Jadwal Update Selasa, Kamis dan Sabtu
Violet seorang wanita yang manis dengan wajah yang cantik, tapi dia selalu di benci oleh Ibu kandungnya dan harus menjadi pengganti sementara untuk saudara kembar nya.
Tapi sebuah pertemuan telah mengubah hidup, pertemuan dengan seorang anak kecil telah membawanya pada kehidupan yang berbeda.
Dan membawanya pada seorang pria yang tak lain adalah ayah dari anak kecil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14.
Terlihat kini Daniel saling berhadapan dengan Violet, Violet nampak duduk dengan anggun.
Dan Violet pun langsung menanyakan maksud kedatangan Daniel ke rumah nya.
"Aku ke sini untuk menjemput mu." Ucap Daniel.
"Menjemput ku?" Tanya Violet tak mengerti.
"Nana sedang sakit dan dia ingin bertemu dengan mu. Jadi aku datang ke sini untuk menjemput mu atas permintaan Nana." Ucap Daniel.
Daniel yakin jika wanita itu tak akan menolak permintaan nya, karena dengan mendekati Nana dia juga bisa mendekati dirinya. Tapi Daniel tak akan Sudi berdekatan dengan wanita seperti Violet.
"Tapi maaf Tuan... Siapa nama mu?" Tanya Violet yang tak tahu nama pria di hadapannya.
"Daniel." Jawabnya.
"Oke.. Tapi maaf Tuan Daniel, saya tidak tertarik untuk mencampuri urusan anda." Jawab Violet.
"Kau... kau menolak? Apa kau tak memikirkan perasaan anak ku?" Tanya Daniel.
"Aku jelas memikirkan perasaan anak mu dan juga kondisi nya, tapi aku juga memikirkan perasaan mu Tuan Daniel." Jawab Violet.
"Memikirkan perasaan ku? Apa maksudmu?" Tanya Daniel sedikit heran.
"Aku tahu kau telah menyuruh seseorang untuk mencari informasi tentang ku, dan lagi aku tahu dari mata mu kau sangat membenci ku." Ucap Violet sambil tersenyum manis.
Deg...
Daniel seketika langsung terdiam bagaimana bisa wanita itu tahu yang sebenarnya, apa dia seorang peramal atau orang yang bisa membaca pikiran.
"Anda pasti heran kenapa saya bisa tahu, dan saya tak perlu menjawab nya. Lagi itu tak penting." Jawab Violet sambil kembali tersenyum.
"Baiklah, aku memang tak menyukai mu. Tapi anak ku membutuhkan mu. Jadi ku harap kau mau membantu ku." Ucap Daniel dingin.
"Oke... Tapi aku tak suka bekerja secara gratis." Ucap Violet.
"Jadi kau ingin di bayar?" Tanya Daniel sambil menatap rendah Violet.
"Tentu, karena aku bukan wanita munafik Tuan Daniel. Yang berpura-pura tidak menyukai uang tapi nyatanya sebaliknya." Ucap Violet sambil tersenyum.
Nampak Daniel tersenyum tipis. "Baiklah, aku akan membayar mu sebagai pengasuh anak ku dan tentu bayarannya lumayan tinggi." Ucap Daniel.
"Lumayan tinggi? Kalau begitu aku minta 10 juta satu bulan. Bagaimana?" Tanya Violet.
"10 juta satu bulan? Apa kau ingin memeras ku?" Tanya Daniel.
"Iya.. Lagi pula kau orang kaya, aku tak ingin berpura-pura." Ucap Violet sambil tersenyum.
"Baiklah, 10 juta satu bulan." Jawab Daniel.
"Oke..." Jawab Violet.
Kemudian Violet segera pergi ke kamarnya untuk bersiap pergi ke tempat Daniel.
Cukup lama menunggu, Violet pun datang. Dia menggunakan sebuah dress formal dengan rok di bawah lutut dan rambut yang di Gelung rapih sehingga memperlihatkan leher jenjangnya.
"Ayo.." Ucap Violet.
Daniel seketika langsung tersadar dari lamunannya, kemudian Daniel langsung mengajak Violet untuk masuk ke dalam mobil tapi sebelum itu Violet berpamitan dulu dengan ayahnya.
Sesampainya di rumah Daniel.
Violet langsung turun dari mobil, dia sedikit tercengang saat melihat rumah megah dan mewah milik Daniel.
Nampak beberapa pelayan langsung menyambut kedatangan Daniel, kemudian Daniel langsung mengajak Violet untuk masuk ke dalam rumah dan segera menuju kamar Nana.
