Kehidupan baru Kenzo dan Delima berubah setelah hadirnya buah hati mereka, dan jangan lupakan jika Delima kini berubah menjadi Mahasisiwi cantik yang siap dilirik oleh kaum laki laki.
Selain Kenzo dan Delima, disini juga mengisahkan orang orang yang belum move on dari masa lalunya, kecuali satu orang sang Duteng alias Duda Ganteng.
"Satu ditambah satu dua, kamu tau kan yank kalau aku tak akan menduakan mu"
"Cintaku bukan seperti es teh plastikan, jika habis langsung dibuang"
Yuk, yang penasaran kisah Kenzo sang mantan Casanova, Mario yang katanya Mafia tapi juga gagal move on, dan si Tata Surya yang sudah beristri tapi juga belum move on, atau si Duteng pendatang baru yang akan meramaikan kisah mereka.
Mengandung adegan 18+ dan 21+ , dibawah umur jangan coba coba baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Yang Aneh
"Gila.....Anda bener bener tidak waras"
Setelah mengucapkan kata kata itu, Delima langsung mengemasi barang barangnya. Dan Vano, laki laki yang disebut kurang waras itu hanya menggeleng dan tersenyum
"Gaes gue cabut dulu ya" pamit Delima kepada Jeje dan teman teman nya, tanpa menatap Vano sedikitpun
"Hati hati beb....." jawab mereka kompak, ya mereka sudah tau Delima mau kemana setelah daru sini
Vano berdiri, mensejajarkan dirinya dengan Delima "Mau kemana?"
"Bukan urusan Anda" jawab Delima dengan bahasa yang formal karena sudah jengah terhadap laki laki disampingnya
"Aku antar" Vano menawarkan diri untuk mengantar Delima
"Terima kasih, tetapi tidak perlu, sudah ada yang menungguku" Delima tidak berbohong, karena memang dirinya sudah memesan taxi online dan sekarang sudah menunggunya di luar.
Sementara Vano, dasar si Duteng yang haus akan belaian, fikirannya menjadi kemana mana. Dengan menarik tangan Delima, karena Delima sudah akan melangkahkan kakinya "Aku akan bayar lebih" bisik Vano ditelinga Delima
Delima menatap tajam mata Vano, lalu menghempaskan tangan Vano dengan kasar "Gila...." kemudian meninggalkan Vano yang masih berdiri dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sedangkan teman teman Delima tersenyum melihat ekspresi om om ganteng yang kesal karena ditolak Delima
"Sial......awas kau gadis cantik" batin Vano
Kemudian Vano teringat sesuatu "DenZo Butik" ya Vano berniat untuk mendatangani butik Delima, dan kebetulan sekali Mamahnya dari kemarin meminta Vano untuk mengukur jas di butik dan ternyata butik itu adalah butiik dari gadis cantik itu "Menarik"
*******
"Pak, ke mol xxx ya?" ucap Delima kepada bapak supir itu.
Siang ini Delima janjian dengan teman barunya, yaitu Alenka, entah kenapa baru kemarin bertemu dan berkenalan, Alenka sudah mengajaknya untuk ketemuan dan makan siang bareng
"Duh telat gue" Delima melihat jam ditangannya.
Sementara itu Alenka sudah menunggu Delima, Delima sudah mengabarkan kalau dirinya datang terlambat, dan Alenka tidak sendiri, tetapi dengan Surya. Mati matian Alenka mengajak Surya untuk keluar, tentunya dengan alasan. Dan Delima juga tidak mengetahui perihal Alenka dan Surya
Flashback On
"Ya, ada acara?" Alenka mencoba meredam emosi sesaat agar bisa mengajak Surya
Surya melirik jam sekilas "Nanti sore ada ketemuan ma klien" jawab Surya datar, dan Surya juga tidak mungkin mengacuhkan Alenka
"Temenin aku makan siang diluar ya, kebetulan aku gak masak"
Surya menatap wajah Alenka, merasa kasian karena Alenka seperti memohon, dan juga tidak ada salahnya jika Surya menerima ajakan Alenka, sebelum mereka benar benar berpisah.
Surya mengangguk "Sekarang?" tanyanya, karena sudah mendekati jam makan siang
"Iya....aku ganti baju dulu" Alenka pun tersenyum lalu meninggalkan Surya "Maafkan aku Ya"
Flashback Off
Alenka melihat jam tangannya, dia takut jika Delima belum datang datang dan Surya keburu pergi.
"Masih lama?" tanya Surya, yang memang setelah sampainya di restoran Alenka memberitahukan bahwa ada temannya yang mau datang.
"Sebentar lagi katanya, macet" jawab Alenka yang juga harap harap harap cemas.
Sedangkan Delima kini sudah sampai di depan mol, dimana memang rencananya nanti setelah selesai makan siang, Delima dan Alenka langsung jalan jalan., atau nonton mungkin.
Delima mengambil ponselnya dan menelpon Alenka
"Hallo mbak dimana? aku sudah di mol, sudah didepan restoran" tanya Delima, dan dijawab oleh Alenka dengan melambaikan tangannya karena Alenka sudah melihat Delima dari depan pintu.
