Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 14 hidup baru
cinta tidak selalu memiliki..
Setelah menurunkan papanya dari mobil,Anaya mendorong kursi roda papanya,lalu mereka berhenti didepan rumah yang sangat sederhana bercat warna putih dan berpagar bambu.
kemudian Anaya berkata kepada papanya,yang duduk di kursi roda.
" pa,inilah rumah kita..," ucap Anaya sambil jongkok disisi kursi roda papanya,dan memeluk lengan papanya dengan erat.
Papanya mengelus lengan Anaya yang memegang tangannya.
" bagus Nay ," ucap papanya yang terus memandang lurus kedepannya,dimana rumah masa depan mereka berdiri .
" tapi kecil pa ," kata Anaya lagi.
" nga pa..pa Nay,kita keluarga kecil ," hibur papanya,karena dibandingkan dengan rumah mereka yang semula sangat jauh .
"Ayo kita masuk..," ajak papanya
Anaya mendorong kursi roda papanya,diikuti bik Sum dari belakang.
Tiba tiba terdengar suara memanggil bik Sum dengan keras dan berlogat sumatera.
" bik Sum.. bik sum...!" seru orang tersebut memanggil bik sum.
Bik Sum melihat keasal suara, papa dan Anaya juga mengikuti arah pandangan bik Sum.
Mereka melihat seorang lelaki tinggi besar menghampi mereka.
" Nak Togar..," sapa bik Sum,kepada orang yang memanggilnya tadi.
" sudah pulang bik ?" tanya Togar.
" ya Nak,ini kenalkan majikannya bibik,"
" kenalkan pak..bu,saya Togar tetangga depan ," kata Togar mengenalkan dirinya,kepada papa dan Anaya.
" saya Anaya,panggil Nay..aja.," pinta Anaya ketika di panggil Togar dengan sebutan ibu.
" panggil saja saya om Martin ," ucap papa Anaya.
" baik om,kalau butuh bantuan panggil saja saya om ," kata Togar menawarkan bantuan.
" Nak Togar ini yang bantuin bibik waktu pindahan ," terang bik Sum
" makasih ya mas ,sudah bantuin bik sum..," kata Anaya
" jangan panggil mas,panggil bang togar.. aja ," ucap Togar nenyuruh Anaya memanggilnya abang.
" baik bang," jawab Anaya
" ayo om kita masuk.." kata bang Togar dengan mengambil alih mendorong kursi roda papanya Anaya.
" Nak Togar orangnya baik Non,walaupun muka sangar ," bisik bik Sum
Anaya tertawa dalam hati,mendengar bik Sum menyebutkan wajah bang Togar sangar.
Setelah sampai didalam rumah,bang Togar mengangkat papa untuk duduk di sofa.
" ayo om,duduk di sofa saja lebih empuk ," kata bang Togar,lalu memindahkan duduk papa dari kursi roda ke sofa.
" terimakasih Togar ," ucapkan papa ke Togar.
" sama..sama om ," balas bang Togar.
" pa,Nay bereskan kamar dulu biar papa bisa istirahat ," kata Anaya dan beranjak menuju kamar papanya diikuti bik Sum.
" Non kamar tuan harusnya ada kamar mandi,biar lebih leluasa tuan mau kekamar mandi ," usul bik Sum.
" benar ya bik,nanti kita tanya bang Togar ada tukang yang dikenalnya ," kata Anaya ,lalu menemui bang Togar yang sedang asyiknya ngobrol dengan papanya.
" Bang,ada kenal tukang bangunan ?" tanya Anaya pada Bang Togar.
" mau buat apa Nay..?" tanya bang Togar
" mau buat kamar mandi dikamar papa bang ," beritahukan Anaya.
"ada Nay,besok abang suruh kesini ," ujar bang Togar.
" ya bang,seharus sebelum papa pulang sudah dibuat tapi Nay lupa...," ujar Anaya.
" buat kamar mandi 2 hari sudah selesai ," kata bang Togar.
" sekarang saja abang cariin tukang, Biar besok pagi bisa langsung dikerjakan ," sambung bang Togar lagi
" iya,terimakasih ya bang jadi merepotkan..," ucap Anaya lagi
" itu gunanya tetangga,saling membantu ," ujar bang Togar
" om mau istirahat,biar saya angkat ," bang Togar langsung mengangkat papa menuju kekamar lalu membaringkan papa ke ranjang.
Setelah membaringkan papanya keranjang,Bang Togar pamit untuk mencarikan tukang bangunan.
" Nay,abang pergi dulu ," kata Bang Togar yang kemudian keluar dari rumah Anaya.
Setelah Bang Togar pergi Anaya mendatangi bik Sum yang sedang membereskan dapur.
Ditengah kesibukannya,Anaya melupakan tentang keberadaan Raditya.
Tapi dia tidak lupa,akan baby kecil di rahimnya yang belum diketahui siapa pun.
" Baby,apa kabar..," sapanya pada babynya,Anaya juga mengusap.usap perutnya.
***💔next💔
pembaca yang baik,bila suka bantu like ya..kalau mau comment silahkan
Happy reading guys
love.....love...bagi pembaca...💋💋💋***