Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga Belas
Yasmin telah mendapat izin dari ayah dan ibunya untuk liburan ke Jakarta. Yasmin juga sekalian akan melihat kampus tempat ia akan melanjutkan kuliahnya.
Ayah dan ibu mengizinkan Yasmin untuk kuliah di Jakarta karena Yasmin dapat membuktikan jika ia dapat memperoleh nilai yang sangat memuaskan.
Daniel juga telah meminta izin langsung sama ayah dan ibu Yasmin.
Yasmin saat ini telah berada di dalam pesawat yang akan membawanya ke Jakarta. Ia tampak sangat senang karena akan bertemu dengan kekasih yang sangat dirindukan.
Pesawat yang ditumpangi Yasmin telah mendarat di bandara. Ia mengambil tas kopernya yang berada di bagasi.
Yasmin berjalan dengan menyeret tasnya. Daniel yang telah menunggu dan melihat Yasmin dari kejauhan sengaja bersembunyi.
Yasmin mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang kekasih. Tak melihat kehadiran Daniel, Yasmin tampak sedikit kecewa.
"Apa kak Daniel lupa kedatanganku. Tapi tadi sebelum berangkat aku menghubunginya, kak Daniel bilang akan menjemputku..."
Yasmin mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Daniel.
"Lagi hubungi siapa , sayang" bisik Daniel dari belakang tubuh Yasmin.
Mendengar suara pria yang sangat dirindukannya, Yasmin langsung membalikan badan.
"Kak Daniel, buat kaget aja" ucap Yasmin memukul lengan Daniel karena kesal.
"Aduh ...ketemu pacar bukannya dipeluk malah dipukul"
"Habis ngeselin sih..."
"Tambah cakep aja nih pacar kakak"
"Gombal...."
Daniel mengambil tas yang dipegang Yasmin.
"Ayo ke mobil. Perut kakak udah lapar, belum makan siang"
Yasmin mengikuti langkah Daniel menuju tempat mobilnya di parkir.
"Udah jam tiga, kakak belum makan" ucap Yasmin begitu duduk di dalam mobil.
"Habis nggak sabaran pengen ketemu pacar"
Yasmin mencabikan bibirnya mendengar ucapan Daniel. Daniel spontan mencubit pelan bibir Yasmin.
"Sakit kak..."
"Habis kamu tuh gemesin banget..."
Daniel mengendarai mobilnya menuju sebuah kafe yang desainnya yang sangat kental dengan remaja.
Daniel memilih duduk disudut kafe dekat jendela. Ia memesan makanan dan minuman yang disukai Yasmin.
"Kelihatannya kita memang berjodoh" ujar Daniel
"Kenapa kakak ngomong gitu...."
"Lihat warna pakaian kita, padahal nggak janjian tapi bisa senada"
"Itu hanya kebetulan..."
"Emang kamu nggak ingin berjodoh dengan kakak"
"Pertanyaan yang nggak harus dijawab" gumam Yasmin
"Sayang, kamu tambah cantik banget"
"Udah tahu, tadi kakak udah ngomong"
"Sekarang udah bisa narsis ya"
Daniel memiringkan badannya dan terus memandangi Yasmin yang sedang menyantap es krim.
"Kenapa mandangnya gitu amat"
"Melihat kamu seperti ini, rasanya kakak nggak mau pisah lagi denganmu. Kakak ingin rasanya menahan kamu disini selamanya. Kakak jadi takut sekarang"
"Takut apa..."
"Takut kamu berpaling, pasti saat ini tambah banyak yang naksir kamu di sekolahan"
"Kok kakak tahu banyak yang naksir aku..."
"Jadi benar banyak cowok disekolah yang mengejar dan naksir kamu"
"Iya....tapi bohong" ucap Yasmin tertawa
"Kamu ya...udah buat kakak kuatir aja"
"Walaupun banyak pria lain yang menyukai aku, jika akunya yang nggak mau, mereka bisa apa"
Daniel memeluk bahu Yasmin merapatkan tubuhnya dan mengecup kepala Yasmin.
"Kakak kangen banget...."lirih Daniel
"Aku juga kangen kakak...."
Daniel mrnyuapi steak ke mulut Yasmin sambil terus mamandangi wajah Yasmin.
"Kakak , nggak ada selingkuh di kampuskan"
"Ngapain kakak mencari gadis lain, jika gadis yang kakak miliki udah sempurna begini"
"Nggak ada manusia yang sempurna , kak"
"Tapi bagi kakak kamu segalanya.Yasmin... Kamu mau menginap di rumah kakak atau di hotel aja"
"Aku di hotel aja kak"
"Tapi kakak kuatir jika kamu menginap di hotel, kamu akan sendirian nanti"
"Kak...aku udah biasa tidur sendiri. Aku segan jika menginap di rumah kakak"
"Tapi malam tahun baru kamu harus menginap di rumah. Aku mau mengenalkan kamu sama seluruh keluargaku..."
