🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!
Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?
Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....
Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan
SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS
SLOW UPDET!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 13
HAPPY READING 🌙
.
.
.
..."Teruslah menunggu dari pada mengganggu."...
...Elvina Viola Elvarette....
.
.
.
Jam enam pagi digedung mewah dengan tulisan 'ALEXANDRA INTERNASIONAL HING SCHOOL' atau bisa disingkat AIHS. Nampaklah sosok gadis dengan balutan baju yang amat melanggar peraturan sekolah tengah berjalan dengan santainya menuju perpustakaan.
Senyuman manis dari gadis itu tak pernah luntur sedikit pun hingga gadis itu membuka pintu ruangan perpustakaan.
"Yo Buk simiwiw~" Panggil seorang gadis dengan nada sok akrabnya, membuat Guru tersebut langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Nama saya Semi bukan simiwiw, kamu Alana Valeria bukan?" Tanya Bu Semi selaku penjaga perpustakan, yang pastinya akan menjadi korban kejahilan Alana.
Alana langsung menepuk tangannya dengan gembira, "Satu juta buat Ibuk simiwiw, dan dipotong pajak dua juta jadi Ibuk utang saya satu juta! jadi gimana Buk? sanggup kah melunasi hutang anda?" Balas Alana dengan senyuman tanpa dosanya.
Semi langsung menggelengkan kepalanya dan memijat pelan pelipisnya, jika sudah siswi satunya ini datang ketempatnya maka kepalanya mendadak pusing.
"Jangan ribut Alana ini perpustakan... selalu saja buat onar." Gumam Semi dengan geramnya.
"Aku mah selalu salah dimata Buk simiwiw." Ucap Alana dengan nada sok-sokan sedih.
Bukannya membalas senyuman dari Alana guru penjaga perpustakan itu malah menghembuskan nafasnya kasar, "Apa mau kamu?" Tanya Semi to the point.
Alana tersenyum semanis mungkin, "Saya mau numpang tidur, boleh nggak Buk?" Tanya balik Alana, membuat Semi langsung melototkan kedua matanya.
"KAMU-"
"Sst Buk! jangan teriak-teriak ini perpustakan... kalem Buk kalem... tarik nafas buang yak lakukan itu berulang kali." Ucap Alana dengan nada berbisik dan betapa bodohnya Semi malah mengikuti arahan yang diberikan Alana, ia langsung menatap Alana dengan tatapan membunuh.
"Keluar kamu dari sini!" Usir Semi dengan kejamnya.
Alana melirik ke kanan, dan ke kiri seolah sedang melihat sesuatu disana padahalkan tidak ada apa-apa disana. Tempat itu masih kosong karena jam menandahkan masih pagi.
"Tenang Buk tenang. Kita bisa selesaikan ini secara rusuh, dan keroyokan." Ucap Alana dengan wajah yang ia buat pura-pura serius.
"KELUAR!"
Alana langsung lari teribirit-birit tentu saja dengan kekehannya karena ia belum pernah mengerjai Guru perpustakan itu, masih terdengan sumpah serapah yang dilontarkan oleh Semi.
"Selanjutnya Buk Anis ah, eh jangan deh entar darah tinggi lagi. Bisa gawat entar kalau mati disini." Gumam Alana lalu mulai melangkahkan kakinya menuju luar sekolahan.
Beginilah tidak enaknya jika memakai jasa antar jemput, Alana kini sudah terlihat seperti anak ilang saja.
Kaki jejang itu mulai memasuki tempat kumuh yang biasa dibuat para geng nakal berkumpul.
Mata gadis itu membulat sempurna kala melihat pemandangan didepannya ini, "WOEE COEG! LO PADA GAK NGAJAK-NGAJAK KALAU LAGI BAKU HANTAM, GUE IKUTAN WEE." Teriak menggelegar Alana ketika melihat segerumbul siswa laki-laki entah dari mana asal sekolahnya yang pasti sedang melakukan aksi tawuran.
Tanpa aba-aba Alana langsung menyerang gerumbulan laki-laki itu. Ia menyerang tanpa melihat yang mana lawan, dan yang mana kawan.
Alana terus saja menyerang tanpa ampun hingga menimbulkan bunyi yang sulit untuk dijelaskan semacam bunyi patah tulang.
Bugh.
Satu pukulan terkena pipi mulus Alana membuat pipinya yang awalnya putih kini berubah warna menjadi biru.
"Cuih, darah gue asin." Alana meludah kala dirasa ada darah didalam mulutnya.
"Anak mana sih lo! dateng-dateng main pukul!" Tanya laki-laki itu dengan geramannya, baru kali ini dirinya melihat seorang gadis ikutan adu jotos bukannya dirumah duduk manis saja.
Alana menoleh ke arah lelaki yang baru saja memukulnya itu. Gadis itu tersenyum manis, "Makhluk Tuhan yang diberi nyawa, mau apa lo?" Tanya balik Alana lalu mulai memberi bogeman mentah ke laki-laki itu membuat laki-laki itu langsung terkapar pingsan.
"Lah malah tiduran semua, ah gak asik lo pada!" Ucap Alana memeletkan lidahnya ke gerumbulan siswa yang terkapar, sebagian lagi lari entah kemana "Jam lapan pas, busettt gue telat." Gumam Alana lalu mulai berjalan santai menuju sekolahannya, meninggalkan gerumbulan laki-laki tersebut pingsan ditengah jalan.
Jari jemari lentik itu menari indah diatas ponsel keluaran terbaru, sembari berjalan ponsel tersebut ia arahkan ke telinga.
