NovelToon NovelToon
An Agreement

An Agreement

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: shangrilla

Bagaimana perasaan kalian jika kalian berada di dalam sebuah perjanjian pernikahan hanya untuk mendapatkan keturunan?

Itulah yang di rasakan Erlang dan Mutiara, mereka harus menjalani pernikahan hanya untuk mendapatkan seorang anak.

Apakah pernikahan mereka hanya akan bertahan sesuai perjanjian?
Bagaimana jika tumbuh cinta di antara keduanya?

🌴🌴🌴

Cerita ini adalah Sequel Buai kupu-kupu malam.

Ini hanya sekedar cerita, khayalan pengarangnya semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shangrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

*

*

Yuwina maupun Dewi masih sama-sama terdiam, Yuwina masih shock dengan kenyataan bahwa putri bungsunya telah menikah.

"Bagaimana bisa Tiara menikah? Dia masih terlalu muda untuk berumah tangga."

"Maaf bu Wina, tapi itu keputusan Tiara sendiri."

"Saya minta alamat rumahnya suami Tiara."

"Biar saya yang mengantar bu Wina kesana, nanti disana saya yang akan membantu anda menjelaskan siapa anda pada Tiara dan keluarga suaminya."

"Baiklah."

Mereka beranjak dan kursi lalu melangkah menuju halaman panti, dimana mobil Yuwina terparkir disana, kemudian mereka memasuki mobil. "Jalan pak!" perintah Yuwina pada supir pribadinya.

Supir pribadi Yuwina mulai melajukan mobilnya menuju rumah Yusuf.

"Padahal tadi Tiara baru saja dari panti loh bu, Tiara pulang dan selang waktu beberapa saat anda datang." ujar Dewi.

"Oh ya? Berarti saya terlambat?"

"Tidak apa-apa bu, kan anda bisa bertemu disana."

"Tiara pasti cantik."

"Bukan hanya cantik bu tapi juga baik." Dewi menimpali.

"Di depan belok kiri pak." ujar Dewi pada supir pribadi Yuwina.

"Baik bu." jawab sang supir lalu memutar roda kemudinya ke arah kiri.

Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di depan gerbang rumah Yusuf.

Sang supir membunyikan klaksonnya dan tinggal menunggu beberapa saat gerbang terbuka dan sang supir melajukan mobilnya kembali memasuki pelataran rumah Yusuf.

Mereka telah sampai lalu menuruni mobil dan melangkah menuju pintu utama. 'Ting tong'

Pintu terbuka dari dalam. "Oh bu Dewi, mari silahkan masuk bu." ujar Lastri sembari membuka pintu lebar-lebar supaya Dewi dan Yuwina bisa memasuki rumah majikannya.

Dewi memang sudah beberapa kali datang ke rumah Yusuf jadi Lastri sudah mengenalnya.

"Makasih bi." balas Dewi kemudian melanjutkan langkahnya bersama Yuwina menuju ruang tamu.

"Sebentar saya panggilkan tuan dan nyonya." ujar Lastri.

"Tidak usah bi, kami kesini mau bertemu dengan Tiara."

Lastri menyatukan alisnya. "Non Tiara belum pulang bu."

Dewi mengernyit bingung. "Loh bukannya mereka sudah pulang dari tadi?"

"Tapi non Tiara memang belum sampai rumah." jawab Lastri. "Silahkan duduk dulu saya mau ke belakang membuat minuman dan memanggil tuan dan nyonya."

Lastri meninggalkan Dewi dan Yuwina di ruang tamu lalu melangkah menuju ruang kerja Yusuf barulah kemudian ke dapur untuk membuat minuman.

Beberapa saat kemudian Yusuf dan Niar keluar dari ruang kerja menuju ruang tamu.

Setelah menyalami tamunya Yusuf dan Niar duduk di sofa tak lama kemudian Erlang dan Mutiara memasuki rumah.

"Tiara..." panggil Dewi saat melihat Mutiara sedang berjalan ke arah ruang tamu.

Yuwina langsung menoleh ke arah Mutiara.

"Bunda? Ada apa?" tanya Mutiara setelah berada di ruang tamu tersebut.