"Aku malu kak..."
"Kenapa malu, kamu cantik"
"Bukan itu, aku malu harus berada di tengah keluarga kakak. Apa nanti pikiran mereka , aku sampai datang ke Jakarta mengunjungi kakak"
"Emang itu memalukan. Kakak rasa tidak. Malahan itu bukti jika hubungan kita tidak hanya sekadar main main"
Setelah makan Daniel membawa Yasmin jalan ke salah satu mall. Ia membeli baju buat Yasmin pakai makan malam tahun baru nanti dirumahnya.
"Kenapa harus beli baju baru kak"
"Kakak hanya ingin membelikan kamu baju, emang nggak boleh"
"Apa kakak malu jika aku pakai baju jelek"
"Jangan pernah berpikir begitu, kakak tak pernah malu untuk mengenalkan kamu pada siapapun dengan kamu pakai baju apapun. Jika kakak membeli kamu baju, itu hanya sekedar hadiah dari kakak"
"Terima kasih ,kakak. Hadiahnya aku suka" ucap Yasmin tersenyum.
"Kamu tuh, selalu saja buat kakak cemas. Kakak pikir kamu marah..."
"Aku nggak akan pernah marah, kakak sangat baik...tak ada satu alasanpun buat aku marah"
Setelah membeli baju buat Yasmin, Daniel mengajak Yasmin menonton di bioskop yang ada di dalam mall.
Daniel memilih film action sesuai dengan yang ia suka. Yasmin yang kurang menyukai film action cuma bersandar di kursi tanpa memperhatikan film yang diputar.
Yasmin yang matanya mulai mengantuk tanpa sadar tertidur. Daniel yang mengajak Yasmin mengobrol melihat kesamping karena dari tadi omongannya tak ditanggapi Yasmin.
"Astaga Yasmin, jadi dari tadi aku mengobrol sendiri. Kamunya udah tidur"
Daniel membawa kepala Yasmin bersandar dibahunya. Ia memeluk punggung Yasmin.
Daniel menatap wajah Yasmin dari jarak yang sangat dekat, ia lalu mengecup dahi Yasmin.
"Yasmin, aku sangat mencintaimu. Aku selalu berdoa kamu akan menjadi milikku selamanya"
Daniel menepuk pelan pipi Yasmin, membangunkan setelah film habis diputar.
Yasmin mengucek matanya dan mencoba mengumpulkan nyawanya.
"Aku dimana kak..." ucap Yasmin masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.
"Kamu ada dikamarku" ucap Daniel untuk mengerjai Yasmin.
"Apaa..." teriak Yasmin dan langsung berdiri dari duduknya. Ia memandangi sekitarnya dan menyadari jika ia dan Daniel masih berada di dalam bioskop, tampak beberapa orang yang memandanginya karena teriakan tadi.
Yasmin tersenyum dengan canggung setelah menyadari dimana keberadaannya. Daniel tertawa melihat tingkah Yasmin.
Mendengar tawa Daniel, Yasmin menjadi kesal, ia langsung melangkah keluar dari bioskop tanpa menunggu Daniel.
"Sayang...tunggu. Jangan marah..." ucap Daniel sambil mengejar Yasmin.
"Kakak tuh ...buat malu aku aja"
"Kakak cuma bercanda. Katanya nggak akan marah sama kakak"
"Aku nggak marah tapi kesal" ujar Yasmin setelah Daniel menggenggam tangannya agar ia tak berlari lagi.
"Marah dan kesal itu beda ya, sayang"
"Tau ah..."
"Jangan ngambek, nanti kakak cium mau"
"Jangan mesum ya. Nggak boleh cium sebelum nikah"
"Kalau gitu kita nikah aja sekarang"
"Kak...apa kakak pikir pernikahan antara kita itu dapat dilakukan dengan segera. Kita berbeda keyakinan, di Indonesia tidak boleh menikah dengan keyakinan berbeda" gumam Yasmin serius.
"Kita bisa menikah di luar negeri"
"Tidak sesederhana itu kak....."
"Dalam agamaku tidak boleh dan dilarang nenikah dengan lelaki yang berbeda keyakinan kak"
"Sekarang jangan kamu terlalu memikirkan itu, kita nikmati saja kebersamaan kita saat ini..." ucap Daniel mengalihkan pembicaraan karena ia tak ingin nanti Yasmin membahas tentang perbedaan diantara mereka yang berujung Yasmin minta pisah.
Yasmin kembali tersenyum. Daniel mengajak Yasmin membeli makanan ringan buat cemilannya di kamar hotel nanti.
*******************
Terima kasih...
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