Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benturan Dua Logika Kekuatan
Kubah elektromagnetik raksasa yang mengurung langit Kota Logam Hitam berderak keras, memancarkan jaring-jaring listrik statis yang terus mengikis zirah pelindung Qi ketiga penatua Sekte Sanca Suci.
Tanpa pasokan energi spiritual dari alam sekitar, mereka terpaksa menggunakan cadangan Qi murni di dalam Inti Emas mereka. Namun, mengira Ranah Inti Emas bisa ditundukkan hanya dengan pembatasan energi adalah kesalahan kalkulasi yang fatal.
"Jangan panik! Formasi ini hanya mengisolasi udara, bukan dantian kita! Hancurkan bocah ini!" Penatua Wu meraung bersilangan tangan.
Penatua Liu dan Penatua Zhao bergerak serentak. Sebagai ahli Inti Emas, kecepatan alami mereka hampir menyamai kecepatan suara bahkan tanpa bantuan mantra. Dua pedang rohani kelas tinggi ditarik dari cincin spasial mereka, menebaskan badai racun hijau yang pekat dan berat.
[ Peringatan! Deteksi Kecepatan Target: Mach 0.9. ]
[ Lintasan Serangan Tidak Dapat Dihindari Sepenuhnya. Mengaktifkan Perisai Plasma Deflektif! ]
Ethan menyilangkan kedua lengannya di depan dada. BZZZT! Sebuah lapisan energi biru tipis menyelimuti tubuhnya tepat saat dua bilah pedang beracun itu menghantamnya.
BOOM!
Ledakan energi spiritual yang teramat masif mengguncang udara. Meskipun perisai plasma Ethan berhasil meredam ketajaman pedang, tekanan kinetik murni dari dua ahli Inti Emas itu melempar tubuh tegap Ethan mundur sejauh puluhan meter hingga menghantam dinding kubah elektromagnetiknya sendiri.
Uhuk!
Guncangan itu membuat dada Ethan terasa sesak. Di dalam helm, indikator zirah berkedip kuning.
[ Integritas Perisai Deflektif: 62%. Kerusakan Kinetik Internal: 5%. ]
Ethan menyadari dengan cepat: teknologi masa depan miliknya memang revolusioner, namun perbedaan densitas energi antara Ranah Pondasi Spiritual miliknya dan Ranah Inti Emas musuh masih terlalu timpang. Ini bukan lagi pembantaian sepihak; ini adalah pertarungan hidup dan mati yang menuntut seluruh kapasitas otaknya.
Melihat Ethan terpental, Penatua Liu menyeringai bengis. "Hanya segini kemampuan dari bajingan yang berani menantang Sekte Sanca Suci?!"
Penatua Liu melesat maju, pedangnya membelah udara menciptakan ilusi ratusan patuk ular beracun. Ethan tidak mencoba beradu kekuatan murni. Ia mengaktifkan Sistem Kamuflase Ruang Mikro, membuat tubuhnya mendadak memudar menjadi bayangan kabur.
Sret! Sret!
Ethan muncul di titik buta sebelah kiri Penatua Liu, mengayunkan Bilah Plasma Frekuensi Tinggi V4 miliknya dengan kecepatan maksimum. Pedang putih-emas itu bergetar jutaan kali per detik, berhasil menembus pelindung Qi luar Penatua Liu dan menggores rusuknya hingga mengeluarkan kepulan asap hangus.
"Argh!" Penatua Liu melenguh kesakitan. Namun, alih-alih mundur, pengalaman bertempurnya yang kaya selama ratusan tahun membuat refleksnya luar biasa mengerikan. Ia memutar tubuhnya secepat kilat dan melepaskan tendangan kaki yang dilapisi Qi bumi murni tepat ke arah perut Ethan.
BRAKK!
Ethan tidak sempat menghindar. Hantaman kaki itu begitu berat hingga menghancurkan lapisan luar lempengan baja nano-karbon di perut armornya. Ethan terlempar jatuh menghantam lantai batu alun-alun di bawah dengan sangat keras, menciptakan kawah retakan sedalam satu meter.
[ Integritas Armor Perut: 41% (Rusak Parah). ]
[ Pendarahan Internal Terdeteksi pada Organ Lambung. ]
"Ethan!" Dari kejauhan, Mu Rong mengepalkan tangannya dengan sangat erat hingga kuku-kukunya memutih. Jantungnya berdebar kencang melihat Ethan yang selalu tenang kini terkapar di tanah, berjuang keras melawan dua monster tua yang murka. Namun ia tahu, jika ia melompat maju sekarang tanpa perhitungan, ia hanya akan menjadi beban taktis bagi Ethan.
Ethan terbatuk, darah segar mengalir dari sela bibirnya di balik helm pelindung. Rasa sakit yang tajam menusuk perutnya, namun sepasang mata kelamnya justru berkilat semakin dingin dan fokus. Di dalam kepalanya, superkomputer sistem terus bekerja memproses data dengan kecepatan penuh.
[ Analisis Strategis: Menghadapi tiga target secara simultan dengan metode konvensional memiliki probabilitas kekalahan 78%. ]
[ Rekomendasi: Isolasi dan eliminasi terfokus menggunakan sisa ranjau distorsi. ]
"Bocah, riwayatmu berakhir hari ini!" Penatua Zhao turun dari langit, memegang tombak panjang yang memancarkan pendaran hijau korosif, bersiap menusuk kepala Ethan yang masih terduduk di kawah.
Ethan tidak bergerak hingga tombak itu berjarak hanya tiga meter dari visors matanya. Tepat pada detik krusial itu, ia berteriak dalam hati, "Picuan Ranjau Distorsi Nomor Tiga—Sekarang!"
KLIK.
Udara di depan dada Ethan mendadak tertekuk hebat. Sebuah robekan dimensi mikro spasial berukuran kecil tercipta instan tepat di jalur tombak Penatua Zhao.
SREEEET!
Setengah dari bilah tombak pusaka tersebut beserta lengan kanan Penatua Zhao seketika terisap dan terputus masuk ke dalam celah hampa dimensi tanpa bisa dicegah oleh pelindung Qi Inti Emas sekalipun.
"Tangan kuuu!" Penatua Zhao menjerit histeris saat tubuhnya kehilangan keseimbangan akibat kehilangan lengan secara mendadak.
Ethan tidak menyia-nyiakan celah taktis yang ia ciptakan dengan taruhan nyawa ini. Menggunakan sisa pendorong jet di punggungnya, ia melesat maju bagaikan kilat putih-emas. Bilah Plasma V4 di tangan kanannya menebas lurus, memotong leher Penatua Zhao yang sedang lengah dan kesakitan.
CRASH!
Kepala Penatua Zhao menggelinding di tanah. Tubuhnya tumbang, memancarkan pendaran energi Inti Emas yang langsung disedot secara paksa oleh sistem zirah Ethan untuk memulihkan daya.
[ Satu Target Ranah Inti Emas Dieliminasi. ]
[ Mendapatkan: 15.000 Poin Sistem. ]
[ Daya Generator Pulih: 90%. Memulai Perbaikan Armor Darurat... ]
Melihat salah satu rekannya tewas secara mengenaskan, Penatua Wu dan Penatua Liu yang berada di atas seketika menghentikan serangan mereka.
Wajah mereka mengeras, menyadari bahwa pemuda di depan mereka ini adalah pemburu paling berbahaya yang pernah mereka temui. Pertempuran sesungguhnya di bawah langit Kota Logam Hitam baru saja mencapai titik puncaknya.