"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kotak misterius
Jam pulang pun tiba. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Nayshi, karena hari ini Ia harus lembur.
" Akhirnya selesai juga, " Keluh Nayshi sambil merenggangkan tubuhnya.
Nayshi memasukkan laptop ke dalam tasnya dan merapihkan map kedalam lemari. Namun mata Nayshi tak sengaja melihat kotak navy dengan pita warna Maron.
" Tapi tumben banget Irsyad ga membahas pemberian yang Ia kasih, bahkan Ia bersikap seakan Ia ga memberikan apapun. " Ucap Nayshi sambil memandangi kotak itu.
" Kalo kotak ini dari Dia, pasti udah caper setengah mati, seakan memberikan sertifikat rumah satu Miliar. " Nayshi dengan ekspresi bingung dan denail, karena kalo bukan Irsyad ya siapa lagi.
" Ga tau ah pusing! mending Gua bawa aja. "
Nayshi memasukkan kotak itu ke dalam tasnya. Nayshi keluar Kantor seorang diri, karena sahabatnya sudah pulang lebih dulu dan laki-laki genit itu pun sudah pulang, serta Pak Arvin sudah pulang lima menit yang lalu, karena Nayshi tak masalah ditinggal sendiri apalagi ada security yang jaga 24 jam.
" Mana udah sepi lagi. " monolognya sambil berjalan menuju parkiran,yaps diparkiran hanya ada mobil maron miliknya.
Ia masuk kedalam mobilnya, lalu langsung menancap gas. Saat Ia mulai masuki jalan raya, dibelakangnya ada mobil yang tiba-tiba ada dibelakangnya, "Mobil siapa itu? tadi, dikantor sudah ga ada orang. "
Beberapa detik kemudian Nayshi memilih untuk mengabaikan hal tersebut, " Sudahlah Nayshi, bukan urusan Lu. Urusan Lu sekarang, pulang dan rebahan. "
Setelah beberapa saat, akhirnya Nayshi sampai di rumahnya.
Nayshi pun masuk kedalam rumah dengan perlahan takut mengganggu kedua orang tuanya yang sudah tertidur.
Saat Nayshi menaruh halnya, Tiba-tiba " Akhirnya pulang juga. "
Nayshi sedikit terkejut " Eh Mamah. " Ia salim pada Mamanya, " Aku pikir sudah pada tidur. "
" Belum lah, Papah juga ga bisa tidur kalo kamu belum pulang. " Sahut Papah yang juga masih terbangun.
" Heheheh.. maaf yaa jadi bikin khawatir. " Ucap Nayshi sambil ia salim pada papahnya.
Papah yang gemes menyubit lembut pipi Putrinya, " Kenapa minta maaf? wajar Orang tua khawatir. "
" Ih sakit tau Papah. " keluhnya, "Ya sudah Aku mau bersih-bersih dulu, Mama sama Papah tidur aja udah malem. "
" Itu makanan sudah Mama angetin, Kamu tinggal Makan. " Ucap Mama sambil mengusap lembut kepala Nayshi.
" Makasih Mamah. " Sahut Nayshi dengan senyum manisnya.
Mama dan Papah masuk kedalam Kamar, dan Nayshi pun juga masuk kedalam kamarnya di lantai atas untuk membersihkan tubuhnya.
Saat Ia baruh menaruh tasnya dimeja, tiba-tiba ada yang melemparkan sesuatu ke jendela Kamarnya.
Tok..
" Apaan itu? " Gumamnya dengan ekspresi terkejut, takut.
Nayshi mencoba mengabaikan, " Mungkin kucing. " Ucapnya sambil berjalan menuju lemari baju.
Tok..
Lemparan itu terjadi lagi. Membuat rasa penasaran Nayshi semakin menjadi, Ia melangkahkan kakinya dengan penuh keberanian ke jendela.
Nayshi dengan perlahan membuka jendela tersebut, dan sorotan matanya melihat Kotak Navy dengan pita marun lagi, ditambah ada buket bunga daisy.
" Lagi? siapa yang ngasih? " Gumamnya sambil melihat sekitar rumah, Nayshi tak melihat jejak orang, kaki atau apapun itu.
Nayshi mengambil kotak dan buket tersebut, Ia tutup jendela. sekarang rasa penasaran semakin kuat, dan untungnya kali ini ada surat didalam buket tersebut.
