NovelToon NovelToon
Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Vampire / Romansa Fantasi-Non-Human / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:131.4k
Nilai: 5
Nama Author: aiiwa

Ongoing

Apa yang terjadi padaku ? kenapa aku tidak merasakan sakit ditubuhku.. Reini sang gadis cantik yg populer dikalangannya.

🌺🌺🌺🌺

Mengisahkan perjalanan seorang lelaki bernama Tristan yg mencari teman masa kecilnya.

Pertemuan tidak terduga pun terjadi pada sebuah universitas ternama di kota London. membuat lelaki itu jatuh hati pada seorang wanita yg baru pertama kali membuatnya merasa nyaman.

Apakah pertemuan itu hanya kebetulan semata atau memang mereka dijodohkan oleh sang maha kuasa.

Yuk baca terus kisah mereka!!! jangan mau ketinggalan kelucuan dan keseruan setiap peran yg ada didalamnya.

OTHOR SAYANG KALIAN ❤️😀

Jangan lupa terus dukung karya Author supaya lebih semangat lagi !!! 🙏😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMULA

TIINN..TIINN..

Jelas sekali Suara bunyi klakson mobil terdengar oleh Tristan dan juga Rei, Rei baru tersadar bahwa dia sudah merasa nyaman berbicara pada Tristan yg sedari tadi telah berlangsung lama.

Rei masih belum peka pada perasaannya saat ini, dengan mudahnya dia berbagi cerita pada orng lain yg baru dia temui hari ini, tidak habis fikirnya Rei senyaman itu pada lelaki yg ada dihadapannya sekarang.

"A- aku. mau pamit dulu," ucap Rei mengalihkan pandangannya dari Tristan.

"Ayo! biar aku antar," memberikan tangan sebelah kirinya karna Tristan memegang payung ditangan kanannya.

"Bagaimana bisa ada payung disini?" tanya Rei tampak ekpresi gugup krna Rei melihat tangan yg ingin mengajaknya pergi.

"Sudahlah, Ayo." Tristan tetap berusaha agar Rei mau menyambut tangannya.

Rei juga tidak punya pilihan lain lagi karna jarak mobil sedikit jauh dari taman bunga itu, dengan memantapkan hatinya Rei bergerak untuk meraih tangan Tristan yg masih belum lama dia kenal.

Mereka melangkah bersama dengan perasaan yg gugup dan detak jantung berdegup kencang tiada henti, Rei sudah tampak keringat dingin krna dirinya terlalu dekat dengan Tristan dalam satu payung, apalagi tangan mereka masih menggenggam satu Sama lain.

Tangannya begitu Dingin! batin Rei gugup.

Tangannya Hangat sekali! batin Tristan bahagia.

"Apa kau merasa kedinginan Rei?" tanya Tristan yg sudah merasakan hangat ditelapak tangan Rei.

"Ti- tidak," menjawab gugup tampak wajah yg mulai memerah.

Langkah Tristan terhenti karna melihat pipi Rei yg sedang memerah sehingga dia mengira Rei itu demam krna cuacanya yg hujan.

Tanpa ragu lagi Tristan menghembuskan nafasnya perlahan untuk menghangatkan tangan Rei yg dia pegang erat.

"Fuuu...fuuu..." hembusan nafas Tristan.

Rei hanya menatap Tristan membelalakkan matanya, suatu kelembutan yg dia rasakan saat ditengah hujan ada seorang lelaki yg perduli padanya selain sang ayah.

Masih Dalam suasana keheningan, selain suara hujan deras yg turun serta suara nafas berhembus lembut yg terdengar di telinga rei tidak ada lagi selain kedua suara itu.

"Sudah tidak dingin lagi Rei..." menatap Rei dengan lembut.

Rei langsung tersadar kalau wajahnya sudah sangat merah padam, seperti terbakar oleh api asmara. Nafas yg tertahan membuatnya terdiam tidak berkata apapun.

Karna sudah tidak sanggup menahan rasa itu, dia spontan melepaskan genggaman tangannya. apalagi sampai diketahui oleh tristan kalau hatinya sudah tidak kuat lagi menerima perlakuan darinya.

"Su- sudah tidak dingin," gelagapan memalingkan wajah yg terlihat merah merona.

Tristan sudah mengerti dengan sikap Rei yg begitu padanya pasti Rei sudah diambang malu berada sangat dekat dengannya. namun bukan membuat Tristan marah, malah terlihat semakin gemas krna reaksi Rei padanya.

Mereka telah melanjutkan Langkah yg sempat terhenti agar Rei cepat masuk kedalam mobil.

Sesampainya depan pintu mobil.

"Pa- maksudnya Tristan." Rei mengerucutkan bibirnya krna masih ragu menyebutkan nama asli Tristan.

"Iya Rei... hati-hati dijalan ya Rei." Tristan tersenyum sembari membuka pintu mobil belakang sampai Rei masuk dalam keadaan aman.

