NovelToon NovelToon
Gadis Impian

Gadis Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:140.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: winda rahayu

jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.

Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.

"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."

Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.

Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.

( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Kediaman Agata Argani Wijaya, terlihat pria paruhbaya itu sedang duduk di kursi meja kerjanya, memegang beberapa poto yang baru saja ia terima dari seorang kepercayaannya yaitu sekertarisnya.

"Setiap hari Nona bekerja di sebuah toko kue, apa rencana anda selanjutnya?" Tanya Bastian, sekertaris sekaligus tangan kanannya dalam melakukan segala sesuatu itu.

Pria paruh baya itu bergeming akan pertanyaan dari sekertarisnya, memandangi beberapa poto yang terlihat Niana ada di dalam semua poto itu. Aga mencengkram salah satu poto yang terdapat Niana sedang bekerja di Royal Cake & Bakery.

"Lakukan sesuai perintahku..." Ucap Aga, di susul anggukan dari sekertarisnya yang seakan sudah mengerti, setelah sedikit menundukan kepalanya nya, lalu pergi dari ruangan itu.

****

Hari ini Raksa nampaknya tidak masuk bekerja, Niana sudah mendapati Raksa tidak ada di rumah sedari pagi.

"Pergi kemana anak itu?" Niana bergumam pelan melihat keluar jendela kaca besar Royal Cake & Bakery.

"Maaf nona, tolong pesanan saya." Ucap pelanggan Niana yang membuyarkan lamunannya, Niana segera menyodorkan satu kotak kue pesanan pelangan di depannya lalu meminta maaf.

"Ana, apa sepupumu itu tidak akan masuk. Padahal pesanan delivery sedang banyak?" Tanya Meyra sembari menyodorkan list pesanan delivery order pada Niana.

"Sepertinya tidak kak.." Niana menerima beberapa list pesanan delivery order yang masuk lewat telepon dari Meyra, Niana langsung menyiapkan nya untuk diberikan kepada bagian pengiriman.

"Sepertinya ini semua harus kak Aji yang Antar sendiri." Ucap Niana pada Aji sembari membantu Aji memasukan ke salam box delivery yang ada di motor pengiriman.

"Gak apa lah, Udah biasa dan ini sudah pekerjaan ku." Jawab Aji tersenyum, lalu menjalankan motornya hendak mengantarkan pesanan-pesanan kepada para pelanggan yang sudah menanti di rumah mereka.

Niana hendak kembali masuk kedalam toko, Namun Kedatangan Raksa menahan langkah Niana.

"Kamu dari mana saja?" Tanya Niana pada pria yang baru saja sampai dengan berjalan kaki itu.

"Ada sesuatu yang harus aku urus dulu." jawab Raksa, lalu berjalan melewati Niana menuju pintu masuk Royal Cake.

Niana ikut berjalan di belakan Raksa. saat hampir sampai di pintu masuk, terlihat dua mobil mewah memasuki pelataran toko dan kemudian terparkir cantik di sana. Raksa dan Niana menghentikan niatnya untuk masuk ke dalam ketika sudah tinggal beberapa langkah lagi sampai di ambang pintu, Niana yang sudah membalikan badannya dan pandangam nya tertuju ke arah mobil-mobil yang baru saja terparkir itu. Niana dibuat terperangah karna tidak asing dengan mobil-mobil itu.

Terlihat beberapa orang bersetelan jas keluar dari dalam mobil, termasuk pengawal pribadi Niana yakni Maya yang berada di tengah mereka, dan terlihat Maya sudah sedikit menundukan kepalanya ke arah Niana sebagai penghormatan untuk Niana.

"Sudah waktunya anda pulang Nona." Ajak Maya setelah mendekati Nona mudanya itu.

"Maya aku sudah pernah bilang pada mu, beri aku waktu sembentar lagi." Niana sedikit berbisik, beberapa hari lalu Maya sudah pernah menemui Niana seorang diri. Namun Niana memohon kepada Maya untuk merahasiakan keberadaanya sementara.

Namun apalah daya seorang Maya, bukan hal yang sulit untuk Ayah Niana mencari keberadaanya.

"Maafkan saya Nona, saya tidak bisa berbuat lebih." Ucap Maya disusul beberapa pengawal yang mendekat lalu berusaha membawa Niana menuju mobil yang akan membawanya pulang.

"Aku bisa jalan senderi." Tepis Niana, sembari berbalik melihat Raksa yang masih berdiri di ambang pintu masih memperhatikanya. Disusul beberapa orang yang keluar dari dalam Royale Cake, mungkin karna merasa ada ribut-ribut di luar. Melihat Niana di giring beberapa pengawal menuju ke dalam sebuah mobil mewah membuat tanda tanya besar untuk orang-orang yang ada di sana.

Saat akan masuk kedalam mobil, Niana berbalik sebentar, melihat sebuah toko kue yang terpampang sebuah nama Royal Cake & Bakery. Dengan sedikit menitikan air mata, Niana lanjut melihat beberapa rekan kerjanya yang berdiri dari kejauhan.

Niana mengatupkan bibirnya, untuk melambaikan tangan perpisahan pun Niana seakan tak sanggup melakukannya..

"Ikut aku.." Raksa yang tiba-tiba menarik tangan Niana, setelah mendorong salah satu pengawal yang mengiring Niana. Niana pun mengangguk menyaut ajakan Raksa, Namun tangan Niana masih di tahan salah satu pengawal, dengan segera Niana menginjak kaki pengawal yang menahannya, hingga menjauh dan memekik kesakitan.

