Perjuangan cinta seorang Aneth yang ditinggal mati sang suami tercinta, janji dalam hatinya bahwa dia tidak akan bisa membuka hati untuk laki-laki manapun juga
Begitu besar cinta yang dia miliki untuk sang suami karena dia telah meninggalkan kenangan yang sangat indah buat dirinya dan keluarganya membuat dia susah untuk menerima keadaan bahwa dia harusnya mencari pendamping lagi untuk menemaninya mengarungi hidup kedepannya dan mencari sosok pengganti ayah buat sang anak tercinta
Pras yang jatuh cinta kepada Aneth, berusaha untuk meluluhkan hati sang pujaan hati, begitu banyak cara yang ditempuh tapi belum juga mampu untuk membuat Aneth bisa buka hati untuknya
bagaimanakah kisah perjalanan cinta antara Aneth dan Pras?
Mampukah Pras meluluhkan hati orang yang telah membuatnya jatuh cinta ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suri Hadassa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ku Harus Berubah
Pagi itu Aneth dan Lisa sudah berada di Paragaya Puncak, berada di ketinggian seakan membuat dia melayang kembali ke masa-masa dia bersama Adam di tempat itu, teringat kembali saat Adam memeluk dia dari belakang dan sama-sama mengangkat tangan gaya Titanic, hatinya kembali sakit
"Lis...semuanya sungguh menyakitkan ...."
"kamu nyesel kita datang kemari Neth ?...."
"ga Lis....biarpun sakit tapi saya ga nyesel Lis...Adam sudah meninggalkan kenangan manis buatku ....." kata Aneth sambil meneteskan air mata
"Kamu harus lebih tegar Neth....ingat Jeremy ingat mama kamu, kalau kamu begini terus mereka akan sedih juga...."
tiba-tiba dada Aneth sakit mendengar kata-kata Lisa, seakan ada yang menusuk hatinya, kenapa selama ini dia hanya memikirkan kesedihannya sendiri, kenapa tidak memikirkan perasaan anaknya, tidak memikirkan perasaan mamanya ?
"Lis....kenapa aku egois begini ya?....aku sudah salah Lis....."
"belum terlambat Neth.....dan masih wajar kamu seperti ini....hanya memang kamu harus cepat move on dari kesedihanmu, kamu harus melanjutkan hidupmu kedepannya, jangan terlalu larut dalam kesedihan...."
"makasih Lis....kamu memang sahabat yang paling baik, kamu selalu memberikan saran yang baik dikala aku lagi salah langkah...."
"itulah gunanya sahabat Neth...bukan disaat bahagia saja aku ada di samping kamu, disaat seperti inilah aku bisa jadi sesuatu yang berarti buatmu...iya kan cantik, ternyata ada juga gunanya temanmu ini...." canda Lisa
"iya...iya....bisa berguna juga ya kamu 🤣🤣...."
keduanya kemudian saling berpelukan, perasaan Aneth sedikit terhibur saat itu
"mau aku kasi tau sebuah rahasia Neth?....."
"rahasia apa Lis ?....."
"rahasia resep dari nenek aku untuk mengurangi kesedihanmu....."
"masih relevan tu resep nenekmu dgn kita yang muda-muda ini?...."
"iyalah, masih dong....kamu coba aja dulu deh, siapa tau manjur...."
"OK deh....coba bocorkan k aku, akan aku coba...." tantang Aneth
"sini aku bisikin......."
"ngapain sih pake bisik segala, disini kan ga ada orang lain selain kita berdua..."
"takut di dengar burung yg lewat, takutnya mereka tiru nanti....." jawab Lisa sambil tertawa lebar
Setelah dibisiki Lisa, Aneth kemudian naik ke pijakan kayu yang sudah tersedia di situ dan dengan kencang dia berteriak
"Adam..........trimakasih untuk cintamu...kamu akan ku kenang selalu......selamat jalan cintaku....."
setelah berteriak, Aneth kemudian turun dari pijakan kayu tersebut dia menghampiri Lisa dan memeluknya
"Lis....makasih resep rahasia nenekmu, lumayan melegakan......."
"tapi Neth.....sadar ga teriakanmu tadi buat rombongan dari arah bawah jadi kaget, jangan-jangan kamu dikira orang gila lagi ...." jawab Lisa sambil cekakakan puas
Aneth kemudian memandang ke arah jalanan, dan betul serombongan pelancong sekitar 20 meter berjalan menuju tempat itu memandangi mereka, ada yang tersenyum ada yang tertawa melihat perempuan cantik berteriak-teriak tidak jelas, dia jadi pemandangan lucu buat mereka, dengan cepat Aneth menyambar tangan Lisa dan menariknya pergi
"dasar kamu ya Lis....kamu sudah ngerjain aku ya....." kata Aneth dengan sebel setelah menyadari teriakannya tadi jadi bahan tertawaan
"aku ga ngerjain kamu Neth....tapi kamu lega kan habis teriak begitu?...."
"iya sih ....tapi aku malu Lis...."
"ga apa-apa, toh mereka ga kenal kita juga...."
"betul...saya janji akan menata hatiku kembali ...."
"nah gitu dong...kembali jadi Aneth yang dulu ceria dan tegar...."
Mereka berdua akhirnya tertawa terpingkal-pingkal sampai air mata mereka keluar mengingat kejadian tadi, Lisa merasa senang sahabatnya sudah mulai bisa tertawa lepas
Setelah dua hari menikmati liburan, mereka kemudian balik pulang ke Jakarta, Jeremy sangat senang mamanya sudah kembali, dengan berlari kecil dia menyambut Aneth, Aneth kemudian memeluk dan menggendong Jeremy, dia sangat merasa bersalah tidak bisa memberikan perhatian full selama beberapa saat lamanya, dalam hatinya dia berjanji akan berubah dan jadi Aneth yang dulu lagi, yang ceria dan membahagiakan orang-orang di sekitarnya
Ditunggu feedback nya