka sangat sulit bagi ku, terutama dengan kondisi perlakuan Ayah ku yang sangat dingin kepada ku. Di bandingkan makan bersama mereka, makan bersama keluarga Mio seperti ini membuat ku melihat jendela dunia yang baru. Rasa hangat dan nyaman saat makan bersama orang yang spesial.

“Tampaknya.. pemandangan ini tidak buruk juga.”

“Apa kau dengar tadi? Iblis Tua kita menyerahkan Putrinya pada Ksatria pilihan!”

“Bukankah itu menjadi rekor pertama kekalahannya?”

“Benar juga, ini pertama kalinya dia kalah!”

“Kita harus mengabadikan momen ini dalam ingatan kita!”

Kelompok petualang di sekitar kami mengamati makan siang kami, menjadi pusat perhatian sangat memalukan bagi ku. Aku tidak terbiasa dengan tatapan seperti ini.

“Hey!! Kalian tadi bilang apa?” Ibu Mio menatap mereka dengan tatapan dingin.

Mendapati tatapan itu, kelompok petualang di sekitar kami pun pergi menjauh.

“Sekarang kita bisa menikmati makan siang tanpa gangguan.”

Kami pun melanjutkan makan siang dengan tenang. Setelah hidangan utama telah habis dan tersisa cemilan kecil, Ibu Mio memulai topik pembicaraan mengenai teknik pedang yang kugunakan.

“Lily-sama, jika boleh tahu, darimana Lily-sama mempelajari teknik seperti itu?” tanya Ibu Mio.

Pertanyaan ini sangat mirip dengan pertanyaan Mio.

“A-Aku hanya mengamati Mio saat berlatih” balas ku dengan nada yang kecil.

“Hanya mengamati Mio tapi bisa menguasainya, bukankah Lily-sama sangat jenius dalam hal ini?” puji Ibu Mio.

Sebenarnya, itu karena Yurification System dan hubungan kami yang sangat baik. Aku bukan sosok jenius dalam hal itu.

“Mungkinkah Lily-sama datang ke Guild Adventurer untuk menjadi seorang petualang?”

“Uhuk!!” Mio yang duduk di sebelah ku pun tersedak setelah mendengar pertanyaan ini.

“Lily-sama!!” Mio sangat panik dan menatap ku.

Aku menggelengkan kepala ku, bukankah Mio seharusnya tahu jika aku hanya mengikutinya?

“Aku ingin mencari sesuatu untuk adik-adik ku” balas ku.

“Hmm.. hadiah untuk Alice-sama dan Alyssa-sama?” tanya Ibu Mio.

“Em!” Ibu Mio sepertinya sangat peka dengan keadaan ku.

“Jadi, inilah alasan kenapa Lily-sama berada disini sedangkan keluarga Marquess Rommel berada di Altar Kuil mengikuti upacara keagamaan?” gumam kecil Ibu Mio.

“Kurang lebih aku paham dengan situasi, Lily-sama. Hadiah seperti apa yang dicari oleh Lily-sama? Mungkin aku bisa membantu” Ibu Mio menawarkan bantuan kepada ku.

Aku tidak ingin membuang kesempatan kecil ini dan jumlah uang yang kubawa masih belum berkurang. Jadi, tidak ada alasan untuk menolaknya kan?

“Aku ingin membeli buku sihir” jawab ku.

Mendengar jawaban ku, telinga Mio sedikit bergetar.

“Buku sihir? Itu sangat mudah untuk mencarinya. Ada beberapa petualang yang menjual buku sihir disini, mungkin Lily-sama akan kesulitan memilih buku sihir daripada mencarinya. Jika Lily-sama kesulitan, aku bisa membantu memilih beberapa buku sihir yang cocok untuk Alice-sama dan Alyssa-sama.”

“Em, tolong bantu aku!” aku segera menyerahkan uang yang ku bawa ke Ibu Mio.

*Braaak!

Kantong uang yang kubawa terdengar sangat berat dan menarik perhatian petualang di sekitar ku.

“Jika saja Lily-sama adalah gadis bangsawan biasa, aku akan menyarankan untuk berhati-hati saat membawa uang sebanyak ini. Tapi, karena Lily-sama bisa mengalahkan ku. Kurasa.. tidak ada yang perlu di khawatirkan.”

“Mio, bereskan semua ini! Dan Lily-sama..” Ibu Mio mengulurkan tangannya kepada ku.

Aku segera meraih uluran tangan itu dan Ibu Mio membawa ku ke dalam gedung Guild Adventurer.