Niana dan Raksa segera berlalu dengan mengeratkan genggaman tangan mereka satu sama lain. Niana sekuat tenanga mengimbangi lari Raksa, yang menuntunya jauh dari kejaran para pengawal utusan ayahnya yang mengejar mereka. Beberapa pengawal yang masih mengejar di belakang. Raksa membawa Niana memasuki gang kecil menghindari mobil yang ikut menejar mereka,

"Aw.. " Ditengah lari mereka, Niana tiba-tiba terjatuh dari lari nya dan memekik tasa sakit di bagian pergelangan kakinya.

Karna tidak mungkin memaksakan Niana berlari dengan kondisi seperti itu, Raksa membawa Niana bersembunyi di balik sebuah grobak yang berada tak jauh dari tepi jalan.

Raksa yang melihat Niana dengan nafas yang tersegal-segal nenarik Niana sedikit lebih dekat dengannya,  membenamkan kepala Niana di bawah dadanya. sampai posisi mereka begitu sangsat dekat, Niana bisa dengan jelas merasakan hembusan hangat nafas Raksa dan terdengar degupan jantung Raksa yang berdetak sangat cepat.

"Sepertinya sudah aman, bagaimana kakimu?" Tanya Raksa pada Niana, di rasa sudah aman dari kejaran.

"Tidak apa-apa, aku masih bisa jalan." jawab Niana sambil berusaha mengangkat tubuhnya "Aww.." Teriak Niana setelah menapakan kakinya namun terasa begitu sakit, hingga akan membuatnya terjatuh namut Raksa segera menahan Niana.

"Sepertinya terkilir, Tidak usah di paksakan. Kita duduk dulu di sana." Raksa membantu Niana berjalan membawa nya duduk di sebuah pembatas jalan tak jauh dari sana.

Raksa berjongkok di hadapan Niana yang sedang terduduk, memeriksa kaki Niana yang terkilir memberikan sedikit pijatan di pergelangan kakinya.

"Aww.." Niana kembali sedikit memekik kesakilan

"Maaf, aku lebih pelan lagi.." Raksa memelankan pijatan nya, Niana seketika melihat Raksa memperhatikannya begitu seksama.

"Gimana sekarang." Raksa menonggakan kepalanya melihat Niana.

"Sakitnya sudah sedikit berkurang." Ucap Niana dengan tersenyum. Raksa tidak mengalihkan pandangannya menatap Niana  hingga kedua mata mereka kembali bertemu. Diakhiri senyuman Raksa yang mengembang untuk Niana.

"Baru kali ini melihatnya tersenyum seperti itu pada ku, senyumnya benar-benar seperti tak asing untuk ku." Gumam batin Niana.

"Sebaiknya kakimu jangan di pakai jalan dulu." Raksa kembali memakaikan sepatu Niana. "Ayo Naik, kita pulang." Lanjut Raksa menjongkokan badanya membelakangi Niana, menyuruhnya naik ke punggungnya.

"Sepertinya aku sudah bisa jalan." Tolak Niana tidak ingin begitu merepotkan Raksa.

"Cepat naik, kalo tidak mau aku tinggalkan!" seperti sebuah peringatan, yang akhirnya membuat Niana menurut.

Sepanjang jalan Raksa menggendong Niana menuju rumahnya, yang jelas pasti berat gadis it semakin lama semakin terasa berat, namun Raksa tetap tidak menghiroukan rasa lelah yang ia rasakan.

Waloupun Niana berkali-kali minta Raksa untuk menurunkan nya. Raksaa tetap berjalan menopang gadis itu tanpa mengiroukan permintaan nya.

Mereka sudah berjalan cukup jauh, hingga sudah sampai memasuki kompek perumahan Raksa. Kaki Raksa sudah benar-benar merasa sulit untuk melangkah dan akhirnya menurunkan Niana. Di sebuah bangku di bawah pohon tepi jalanan komplek tempat Raksa duduk mengistirahatakan diri.

"Raksa.. " Tanya seorang wanita paruhbaya menyapa Raksa. Niana terperangah seketika melihat Raksa dan wanita yang menyapanya secara bergantian, seakan penuh tanya dengan panggilan nama Aksa kepada pria di sampingnya.

"Iya Tante, apa kabar?" Jawab Raksa.

1
Dwika Artama
thor jangan2 sekretaris si aska berkianat,jangan ya
falea sezi
bapaknya tolol
falea sezi
naina ne aneh uda jadian aja ma daafin lo Aksa berpaling paleng lu bs mewek doank kan dAsar tolol
falea sezi
aga egois karena bapaknya Aksa anak lu bs selamat woy
falea sezi
naina cm anak manja menye2 bkin tegas dan kuat donk gk dikit2 nangis
falea sezi
jangan ampe Aksa suka ma boncabe
Martina Alfarizqi
semangat
Mommy Gyo
3: like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
Nie Yha
akhirnya up thor
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ginna_ginna
Novel kaya gini yangaku cari...
nazaruddin thamrin
2 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Dee Daisy
semangat ya kak
Nara Ns🐈
haiii.. bantu favorite kan novelku saling mendukung..
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
Nikma
Lanjut kak!

~Cinta Pertama~
Nikma
Like
Dewi_k
lanjut up
Dewi_k
sukses dengan karya hebatmu...terus semangat thor
Anindyta
semangat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!