"Ada yang ingin bertemu denganmu." ujar Dewi membuat Mutiara mengangkat alisnya sembari menatap Dewi karena Mutiara tidak merasa mengenali wanita yang mencarinya.

Yuwina beranjak dari sofa dan langsung memeluk Mutiara, Mutiara hanya diam di pelukkan Yuwina namun tatapan mata Mutiara tertuju pada Dewi. "Siapa bun?" tanya Mutiara tanpa bersuara hanya menggerakkan bibirnya.

Yuwina melepas pelukannya lalu menangkup wajah Mutiara serta menghujaninya dengan kecupan. "Sayang, ini mama nak." ujar Yuwina di sertai luruhnya air mata di pipinya.

Tubuh Mutiara langsung menegang saat mendengar kata 'mama' keluar dari bibir wanita di hadapannya ini, Mutiara sampai tidak tau harus merespon seperti apa saat ini, ini bagaikan mimpi, bertahun-tahun tidak ada kabar dan tiba-tiba sekarang muncul.

Yuwina kembali memeluk Mutiara dan tatapan Mutiara tertuju pada Dewi lagi, Dewi mengangguk lalu Mutiara membalas pelukan mamanya. Yuwina dan Mutiara sama-sama menangis dalam pelukan mereka.

Semua orang yang ada di ruangan itu menatap haru seorang ibu dan anak bertemu setelah bertahun-tahun terpisah, bahkan Dewi dan Niar sampai meneteskan air matanya, mereka tersentuh melihat pemandangan yang begitu mengharukan.

Yuwina kembali melepas pelukannya lalu menangkup wajah Mutiara lagi. "Panggil mama sayang!" pinta Yuwina.

Mutiara menatap Yuwina. "Anda benar-benar mamaku?" tanya Mutiara memastikan.

Yuwina mengangguk lalu mengeluarkan gelang yang ia perlihatkan pada Dewi tadi.

Mutiara memperhatikan gelang itu secara seksama. "Ini persis dengan milikku." kata Mutiara lalu merogoh gelang di dalam tas nya yang ia bawa dari panti barusan.

"Tentu sama karena aku memang ibu kandungmu, dan gelang itu hanya ada tiga, tidak ada orang lain yang memilikinya, kakekmu khusus membuatkannya untuk mama, kamu dan kakakmu."

"Tiara punya kakak?"

Yuwina mengangguk lalu menarik lengan Mutiara. "Kita duduk dulu."

Mutiara duduk lalu menepuk-nepuk pipinya sendiri. "Aku nggak mimpi kan?" gumamnya.

Yuwina yang berada di sampingnya pun mendengarnya kemudian menarik tubuh Mutiara ke dalam pelukannya lagi. "Ini kenyataan sayang, maafkan mama yang terlalu lama melupakan tanggung jawab mama sebagai seorang ibu."

Mutiara mengeratkan pelukannya. "Tiara seneng banget mah, sampai tidak tau harus berkata apa lagi, Tiara sudah sangat lama menantikan keluarga Tiara."

Yuwina menangkup wajah Mutiara lagi dan itu sudah yang ketiga kalinya lalu menghujaninya dengan kecupan lagi seolah tidak ada puasnya untuk mencium anaknya yang telah lama ia lupakan. "Kamu cantik sekali Tiara, tapi kamu lebih mirip papamu." Yuwina sedikit cemberut, karena memang wajah Mutiara 80 persen mirip suaminya, dirinya hanya kebagian mewarisi kulit putih dan postur tubuhnya.

"Tiara juga punya papa?" tanya Mutiara antusias.

Yuwina mengangguk. "Tapi..."

"Tapi apa mah?"

"Papam--."

"Erlang, kamu ngapain berdiri disitu? Ayo duduk!"

Kalimat Yuwina terpotong suara Yusuf, lalu menoleh ke arah Erlang dan suara Yusuf pula yang menyadarkan Mutiara, dirinya sampai melupakan Erlang yang sedari tadi masih berdiri di tempatnya, Mutiara menoleh ke arah Erlang. "Sini kak."

