NovelToon NovelToon
Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Candra Arista

Rara Wijaya, seorang perawat muda berbakat di RS Bunda, hidup dengan luka yang dalam akibat kehilangan kedua orang tuanya. Ibu yang berhati lembut meninggal karena penyakit langka, sementara ayahnya, seorang dokter, tewas dalam kecelakaan mobil saat menolong korban tabrakan. Meskipun penuh dendam, Rara tumbuh menjadi perawat yang sangat berdedikasi.

Namun, kehidupannya berubah total ketika RS Bunda mendatangkan dokter spesialis bedah baru, dr. Arkan Pratama. Dokter muda ini dikenal dingin dan perfeksionis, yang sering meremehkan perawat. Awalnya, Rara dan Arkan selalu bertikai, sampai suatu hari Rara mengetahui bahwa Arkan adalah putra dari dokter yang menyebabkan kematian ayahnya 15 tahun lalu.

Konflik mereka memuncak ketika mereka harus bekerja sama menangani pasien kritis. Di tengah badai, mereka terjebak di rumah sakit tua yang sudah tidak terpakai - tempat yang sama di mana ayah Rara terakhir kali bekerja. Di sana, rahasia keluarga mereka terbongkar satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Mengurai Luka Lama

"Kamu yakin tempatnya di sini?"

Arkan melihat bangunan tua yang hampir roboh itu. Rumah sakit itu tampak menyeramkan. Cat dindingnya terkelupas, banyak kaca jendela pecah, dan pintu utamanya miring karena engsel yang berkarat.

"Ayahku dulu bekerja di sini," jawab Rara sambil mencoba membuka pagar yang terkunci. "Kita harus masuk."

Dua hari setelah pertemuan penuh emosi di parkiran, Rara membawa Arkan ke tempat ini. Rara ingin mereka berdamai dengan masa lalu. Dia yakin lokasi ini adalah pilihan yang tepat.

Arkan menghela napas lalu mengangguk. "Baiklah," jawabnya singkat.

Mereka berjalan melewati lorong rumah sakit tua yang gelap dengan bantuan senter. Bunyi daun kering yang terinjak membuat suasana terasa mencekam.

Rara tiba-tiba berhenti di depan sebuah pintu. Ada papan nama bertuliskan Dr. Wijaya Adiputra - Bedah Saraf. "Ini ruangan ayahku," ucap Rara.

Arkan terpaku di depan pintu. Rara melihat tangan pria itu gemetar saat membuka pintu yang berbunyi derit.

Kondisi ruangan ini lebih terawat daripada area rumah sakit lainnya. Ada meja kayu besar, rak buku berdebu, dan deretan foto lama di dinding.

Rara mendekati foto besar di belakang meja. Di sana terlihat seorang dokter tersenyum ramah bersama rekan medis lainnya.

"Dia," ucap Rara pelan. "Ayahku."

Arkan menatap foto itu cukup lama. "Kelihatannya dia orang baik."

"Dia orang terbaik yang aku kenal," jawab Rara sambil menyentuh fotonya. "Dia selalu ada buat pasiennya meski sedang sibuk."

Arkan mengangguk. "Ayahku juga dokter yang baik sebelum kecelakaan itu."

"Aku tahu," kata Rara. "Aku pernah baca tentangnya. Dia banyak menolong orang sebelum..."

"Sebelum dia menghancurkan hidupnya sendiri," potong Arkan dengan nada pahit.

Rara menarik napas panjang. "Kita tidak bisa terus merasa bersalah, Arkan. Baik aku yang kehilangan ayah, atau kamu yang melihat ayahmu hancur."

"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Arkan dengan ragu.

"Maafkan saja," jawab Rara singkat. "Maafkan ayahmu, keadaan, dan juga masa lalu."

"Tidak semudah itu," sahut Arkan.

Rara tersenyum tipis. "Aku tahu. Tapi kita bisa mulai dari sini."

Ia membuka laci meja dan mengambil kotak kayu kecil. Isinya barang pribadi ayahnya, seperti pulpen, jam tangan, dan sebuah buku catatan.

Rara mengulurkan buku itu kepada Arkan. "Ini buku catatan ayahku. Mungkin ini bisa membantumu."

Tangan Arkan gemetar saat menerima buku itu. Ia membuka halaman pertama dan membaca tulisan tangan dokter Wijaya.

"Pasien hari ini, anak laki-laki 10 tahun dengan tumor otak. Operasi lancar, tapi aku khawatir efek jangka panjangnya..."

Arkan tiba-tiba berhenti membaca saat melihat nama pasien itu. "Ini pasienku kemarin," ucapnya.

"Apa?" Rara mendekat ingin tahu.

Arkan menunjukkan catatannya. "Ayahmu menangani kasus yang sama persis 15 tahun lalu. Aku menanganinya dua hari lalu."

Bulu kuduk Rara berdiri. "Dan kita berhasil menyelamatkannya."

"Sama seperti ayahmu dulu," bisik Arkan.

Mereka saling pandang. Ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan sedang terjadi pada mereka.

"Aku rasa ayahmu yang memintaku datang ke sini," ucap Arkan pelan.

Rara menimpali, "Ayahmu juga. Kita harus mengakhiri semua ini."

Arkan mengangguk. Ia menutup buku catatan itu dengan hati-hati lalu memberikannya kembali kepada Rara. "Terima kasih."

"Untuk apa?"

"Karena tidak membenciku," jawab Arkan dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih sudah memberiku kesempatan."

Rara tersenyum tipis. "Aku juga berterima kasih padamu."

"Kenapa?"

"Karena kau membuatku berhenti menyimpan dendam," kata Rara. "Kau mengingatkanku bahwa hidup terlalu singkat untuk dibuang dengan kebencian."

Arkan menarik napas panjang. "Kita harus pergi," ucapnya.

"Ya," jawab Rara.

Sebelum keluar, Arkan berhenti di depan foto ayah Rara. "Terima kasih, Dokter," bisiknya. "Untuk putrimu yang hebat."

Air mata jatuh di pipi Rara saat mereka meninggalkan ruangan. Kali ini, rasanya melegakan.

Hujan masih turun di luar, tapi beban mereka sudah hilang. Mereka berdiri dekat dengan dahi saling bersentuhan. Arkan tersenyum tipis. Dokter yang biasanya dingin itu tampak berbeda. "Sejak kapan?" tanya Arkan sambil menyentuh rahang Rara.

"Sejak kamu bilang terima kasih setelah operasi pertama kita," aku Rara dengan wajah merah. "Aku benci itu."

Arkan tertawa kecil, hal yang jarang ia lakukan, lalu mencium Rara lebih lama. "Aku sudah suka duluan," bisiknya. "Sejak kamu marah-marah di lorong rumah sakit waktu itu."

"Mau makan malam bersamaku?" tanya Arkan ragu.

Rara tersenyum dan menjawab, "Mau."

Saat mereka keluar dari gedung tua itu, hujan turun membasahi bumi. Rasanya seperti menghapus semua luka lama mereka.

Bersambung....

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!