Nana yang melihat kedatangan Violet pun langsung tersenyum bahagia, kemudian Nana segera turun dari ranjang dan berlari ke arah Violet.
"Kau sudah sembuh?" Tanya Violet sambil tersenyum.
Kemudian Nana langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Lalu Nana menuliskan kata-kata di kertas putih dan memberikan nya kepada Violet.
"Apakah Tante akan tinggal bersama Nana."
"Emm.. Iya, Tante akan menjadi pengasuh mu mulai sekarang." Jawab Violet.
Nana yang mendengar hal itu pun langsung tersenyum bahagia dan langsung memeluk Violet, nampak Violet terdiam sesaat lalu dia pun membalas pelukan dari Nana.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Violet.
Nana pun menganggukkan kepalanya. "Lalu apa kau sudah minum obat?" Tanya Violet lagi.
Dan Nana hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, ayo kita kembali ke ranjang. Dan segera minum obat.." Ajak Violet sambil memangku tubuh kecil Nana.
Lalu Violet pun langsung menidurkan tubuh Nana, dan segera mengambil obat untuk Nana. Tapi Nana tak ingin meminum obatnya.
"Kenapa?" Tanya Violet.
Kemudian Nana langsung menuliskan jawaban nya dan segera memperlihatkan nya kepada Violet.
"Obat itu sangat pahit dan Nana tidak suka."
Violet pun langsung tersenyum saat mendengar jawaban dari Nana, "Apa kau lapar?"
Kemudian Nana langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kalau begitu karena kau sedang sakit, bagaimana kalau makan bubur." Ucap Violet.
Nana pun langsung menganggukkan kepalanya, lalu dia menuliskan kalimat di kertas putih dan segera memberikan nya kepada Violet.
"Nana ingin Tante cantik yang buatkan bubur untuk Nana."
Membaca jawaban dari Nana, Violet pun langsung tersenyum dan membelai anak kecil di depannya itu.
"Tentu, aku akan membuat kan bubur khusus untuk mu. Nana." jawab Violet.
Setelah itu, Violet pun langsung meminta di tunjukkan arah ke dapur. Tak lupa Violet pun membawa obat untuk Nana bersama nya ke dapur.
Daniel yang melihat ekspresi lembut Violet pun hanya terdiam, apakah wanita di depannya itu adalah bunglon yang bisa merubah ekspresi nya dengan cepat.
Melihat Violet yang berjalan bersama dengan pelayan menuju dapur, Daniel pun segera berjalan mengikuti wanita itu.
Di dapur...
Violet langsung mengambil peralatan dan bahan-bahan untuk membuat bubur anak, sementara Daniel hanya duduk sambil melihat wanita itu yang telaten menyiapkan semuanya.
"Apa kau takut aku meracuni anak mu?" Tanya Violet sambil tersenyum.
"Tentu.." Jawab Daniel tanpa rasa bersalah.
"Oh.." Jawab Violet acuh.
Daniel sangat heran kepada wanita di depannya itu saat bersama Nana wanita itu sangatlah ramah dan juga lembut. Tapi saat bersama nya wanita itu seketika langsung berubah menjadi es di kutub Utara.
Biasanya wanita yang mendekati Nana selalu bersikap manis di depannya, dan bukan hanya bersikap manis di depan Nana saja.
Tak beberapa lama bubur yang di masak oleh Violet pun telah matang, dan Violet langsung mencampurkan obat milik Nana dengan bubur tersebut.
"Apa yang kau campurkan itu?" Tanya Daniel panik.
"Ini obat anak mu." Jawab Violet dingin.
"Bagaimana bisa kau mencampur nya seperti itu?" Tanya Daniel.
"Lalu apa yang akan kau lakukan, jika Nana tak ingin minum obat. Kau ingin mengancam nya? Agar dia mau minum obat." Ucap Violet.
Daniel pun terdiam, kemudian dia hanya melihat wanita itu dengan tatapan tak suka.
Tapi Violet tak kalah dingin, dia langsung pergi tanpa menoleh sedikit pun ke arah Daniel.
Sesampainya di kamar Nana, Violet langsung menyuapi anak itu. Terlihat Nana tersenyum senang sambil memakan lahap bubur buatan Violet.
Lalu Nana menuliskan sesuatu di atas kertas kemudian memperlihatkan nya kepada Violet.
"Bubur buatan Tante sangat enak, Nana sangat suka."
"Syukurlah jika kau suka bubur buatan ku, jadi makanlah yang banyak." Jawab Violet.
kayaknya kereen nih
semangat ya thorr untk bikin up nya💪💪💪💪
semoga Violet dan Daniel menikah