"Halo Pak polici ada tawuran nih, dijalan melati blok 23 cepet kesini! jangan makan gaji buta lo." Selesai mengatakan kalimat tak senoho itu gadis itu bersiul santai.
Samar-samar Alana mendengar suara sirine polisi tapi ia biarkan, dan hanya bergumam "Sama-sama."
"Siang Pak!" Sapa Alana kepada Pak satpam penjaga sekolahan itu hinggga membuat pria paru baya tersebut menyeburkan kopinya, kaget melihat siswi AIHS dengan dandanan yang persis seperti preman.
"Ciee, sekolah nih ciee." Lagi-lagi Alana menjahili para murid hingga membuatnya mendapat hadiah berupa penghapus papan tulis dari Guru yang tengah mengajar.
Brakkk.
Alana langsung menendang pintu kelasnya tanpa rasa bersalah sedikit pun karena telah mengganggu proses belajar mengajar membuat semua langsung berfokus ke arah Alana.
"Yo semua!" Sapa Alana dengan senyuman polosnya membuat ketiga sahabatnya langsung terkekeh, "Ada yang buat masalah kah?" Tanya Alana sok.
"Kamu habis dari mana?" Tanya Gloria sekaligus marah ketika melihat Alana dengan santainya berjalan didepannya.
"Mencari kesenangan lah apa lagi? hei Guru, ingat hidup tuh jangan dibuat susah! gampang kok kurangi ngeluh banyakin santuy ye gak semua?" Tanya Alana kepada semua teman-temannya dengan alis dinaik turunkan.
"Yoiii." Jawab mereka kompak, ketua kelas saja seperti ini apalagi bawahannya?
"Mencari kesenangan dalam bentuk tawuran, iya?" Tanya balik Gloria setelah mengngamati penampilan Alana dari atas ke bawah.
Coba bayangkan, rambut yang sedikit acak-acakan tapi tetap saja cantik, baju yang dikeluarkan, tidak memakai rok malah pakai celana, lengan baju digulung sampai sikut, tidak memakai atribut lengkap, dan terakhir pipi sebelah kirinya lembam.
Alana kini nampak seperti preman pasar yang siap memalak uang-uang dari jerit payah semua rakyat.
"Iya mau apa lo? ngajak baku hantam?" Tantang Alana lalu menarik bangkunya untuk ia duduki sedangkan Gloria mengeleng-gelengkan kepalanya, sudah malas untuk berdebat dengan siswi pembuat onar tersebut.
"Anak-anak mari kita lanjutkan pelajarannya." Ucap Gloria yang memulai kembali pelajarannya yang sempat tertunda.
"Apaan sih lo, udah tau tetangga sebelah pakai acara surat-suratan lagi." Bisik Alana ke Leo ketika membaca isi surat yang tiba-tiba berada dibangkunya.
"Ya biar antimainstream." Bisik balik Leo tapi tatapannya tak lepas ke arah pergelangan tangan Alana, disana terdapat gelang yang selama ini ia cari.
Ingin rasanya Leo memeluk Alana sekarang juga, dan menumpahkan semua kebahagiannya tapi ia tak boleh gegabah karena belum tentu itu gelang miliknya.
"Tumben lo ajak gue ke lapangan, kenapa ngajak baku hantam?" Tanya Alana setelah membaca isi surat itu yang menandahkan bawa ia disuruh ke lapangan oleh laki-laki disampingnya ini.
Maklum otak Alana isinya hanya baku hantam saja! kalau gak baku hantam ya usil! gadis itu memang tak bisa diam! kita berdoa saja semoga Alana bisa diam kala dirinya telah menjadi Ibu-Ibu.
"Iya gue ngajak baku hantam, kenapa lo takut?" Tanya balik Leo.
"Dikamus gue gak ada kata takut sedikit pun, jadi sorry aja."
"Ya udah siapa berani."
"Berarti lo takut?"
"Ya gue takut, takut kehilangan lo lagi." Ucap Leo dengan senyuman hangatnya membuat Alana seketika terdiam. Ada apa dengan pria disampingnya ini? biasanya ia akan seperti Tom and Jerry tapi mengapa sekarang seperti....
Tringggg tringgg.
Tak terasa bel pertanda istirahat pun berbunyi membuat semua siswa-siswa AIHS berbondong-bondong keluar dari kelas yang menurutnya membuatnya sangat menderita.
"Apa lo cari-cari gue?" Tanya Alana to the point ketika ia sampai ditengah-tengah lapangan, dan didepannya ada sosok laki-laki bernama Leo.
Sementara ditempat lain yaitu disemak-semak terlihat ke enam teman-teman Alana, dan Leo yang tengah menatap mereka berdua dengan tatapan penuh penasaran.
"Bentar lagi ada pertunjukan menarik gaiss." Ucap Nessa yang berfokus ke arah Alana, dan Kakaknya.
"Tinggal tunggu waktu aja." Ujar Viola.
"Duh, Bu ketu gue." Timpal Bastian.
"Adek gue dah besar ternyata." Tambah Alan, bahkan ketua osis itu ikutan hal konyol seperti ini hanya sekedar informasi yang dibuat oleh Nessa.
"Alan ganteng banget sih, eh." Gumam Calista, hanya dia yang tidak berfokus ke arah depan malahan fokus ke arah Alan.
"Mari kita hitung bersama-sama gaiss." Ucap Ben ikut menibrung omongan teman-temannya.
Mereka ber-enam tau karena mulut Nessa yang sangat bocor, bilang bawa Alana bakal jadian dengan Kakaknya alhasil mereka mengikuti Nessa karena penasaran.
BERSAMBUNG~
JADIAN! JADIAN😂KAPAL GUE WOY!😂
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~