NovelToon NovelToon
Shattered

Shattered

Status: tamat
Genre:Misteri / Detektif / Eksplorasi-detektif / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Mata-mata/Agen / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:486.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: WaterBlue

Hallo ini novel pertamaku,selamat membaca☺️

Muaz Edmon Bark sosok pria tampan yang merupakan mantan narapidana karena terjerat kasus pembunuhan lima tahun yang lalu. Walaupun ia sudah bebas namun,segelintir orang masih menganggapnya sebagai pembunuh.

Sampai ia bertemu dengan Hazel Blaire,si gadis pengacara yang membuka kasusnya kembali. Bahkan gadis itu nekat membuatnya terjerat dalam pernikahan tiga bulan. Gadis yang memiliki kehidupan rumit itu banyak menemukan bukti-bukti diluar dari berkas kasus milik Muaz. Membuat mereka bekerja sama mencari teka teki didalamnya.

Akankah mereka menemukan bukti yang sebenarnya dalam kasus itu? apakah setelah menyelesaikan kasus itu mereka akan berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WaterBlue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Hazel bersenandung riang saat memasuki restoran yang tidak jauh dari kantornya. Delia melihat sahabatnya hanya bisa menggeleng kepala heran,tapi dia juga turut bahagia melihat Hazel yang selalu tersenyum palsu kini ia menunjukkan senyum manisnya.

"sudah kuduga kamu bahagia dengan pernikahanmu." seru Delia menyamai langkahnya dengan Hazel

"hm? benarkah?" tanya Hazel menatap polos kearah Delia. mereka langsung menempat meja yang kosong didekat jendela

"iyaa,lihatlah wajahmu beda."

"masa iyaa...perasaan aku sama aja dengan biasanya."

"kamu menampilkan senyum aslimu bukan senyum yang kamu paksakan Hazel." ucap Delia membuat Hazel mendongak kearahnya.

"huh apa terlihat sekali yaa aku selalu senyum dipaksakan?" tanya Hazel lirih menatap kearah luar.

"bagiku iyaa,tapi tidak tau dengan yang lain. aku tau kamu tidak suka orang lain ikut campur masalahmu, makanya selama ini aku diam aja," jelas Delia.

"kamu wanita hebat dan tangguh,jujur aku iri denganmu yang bisa menahan semua ini sendirian...mungkin kalau aku bisa aja bunuh diri." sambungnya lagi menatap sendu kearah Hazel.

Hazel hanya bisa tersenyum menatap sahabatnya. Ia sangat beruntung memiliki sahabat yang peka setiap saat,memang benar Hazel tidak suka ada orang lain ikut campur urusannya karena ia yakin bisa menyelesaikannya dengan caranya sendiri.

"Hazel." panggil Delia lagi.

"apa?"

"apa kamu menyukai Muaz?" tanya Delia.

***

Muaz duduk disalah satu kursi ruangan itu menunggu dua orang pengawalnya membawa sesuatu yang ia ingin tahu. Tak lama kedua orang itu akhirnya datang dan langsung menemui Muaz.

"maaf bos,kami telat." ucap salah satu pengawalnya.

Muaz hanya mengangguk dan menatap kearah karung yang dibawa oleh kedua pengawalnya tadi.

"buka." titahnya langsung dilaksanakan oleh keduanya. Terlihat seorang pria memakai jas tergeletak dilantai. Muaz langsung menghampiri pria yang diikat itu.

"bangunkan dia!" menatap tajam kearah pria itu.

byuur

Pria itu terlihat mangap saat air menyembur wajahnya.

"si-siapa kalian?" tanyanya menatap sekeliling ruangan yang masih samar samar.

Muaz langsung jongkok menatap pria itu, "apa kau masih ingat denganku?" tanya Muaz sinis.

pria itu terlihat terkejut melihat wajah Muaz yang kini berdiri didepannya.

"ka-kau Muaz?!" tanyanya menatap tidak percaya pada Muaz.

"huh akhirnya kau ingat,cih melihatmu saja membuatku ingin sekali membunuhmu."

"tapi aku nggak akan seperti itu,tenanglah." ucap Muaz sambil tersenyum seringai pada pria itu. Pria itu menelan saliva saat Muaz membawa sesuatu ditangannya.

Muaz menarik kursi lalu duduk menatap tajam kearah pria yang masih terbaring terikat dilantai.

"aku ingin menanyakan sesuatu padamu ,selagi aku masih baik hati...jawab dengan jujur sebenarnya apa yang kau lakukan pada malam itu?" tanya Muaz.

