NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Tabrakan Tak Sengaja

Pagi itu suasana rumah Baskoro terasa lebih cerah dari biasanya. Dari lantai atas terdengar suara senandung riang yang semakin keras mendekat. Arjuna turun tangga dengan langkah ringan, seragam SMA-nya sudah rapi, rambutnya disisir sedikit ke belakang, dan sepatunya mengkilap bersih, sesuai kebiasaan yang ia lakukan kalau ada hal yang membuat hatinya terasa ringan.

Di meja makan sudah duduk Ayahnya, Pak Baskoro, yang sedang membaca koran sambil menyeruput kopi, serta Bundanya, Bu Linda, yang tersenyum melihat putra sulungnya. Di sisi lain, Haikal duduk di kursi tinggi dengan mulut penuh nasi, sementara seorang suster dengan sabar menyuapinya.

Mendengar senandung yang terus keluar dari mulut Arjuna, Bu Linda menatapnya dengan pandangan menyelidik lalu tersenyum menggoda.

“Wah, Roman romannya seneng banget pagi ini. Jangan-jangan abang lagi dekat sama seseorang ya? Ada cewek yang bikin senyum terus?” godanya sambil mengedipkan mata.

Mendengar pertanyaan itu, Arjuna yang baru saja duduk langsung terdiam. Wajahnya yang biasanya tengil dan percaya diri seketika berubah salah tingkah. Ia menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, dan telinganya perlahan berubah menjadi merah menyala.

“Apaan sih, Bun… nggak deket siapa-siapa juga. Mana mungkin Juna punya pacar,” jawabnya agak tergagap, berusaha menyembunyikan rasa malu yang tiba-tiba muncul.

Bu Linda hanya terkekeh pelan, lalu menyenggol lengan suaminya. “Lihat tuh, Yah. Anak kita sudah mulai tumbuh dewasa, ada saja rahasianya sekarang.”

Pak Baskoro meletakkan korannya, menatap Arjuna dengan tatapan tegas khas kepala keluarga. “Lebih baik pikirkan pelajaran dulu. Ayah dengar nilai-nilaimu belum ada perubahan yang berarti. Fokus ke sekolah, jangan mikirin pacaran dulu, paham?”

Belum sempat Arjuna membuka mulut menjawab, Bu Linda langsung menepuk lengan suaminya dengan pelan sambil cemberut.

“mas, serius amat. Masa-masa muda itu wajar kalau ada rasa suka. Jangan lupa juga mas waktu dulu, ngejar ngejar aku lho sewaktu kita masih kuliah!”

Pak Baskoro yang sedang minum teh seketika tersedak, wajahnya ikut memerah mendengar ucapan istrinya itu.

Arjuna hanya menggeleng kecil, tidak ingin terlibat lebih jauh dalam percakapan itu. Ia segera mempercepat makannya, ingin segera berangkat ke sekolah tanpa sadar hatinya memang sedikit berdebar memikirkan kemungkinan bertemu dengan Laila lagi hari ini.

Setelah selesai sarapan, ia berpamitan singkat dan langsung melesat ke garasi. Tidak lama kemudian, suara menderu motor sport kesayangannya membelah jalanan menuju SMA Cendekia.

Sesampainya di area parkir sekolah, Arjuna disambut riuh oleh teman-teman satu gengnya. Bersamaan dengan itu, puluhan siswi yang sudah menunggu sejak tadi mulai berbisik-bisik, melirik, bahkan ada yang sampai berteriak memanggil namanya. Di antara kerumunan itu, melangkah maju Salsabila...gadis yang dijuluki primadona sekolah, yang selama ini paling dekat dengan Arjuna.

Dengan gaya lembut dan suara yang sengaja dibuat mendayu-dayu, Salsa langsung merangkul lengan Arjuna begitu ia turun dari motor.

“Beb… kenapa akhir-akhir ini terasa beda ya? Apa kamu sudah bosan sama aku?” tanyanya sambil menatap dengan pandangan memelas.

Arjuna langsung merasa risih. Ia sudah terbiasa dengan perhatian banyak gadis, tapi sifat Salsa yang terus menempel dan menuntut perhatian itu mulai membuatnya muak. Dengan gerakan agak kasar, ia melepaskan lengannya dari genggaman gadis itu.

“Ck… lepas. Tangan gue bukan gantungan baju, jangan digelantungi terus. Kaya monyet aja,” ucapnya dingin tanpa ragu.

Begitulah Arjuna. Bagi gadis-gadis yang ia anggap hanya mainan, begitu rasa bosan datang, ia tidak segan-segan menjauh bahkan bersikap kejam tanpa memedulikan perasaan mereka. Di balik ketampanan dan pesonanya itu, tersimpan sisi keras dan tak kenal ampun itulah alasan mengapa ia dipilih menjadi ketua Geng Petir menggantikan seniornya yang sudah lulus.

Salsabila hanya bisa tertegun, matanya langsung berkaca-kaca dan air matanya jatuh membasahi pipi. Sudah berkali-kali ia diperlakukan seperti ini, tapi rasa cintanya yang buta selalu membuatnya kembali mendekat.

Arjuna tidak menoleh sedikit pun. Ia melangkah masuk ke dalam gedung sekolah diikuti oleh tiga orang inti gengnya, Gibran, Rian, dan Bowo. Setiap melangkah, siswi menatap kagum, sementara siswa lain menunduk dan menjauh takut terlibat masalah dengan geng paling berkuasa di sekolah itu.

Namun baru saja sampai di tikungan koridor, Arjuna tidak sempat mengerem langkahnya. Ia menabrak seseorang yang sedang berjalan tergesa sambil memeluk tumpukan buku tebal setinggi dada.

Bruk!

Buku-buku itu berserakan ke lantai, menyebar ke segala arah. Arjuna sedikit terhuyung mundur, lalu segera menunduk melihat siapa yang tertabrak. Dengan kebiasaan lamanya sebagai playboy yang terbiasa membantu gadis untuk memikatnya, ia langsung berjongkok dan mulai memungguti buku-buku itu satu per satu.

Hanya tersisa satu buku tebal yang masih tergeletak di tengah. Keduanya meraihnya secara bersamaan...jari-jari tangan mereka menyentuh satu sama lain.

Gadis yang sedari tadi menunduk karena sibuk mengambil buku langsung mengangkat wajahnya.

Dan keduanya sama-sama tertegun.

Yang ditabrak itu adalah Laila Arsyila.

Mereka saling pandang, seolah waktu berhenti sejenak. Arjuna tidak bisa memungkiri, di bawah cahaya lampu koridor pagi itu, wajah Laila yang polos tanpa riasan terlihat lebih menawan dari biasanya. Sedangkan bagi Laila, tatapan tajam Arjuna yang kini agak melembut membuat jantungnya berdebar tak wajar sesaat.

Namun momen itu segera terpecah oleh suara dehaman keras dari Gibran.

“Ehm… batuk, batuk!”

Rian dan Bowo yang melihat pemandangan itu langsung menutup mulut rapat-rapat, berusaha menahan tawa agar tidak meledak dan membuat suasana makin canggung.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!