Delima tersenyum ketika dia melihat Alenka melambaikan tangannya,lalu menutup ponselnya dan segera menemui Alenka.
Deg
Delima kaget, ketika melihat seseorang dari masa lalunya sedang berada disamping Alenka, tetapi Surya juga belum menyadari jika ada Delima, karena sedari tadi Surya sibuk membalas pesan dari sekertarisnya.
"Dia....." Delima berhenti sejenak, bayangan kejadian beberapa waktu yang lalu terlintas dibenaknya
Delima memundurkan kakinya, berniat untuk pergi dari restoran itu dan berniat untuk membatalkan acara makan siangnya dengan Alenka, tetapi Delima menggeleng "Masalah itu untuk dihadapi, bukan dihindari" gumam Delima
Dan dengan hati yang dag dig dug, Delima kembali melangkahkan kakinya menghampiri Alenka
"Maaf mbak terlambat"
Deg
Surya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, tiba tiba dikejutkan dengan suara yang sangat dia hafal "Suara itu...."
Surya memberanikan diri untuk melihat seseorang yang sudah ada didepannya, ya Surya tau jika teman yang dimaksud Alenka sudah datang, tetapi dia belum melihat jelas wajahnya.
"Delima...."
"Pak Surya..."
Seketika pandangan mata mereka bertemu, tetapi Delima yang menyadari itu langsung memalingkan wajah nya.
"Kalian sudah saling kenal?" Alenka bertanya dan pura pura tidak tau
"Aku sangat mengenalnya" jawab Surya yang masih menatap Delima tanpa kedip
"Pak Surya guru aku mbak, waktu aku sekolah dulu, dan kebetulan juga suamiku pernah bekerja sama dengan Pak Surya" Delima berkata jujur, tetapi tidak semuanya bisa dikatakan, nanti jika ada waktu dan memungkinkan Delima akan mengatakan yang sebenarnya
Alenka mengangguk, memang itu kenyataannya dan Alenka pun tidak mempermasalahkannya
"Oh iya Del....Surya adalah suami aku"
Seketika Delima kaget mendengar Surya sudah menikah, tetapi mengapa Mamah dan Papah Gunadi tidak memberitahukannya.
"Selamat ya mbak,dan Pak Surya, semoga langgeng" ucap Delima, entah mengapa sepertinya ada yang disembunyikan dari mereka
"Makasih Del"
"Mau pesan apa?" tanya Alenka kepada Delima yang memang sebelumnya sudah memanggil waitres dan hanya Delima saja yang belum pesan.
"Aku......."
"Cumi pedas manis, jus alpukat dan es teh tawar" itu bukan suara Delima, tetapi suara Surya
"Eh......" Delima kaget karena Surya menyebutkan makanan kesukaannya, dan Alenka?? menggelengkan kepalanya, serasa tidak percaya dengan apa yang barusan diucapkan oleh suaminya.
"Sampai segitu cintanya kah kamu ma Delima Ya, hingga sampai detik ini kamu masih ingat makanan kesukaannya, apalagi cara menatapmu yang berbeda"
"Bagaimana kabarmu Del? mas kangen"
Deg
Delima yang mendengar perkataan Surya menjadi kaget, bisa bisanya orang itu mengatakan 'kangen' didepan istrinya
Delima belum menjawab, tetapi menatap wajah Alenka, kemudian menggeleng, yang mengisyaratkan jika dirinya dan suaminya tidak ada hubungan sama sekali
Alenka yang mengerti tatapan dan gelengan Delima kemudian mengangguk dan tersenyum
"Seperti yang kamu lihat pak, aku baik baik saja" Delima kini tidak berani menatap Surya, karena sedari tadi Surya tidak mengalihkan pandangan matanya ke Delima
Alenka tersenyum , "Terimakasih Del, ternyata apa yang selama ini aku kawatirkan tidak terjadi, kamu tidak mencintai Surya, aku yakin itu.
"Bisakah kamu tidak memanggikku dengan 'Pak', aku bukan bapakmu, dan juga bukan gurumu lagi, jadi berhentilah memanggil itu"
Delima mengangkat sebelah alisnya dan matanya menatap tajam Surya, seperti ingin bertanya harus memanggil apa
"Mas...panggil aku mas"
Delima reflek menepuk jidadnya, bener bener hari yang aneh bagi Delima, yang bener saja hari ini sudah ada dua orang aneh yang maunya dipanggil 'Mas', gila bener bener gila
"Kenapa Del, kamu sakit?" tanya Surya dan refleks mau memegang kening Delima, namun dengan segera Delima tepis
"Maaf, aku gak apa apa, tolong jaga sikap Anda"
Alenka, Alenka sedari tadi hanya diam menahan sakit didadanya, dan juga sesekali tersenyum agar tidak kelihatan lemah dimata Surya
"Del....aku masih sayang kamu, dan seharusnya kita sudah bersama, jika dulu........."
"Stop....jangan ungkit masa lalu, jika bapak tidak ingin aku benci" Delima sudah geram mendengar kata kata Surya, dan seketika itu juga Delima mengirimkan pesan ke seseorang