NovelToon NovelToon
Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Wanita perkasa / Perubahan Hidup / Balas dendam. / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:77.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Ivan mengira perjodohan ini hanyalah candaan kakeknya saja, bagaimana dia bisa mengira itu serius, saat kakeknya mengatakan akan menjodohkan dirinya dengan seorang gadis bernama Diana. Dia seorang gadis bisu, tidak berpendidikan. Bahkan kata orang di desanya, gadis itu gila. Hingga dia pun setuju. Ternyata kakeknya benar-benar serius. Seorang gadis dari desa yang bisu, benar-benar datang ke rumahnya dan bertunangan dengannya.

Bagaimana perjodohan mereka? Akankah bisa berlanjut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Nenek Zelina

Kakek Agung sangat lega, akhirnya semua tuduhan yang tertuju pada Diana terbantahkan. Hari semakin gelap, kakak Agung meminta tamunya untuk bertahan hingga waktu makan malam.

Saat waktu makan malam tiba, mereka semua berkumpul di meja makan, kecuali Rani. Entah di mana wanita itu saat ini. Selesai menikmati makan malam, semuanya berkumpul di ruang tamu.

Kakek bertanya banyak hal pada Abimayu tentang keadaan Kampus Bina Jaya dan keadaan Rumah Sakit Healthy And Spirit, Abimayu pun menceritakan semuanya.

"Diana, bagaimana caranya, kamu sangat mudah kampus Bina Jaya?" Tanya Yudha.

Bukan rahasia lagi, jika ingin menempuh pendidikan di Fakultas Bina Jaya sangat susah. Kekayaan dan pangkat tidak menjamin anak mereka bisa lolos dan kuliah di sana.

Thaby menyipitkan kedua matanya mendengar pertanyaan Yudha. Dia sangat tahu kemampuan Diana. "Itu bukan hal sulit bagi Diana," sela Thaby.

"Justru Fakultas merasa hal itu suatu kebanggaan, karena memiliki Mahasiswi sehebat Diana." Tambah Thaby.

Semua tatapan mata tertuju pada Thaby, mereka sangat tidak percaya dengan yang Thaby ucapkan barusan.

Sedang Abimayu, tanpa kesadaran dia tidak bisa merubah arah pandangannya, matanya terus memandangi sosok Diana, sosok yang sangat dia kagumi, namun sangat susah dia temui. Seakan Abimayu tidak ingin melewatkan sedetik jua pun tanpa memandangi Diana.

Ivan menangkap basah Abimayu yang terus memandangi Diana, namun dia hanya membiarkannya, dan melanjutkan obrolan lain.

Drrtttt!

Diana merasa handphonenya bergetar, saat dia memeriksanya ada beberapa pesan yang masuk. Dengan bahasa isyaratnya, Diana pun izin undur diri pada semua orang yang berada di ruang tamu.

Setelah mendapat izin dari kakek, Diana pun segera keluar, dia memilih halaman belakang rumah yang sepi untuk menerima telepon di sana.

"Iya Prof …."

"Yang kemaren, mereka tetap kukuh ingin memintamu melakukan operasi."

"Mereka rela membayar berapapun, asal kamu yang melakukan operasi itu, bahkan walau harus membayar 10 kali lipat sekalipun."

Diana teringat obrolan Ivan saat di mobil sebelumnya, kalau laki-laki itu rela membayar walau 1000 kali lipat sekalipun.

"Baiklah prof, aku akan melakukannya, asal dia bersedia membayarku 100 kali lipat."

"Baiklah, akan aku sampaikan."

Selesai berbicara dengan profesor Hadju, Diana pun kembali ke dalam rumah berkumpul bersama yang lain.

Waktu semakin malam, Abimayu dan putranya pun sudah pamit.

"Ivan, kamu anter aku pulang ya, kan tadi aku nebeng sama kamu," pinta Yudha.

Ivan hanya menganggukkan kepalanya, dia pun berpamitan pada kakek dan kedua orang tuanya.

Diana masuk lebih dulu ke dalam mobil Ivan, karena Ivan dan Yudha masih sibuk berbincang dengan kakek Agung. Daripada bosan menunggu, Diana memasang earphone ke telinganya, dan menikmati musik sambil menunggu dua orang itu. Walau Ivan dan Yudha sudah masuk kedalam mobil, Diana tetap asyik dengan musik yang dia dengarkan.