"Makasih ya Tristan..." terpapar senyum diwajah Rei.

Tristan membalas senyuman Rei padanya, Pintu mobil ditutup oleh Tristan. namun, bukannya langsung bergegas pergi malah dia masih menatap mobil Rei yg sudah berlalu darinya.

Rei memutarkan tubuhnya kebelakang untuk melihat apakah Tristan sudah pergi atau belum, ternyata Tristan masih juga tudak beranjak pergi dari tempatnya.

Mobil Rei terus melaju meninggalkan area kampus sehingga wajah Tristan sudah tidak kelihatan lagi.

...***...

Dalam Posisi dimana Tristan berdiri, dia telah berfikir matang pada hatinya sendiri untuk memantapkan perasaannya. harus lebih mengenal Rei terlebih dalam lagi karna baginya untuk mendapatkan sesuatu harus dilakukan dengan usaha yg keras dan dilalui dengan perjuangan.

Rei, baumu harum sekali... aku ingin terus berada disampingmu seakan aku tak ingin melepaskanmu dariku!! gumam Tristan pelan.

Tak lama kemudian dia beranjak pergi dari tempatnya menuju mobil yg dia parkirkan dipekarangan gedung kampus.

Dalam lubuk hatinya dia berkata lain kali dia akan segera menemukan dimana rumah Rei, tidak boleh orang lain tau sebelum dirinya, tak ada yg bisa mendekati Rei selain daripadanya.Karna apa yg ingin dia miliki jngn harap orng lain ingin memilikinya juga.

Selama diperjalanan dia terus memikirkan wajah Rei yg tersipu malu jika berada didekatnya tidak pernah dia merasakan kebahagiaan yg membuat hatinya berbunga-bunga seperti saat ini, biasanya Tristan pulang dengan raut wajah dingin. namun pada saat ini dia memberikan senyuman manis pada setiap orang yg melihatnya.

🍀🍀🍀🍀

Suasana dibalik rumah mewah

Rumah Tristan terbuat dari kaca modren fasad besar dan sangat menonjolkan desain interior, karena rumah ini dikelilingi kaca bening yang membuat hampir semua ruangan dalam rumah terlihat transparan. rumah kaca juga bisa mengurangi polusi udara, lebih sejuk, dan membuatnya terlihat lebih luas terdapat juga kolam renang tepat didepan rumah Tristan.

"Tuan..." sapa seorang lelaki pada Tristan.

"Sini saya bawakan tas tuan," membungkukkan badannya perlahan.

"Oh! tidak Lord," sahut Tristan pada penjaga rumah.

"Tristan... kamu kok telat pulangnya?" sapa Ibu Maria berdiri di tengah tangga bersama sang suami.

"Ayah,ibu... kenpa kalian disitu?" balik bertanya.

"Ibu cemas karna kamu tidak kasih kabar..." ujar ibu Maria tampak jelas diwajahnya.

"Maaf bu? Tristan terjebak hujan tadi," tersenyum lebar tidak seperti biasanya.

"Hmm... yasudah, kamu pergi mandi sana! ibu sudah menyiapkan makan siang untukmu," katanya pula.

☘️☘️☘️☘️

TING.TONG.

"Bik Lis..." panggilan dari Rei yg sedang berusaha terus memencet bel.

"Iya... tunggu sebentar non..." sahut Bik Lis dengan berlari ke arah pintu.

Ceklek,,,,pintu dibuka.

"Nona sudah pulang? kenapa pulangnya telat non?" tanya Bik Lis yg tampak sangat khawatir.

"Iya bik. tadi Rei terjebak hujan! Ricky juga telat jemput Rei," menjawab dengan kelopak mata terkulai.

"Mari non bibi bawakan tas non... pasti non lelah dikampus tadi," ujar Bik Lis pula ingin meraih tas yg dipegang Rei.

"Gausah bik... Rei bisa bawa sendiri kok! yaudh, Rei mau pergi mandi dulu ya bik? udah acem nih," sambil mendengus kearah bajunya.

"Oh, iya non... makanan sudah bibi siapkan dimeja ya non?" ucap Bik Lis pula sembari memberi jalan Rei untuk masuk.

"Iya bik... nanti Rei makan kok!" membalas Bik Lis dengan sopan.

Bik Lis menutup pintu rumah kembali begitu juga Rei yg pergi ke kamarnya untuk berganti baju.

...***...

🌒🌒🌒🌒

Malam harinya

TING.TONG

Bunyi bel terdengar oleh bik Lis yg sedang berada didapur bergegas lari kearah pintu rumah.

Ceklek,,,,pintu rumah kembali dibuka.

"Oh. tuan besar sudah pulang." Bik Lis membungkuk perlahan.

"Iya bik... apa Rei ada dirumah?" tanya ayah Haikal tampak lelah.