Pria itu kelihatan gelagapan mendengar pertanyaan Muaz. Muaz berdecak kesal melihat pria itu hanya diam saja.

"jawab!!!" teriaknya lagi.

"a-aku tidak tau a-apa yang kau katakan Az, sungguh." lirihnya takut menatap Muaz.

Muaz menghela napas,kebenciannya pada pria itu mulai mengambil kendali dirinya.

"apa aku terlihat bodoh hah?!,apa yang kau lakukan malam itu?!" sarkasnya sambil membanting barang disekitarnya.

"Muaz tolong ampuni aku,sungguh a-aku tidak tau apa yang kau maksud."

"cih,apa kau sedang bercanda Fa? aku tau kau yang melakukan itu,dengan teganya kau bunuh kedua orang tuaku yang menganggap dirimu sebagai anaknya juga!!!"

"Az demi tuhan itu bukan aku!!" ucap Daffa berusaha menyakinkan Muaz bukan dirinya yang membuat Muaz terjebak dalam situasi waktu itu.

"lalu siapa??! katakan Daffa siapa?" Muaz memegang dagu Daffa kuat.

"a-aku tidak tau Az wajahnya tidak terlihat." ucapnya pelan menunduk. Muaz menghela napas lalu berjalan keluar,sebelum keluar dari ruangan Muaz menoleh kearah Daffa.

"awasi dia,beri dia air tapi jangan sampai dia kabur dari sini!" titah nya pada anak buahnya. Ia pun berjalan kearah balkon menatap sendu rerumputan hijau dibawahnya.

Sebenarnya kejadian malam itu Muaz tidak sendirian tetapi bersama Daffa sahabatnya. Sedangkan sahabatnya yang Edzhar sedang pergi bersama keluarganya diluar negeri. Dihari wisuda, Daffa bersikeras menyuruh Muaz segera pulang. Muaz merasa aneh menatap sahabatnya, lalu dengan rasa enggan ia pulang bersama Daffa.

Muaz semakin heran melihat tingkah Daffa yang buru-buru menarik tangan Muaz masuk kedalam rumahnya. Walau aneh melihat tingkah Daffa,ia pun mengikuti pria itu dari dalam. Saat masuk Muaz mendengar suara keras dilantai atas,dengan cepat ia menaiki anak tangga dan mendengar suara keributan dikamar orang tuanya. Sampai kejadian itu terjadi didepan matanya.

Muaz menggeleng keras kepalanya tidak ingin mengingat hal mengerikan itu. Ia mendongak keatas menatap langit.

drrrt...drrtt

Muaz mengeluarkan ponselnya dari saku,dan melihat pesan yang baru saja masuk.

unknown

pulang jam berapa?

"huh? siapa nih??" Muaz menyerngit heran mendapat pesan yang baru saja masuk diponselnya. Muaz mengabaikan pesan itu namun tak berapa lama pesan dari nomor yang sama muncul lagi.

unknown

hei Az, kenapa kau tidak membalas pesanku?

Muaz berdecak kesal,ia heran pada orang yang mengirimnya pesan itu. Ia pun kembali mengabaikan pesan dari orang yang tidak ia kenal. namun beberapa detik kemudian ia melihat kembali nomor itu.

Nomor ini seperti tidak asing. gumam Muaz menatap ponselnya. Muaz menepuk keningnya pelan saat ingat itu nomor siapa. Ia pun langsung menyimpan nomor itu.

Muaz

jam 8 malam nanti.

Hazel

akhirnya kau balas juga sialan,oke.

Muaz menggerutu pelan,melihat kata 'sialan' itu malah mengingatnya dengan kejadian tadi pagi.

#flashback on

Muaz bangun lalu keluar dari kamarnya,ia menatap lantai yang bergelinang air. Ia melihat sekeliling apartemennya terlihat berantakan,alat masak banyak berserak dilantai lalu terkejut melihat istrinya tengah berbaring disofa sambil memegang semangkuk sereal.

Muaz berjalan mendekati istrinya,lalu ditatapnya wajah damai istrinya yang sedang tidur. Ia pun mengambil mangkuk yang dipegang istrinya. Ia berdecak kesal saat melihat apartemen itu seperti kapal pecah.

