NovelToon NovelToon
SINKING OF LOVE

SINKING OF LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:588k
Nilai: 4.8
Nama Author: maomao

Kim Jane Soo gadis liar yang hendak dijual Paman tirinya berhasil kabur meski dengan luka di tubuhnya.

Ia berlari dan tidak sengaja melihat sebuah mobil milik CEO dari perusahaan TIG Entertaiment yang sangat berpengaruh di Asia, bernama Ji Ahn Yoo.

CEO dingin itu menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit yang jauh dari tempat tinggalnya. Karena pertama berjumpa CEO itu jatuh cinta melihat Kim Jane Soo, ia menahan wanita ini dengan segala macam cara agar tetap berada di sampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maomao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Kejadian malam ini harus dihapus selamanya. Anggap saja ini semua hanya mimpi buruk. Hanya saja, kehangatan itu apa harus kulupakan juga?

Ahn Yoo memapahku ke dalam mobilnya.

Saat di dalam mobil terasa sangat sunyi, di sini hening sekali. Tidak terjadi percakapan antara kami. Aku melihat wajahnya yang datar kaku dengan mata ragu. Ingin sekali berterima kasih kepadanya, tapi aku takut.

"Jangan salahkan aku karena tidak tahu terima kasih. Salahkan saja mukamu yang datar dan kaku itu," gumamku dalam benak.

Sesampainya di rumah dia membukakan pintu mobil dan pergi begitu saja.

Kenapa ini semakin rumit, aku tidak mengerti apa yang diinginkannya. Apakah dia marah? Dengan langkah getir aku masuk ke dalam rumah ini. Bu San langsung menjatahkan tangannya dan memegang bahuku lembut saat pertama kali melihatku dengan kondisi memilukan.

"Jane ... apa yang terjadi?"

Mataku berbicara kepada Bu San.

Aku tidak menjawab apa pun kepadanya.

"Tidak perlu khawatir, biar saya antarkan ke kamar saja."

Bu San dengan lembut merangkulku dan membawaku ke dalam kamar. Dia memberi ku pakaian dan beranjak untuk mengambilkan makan.

"Bu San, bisakah temani aku malam ini? Sampai aku tertidur saja?"

Dia tersenyum dan mengelus kepalaku.

Sudah lama aku merindukan hal seperti ini. Bagaimana kabar bibi di sana?

Apa dia merindukanku?

Ternyata jika dipikirkan lagi.

Ini merupakan malam yang melelahkan, lebih baik ku sudahi saja. Aku memejamkan mataku.

"Jane, Jane. Bangun kamu harus sarapan dulu," terdengar suara Bu San lembut.

"Bu San??"

"Ini bubur untukmu, katanya kamu kurang sehat jadi saya buatkan bubur."

"Siapa yang kurang sehat?"

"Sudah, makan saja dan nanti pergi bersihkan tubuhmu."

Ternyata sudah pagi, padahal kejadian itu berlangsung terasa baru saja. Tapi aku harus bangun dari mimpi buruk itu. Dengan lahap aku menyantap bubur ini, rasanya sangat lezat.

Awalnya aku hendak pergi untuk bekerja, tapi Bu San menghentikanku.

"Bu San? kenapa menghentikanku?" Aku heran melihat tingkahnya.

"Saya hanya mengikuti perintah Tuan Ji , jadi Jane harus istirahat beberapa hari."

"Beristirahat? Ini bukan waktunya istirahat, aku harus bekerja Bu San. Jadi tolong izinkan aku." Dengan tulus aku memohon kepada Bu San.

"Lebih baik Jane tetap di sini, nanti Tuan Ji marah," perintah Bu San kepadaku.

Terpakasa aku mendengarkan Bu San,

lagi pula anggap saja aku mendengar perintahnya sebagai tanda terima kasih karena telah menyelamatkanku tadi malam.

Aku masuk ke dalam kamar, dan mengurung diri di sini.

"Ya ampun, kalau begini terus aku akan mati membusuk di kamar." Aku mulai menggerutu. Karena bosan aku memutuskan untuk berjalan-jalan di rumah yang besar ini.

"Rumahnya memang besar, hanya saja penghuninya cuma sedikit."

Ketika melihat-lihat halaman bekalang, aku melihat tumpukan bunga mawar merah yang indah.

"Ini kenapa bisa ada di sini?" tanyaku sambil berjalan kecil menghampiri bunga itu.

Aku memetik beberapa tangkai bunga untuk dijadikan hiasan di kamar. Bunganya berwarna merah gelap yang cantik. Aku langsung membawanya ke kamar dan meletakkannya di dalam vas kaca.

Tiba-tiba Bu San datang ke kamarku.

