Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.
Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Penyerahan pelaku
"Itu bukti palsu! Aku tidak pernah memerintahkan siapa pun!" sangkal sang Direktur keras.
Nathan mencondongkan badannya ke depan, menatap tepat ke dalam manik mata pria itu.
"Korban menemukan aliran dana gelap sebesar 50 miliar yang Anda alihkan dari rekening perusahaan ke bengkel tersebut dalam rentang waktu enam bulan terakhir. Di malam kejadian, Anda memancing korban menggunakan pesan singkat. Anda pikir dengan menghapus CCTV toko dan membuang mayatnya di gang, polisi akan menganggap ini perampokan biasa?"
Sang Direktur menelan ludah. Keringat dingin mulai menetes di pelipisnya saat mendengar penuturan Nathan yang begitu terperinci, seolah-olah Nathan sendiri berada di lokasi saat rencana pembunuhan itu dibuat.
"Pengakuan Anda tidak terlalu dibutuhkan," lanjut Nathan dingin. "Bukti digital, jejak transfer bank, dan pengakuan dari pemilik bengkel yang sudah kami amankan lebih dari cukup untuk mengirim Anda ke penjara seumur hidup. Dan kalau Anda berharap bantuan dari atasan di markas pusat... sebaiknya lupakan saja. Kasus ini sudah terdaftar resmi di kejaksaan distrik malam ini. Tidak ada orang yang mau mengorbankan lehernya untuk membela seorang pembunuh yang buktinya sudah tersebar luas."
Pernyataan Nathan menghantam mental sang Direktur dengan telak.
Pria paruh baya yang tadinya arogan itu perlahan menundukkan kepalanya.
Tubuhnya gemetar hebat saat menyadari bahwa seluruh jalan pelariannya telah ditutup rapat.
Gavin yang berdiri di sudut ruangan menatap Nathan dengan rasa tidak percaya.
Cara Nathan memimpin interogasi dan mematahkan mental tersangka sangat sistematis dan tanpa cela.
Tidak ada celah bagi tersangka untuk meloloskan diri.
Menjelang fajar, seluruh berkas pemeriksaan selesai disusun.
Berita Acara Pemeriksaan telah ditandatangani oleh tersangka di bawah pengawasan ketat.
Beberapa mobil dinas dari Kejaksaan Negeri tiba di Kantor Polisi Distrik 1 untuk melakukan serah terima tersangka dan berkas perkara.
Proses pemindahan berjalan ketat di bawah kawalan penuh anggota Distrik 1, memastikan tidak ada celah bagi pihak luar untuk melakukan sabotase.
Saat mobil tahanan kejaksaan bergerak pergi membawa sang Direktur menuju rumah tahanan negara, ketegangan yang menyelimuti kantor polisi perlahan mulai mencair.
Matahari pagi mulai terbit, memancarkan sinar keemasan di atas langit Distrik 1.
Martin, Nathan, Reno, dan Niko berdiri di area parkir depan kantor polisi.
Mereka bertiga memegang cangkir kopi panas, menatap jalanan yang mulai dipadati oleh warga distrik yang memulai aktivitas pagi.
Niko menghela napas lega yang sangat panjang. "Akhirnya... selesai juga. Semalaman ini rasanya seperti hidup di dalam film aksi."
Reno terkekeh pelan sambil menyesap kopinya. "Tapi kita berhasil, Niko. Pembunuhan di distrik kita terungkap kurang dari sepekan. Ini rekor baru untuk Distrik 1."
Martin berdiri di samping Nathan. Ia menghisap rokok terakhirnya, lalu mematikannya di aspal. "Kerja bagus, kalian semua. Khususnya kamu, Nathan."
Martin menoleh dan menatap Nathan dengan penuh arti. "Aksi nekatmu mengejar mobil itu sangat berbahaya. Tapi tanpa ketepatan analisis dan kecepatanmu, kasus ini pasti sudah ditutup-tutupi oleh orang-orang di atas."
Nathan tersenyum tipis dan mengangguk sopan. "Saya hanya menjalankan tugas sebagai seorang polisi, Pak."
"Sikapmu itu..." Martin menggelengkan kepala sambil tersenyum kecil.
"Kadang membuatku lupa kalau kamu ini masih anggota junior. Rasanya seperti sedang berbicara dengan seorang veteran perang."
Nathan tidak menjawab, hanya memandangi jalanan kota.
Di dalam hatinya, ia tahu bahwa penangkapan ini barulah langkah awal.
Mengusik pundi-pundi uang haram pejabat pusat pasti akan memicu balasan di masa depan.
Namun, saat Nathan melirik ke arah Reno dan Niko yang sedang tertawa lepas merayakan keberhasilan mereka, serta Martin yang berdiri tegap di sisinya, Nathan merasa mantap.
Di kehidupan kali ini, ia memiliki kekuatan, pengetahuan masa depan yang akan membantunya melindungi semua orang yang ada di sekitarnya.