[ Halo Nyonya Nayshi, tolong dibuka yaa kotak-nya dan jangan takut itu isinya bukan bom. hehehe maaf garing. ]
Nayshi tanpa sengaja terkekeh kecil, terbawa suasana isi surat tersebut.
[ dan maaf Aku memberikan ini diam-diam, karena Aku belum siap Kamu tahu siapa Aku, and last Aku bukan orang jahat, tapi orang lucu dan gemesin wkwkwk.
to:Secretadmirer ]
Setelah membaca surat tersebut dada Nayshi berdesir hangat, sekaligus pikirannya muncul banyak pertanyaan. Siapa sosok Pria ini yang tahu alamat rumah dan bunga Aster soft pink kesukaannya?
Nayshi duduk di tepi kasur, dengan perasaan deg-degan, dan tangan gemetar Ia menarik pita marun tersebut.
Saat kotak itu terbuka, tiga baris coklat tertata rapi, serta botol teh untuk meredakan kelelahan tersusun rapih dalam botol tersebut. Nayshi juga penasaran dengan kotak yang Ia dapat dikantor, dan ternyata isinya sama.
Nayshi mengambil satu coklat dan memakannya, namun pikirannya terus berputar.
" Masa sih dari Irsyad? " gumam Nayshi dalam kamar yang hening.
Ia memiringkan kepalanya mencoba mencerna segala kemungkinan, " Tapi kalo Irsyad, ya kali setentram ini? Tadi aja dia masih aneh. "
Nayshi menghela nafas kasar " Masa iya Pak Keenan? "
Nayshi seketika tertawa kecil dan menepis pikirannya, " Yaa ga mungkin lah Nayshii, Lu sama Dia aja selalu bahas kerjaan, dan lagian mana ada CEO mau naik-naik genteng buat naruh beginian. "
Nayshi memejamkan matanya frustasi, "Tau ah pusing! tapi siapapun manusia ini, berhasil bikin Gua penasaran. "
Hari-hari berikutnya teror itu masih terus berlangsung, dikantor dan dirumah. kejadian berselang selama seminggu berturut-turut.
Di hari ke enam, saat Nayshi baru menyadarkan punggungnya dikursi kantor, setelah Ia kepanasan saat mengontrol lapangan. Kotak Navy dengan pita marun sudah ada di mejanya.
Nadia menarik kursinya mendekati Nayshi, " Nay, Gua semakin yakin ini bukan dari si kunyuk. " bisik Nadia dengan ekspresi sangat yakin.
" Lah kenapa? " tanya Nayshi seraya membuka surat.
" Coba pikir deh. " ucap Nadia dengan kursi menghadap Nayshi, " Kalo ini dari Irsyad pasti dari kemarin-kemarin Dia sudah ga kasih bunga mawar lagi, tapi daisy dan sambil nyeletuk Kamu udah makan coklat yang aku kasih? pasti Dia akan ngomong kayak gitu. "
Nayshi tertawa geli dengan tingkat impersonate Nadia. " Tapi kalo bukan Dia siapa lagi? "
" Bisa jadi secret admirer Lu bukan orang kantor, tapi seseorang yang mengamati Lu dari kejauhan. " goda Nadia dengan mengedipkan mata.
Nayshi menggeleng pelan, lalu membaca isi surat itu dengan berbisik.
[ Nona ayshi hari ini panas banget yaa? by the way di kotak itu akan selalu ada botol teh herbal, teh herbal ini ga cuman untuk meredakan rasa lelah tapi juga dahaga. Terakhir jangan galak-galak sama tim, nanti cantiknya hilang 0.1%.]
Nadia mendengar itu pun ikut gemas, hingga Ia memeluk lengannya sendiri. " Ihh lucu banget njir! semakin yakin Gua ini bukan dari si kunyuk. Si kunyuk cuman bisa Nay, kamu udah makan belum? Gua yakin Lu denger Dia ngomong gitu geli kan? "
Nayshi pun terkekeh geli, " Iya Gua geli, tapi Lu impersonate begitu Gua lebih geli dengernya. "
" Hahaha... tapi kali cowok yang ngirim Lu ini manis njir. Ahhh.. jadi pengen punya secret admirer. " keluh Nadia dengan tangan memeluk tangan nayshi dan pura-pura sedih.