Erlang melangkahkan kakinya mendekati tempat Mutiara duduk bersama mamanya.

"Kenalin mah dia--." Mutiara menghentikan kalimatnya, dia bingung harus mengatakan apa status Erlang pada mamanya.

"Saya Erlang suaminya Tiara." Erlang melanjutkan kalimat Mutiara sembari mengulurkan tangannya pada Yuwina.

Yuwina menerima uluran tangan Erlang kemudian menatap pemilik tangan itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. "Ganteng sih, tapi masih gantengan papamu."

"Kok mama gitu??!!"

"Papamu emang ganteng, kalau dia tidak ganteng mana mungkin dia mewariskan bentuk wajahnya ke kamu dan jadinya secantik ini."

Setelah menyalami wanita bernama Yuwina yang statusnya saat ini adalah mertuanya, Erlang duduk di sebelah orang tuanya membuat Yuwina mengernyit bingung. "Kok Erlang duduknya disitu? Berjauhan dengan Tiara?"

Yusuf dan Niar saling lirik, Mutiara hanya menatap Erlang tidak berani menyuruh Erlang untuk duduk di sebelahnya.

"Mungkin nak Erlang sedang memberi anda kesempatan untuk melepas rindu pada Tiara." Dewi bersuara untuk menetralisir suasana tegang di ruangan tersebut.

"Kalian sudah lama menikah?" tanya Yuwina.

"Baru beberapa minggu mah." jawab Mutiara.

"Jadi kalian masih pengantin baru, kenapa kamu menikah muda Tiara? Seharusnya kamu meraih mimpi kamu dulu!"

"......"

"Kenapa sayang?" desak Yuwina.

"Kare... karena---." Mutiara di buat bingung dengan pertanyaan dari Yuwina.

*

*

Ada yang mau bantuin Mutiara untuk menjawab pertanyaan dari mamanya? 🤔🤔🤔

1
farila
siap, ditunggu thor
𝓹𝓪𝓷𝓪𝓱 𝓳𝓲𝔀𝓪
adopsi aja dr panti asuhan yg selalu d sumbang itu🥺
Fitriameliya Putri
Elmira itu kakaknya Tiara ya thor
ℳℯ𝓁𝒶𝓃
mampir bunda , tapii kayaknya harus baca cerita awal dulu sebelum kesini yaa..
♣Ayick➿Junlioᵉᶜ✿☕✅
tiara memang bukanlah orang biasa.
semangat ya thor
♣Ayick➿Junlioᵉᶜ✿☕✅
goog tiara,,, kamu pintar
o u r a
nana.....
✰͜͡v᭄pit_hiats
untung masih polos. karek boga budak #dua😅😅
✰͜͡v᭄pit_hiats
kabayang ekspresina😅😅
✰͜͡v᭄pit_hiats
acie cie.. 😳😳😳
✰͜͡v᭄pit_hiats
kabayang pokonamah #eta🤗
𝐙⃝🦜
Mampir Thor
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
Alhamdulillah mom done boom like
ᴍᴜsᴀғɪʀ_24434: Alhamdulillah.. makasih mom 😘
total 1 replies
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
Mom mampir
Hot Red Ginger
kasian erlang... dulu istri 2 sampai dijadwal srkrg sdh 3 th lebih puasa. ga ada teman bobonya. kasihan deh... nasib² 🤣
Hot Red Ginger
aneh aja ya masa erlang ga pernah antar istri periksa kandungan n waktu opname pertama masa dokter ga bilang. kalo sdh 5 bln sdh berbentuk donk janinnya dan itu harus dimakamkan janinnya dg segera.
Hot Red Ginger
dalam kenyataan kebanyakan istri kedua yg paling disayang. wkwkwk......
Hot Red Ginger
jgn² almira kakanya tiara. tambah bulet deh ceritanya. lagian sah² aja kalo mau mundur toh tiara ga dibayar n terima duit. cuma sekedar balas budi.
Hot Red Ginger
erlang buta oleh kacantikan elmira. sampai istri boros gitu aja cuma tau shopping n senang2 aja.
ShanOh
Siwonnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!