NovelToon NovelToon
Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Sejak kecil, Evelyn dipaksa hidup dengan identitas palsu sebagai Evan—seorang laki-laki. Demi menyelamatkan harta keluarga dari tangan anak haram ayahnya, ia dididik layaknya pria dan dikirim menyusup ke perusahaan musuh untuk menjadi mata-mata.

Namun takdir berkata lain. Di sebuah kapal pesiar, ia terjebak dalam satu malam panas bersama Damian, sang bos besar yang juga musuh bebuyutan keluarganya. Dalam kabut obat dan gairah, Damian tak pernah tahu siapa wanita yang menemaninya malam itu.

Evelyn pergi membawa rahasia besar: ia hamil. Ia menghilang ke luar negeri, dikucilkan oleh ibunya sendiri, hingga tiga tahun berlalu. Kini ia kembali bukan lagi sebagai Evan si pekerja keras, melainkan bersama buah hatinya yang bernama Axel.

Damian yang tak pernah berhenti mencari sosok wanita misterius itu, perlahan mulai menyambung benang merah. Dan saat ia melihat kemiripan yang tak terbantahkan antara si kecil Axel dengan dirinya sendiri, permainan baru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 ~ Sekertaris Damian Foster

"Selamat pagi, Evan."

Evan mengangguk singkat tanpa menghentikan langkahnya. Jas hitam yang membungkus tubuh rampingnya tampak rapi tanpa cela. Rambut pendek yang sedikit menutupi dahi, kacamata tipis membingkai wajah tampan yang terkesan dingin. Suara yang sengaja dibuat lebih berat, serta ekspresi dingin di wajahnya membuat tak seorang pun meragukan identitasnya.

Selama tiga tahun terakhir, semua orang mengenalnya sebagai seorang pria.

Tak ada yang tahu... Nama asli Evan Hold sebenarnya adalah Evelyn Velora Harley. Putri kedua keluarga Harley dari istri pertamanya Tuan Harley.

"Direktur Damian sudah tiba lebih dulu. Beliau meminta semua kepala divisi segera masuk ke ruang rapat." Sera, staf administrasi kantor.

Evan melirik jam tangan, tepat pukul delapan.

"Tidak ada perubahan jadwal?" tanya Evan.

"Tidak." jelas Sera mantap.

"Oke."

Ia melangkah menuju lift khusus petinggi perusahaan.

Ding. Pintu lift tertutup, Menuju ke lantai 27 - ruang meeting utama.

Selama dua puluh enam tahun hidupnya, tidak ada tau tentang kebenaran tersebut. Termasuk keluarganya sendiri.

Sang ibu, Chatarina Harley telah menyembunyikan hal ini bahkan sejak Evelyn masih didalam kandungan.

Saat itu sang ayah membawa kembali seorang wanita yang telah menjadi istri keduanya, bersama seorang anak laki-laki karena Nyonya Chatarina tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang telah memasuki tahun kelima.

Karena takut seluruh harta Harley akan dikuasai oleh anak dari madunya, Nyonya Chatarina yang tengah hamil anak perempuan itu terpaksa menyembunyikan identitas sang putri sebagai seorang laki-laki.

•••

Sementara itu.. Didalam ruang meeting, semua orang tampak telah duduk dikursi mereka masing-masing dengan map dan segelas air putih diatas meja.

"Mana Evan?"

Suara berat Damian Foster menggema di ruang rapat.

"Sedang mengambil berkas untuk Tuan." balas Haris, asisten pribadinya.

Belum sampai kalimat itu selesai, pintu ruang rapat terbuka.

Cklek.

"Maaf terlambat."

Evan masuk sambil membawa tablet dan beberapa map. Ia langsung menundukkan sedikit kepalanya, memberikan hormat.

"Evan. Masuk." titah Damian.

Begitu perintah tersebut keluar, Ervan langsung melangkah menghampiri pria tersebut.

Damian mengulurkan tangan tanpa melihat. "Kontrak kerja sama."

"Sudah saya siapkan." jawab Ervan cepat, memberikan berkas tersebut.

"Jadwal besok?" tanya Damian sambil membuka dan memeriksa berkas tersebut.

"Pukul sembilan rapat dengan Direksi Ocean Group. Pukul satu makan siang bersama investor. Malamnya menghadiri Gala Anniversary di kapal pesiar Ocean Majesty."

Damian mengangguk puas. "Itu saja."

"Iya, Tuan."

Rapat kembali berjalan.