"Sudah dari siang tadi tuan... nona sedang ada dikamarnya, Silahkan masuk tuan," jawab Bik Lis pula memberi jalan.

"Iya bik. makasih bik," ucap ayah Haikal melangkah masuk.

"Sama-sama tuan..." sahut Bik Lis pula.

Beberapa saat kemudian.

TOKK.TOKK..

Suara ketukan pintu kamar dari luar.

"Rei... boleh ayah masuk nak?" sapa ayah Haikal dari luar kamar.

"Iya... sebentar yah Rei bukain..." sahut Rei dari dalam kamarnya.

Ceklek,,,, pintu kamar terbuka.

"Kamu sedang apa didalam Rei?" tanya ayah Haikal melirik kedalam kamar.

"Rei baru selesai membaca buku yah... ada apa yah?" balik bertanya.

"Kamu sudah makan malam?" tersenyum sembari mengelus kepala Rei.

"Belum yah... Rei memang sengaja mau nunggu ayah pulang biar kita makan bersama," ucap Rei terpampang senyum diwajahnya.

"Yaudah... kita makan sekarang saja," membalas senyuman Rei padanya.

Sesampainya mereka diruang makan untuk menikmati hidangan yg telah dipersiapkan oleh bik Lis.

"Rei... gimana kuliah kamu tadi? apa ada kendala?" tanya ayah Haikal sembari menggeser kursinya untuk duduk.

"Sedikit yah, karena...." ucap Rei terhenti.

"Ada apa Rei? kok gak dilanjutin," rasa penasaran mulai muncul diwajah sang ayah.

"Oh, ayah masih ingat gak! temen Rei diwaktu kampus dulu. namanya Gisele," mengalihkan topik pembicaraan.

Ayah haikal membisu mendengar pertanyaan yg dilontarkan rei, Dirinya bingung harus memulainya dari mana. masih ragu untuk memberi jawaban pada Rei atas masalah Gisele sebenarnya.

"Kenapa ayah diam? kan dulu Rei pernah bawa Gisele kerumah pas kita di new York! apa ayah sudah lupa." Rei mengamati perawakan dari wajah sang ayah.

"Rei masih bingung, kenapa gisele bisa muncul dikampus baru Rei yg sekarang... Rei tadi ingin membicarakan soal itu dengannya! tapi keburu dia pulang deluan," ucap Rei berusaha menjelaskan.

"Sebenarnya ayh tidak ingin menutup ini dari kamu Rei..." jawabnya perlahan.

"Ada yg ayh sembunyikan dari Rei?" tampak panik diwajah Rei.

"Ayah lupa bilang sma kamu... kalau gisele itu menghubungi ayah deluan sebelum kita berangkat! dia tidak ingin kamu tau... katanya surprise untukmu," jelasnya berusaha meyakinkan Rei.

"Apasih," Rei mengernyitkan dahinya. "gak jelas tuh si Gisele," tersenyum kecil dipinggir bibir Rei.

..........

bersambung....

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA🤭😚

😍🥰MAMAK SAYANG KALIAN 🥺❤️

1
Runiyati Lahengko
lah kok Tamat 😯😯 author...gmna crtanya
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠QUEN_LION🦁👑🤺: masih fokus ke novel satunya kak, nanti ada season 2 kok😁
total 1 replies
Ru Kayah
aku suka ceritanya kak☺☺☺☺
Asih Mintarsih
ditunggu lanjutannya author...makin greget dan gemes
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
nah kan Rei dan Giselle panik tuuh😳
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
sebagai vampir pasti dia punya kehidupan abadi ya,😅
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
Astaga lupa klo Rei itu cowok ya, ya ampun, ingat novel tetangga 😅🙏
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
siapa ya itu, mudah mudahan orang baik
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
itu mungkin nanti jodoh kamu Rei
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
wah udah ada yang jemput aja nih Rei, belajar yang bener ya Rei
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
hahahaaa
bisa aja lu cari alasan Rick 😂
Kang cilok: mampir kak ke karya pertama ku 😄
total 1 replies
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
yg jomblo tersindir cuy😂😂😂
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
untungnya aku sdh tau, klo Ricky hacker
makasih thor sdh kasih tau aku😅
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
😂😂
knp kok sewot gitu, cuma gegara di blng keras kepala
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
Ueeeekk
baunya sampe kesini ya, cptn Rick pergi, bisa"kamu nanti yg bauu
Lami_Kim
malunya sampe ke ubun ubun ya leo🙈
Lami_Kim
hayo kamu apain Tristan Rei nya kok sampe terus melarikan diri dari kamu
Lami_Kim
Rei tipe tipe cewek idaman sejuta cowok nih kayaknya, buktinya dalem sehari banyak yang nyangkut nih
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
ayah rei gak mau nikah lagi kah?
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
bibinya sayang bgt sama rei
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
kamar mandinya wow bgt..betah dah lama2 dsna🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!