Hardi, seorang ayah tunggal yang tidak lagi percaya akan cinta. Dia bertekad untuk merawat putri semata wayangnya yang masih berusia 3 tahun.
Dia berusaha sekuat tenaga untuk menjaga putri nya tersebut dia yakin dia tidak akan membutuhkan pendamping untuk dirinya bahkan dia sangat khawatir akan kasih sayangnya yang nanti bisa terbagi. Akankah Hardi tetap dengan prinsipnya? Ataukah dia akan goyah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diperkenalkan
Hardi sedang memeriksa berkas laporan yang begitu banyak, membuatnya sangat sibuk akan pekerjaannya. Dia menelpon Rio untuk memeriksa jadwal hari ini yang telah di susunnya.
Rio memberitahukan tidak ada jadwal untuk pertemuan meeting hari ini hanya ada acara makan malam dengan salah satu klien besarnya di Restoran xxx jam 8 malam. Hardi menyuruh Rio untuk menyiapkan pakaian ganti untuk nanti malam karena ia tidak akan sempat pulang ke rumah untuk hanya berganti pakaian, begitu banyak pekerjaan yang harus segera ia selesaikan.
Setelah 1 jam, Rio kembali ke ruangan Hardi membawa setelan jas yang di minta atasannya. Hardi meminta Rio untuk menemaninya makan malam dengan Kliennya tersebut dan Rio pun menyetujuinya.
Hari sudah mulai gelap, Hardi pun sudah bersiap dengan pakainya yang telah diganti. Dia menghubungi Rio apakah semuanya sudah dipersiapkan dan Rio pun memberitahukan bahwa semuanya sudah siap.
Mereka pun pergi ke sebuah restoran yang telah di reservasi sebelumnya, di sana sudah terlihat 2 orang yang duduk di meja yang tersedia. Seorang pria berumur yang menganakan setelan rapi dan seorang wanita muda dengan gaun mewah berwarna navy yang anggun dan terlihat berkelas.
Rio dan Hardi pun menghampiri mereka, berjabat tangan satu sama lain lalu duduk di kursinya.
"Ini dengan pak Rahman, CEO DMT company?" tanya Hardi.
"Saya Hardi Malik, CEO MK company dan ini Rio sekertaris pribadi saya, senang bisa berkenalan dengan anda" Hardi memperkenalkan dirinya.
"Iya terimakasih, benar saya Rahman dan ini putri saya Larisa" pak Rahman memperkenalkan wanita di sampingnya.
Mereka pun memulai pembicaraan bisnisnya, ini memang Klien baru MK company dan merupakan klien besar hingga Hardi secara langsung yang harus turun tangan.
Selama satu jam pembahasan akhirnya mereka mencapai kesepakatan kerja sama antar kedua belah pihak, mereka berjabat tangan tanda persetujuan telah disepakati. Mereka pun di lanjutkan dengan makan malam dan berbincang ringan.
"Saya dengar jika pak Hardi adalah Single Father, saya berniat memperkenalkan anak saya. Dia lulusan universitas di luar negeri dan merupakan mahasiswa lulusan terbaik di sana, usianya baru 24 tahun. Dia sekarang bekerja menjadi direktur eksekutif di perusahaan kami. Mungkin anda bersedia mengenal lebih jauh putri saya untuk kedepannya" pak Rahmat memperkenalkan panjang lebar putrinya yang bernama Larisa.
Larisa pun tersenyum manis ke arah Hardi.
"Oh iya, terimakasih anda telah memperkenalkan putri anda yang sangat berharga. Tapi untuk saat ini saya tidak berniat menjalin hubungan asmara dengan siapapun, saya hanya ingin fokus dengan kerjasama bisnis kita" jawab Hardi dingin.
"Iya.. iya.. tidak masalah, saya hanya memperkenalkan bukan menawarkan" balas pak Rahman dengan canggung.
Tak berapa lama merekapun membubarkan diri secara bersama-sama mereka keluar restoran, disana pak Rahman dan putrinya telah di tunggu oleh supirnya. Hardi mempersilahkan pak Rahman dan putrinya pergi terlebih dahulu dengan sopan dan sekali lagi mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya.
Tak lama, pak Tono datang. Hardi masuk kedalam mobilnya untuk segera pulang sementara Rio lebih memilih naik taxi untuk pergi kerumahnya.
"Apa yang ada di pikirannya pak Hardi!! dikenalkan dengan wanita cantik dan punya segalanya itu dia tolak. Kalau aku pasti dengan senang hati menerimanya" batin Rio bingung akan isi hatinya Hardi.
Hardi sampai dirumah sudah hampir tengah malam, sudah pasti putrinya sudah terlelap. Seperti biasanya dia menghampiri kamar putrinya, melihatnya yang terlelap, mengelus rambut putrinya yang halus, menatapnya lekat-lekat untuk sesaat sebelum dia kembali ke kamarnya.
"Sayangnya ayah, tak akan ada hal yang paling berharga dalam hidup ayah selain kamu, putri ayah" betapa sayangnya hardi terhadap Cilla putri semata wayangnya.
***
Jangan lupa Like dan Vote untuk mendukung Author. Jika ada Saran dan kritik jangan sungkan tulis saja di kolom komentar.
Terimakasih 😊😊😊
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
black care perhatian lgi, sabar sarah sabar bntar lgi bucin akut kynya