NovelToon NovelToon
Materialistic Wife

Materialistic Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: capr.gurlll

Lady suka uang.

Lady juga cinta uang!

But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..

Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.

Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 27

Benar kata Ace. Di sini banyak berandalan. Terbukti dari banyaknya cowok yang sedari tadi terus menggodanya dan menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kita ke sini buat ngeliat Leon balapan doang," ujar Lady, membuat kumpulan cowok itu mengangguk paham.

Senyum jahat Zena mengembang saat melihat Kellan yang berada di belakang Gaidan.

"KELLAN! IH KOK MALAH PERGI, SIH?!" Zena menghentak-hentakkan kakinya dengan sebal saat Kellan malah langsung kabur dari sana.

"Nggak apa-apa, cantik. Nggak ada Kellan, tapi ada aku kok di sini," ucap Gaidan mengedip-ngedipkan matanya.

Hal singkat yang membuat Naura merengek di sampingnya. Sudah jalan sama pacar barunya, tapi tetap saja ngegodain cewek lain. Gaidan mah gitu.

Bodo amat dengan si gondrong, Zena berdecak dan berlari mengejar Kellan.

Tanpa Lady duga, Atan malah melepaskan jaket kulitnya dan menaruhnya di atas paha Lady.

"Nggak aman buat seorang cewek kalau datang ke sini pakai pakaian kayak gini," ujar Atan yang menyadari bahwa sedari tadi banyak anak-anak geng lain yang menatap paha mulus Lady.

Seluruh anak Thunder lantas mengelilingi Lady di tengah-tengah mereka agar menutupinya dari para cowok-cowok jelalatan itu.

"Jangan keluyuran, Leon bakal ngebantai kita kalau lo sampai kenapa-kenapa," ujar Gaidan diangguki oleh yang lain.

"Thanks," balas Lady tersenyum manis. Senyuman yang sangat manis sampai membuat hati seluruh cowok-cowok itu berbunga-bunga.

"Sialan lo!" sentak Leon melihat motornya yang hampir menyerempet pembatas jalan. Bukannya merasa bersalah, Rexan malah terkekeh jahat.

Kalau Leon bisa memepetnya, maka dirinya juga bisa.

"SIALAN! LO MAU GUE BIKIN COD-AN SAMA MALAIKAT MAUT?!" umpat Ace saat Gavin menendang body motornya. Motornya yang oleng membuatnya hampir kehilangan keseimbangan.

Kesal bukan main dengan tingkah cowok bertato itu, Ace pun menajamkan matanya dengan hati yang memanas.

BUGH!

Di tribun, mereka semua dibuat terdiam saat motor yang Gavin kendarai malah menyambar pembatas jalan sampai cowok itu terjatuh dari motornya.

"MATI AJA LO SEKALIAN!" teriak Ace yang baru saja menendang motor Gavin dari samping.

Didiemin ngelunjak, ditendang balik malah nabrak pembatas jalan.

"WOOOOOO!" sorak semua orang di sana saat Ace berhasil melewati garis start lebih dulu.

Ace turun dari motornya. Manik hazelnya kini menatap 2 motor sport milik Rexan dan Gavin yang berada di belakangnya.

Gavin meludah ke tanah. Ia memegangi hidungnya yang ternyata mimisan karena terjatuh tadi.

Dengan tersenyum songong, Ace kemudian beranjak dari sana dan menghampiri teman-temannya di tribun yang sedang bertepuk tangan

"Jago juga lo ternyata," ucap Atan dengan bangga. Saking bangganya, cowok itu malah menggeplak kepala Ace.

"Tepuk tangan, bukan tepuk kepala," sinis Ace membuat Atan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Mata tajam Ace kemudian tertuju kepada Lady yang sedang memeriksa dompet Leon di tengah kerumunan. Cowok itu juga bisa melihat ada jaket Atan yang berada di atas paha istrinya.

"Melindungi aurat calon istri," bisik Atan yang mengikuti arah pandang Ace, membuat Ace melirik kepadanya.

Dari kejauhan, Gavin memandangi hal itu bersama para teman-temannya dengan tangan yang terkepal kuat. Kalah? Gavin tidak akan pernah mengaku bahwa malam ini dirinya kalah dari seorang bocah tengik seperti Ace.

"Makasih, kakak gantengnya aku. Sini, cium dulu," ucap Lady yang mengembalikan dompet Leon setelah tadi menjarah isinya.

Leon menghela nafasnya saat Lady mencium manja pipinya.

"Ngapain lo datang ke tempat ginian?" tanya Leon seraya meletakkan kembali dompetnya ke dalam saku celananya.

Lady mengangkat acuh bahunya. "Gue dipaksa sama Ace buat ikut."

"Halah, alasan lo."

"Oh my god, gue serius. Gue dipaksa sama dia."

"Lo pikir gue percaya? Gue udah sahabatan sama Ace dari lama. Pasti lo, kan, yang ngerengek minta ikut."

Kini, manik coklat Leon dapat melihat wajah imut adeknya itu yang cengengesan.