Pria bernama Evan itu sesekali menghela napas pelan setiap kali Damian berada terlalu dekat dengannya.

Tiga tahun berada di samping Damian Foster, pria berrahang tegas, bermata tajam, dan berparas tampan luar biasa, sebagai sekretaris pribadinya, membuat Evelyn tak bisa memungkiri bahwa ia juga menyimpan rasa kagum pada pria tersebut.

Namun, tak ada ruang sedikit pun baginya untuk memikirkan perasaan itu. Ia memilih mematikan getaran di hatinya dan tetap fokus pada tujuan utamanya, yaitu menjalankan misi penyamaran, mengumpulkan informasi penting, dan menjatuhkan musuh besar keluarganya.

Damian dikenal sebagai sosok yang sangat ketat, tegas, dan tertutup dalam urusan bisnis. Ia tak pernah lengah, bahkan terhadap orang-orang terdekatnya sekalipun. Hal itu membuat waktu tiga tahun yang Evelyn lalui terasa belum cukup untuk menembus benteng pertahanan pria itu, apalagi mendapatkan informasi rahasia yang menjadi sasaran utamanya. Evelyn harus bekerja ekstra hati-hati dan cerdik, karena satu kesalahan kecil saja bisa menghancurkan seluruh misinya.

Setelah rapat usai, Damian berjalan kembali menuju ruang kerjanya ditemani Haris. Di sepanjang lorong, pria itu tampak masih memikirkan persiapan acara besar malam ini. Sesampainya di ruangan, Damian berbalik menatap asistennya.

"Haris, ada laporan penting dari kantor cabang yang harus kamu selesaikan hari ini juga. Kamu tidak bisa ikut bersamaku malam ini," ucap Damian tegas.

Haris mengangguk paham. "Baik, Tuan. Lalu, siapa yang akan mendampingi Tuan?"

"Evan," putus Damian tanpa ragu. "Dia sudah sangat hafal dengan segala kebiasaanku, detail jadwalku, dan cara kerjanya sangat teliti. Aku lebih tenang jika dia yang berada di sisiku di sana."

"Baik, saya sampaikan sekarang juga," jawab Haris mantap.

Tak lama kemudian, pintu ruang kerja Evan diketuk. Haris masuk.

"Tuan Damian menunjukmu secara langsung untuk mendampinginya malam ini," ucap Haris. "Saya harus tetap berada di kantor untuk mengurus tugas mendesak. Pastikan kau menyiapkan segala keperluan beliau di lokasi dengan sangat baik, jangan sampai ada yang terlewat."

Evan mengangguk paham, meski dalam hati ia sedikit terkejut mendengar penunjukan itu secara langsung. "Baik, saya mengerti. Saya akan memastikan semuanya berjalan lancar dan tidak akan mengecewakan kepercayaan Tuan Damian," ucapnya tegas.

Haris tersenyum tipis, lalu berbalik hendak pergi. "Bagus. Segera persiapkan dirimu, acara ini cukup besar dan butuh ketelitian tinggi."

Evan mengangguk mantap. "Baik, saya akan persiapkan semuanya dengan matang."

Setelah Haris keluar dari ruangan, tak lama kemudian telepon di meja kerjanya berdering. Evan melihat nama di layar, lalu mengangkatnya dengan nada berubah lebih dingin.

"Halo?"

"Bagaimana Evan? Apa Damian akan hadir di kapal pesiar malam ini?" tanya suara berat dari seberang, Arlos Harley saudara tirinya.

"Benar," jawab Evan singkat. "Dan kali ini, dia akan datang bersamaku. Akulah yang mendampinginya."

"Bagus," ucap Arlos penuh kepuasan. "Gunakan kedekatanmu malam ini untuk mencari celah atau informasi penting yang selama ini sulit kau dapatkan. Ini kesempatan emas, jangan sampai terlewat."

Panggilan pun terputus. Evan menatap layar ponselnya yang gelap, lalu menarik napas panjang, sebelum mempersiapkan semuanya.

••

••

Kapal pesiar Ocean Majesty berlayar tenang di tengah samudra. Pesta berlangsung meriah dan berkelas. Banyak orang penting hadir di sana, para pebisnis, rekan kerja, dan petinggi perusahaan berkumpul dengan penuh keramahan.

Evan berdiri setia di sisi Damian, seperti biasa. Ia tampak tenang, mengikuti langkah atasannya, memastikan segala kebutuhan terpenuhi tanpa banyak bicara. Tak jauh dari sana, Evan sempat melihat sosok Arlos juga hadir di antara kerumunan, berbaur dengan para tamu lainnya.