Sekilas Yudha melirik kearah Diana. "Ivan, kamu masih ingat dengan nenek Zelina?"

"Tentu saja."

"Apa kamu tidak menyadari? Kalau sifat dan sikap nenek Zelina sangat mirip dengan Diana."

Ivan malah tertawa mendengar ucapan Yudha. "Dia mirip dengan nenek Zelina?" Rasanya Ivan tidak bisa berhenti menertawakan penilaian Yudha barusan

"Mana bisa dia dibandingkan dengan nenek Zelina, nenek Zelina adalah legenda dalam dunia kedokteran." Tambah Ivan.

"Aku sangat merindukan nenek Zelina, dia sangat irit bicara, tapi tindakannya luar biasa." Ivan terbayang sosok nenek Zelina.

"Iya, menurutku dia superhero yang nyata." Yudha juga merindukan sosok nenek Zelina.

"Iya, nenek Zelina menghilang bagai ditelan bumi, setelah anak perempuannya dibunuh." Ivan terbayang, di mana titik saat nenek Zeline menghilang. Walau dirinya masih kecil, tapi membaca riwayat seorang nenek Zelina membuat Ivan sangat menyukai sosok itu.

"Iya, sedihnya bahkan sampai sekarang, pembunuh anak perempuan nenek Zelina belum terungkap.

Titik kesedihan nenek Zelina saat putrinya dibunuh, namun seisi kota juga berduka, karena kehilangan dokter hebat di kota itu. Bahkan sudah puluhan tahun, tidak ada yang memiliki kemampuan seperti nenek Zelina.

Tlink!

Handphone Yudha berbunyi, dentingan handphone itu seakan menarik mereka yang tenggelam di dasar kolam kesedihan kala teringat sosok nenek Zelina.

Yudha segera memeriksa handphonenya. Terlihat pesan dari profesor Hadju. Senyuman seketika menghiasi wajah Yudha, kala dia membaca pesan yang masuk.

...Dokter hebat bersedia melakukan operasi, asal kalian bersedia membayar dengan 100 kali lipat....

Yudha memberi tahu pesan itu pada Ivan, Ivan pun sangat bahagia, dengan semangat yang berkibar, Ivan segera melajukan mobilnya, tujuannya saat ini mengantar Yudha lebih dulu, sebelum kembali ke Apartemennya.

1
Nur Khaya
udah tegang mlh ngakak ma Nizam 🤣
Nur Khaya
na gitu Ivan ya harus tegas
Nur Khaya
Dillah kn nyesel.
Nur Khaya
kasihan Diana ini itu sendiri, Ivan gak pernah ada buat Diana kalo kesusahan.
Nur Khaya
keren 👍
apajalah
👌🤔🍂
apajalah
/Doge//Rose//Ok/
apajalah
🍂🍁👌🤔/Doge/
ARSAD ACHMAD BETHAN
Luar biasa
ARSAD ACHMAD BETHAN
LUAR BIASA
Listiatie Utami
denakin seru bikin penasaranoʻ
Listiatie Utami
d7h semakin rumoy
Efsa Lestari
kapan sih ketauan identitas nya jadi enek sendiri bacanya. yg ada malah menampilkan kejahatan terus
Efsa Lestari
tapi anehnya desy, Rani yg ada di situ diam aja dan tetap menerima aja tuh sih veronika jadi kurang greget aja bacanya kalau yg jahat selalu menang
Efsa Lestari
yg aku heran udah tau veronika yg jahat tapi Ivan pun masih dgn senang hati berbicara dengan veronika
Efsa Lestari
please kapan identitas nya kebongkar
Efsa Lestari
di novel ini tidak dijelaskan dulu awal. mulanya muncul masalah tu gimana jadi kadang agak bingung sendiri
Efsa Lestari
aku masih bingung Diana kuliah S3 kh atau apa sih. kan dia udah jadi dokter bedah yg hebat bahkan satu kampus dgn veronika lagi bearti veronika juga calon dokter....ini yg dari tadi jadi pertanyaan aku
Efsa Lestari
tapi semoga Diana dan yudha bisa membuat Ivan cemburu dan merasa dianana tu berharga pasti lebih seru
Efsa Lestari
pasti si ivan tu terkaget-kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!