Leon kemudian mendudukkan badannya di samping Lady. Ditatapnya adiknya itu dengan intens sebelum menghela panjang nafasnya. "Kenapa nggak pernah ngejengukin Mommy di rumah sakit?"

"Loh? Bukannya Mommy udah keluar, ya?" Malah balik nanya.

Leon menggeleng. "Berapa hari lalu Mommy masuk rumah sakit lagi. Mbok Yaya nemuin Mommy pingsan di kamar mandi."

"Capek," ujar Zena. Gadis berambut pendek itu lantas berhenti mengejar Kellan dan mendudukkan badannya di trotoar.

Kellan berhenti berlari. Ia menatap kesekeliling di mana dirinya dan Zena ternyata sudah berada di luar sirkuit. Tak terasa, mereka berlari sampai sejauh ini.

"Lo kenapa, sih, lari-larian mulu? Capek tau ngejarnya," omel Zena menghela panjang nafasnya.

"Tuhan ngasih gue 2 kaki, supaya gue bisa lari dari lo," balas Kellan ikut mengatur deru nafasnya yang ngos-ngosan.

Zena mendengus. "Tinggal diam terus pasrah aja sama gue, apa susahnya, sih?"

"Ogah," balas Kellan.

Pukul 2 pagi, Lady yang tengah tertidur pulas di pelukan Leon lantas membuka pelan matanya saat melihat suasana sirkuit yang sudah lumayan sunyi. Banyak anak-anak yang sudah pulang sehingga hanya menyisakan beberapa geng motor saja.

"Kok kalian belum pulang?" tanya Lady saat melihat Ace, Atan, Gaidan, Zena, Kellan, dan juga Leon yang sedang mengelilinginya.

"Ini baru mau pulang," jawab Gaidan sambil melihat Naura yang juga sedang tertidur pulas di pundaknya.

Gaidan membangunkan Naura dengan lembut. Hal singkat yang membuat semua orang di sana meringis geli.

"Lo juga udah mau pulang?" tanya Lady melihat Zena yang sudah menguap beberapa kali. Zena mengangguk.

"Kita balik duluan, ya. Udah capek banget soalnya," pamit Atan diangguki oleh Leon dan Ace.

Atan kemudian menatap Lady yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya. "Mau Abang antarin balik, Neng?" tawarnya.

"Dia pergi sama gue, jadi baliknya juga sama gue," ucap Zena, membuat Kellan yang sudah bersiap-siap untuk pulang lantas menatap dirinya.

"Yaudah. Kalau gitu, kita semua balik duluan ya. Bye," pamit Gaidan yang beranjak pergi dari sana sambil menggandeng tangan Naura.

Lady hanya diam memandangi puluhan anak-anak Thunder yang hendak pulang tersebut sambil sesekali melirik Zena yang menguap di sampingnya.

Kini, hanya tersisa Lady, Ace, Leon, dan Zena saja di sana.

"Beban," ucap Ace yang kemudian menggendong Lady di punggungnya sebelum gadis itu kembali tertidur.

Mereka semua berjalan menuju parkiran, tanpa menghiraukan tatapan dari para geng motor lain yang menatap mereka dengan datar.

Saat sedang digendong oleh Ace, sayup-sayup Lady dapat melihat seorang cowok yang berdiri menatap mereka dari kejauhan. Tatapannya terlihat sangat tenang dan datar.

"Ace, helm gue di tempat penitipan," gumam Lady, membuat Ace lagi-lagi menghela nafasnya.

Ace mengambil kartu penitipan dari tangan Lady dan lalu pergi mengambilkan helm gadis itu. Lady ia dudukkan di atas motornya agar menunggu bersama Leon dan juga Zena.

Setelah helmnya sudah ada, Ace lalu kembali ke parkiran.

"Pakein dong, Ace," gumam Lady yang lagi-lagi membuat Ace menghela panjang nafasnya. Ace memakaikan helm berwarna pink itu kepada Lady tanpa menghiraukan Leon dan Zena yang senyum-senyum sendiri melihat mereka.

"Nyusahin lo," ujar Ace sambil menggeplak pelan kepala Lady yang tertutupi oleh helm, membuat Lady merengek kesakitan.

1
MayAyunda
keren 👍
capr.gurlll
yok komen gess biar author makin semangat nulisnya🤩👐 yang mau recom alur ceritanya bisa bgt. boleh komen atau langsung chat ya🫰
Adinda
jd yang melanjutin perusahaan daddynya,Leon Ya thor
capr.gurlll: yaps putera mahkota Maesa🤭 stay tuned yaa untuk visualnya leon😍
total 1 replies
Annisanur hasanah
kak di tunggu updatenyaa mereka lucu bgttt
capr.gurlll: kak😍🙏👍
total 1 replies
Annisanur hasanah
ga expect😭
Annisanur hasanah
wkwkkw cod ga tuh😄
Annisanur hasanah
hallo kak, aku berkunjunggg
MayAyunda
keren👍
Annisanur hasanah
gemas lucu ya mereka🤭
Annisanur hasanah
mampir kak😍
Snow white❄IG@snow_white97suga
Mampir kak, baca 1 bab dulu
capr.gurlll: thankyou😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!