NovelToon NovelToon
Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:449.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rasti yulia

Dibuang bak sampah, dipungut bak berlian!!


****

"Jadilah pacarku! Jika suamimu bisa berselingkuh di belakangmu, kamu pun juga bisa melakukan hal yang sama. Aku akan membantumu."

****

Kehidupan Lingga Sari Andini seketika berubah setelah pertemuannya dengan seorang pemuda yang ia temukan terdampar di tepian sungai yang tidak jauh dari kediamannya. Ia yang baru saja pulang dari berkeliling berjualan jamu, terpaksa harus menyelamatkan pemuda itu terlebih dahulu.


Namun siapa sangka setelah pertemuannya ini justru menyeretnya ke dalam pusaran rasa dan peristiwa yang tidak pernah terbesit di dalam pikirannya.

Kehidupan seperti apakah yang sebenarnya dijalani oleh Lingga? Dan bagaimanakah akhir ceritanya dengan sang pemuda?


Ikuti saja ya ceritanya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Mendadak Indihome, eh Indigo

Melihat kondisi Kukuh yang sedikit mengerikan karena meronta dan sulit untuk dikendalikan membuat Lingga merasa sedikit iba. Wanita itu terpaksa harus menghentikan langkahnya untuk berjualan jamu dan memilih menemani kumpulan orang-orang ini dalam berusaha menenangkan Kukuh. Lingga merasa ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk pemuda ini.

Lingga duduk di samping tubuh Kukuh yang terlihat masih meronta-ronta. Ia raih tangannya dan ia genggam dengan erat jemarinya. Seketika Kukuh terdiam. Tubuh Kukuh yang sebelumnya meronta, kini tenang dan bisa dikendalikan. Sorot mata Lingga dan sorot mata Kukuh beradu. Pandangan keduanya bersirobok dan sama-sama saling menatap lekat.

"Apa yang kamu inginkan?"

Lingga melontarkan sebuah pertanyaan dengan sorot mata tajam, tepat ke arah manik mata Kukuh yang memerah ini. Lingga semakin yakin jika yang ada di hadapannya ini bukanlah sukma milik si pemuda.

"Batu ... Batu ... aku ingin batu milikku dikembalikan!"

Dengan suara yang terdengar parau dan berat, sosok yang menguasai raga Kukuh ini memberikan sebuah jawaban. Namun entah apa yang terjadi, sosok ini jauh lebih bisa dikendalikan dan lebih tenang daripada sebelumnya.

"Coba tanyakan darimana dia berasal dan batu apa yang diambil oleh Kukuh ini, Ndhuk!" bisik Darmaji tepat di telinga Lingga.

"Kamu, pejamkan matamu!" ucap sosok yang menguasai raga Kukuh dengan tegas ke arah Lingga.

Lingga sedikit kebingungan dengan apa yang menjadi perintah sosok makhluk ini. Namun, ia berupaya untuk mengikuti apa yang diucapkannya. Mungkin saja, dengan memejamkan mata ia mendapatkan jawaban atas apa yang sebenarnya terjadi terhadap Kukuh ini.

Kedua bola mata Lingga terpejam masih sambil ia genggam jemari tangan Kukuh dengan erat. Lingga seakan merasakan ada sebuah getaran kecil yang ia rasakan keluar dari genggaman tangan Kukuh. Dalam pejaman mata, tidak ada yang dapat dilihat oleh Lingga selain hanya keadaan gelap. Ia mencoba untuk tetap fokus hingga pada akhirnya, ada siluet-siluet yang sepertinya menjadi salah satu bentuk gambaran pendakian yang dilakukan oleh Kukuh. Lingga semakin yakin bahwa itulah pendakian yang dilakukan oleh pemuda ini, karena ia melihat sosok Kukuh ada di sana.

***

Empat orang dengan outfit khas pendaki nampak berjalan dengan raut wajah yang dipenuhi oleh binar-binar kebahagiaan. Dua orang laki-laki dan dua orang perempuan. Jika dilihat dari binar wajah yang terpancar, mereka seperti kumpulan pendaki yang sudah selesai melakukan pendakian. Dan berencana turun ke pos dua.

"Lihatlah, ada mata air di sini. Sepertinya, akan sangat menyenangkan dan menyegarkan jika kita mandi terlebih dahulu sebelum kita turun ke pos dua."

Salah seorang laki-laki yang merupakan teman Kukuh terdengar beteriak lantang ketika melihat sumber mata air bening yang berada di tengah hutan yang ia lewati. Menceburkan diri ke dalam genangan air di siang hari yang terasa terik ini pastinya akan sangat menyenangkan dan menyegarkan sekali.

"Sudahlah jangan aneh-aneh. Kita lekas turun saja mumpung hari masih terang. Jangan sampai kita kemalaman berada di tengah hutan," seru seorang laki-laki yang memiliki wajah persis seperti Kukuh.

"Ayolah, sebentar saja kita mandi. Setelah itu baru kita lanjutkan perjalanan kita turun ke pos dua."

Lelaki yang berwajah mirip dengan Kukuh dan dua teman wanitanya saling melempar pandangan. Hingga pada akhirnya...

