Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
"Andrew... Andrew..." Teriak Vio memanggil Andrew.
"Vio kenapa teriak-teriak?" Andrew keluar dari kamar.
Ah.....!, Vio loncat memeluk tubuh Andrew karena hati Vio sangat bahagia untuk saat ini.
Vio mengacak-acak rambut Andrew.
"what's the matter, you look so happy"
"Of course I'm happy."
"Aku orang pertama yang ingin selalu melihat mu bahagia." ucap Andrew.
"Kamu tau satu hari ini aku dengan siapa?!"
"Siapa cepat katakan" minta Andrew yang sudah tidak sabar mendengar cerita Vio.
"Alvarendra!!!" Ujar Vio dengan wajah ekspresi yang tidak bisa di artikan.
"What!, Alvarendra pria yang kamu sukai itu?"
"Yap!"
Astaga hati gue sakit Vio Setelah mendengar semua cerita mu tapi gue juga bahagia kalau lu bahagia, Ya tuhan kenapa terulang kembali merasakan sakit kehilangan orang yang gue sayang bersama pria lain. gumam hati Andrew menjerit
"Drew apa lu nggak senang lihat cerita gue."
"Tentu saja senang selamat ya Vio, pesan ku jangan kamu lepaskan kalau kamu benar-benar sayang."
"Ah...!, gila lu ya mana mungkin gue lepasin ini kesempatan gue bisa dekat dengan dia lagi."
"Bagaimana dengan istrinya?"
"Dia sudah tidak lagi bersama istrinya bahakan sedang proses perceraian"
"Gue pikir lu mau rebut" kata Andrew.
"Rendah sekali gue rebut"
"Bagus lah kalau gitu, Vio kita makan yuk di luar," Ajak Andrew
"Boleh yuk berangkat"
Vio malam ini mungkin terahkir kita makan berdua gue akan pindah ke negara lain untuk mengejar karir ku, semoga kamu selalu bahagia bersama nya, gue pasti nggak mampu melihat mu selalu bersama.
"Drew lu malam ini banyak diam, apa sedang ada masalah?"
Selama 3 tahun selalu bersama dengan Vio cinta yang begitu besar pada Violensia Robertson kini gugur sebelum berkembang. Harapan itu tipis untuk mendapatkan cinta sejati dari Vio.
"Drew.., ngomong dong ada apa?"
"Tidak ada Violensia Robertson yang cantik bawel" Andrew mengacak rambutnya Vio.
Apa aku salah ya cerita semua kebahagiaan ku sama Andrew. batin Vio.
Termenung dalam perjalanan sakit yang di rasakan Andrew mungkin terlalu mendalami saat ini dia tidak bisa bicara apa pun terhadap Vio. Makanan yang di Piring hanya mengaduk nya tapi tak memakan nya.
"Drew kenapa makanan mu hanya di acak-acak apa lu nggak lapar?"
"Bisa pulang sekarang Vio?"
"Tapi gue masih makan"
"Cepat habis kan lalu kita pulang"
Vio: Ada apa dengan dia sih nggak seru banget tidak biasanya seperti ini biasanya dia paling cerewet di banding gue. batin Vio
Andrew: gue harus bahagia apa sedih' menerima kenyataan bahwa Vio tidak pernah mencintai gue!, sori Vio kalau malam ini membuat mu tidak nyaman bersama ku.
Sudah habis alasan untuk bertahan bersama gadis yang dia cintai, sehingga dia memutuskan untuk pergi dari kehidupan gadis yang selama tiga tahun membuat nya bertahan di negara Amerika, dulu ia sangat mentang orang tuanya menolak kembali ke negaranya. Setelah selesai kuliah demi gadis yang dia cintai juga bertahan di negara Amerika.
"Kamu langsung pulang ya biar aku yang hantar?" Ujar Andrew
"Ok tapi kamu baik-baik saja kan?" Vio menempel kan tangannya di dahi Andrew.
"Aku baik-baik saja, hanya saja malam ini gue lagi banyak tugas operasi besok"
Meskipun Vio sedikit tidak percaya dengan Alasan Andrew tapi, Vio berusaha untuk mempercayai dan tidak berpikiran lain sama Andrew.
"Baik lah, kalau itu alasan mu, tapi gue minta lu jangan terlalu di forsisir untuk bekerja"
"Iya bawel" ucap Andrew lagi-lagi mengacak rambut Vio.
Setalah lelah satu hari aktifitas tubuh pun terasa rentak, tiba di rumah Vio langsung membaringkan tubuh nya di tempat di tidur.
Matahari pagi memancar dari sela-sela tirai menyorot tajam ke arah wajah Violensia ia segera bangkit dari tempat tidurnya, sebelum mandi Vio lebih dulu duduk di meja rias memandang wajah cantik ciptaan manusia.
Semoga dengan wajah ku yang seperti ini kamu bisa mencintaiku Alva. gerutu Vio di depan meja rias.
Sebaiknya aku mandi lalu pergi kerja dan jumpa dengan Alva. gerutu Vio dan segera melangkah ke kamar mandi.
di tempat lain Alva yang sudah siap pergi kerja dengan menumpang angkutan umum menuju perusahaan tempatnya ia bekerja.
Karena Alva menggunakan angkutan umum Vio lebih dulu sampai, melihat Alva turun dari Mobil Vio mengerutkan dahinya.
"Alva mobil yang aku pinjem kan kemana? kenapa kamu menggunakan angkutan umum?"
"Hai.., pagi monik.." sapa Alva tepat depan lobby
"Pagi" jawab Vio dengan sedikit kecewa karena pemberian tidak melihat Alva menggunakannya
"Ayo masuk" ajak Alva menarik tangan Vio.
Hati aku seperti dekat dengan gadis ini tapi mungkin ini hanya perasaan ku saja. batin Alva
"Alva jawab!" ucap Vio di depan Lift.
"Aku tidak menggunakan nya aku ingin menikmati pagi yang indah kota besar Amerika" jawab Alva berilah.
Kamu masih saja seperti dulu selalu menutupi penderitaan mu, dan tidak pernah mau menerima bantuan dari siapa pun. gumam dalam hati Vio.
Di dalam lift saling diam tak ada yang bersuara Vio menahan kesal nya Alva yang tak pernah banyak bicara dengan orang asing yang baru di kenalnya.
"Monik aku duluan ya" kata Alva karena Alva dan Vio beda lantai Alva yang harus lebih dulu keluar dari lift.
Vio tak menjawab sapaan Alva entah mengapa tangan Alva reflek mencubit hidung Vio seakan-akan sudah mengenal lama dengan nya.
"HAw...., sakit Alva" teriak Vio.
"Eh.. sori sori, sakit ya?, aku jadi teringat seseorang yang selama ini aku cari."
"Alva nanti ya kita lanjutkan obrolan kita aku harus ke ruangan kerja ku"
Alva bengong di depan lift yang sudah tertutup melihat kepergian Vio
Kebahagiaan saat kita bersama dengan orang yang kita cintai kesedihan saat kita kehilangan orang yang kita cintai mungkin disini lah kita harus mengakhiri perasaan hanya tinggal perasaan kenyataannya tidak bisa di miliki.
...----------------...
Assalamu'alaikum terimaksih ya All like dan komentar nya terimakasih juga yang sudah memberikan gif