Suasana berjalan lancar, penuh percakapan sopan dan tawa ringan. Namun, di balik ketenangan itu, Evan tetap waspada, menjalankan tugasnya layaknya seorang sekretaris profesional yang sudah berpengalaman lama.

Suasana pesta berjalan hangat dan akrab. Tak lama kemudian, Tuan Reynold, selaku tuan rumah acara, berjalan menghampiri Damian dengan senyum lebar. Evan tetap berdiri setia di samping atasannya, turut mendengarkan percakapan mereka.

"Selamat datang, Damian. Terima kasih sudah meluangkan waktunya hadir malam ini," ucap Tuan Reynold ramah.

"Terima kasih atas undangannya, Tuan Reynold. Acaranya sangat megah," jawab Damian sopan namun berwibawa.

Mereka berbincang sejenak mengenai perkembangan bisnis dan suasana kapal pesiar malam itu. Setelah merasa cukup, Tuan Reynold pun berpamitan.

"Silakan dinikmati acaranya. Saya harus menyapa tamu lainnya," pamit Tuan Reynold, lalu melangkah pergi.

Belakangan sosok Tuan Reynold menghilang di keramaian, seorang wanita cantik bergaun seksi berjalan mendekat dengan langkah anggun dan penuh percaya diri. Dialah Eliza Laurent, seorang model populer yang kerap menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada.

"Damian..." sapa Eliza lembut seraya tersenyum manis menatap pria itu dengan membawa segelas wine ditangannya. "Senang sekali rasanya bisa bertemu denganmu lagi di sini."

Evan tetap diam di tempat, memperhatikan dari samping. Ia tahu siapa wanita itu. Eliza memang sudah lama menyimpan rasa suka kepada Damian. Ia bahkan sudah berkali-kali mencoba mendekati Damian di berbagai kesempatan sebelumnya, namun usahanya selalu berakhir sia-sia karena sikap Damian yang dikenal sangat dingin dan sulit didekati oleh siapa pun.

❤️

1
You `ka
ayo ikutin Damian... semoga kali ini damian tau siapa evan
You `ka
ternyata Arlos dalangnya. dia nggak sadar karena perbuatannya Evelyn hamil dan harus pergi ke London...
You `ka
iya .. Daddy Axel sangat tampan 🤣🤣
gemess sama Axel
You `ka
sebenarnya Tuan Harley gengsi untuk mengakuinya kalau dia tidak rela jauh dari Axel
Zhao_Xena: mana iya, lagi...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
yakin kamu Damian.. kalau tau nanti Evan ternyata putra Harley dan wanita yang bersama kamu dikapal.. gimana reaksinya..😆😆
You `ka
opa maluu....ucukk.. ucukk.. gamesnya sama Axel..😆😆
You `ka
jantungan nggak tuh Tuan Harley..🤣🤣🤣
Zhao_Xena: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
You `ka
tetap semangat thor.... makin kesini makin buat penasaran ceritanya...💪💪
Zhao_Xena: terimakasih banyak
total 1 replies
You `ka
ayo cari mereka Damian 💪💪😆😆
You `ka
lanjut💪
You `ka
haduh.. dag-dig-dug aku yang baca. takut ketahuan...😭😭
You `ka
Damian akan sangat kecewa mungkin akan melakukan hal yang tidak bisa kamu bayangkan Evelyn, jika kamu benar-benar mengkhianatinya.

tapi jadi Evelyn juga pasti tidak akan mudah, dibawah tekanan keluarga,.dia harus melakukan semuanya
You `ka
mungkin lebih baik memang pergi Evelyn.. tinggalkan keluarga toksik itu
You `ka
hamil pasti..🫣🫣
You `ka
pasti sekarang Damian dan Haris merasa sama-sama merasa sudah gila 😆😆
You `ka
🤣🤣🤣🤣 Damian merasa tertarik pada Evan..
Cty Badria
satu kata untuk Evelyn ...bodoh mau di jadikan pion. kl ketauan jadi buronan. bpk dazal enak aja ongkang2 kaki...
You `ka
jangan-jangan Evelyn hamil yah??🫣🫣
Zhao_Xena: coba tebakkk...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
🤣🤣🤣 justru kalau pingsan nanti kamu bisa tau.. dia laki-laki atau perempuan..
Zhao_Xena: waduhh
total 1 replies
You `ka
Tuan Harley kayak pilih kasih, padahal yang seharusnya memimpin bukannya Evan, sebagai keturunan yang sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!