"Gara-gara gadis sialan itu, aku menderita penyakit terkutuk ini. Jika aku menemukannya, aku berjanji akan membalaskan dendam dan membuatnya merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan!"
Karena kecelakaan lima tahun lalu, Lolan Baldev seorang CEO yang memilki paras tampan itu, harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya menderita penyakit Impoten.
Malu dengan berita yang terus beredar, kedua orangtuanya pun memaksa dirinya untuk menikahi seorang gadis yang akan membantunya selama masa terapi berlangsung.
Namun, siapa sangka gadis malang bernama Zivanya yang akan dinikahinya adalah gadis yang menyebabkan dirinya mengalami penyakit tersebut. Bagaimanakah nasib Ziva selanjutnya?
~~Xena❤️Dokter Adit
"Om Dokter, tiduri aku!"
Xena, seorang gadis berusia 18 tahun, Xena begitu tergila-gila dengan ketampanan Dokter Adit. Hingga dia terus menggoda dan meminta Dokter Adit untuk menjadikan dirinya sebagai Sugar Baby.
Dokter Adit, adalah seorang Dokter berbakat yang bertugas memberikan terapi untuk sahabatnya Lolan Baldev agar segera sembuh dari penyakit Impotennya. Berhasilkah Xena mendapatkan hati seorang Dokter Adit?
Sekuel dari TERJERAT NAFSU CEO MILIARDER.
Jangan lupa follow IG Author @Oniya_99🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Pulang dari Mansion Mertuanya. Kini, Ziva sudah berada di kamarnya. Ziva menatap takut sebuah kotak bertuliskan 'calon Istri tercinta'.
"Bagaimana kalau isinya adalah boom?" tanya Ziva pada dirinya sendiri. "Tidak mungkin boom, Bukan?" lanjut Ziva lagi. Ziva berdiri dari duduk di kursi rias, berjalan perlahan menuju kotak berwarna pink cerah yang ada di atas kasurnya.
Ziva duduk di pinggir ranjang samping bingkisan itu, mengulurkan tangannya guna meraba kotak dengan pita berwarna merah di atasnya. Walau sedikit ragu. Namun, rasa penasaran membuatnya menarik pita merah itu hingga terlepas.
Ziva menghela napas berat, ketika sudah merasa tenang. Barulah Ziva mengangkat tutup kotak itu dengan kedua tangannya.
"I ... ini—" Ziva menutup mulutnya yang menganga dengan kedua telapak tangannya. Ziva begitu kaget dengan apa yang dia lihat saat ini. Di dalam kotak itu, terdapat sebuah kotak kecil berwarna merah yang telah terbuka, yang di dalamnya terdapat sebuah cincin tak berbentuk karena telah pecah dan menjadi beberapa bagian kecil-kecil.
"A-apa maksudnya memberikanku cincin yang telah hancur?" Ziva mengulurkan tangannya yang bergetar, meraih sebuah surat yang ada di samping cincin hancur itu.
Aku akan menghancurkanmu persis seperti cincin itu.
Membaca tulisan mengerikan itu membuat Ziva benar-benar ketakutan, air matanya mengalir begitu saja tanpa di sadari. Ziva menggelengkan kepalanya sambil berkata.
"Tidak, ini tidak mungkin. Dia tidak mungkin ingin menghancurkanmu, kedua orangtuanya adalah orang yang baik. Dia tidak mungkin adalah orang yang jahat. Tuhan, tolong katakan padaku bahwa calon Suamiku adalah pria yang baik. Aku mohon Tuhan ... Aku mohin akhiri derita ini, aku ingin menikahi pria yang menyayangiku, seperti Ayah yang menyayangi Ibu. Aku mohon Tuhan," Ziva menyatukan kedua tangannya dengan air mata kesedihan yang terus mengalir deras.
***
"Kau tidak berniat mencari seorang gadis?" tanya Lolan meneguk anggur botol keduanya.
"Gadis yang aku katakan kemarin. Aku menginginkannya dan aku akan mengejar cintanya," jawab Dokter Adit sambil membayangkan wajah cantik Ziva.
"Secantik apa gadis itu hingga bisa membuatmu jatuh cinta?"
"Sangat cantik, kecantikannya itu berbeda. Dia tampak cantik tanpa make up dan tanpa pakaian bagus, dia benar-benar wanita yang cantik alami. Dia terlihat begitu lembut, dan pandangan matanya yang sayu membuatku ingin sekali melindunginya. Sekali memandangnya, aku dapat melihat bahwa dia adalah gadis yang sangat cocok untuk dijadikan Istri sekaligus Ibu," jelas Dokter Adit membuat Lolan cukup tertarik dan juga penasaran seperti apakah sosok gadis yang berhasil menarik hati Dokter sempurna seperti Adit.
"Aku penasaran seperti apa wajahnya? Di mana aku bisa melihatnya?"
"Tidak, kau tidak boleh melihatnya," jawab Dokter Adit cepat. Bagaimana pun, Dokter Adit tidak ingin Lolan mengetahui bahwa gadis yang dia maksud adalah seorang gadis yang telah menyebabkan sahabatnya itu impoten.
"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh melihatnya? Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku, bukan?"
"Aku—"
Dertttt....
Suara ponselnya yang berdering membuat Dokter Adit menghentikan ucapannya.
"Hallo, Daddy Jackson," sapa Dokter Adit sopan.
"Suruh Lolan pulang sekarang juga!" Ucapnya langsung memutuskan panggilan.
"Kau mematikan ponselmu?" Kesal Dokter Adit.
"Baterainya habis," jawab Lolan apa adanya.
"Pulanglah sekarang, Daddy Jackson meneleponku dan memintamu segera pulang."
"Aku akan pulang dengan Devil, kau bagaimana?' tanya Lolan yang belum sepenuhnya mabuk.
"Aku belum mabuk, kau pulanglah duluan," ujar Dokter Adit dah Lolan pun segera pulang ke rumahnya dengan diantar Sekretaris Devil yang masih bersamanya.
cuma kadang cerita Xena - Adit lebih mendominasi..
tapi tetap asyik kok..
lanjut deh, cerita yg lainnya..
semoga sehat terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🤩🥰