"Ya sudah, kalian berdua mandi terlebih dahulu tidak apa-apa. Namun sebentar saja ya. Setelah itu kita lanjutkan kembali perjalanan kita," ucap salah seorang wanita yang ada di dalam grup pendakian itu.

Meski lelaki berwajah yang mirip dengan Kukuh itu sedikit merasa berat untuk mandi di mata air ini, namun pada akhirnya ia ikuti kemauan salah seorang temannya. Ia berpikir tidak ada salahnya jika sejenak saja ia berendam terlebih dahulu sebelum turun ke pos dua. Pada akhirnya ia dan temannya itupun melucuti pakaian dan hanya menyisakan sebuah boxer dan mulai menceburkan diri ke dalam sumber mata air itu.

Terasa sangat menyegarkan saat air nan bening ini membasahi tubuh mereka. Segala rasa lelah perlahan mulai meluruh terbawa oleh aliran air ini dan terganti oleh energi baru yang semakin membuatnya semangat untuk melakukan perjalanan turun ke pos satu. Kedua lelaki itu nampak begitu menikmati setiap tetes air yang membasahi tubuh masing-masing.

Teman Kukuh melihat sebuah kilauan yang berasal dari dalam air. Kilauan berwarna biru yang setelah ia tatap lekat ternyata berasal dari sebuah batu yang berada tidak jauh dari tempatnya berendam. Tanpa berpikir panjang, ia mengambil batu itu dan bermaksud untuk membawanya pulang.

"Ayo lekas keluar dari sana. Sudah seperempat jam kalian berendam, waktunya kita untuk melanjutkan perjalanan!"

Teriakan salah seorang wanita dalam grup pendakian itu seakan menjadi alarm bagi Kukuh dan temannya untuk segera mengakhiri aktivitas berendam mereka. Tidak ingin lama-lama lagi dua lelaki itu mulai mengeringkan tubuh dengan sejenak berjemur di bawah matahari dan bersegera mengenakan pakaian mereka.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan ini!" teriak Kukuh semakin bersemangat untuk kembali pulang.

Teman lelaki Kukuh yang membawa batu berkilau biru itu merapatkan tubuhnya ke arah Kukuh. Ingin rasanya ia membawa pulang batu ini namun ia ingat akan wejangan yang diucapkan oleh para senior saat briefing bahwa ketika mendaki, tidak diperbolehkan untuk mengambil apapun yang ada di gunung ataupun di hutan. Hingga pada akhirnya, ia memiliki salah satu rencana yang cukup briliant. Lelaki itu meletakkan batu berkilau biru itu ke dalam saku belakang celana yang dikenakan oleh Kukuh.

Hahhh... Dengan begini, aku tetap bisa membawa pulang batu berkilau biru itu tanpa harus membawanya sampai bawah. Setelah sampai di bawah, aku akan ambil kembali batu itu.

.

.

. bersambung...

Di beberapa bab selanjutnya, kita flashback ke peristiwa yang dialami oleh Kukuh terlebih dahulu ya Kak.. Hihihihi ❤️❤️❤️

1
Nggenk Topan
kurang panas thorr 😀
Nggenk Topan
Luar biasa
......Maiko.....
makin seruuuu lanjut
......Maiko.....
mungkin anunya Heru bermasalah 🤭GK mau tanggung malu,jdi nyalahin isterinya bau ikan asin 👻🥴
Evi
setuju thoor tikungan sepertiga MLM itu sangat dahsyat
karena aq mengalaminya
Sulaiman Efendy
LO HIRUP DLU AROMA KWANITAAN NYA LINGGA, BAU IKAN ASIN NGGAK SEPRTI KATA HERU...😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
ANAK HERU. ATAU ANAK GENDERUWO TUHHH....
Sulaiman Efendy
KASIH SE CENG AZA, USH TULIS NMA, TULIS AZA DARI HAMBA ALLAH...🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
MSKI LINGGA JANDA, TPI JANDA BRSEGEL....
Sulaiman Efendy
BRRTI SAPTO NORMAL NYU...😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
TERLAMBAT, SAPTO GERCEP LAMAR AMBAR...
Sulaiman Efendy
JANDA SEMAKIN TERDEPAN, PERAWAN MMG MENAWAN, TPI JANDA SANGAT BRPENGALAMAN...😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
NIKAH DLU, BRU KAWIN NYU😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
WAHHHH, GK NYANGKA, GENTLEMEN JUGA SI SAPTO...
Sulaiman Efendy
BANYU KOQ JDI PRIA BODOH, KNP LO GK HAJAR TU SAPTO, KECEWA NYA SIH SAMA LINGGA, KNP GK TEGAS SAMA SAPTO..
Sulaiman Efendy
KLO KTELAN TU CINCIN KN BAHAYA....
Sulaiman Efendy
LO CIUM AZA TU LINGGA DIDEPAN SAPTO..
Sulaiman Efendy
OSKADON, PARAMAEX, BODREX MANA, KASIKN KE SAPTO TUHHH...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA HAK SAPTO DGN LINGGA, APA LINGGA PERNH MNERIMA SAPTO, ATAU MNERIMA LAMARAN ORTU SAPTO...
Sulaiman Efendy
SEK ASEKKKKK... SEMOGA HUBUNGN MREKA DIRESTUI YG MAHA KUASA HINGGA KE PRNIKAHAN KELAK..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!