Di tengah perjalanan kecil ini, aku menyadari perbedaan antara petualang satu dengan petualang lain. Guild Adventurer membagi petualang dalam kelas berbeda-beda seperti kelas SSS untuk petualang tingkat atas dan menjadi pahlawan kerajaan, kelas SS untuk kekuatan utama militer kerajaan, kelas S untuk mengatasi monster berbahaya tingkat tinggi, kelas A untuk petualang veteran, kelas B untuk petualang tingkat lanjut, dan Kelas C hingga Kelas G yang terbagi berdasarkan kontribusi dan kemampuannya. Semua itu terlihat di perlengkapan senjata dan armor mereka.

Ibu Mio membawa ku ke area perdagangan yang dikelola Guild Adventurer. Ada satu toko dimana tempat itu di isi oleh buku-buku yang menumpuk dan gadis Elf yang berdiri membaca buku di antara tumpukan buku.

“Selamat siang, Lisa. Apa kau ada waktu luang?” tanya Ibu Mio.

Gadis Elf itu menutup buku yang ada ditangannya dan menatap kami berdua.

“Eh? Helena? Sejak kapan kau punya anak lagi?”

“Dia bukan anak ku melainkan Putri Pertama keluarga Marquess Rommel, Lily-sama.”

Gadis Elf itu sedikit panik saat mendengarnya.

“S-Selamat datang di toko kecil ku, Lily-sama. Maaf jika berantakan seperti ini” menyadari status ku dari kalangan bangsawan atas, gadis Elf itu merubah sikapnya menjadi lebih formal di depan ku.

Apa sebesar itu status kebangsawanan Ayah ku?

Lupakan itu, aku harus fokus mencari buku sihir yang cocok untuk Alice dan Alyssa di antara tumpukan buku yang berantakan ini.

1
ErnRhea
well well
ErnRhea
masuk di akal
Ririn Nuriyanti
heh ini cewe sama cewe kh ???
MARQUES
parah ga manusia atau dewi ga ada bedanya otaknya lagi di gadai 😂😂
MARQUES
agak laen novelnya
Reepha
Udah abis aja tau tau.....
Ruan Mei: gak jauh beda
total 7 replies
Reepha
pusing2 dah tu si bapak🤣🥇
Reepha
Teori : Dewi adalah Author🥇
Reepha
sepertinya beliau belum merasakan kenikmatannya makanya bilang aneh🤣
Reepha
Kakak yang baik, lily chan!🤣
Reepha
Kalau aku jadi si Marques udah pasti aku langsung teriak, pecahin piring trus bundir ajalah. Chaos banget anjir🤣
Reepha
Diajak kawin malah cosplay sapi🤣 moo~ moo~
Reepha
Goddess of Yuri?🤣
Reepha
di chap sebelumnya aku selalu baca sambil senyum atau ketawa2, tapi pas bagian akhir chapter ini aku sampe diam dan nyaris ga nafas sampe babnya selesai. Gak nyangka Lily bakal sejauh itu, kukira itu sangat keren kawan🏆
Reepha
Yang begitu lebih baik wahai Dewi!
Reepha
Sejauh ini luar biasa. Pembawaan kalimatnya santai namun tidak terlalu santai. Penyusunan kalimatnya nyaman saat diucapkan. Komedinya dapet, lucunya dapet. Tapi, untuk anak 5 tahun.... aku pikir Lily lebih cocok jika sedikit lebih dewasa, mungkin? (hanya pendapat pribadi, jangan terlalu dipikirkan).

Ahya, aku udah baca banyak novel Yuri atau ya...gxg lah. Nah sejauh pengalamanku, yang bikin aku males baca itu ketika ceritanya sudah lebih banyak mengarah pada hubungan badan, kasarnya adegamg yang pada bab-bab awal itu seru dan bikin pengen baca terus entah karena dramanya atau apanya, tapi pas sampe pertengahan bab males lanjut karena isinya seks terus.

Dan, novel ini sepertinya tidak demikian. Menurut opiniku pribadi. Batasan terbaik untuk cerita yuri adalah ketika mereka AKAN. ingat ya, baru AKAN melakukan hubungan, namun saat berhubungan badan itu tidak dijelaskan melainkan dibuat menggantung supaya pembaca bisa membayangkan sendiri bagaimana kelanjutan. Aku pikir itu lebih baik.

Overall aku suka banget. Udah sesuai selera, dapet bonus komedi yang bikin ngakak pula. Good job, author. Terimakasih atas hidangan lezatnya
Reepha
Si bapack ini perasana kena ancem pedang mulu dah🤣 pertama kali baca novel di app ini, udah ceritanya sesuai selera, sampe dibikin ngakak pula berkali🤣 Like streak sejauh ini thor🏆
Reepha
Emotional demage🤣
Reepha
Lu asik Dewi🥇
Reepha
Really? 5 tahun? kukira dia lebih dewasa lagi, 12 atau/sampai 17 tahunan gitu.... Apakah saiya melewatkan sesuatu dibab2 sebelumnya?🏆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!