"cih,berantakan sekali apa yang dilakukannya semalam sih??" gerutu Muaz berkacak pinggang melihat Hazel. Muaz langsung mengambil bantalan sofa lalu diletaknya dibawah sofa yang ditidurin Hazel. Entah sejak kapan ide jahilnya muncul ia pun mendorong Hazel jatuh dari sofa.

bugh. Lutut Hazel terbentuk meja sofa. aseketika Hazel bangun meringis memegang lututnya. Hazel langsung melotot tajam melihat Muaz menahan tawa melihat dirinya.

"sialan kau Az!!" serunya berdiri dan mendekati Muaz.

Muaz langsung berlari kecil menjauhi Hazel. Hazel yang tidak tinggal diam langsung mengejar Muaz walau lututnya masih terasa sakit. Karena lantainya basah kesialan menimpa Muaz,alhasil Muaz terpeleset. Hazel yang melihat Muaz terjatuh tertawa berbahan bahak.

"buahahaha rasain tulah karma ngerjain orang!!" serunya puas melihat Muaz kesakitan.

"awas kau!!" Muaz berusaha bangkit,lalu duduk sambil mengelus pinggangnya yang kesakitan tadi. ia pun menatap tajam kearah istrinya.

"huhuhu pasti sakit yaa??" ledek Hazel,lalu ia mendekat kearah suaminya.

"inilah akibat membuatku penasaran hahahaha." ucapnya puas lalu berjalan mendahului suaminya. ia pun segera membereskan panci panci yang berserakan dilantai.

"sialan." gerutu Muaz menatap Hazel yang tengah mengangkat panci panci itu sambil bersenandung riang. Muaz langsung berdiri dan berjalan kearah kamarnya sambil mengelus pinggangnya yang sakit.

tok...tok

Muaz menghela napas kasar saat gedoran itu terus berbunyi. Muaz langsung membuka dengan kasar pintu kamarnya.

"apa??" tanya Muaz ketus.

Hazel tersenyum lalu menunjukkan salep ditangannya.

"ini oles ke pinggangmu yang sakit itu." katanya sambil mengambil tangan Muaz lalu memberi salep pada Muaz. Tak ada angin tak ada hujan,Hazel tiba tiba mencium pipi Muaz cepat,lalu berlari kecil ke kamarnya. Muaz terpaku ditempat lalu memegang pipinya yang dicium Hazel tadi. Tercetak senyum lebar dari wajah tampannya itu.

#flashback Off

Muaz tersenyum sendiri lalu kembali berwajah datar saat mendengar langkah kaki seseorang datang dari belakangnya.

"kau lambat sekali datangnya Ed." ucap Muaz tanpa menoleh kearah seseorang yang berjalan dibelakangnya.

like,comment,dan favorit yaa guys, terimakasih 🤗

1
Erni Fitriana28
start baca
duoNaNa
sebagus ini ga ada komen???
duoNaNa
lama2 rumah tahanannya di sewa negoro 😅
duoNaNa
ya ampun...cm nutup mulut aj? peluk kek...🤦
duoNaNa
membikin degdegan
duoNaNa
maraton baca...tiap bab ga ada yang membosankan. goodjob thor
duoNaNa
kejadian ap haz? kok ga diceritakan?
duoNaNa
ikut kaget aku 😅😅
anna
Luar biasa
Fiza Chelsea
hadir thor
Adama Askara
nah loh 😆
Yani Tarmizi: aku suka ceritanya .lanjut ya
total 1 replies
Adama Askara
kayaknya mantap nih ceritanya 👍
Lenina
agak2 susah yaa mengikuti alurnya .harus mikir ni pembaca maksudnya pembicaraan apa, dimana?..agak loncat2..walaupun nanti dijelaskan..tapi enggak asik kalau bingung diawal..gaya bawain ceritanya bikin bingung akoohh..
Lenina
sarkas tuh maksudnya apa sih?
Lenina
waahhh..ceritanya belibet gini yaakk..bener2 benang kusut
Arik Kristinawati
satu kata utk muaz n hazel goblok di piara
Arik Kristinawati
kok peneran utamanya pria kurang canggih ya.....kok semua2 byk pmeran figuran yg brtindak....ini crita sbnarnya intinya apa sapa yg sbgai plaku utama....bingung...kesannya Muaz tu hya utuk kiri kanan gak jelas.....
Juliana Vicky Vicky
anak pembunuh rupanya😡
Triani
Terimskasih Author bagus ceritanya ❤🙏
_water_blue2: makasih banyak kak🥰
total 1 replies
Dewi Kania
seru
_water_blue2: terimakasih kak 🤗🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!