"Jane, apa kamu yang mencabuti bunga di halaman belakang?"

"Iya, itu bunganya." Aku menunjuk bunga cantik yang ku letakkan di dekat jendela.

"Astaga Jane, itu tanaman kesayangan Tuan Ji." Raut wajah Bu San sangat panik sekali.

"Kesayangan? Pfffttt ... ahahahaa." Aku tertawa terbahak-bahak mendengar hal ini, ternyata laki-laki seperti Ahn Yoo menyukai bunga juga.

"Jane, ini bukan saatnya tertawa. Kalau tuan tahu akan besar masalahnya."

"Ekhhhm, apa bunga di taman itu tampak rusak? Tidak, kan? Ya sudah biarkan saja Bu San." Aku memegang tangan Bu San dan tersenyum konyol padanya.

Aku memang tidak bisa diingatkan,aku sangat keras kepala. Tidak lama kemudian suara klakson Ahn Yoo terdengar.

TIT-TIT-TIT!

Dengan sigap Bu San turun dan membuka pintu untuk Ahn Yoo.

"Dasar Bu San, perkara bunga saja dipermasalahkan." Aku menghela nafas dan mengikutinya turun ke bawah.

Dari kejauhan aku melihat Bu San dan Ahn Yoo.

"Tuan Ji selamat datang, bagaimana dengan makan malam?" Bu San membungkuk.

"Tidak perlu, aku tidak lapar." Ahn Yoo dengan datar terus berjalan lurus. Dia menatapku dan langsung berbalik ke arah Bu San.

"Bagaimana dengan wanita di atas sana? Apa dia membuat kekacauan lagi?"

"Tidak tuan." Wajah Bu San terlihat tegang.

Sedangkan aku yang mendengar samar-samar dari sini menggerutu mendengar Gunung es itu berbicara.

"Kekacauan?? Wahhh ... hebat sekali kamu Gunung es, kalau tahu kamu menyukai bunga itu harusnya aku mengambil semuanya sampai botak," kataku dengan suara yang pelan dan tentu saja mataku melotot melihatnya.

Tiba-tiba Bu San memanggil Ahn Yoo dan merundukkan kepalanya.

"Maaf Tuan Ji tadi karna tidak hati-hati saya tidak sengaja terjatuh di halaman belakang dan merusak bunga mawar tuan," ujar Bu San lalu menatapku.

Ahn Yoo berhenti melangkah dan wajahnya berubah seketika.

"Benarkah? Aku rasa baru ini kau melakukan kesalahan Bu San," tukas Ahn Yoo tersenyum licik.

Mendengar Bu San yang mencoba menyelamatkanku, aku mendekati mereka dan mencoba mengakui perbuatan ku.

"Bukan! Bukan Bu San yang merusak bunga itu."

"Aku yakin akan hal itu," jawab Ahn yoo ringan.

"Aku yang merusaknya," kataku lirih.

**UNTUK READERS TERHORMAT,

AUTHOR SANGAT MEMBUTUHKAN DUKUNGAN KALIAN. LIKE, KOMEN, DAN TAMBAHKAN FAVORIT NOVEL INI, DAN TERUS IKUTI CERITANYA YAHHH!

Terimakasih🍃😉**

1
hachii
semangat
Nur Faizah
hoho
Myta Veronica
absen thor,baru mau mulai baca nih 👋
Ratna Dwi
lanjut seson 2 Thor aq tunggu🙏
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
Next
Wati_esha
Terima kasih update nya thor.
Next ya, ditunggu kelanjutannya.
Anyle Tiwa
semangat
Anyle Tiwa
oke
Kimmeldy - Meldy
lanjutkan thor di tunggu
Kimmeldy - Meldy
sukkaa

salam dari TMA
hadir dari imagine& writter
Tâm
Hi you can follow me
Evi Bae Lah
di tunggu episode selanjutnya
Zuni Tree
ahh, kok gak sampai nikah sihh
Zuni Tree
ahn yoo.. buruan kek ungkapin isi hatinya
Dheway
bukannya mereka berdua sdh pernah mengatakan saling mencinta di akmar ahn yoo meskipun tdk romantis
As-Sana (IG: rain_session: Kalau berkenan mari mampir ke novel saya ka HARMONI CINTA MELISA ❤️🤗

Kisah Sweet Rommance antara Pemain Biola dan Pianis
total 1 replies
Iqbal
trobos bor
Dheway
kapan nikahnya thor, bosen berante mulu
Dheway
kapan ahn yoo menikahi kim thorr
Kim Yoona
ahn yoo bisa aja kamu.. 😍😍😍
Kim Yoona
jangan jahil janee..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!