NovelToon NovelToon
BIMA LOVERS

BIMA LOVERS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: NOVIA IP

Bimatara Reza Winajaya tumbuh menjadi pria tampan yang amat di kagumi semua wanita yang melihat. Tapi kisah cintanya tidak semulus di bayangkan banyak orang. Meski fisik mendukung tapi soal wanita dia kurang beruntung.

Banyak orang yang mencintai tapi cintanya hanya untuk wanita di masa lalunya. Clara Mariana Argata.

Pertemuan dengan wanita yang mirip wanita di masa lalu menghantuinya. Ciara Hanaria Azata. Memiliki banyak rahasia yang wanita itu sembunyikan. Hingga wanita itu diam-diam mengagumi Bima saat pertemuan pertama.

Apa Bima akan melupakan sosok wanita yang di cintai selama hidupnya? Atau wanita yang mirip dengan masa lalunya yang akan mengubah segalanya, menjadi cinta baru...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOVIA IP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pejuang Cinta

Update guys

Author kalem lagi galau

Niat update kemarin ke pending

Yang penting sekarang update 

Jangan lupa komen dan jempolnya (👍) dong

***

Akhirnya weekend telah tiba hore hore! Hana terlepas dari belenggu Bos kecenya yang super duper judes dan cuek yang alaihim gambreng. Ia bisa tidur santai sambil nonton drama korea yang dibintangi aktor favoritnya yaitu Hyun Bin yang menceritakan tentang jendral asal korea utara yang menyukai seorang wanita yang berasal dari keluarga konglomerat korea selatan. Kisah mereka menjadi sebuah pelajaran hidup untuk Hana. Perbedaan kasta atau status selalu menjadi pertimbangan untuk sebuah jalinan kasih yang diwarnai lika-liku kehidupan. Hana membenarkan posisinya yang tengkurap menjadi duduk bersila di atas ranjangnya. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Acara nontonnya sudah mulai sejak subuh tadi karena memang Hana sudah biasa bangun pagi buta. Mengecek ponselnya siapa tahu ada chat penting. Benar saja ada chat masuk dari grup dengan nama 'Pejuang Wanita' yang Hana buat. Asal nama saja. Toh memang Hana dan sahabatnya memang seorang pejuang. Pejuang untuk mendapatkan cinta sejati.

@Audy_Kutil: Woi Hana! Weekend kita nongkrong yuk! 

@Felix_Kepo: Bener tuh. Nongkronglah anak muda. Jangan mager mulu. Di depan TV nontonin drama koreyah melulu napa. Mainlah kuy!

@Hana_Kece: Gak senang banget kalian berdua lihat aku santai dikit. Capek woi capek!

@Audy_Kutil: Capek kenapa? Di ajakin kemana kemarin sama Pak Bima? Sampe kecapean begitu.

@Hana_Kece: DASAR KEPO! 

@Felix_Kepo: Pak Bima siapa? Aku gak tahu nih.

@Audy_Kutil: Ceo baru di tempatku. Nah si Hana sekarang jadi sekretarisnya. @Hana_Kece: B aja, keles. 

@Felix_Kepo: Oh! Mantap tuh! Gebet aja.

@Hana_Kece: Sebelum kamu ngomong aku sudah lakukan Mbak suster ngesot. 

@Felix_Kepo: Sialan. Suster cantik malah di samain suster ngesot. Dokter kece bisa kabur dong dari peredaran lihat akoh. 

@Hana_Kece: Masih ngarep dokter mesum yang kamu ceritakan itu? 

@Felix_Kepo: Iya. Dokter kece. Tiada duanya.

@Audy_Kutil: Heran punya teman gak ada yang benar. Yang satu ngejar Bosnya. Yang ini ngejar Dokternya. Apa cuma aku yang malah di kejar Pak Polisi. Beda sih yang laku sama yang gak laku. Buahahhahahahaha

@Felix_Kepo: Sialan. 

@Hana_Kece: Kamvret. 

@Audy_Kutil: Damai sis! Bercanda. 

@Felix_Kepo: Gak lucu. 

@Hana_Kece: Gak lucu kutil. 

@Audy_Kutil: Hari ini nongkrong di cafe biasa. Jam dua jangan telat! 

@Felix_Kepo: Oke! 

@Hana_Kece: Siap bosque!

Chat-an berakhir. Hana beringsut dari ranjangnya untuk mandi sebelum ke bawah menemui keluarganya yang dipastikan sedang berkumpul di ruangan kalau memang sedang hari libur begini. Family time.

Selesai dengan ritual mandinya. Hana melangkah turun menuruni tangga dengan pakaian santai kaos polos putih yang dipadukan dengan rok plisket diatas lutut berwarna hitam. Pandangannya mendapati keluarganya sudah ada kumpul sedang menonton televisi.

Hana duduk menyapa mereka. "Pagi semuanya... "

"Pagi." ucap ketiganya serentak. Hana duduk di sebelah Tyana yang sedang fokus dengan acara kartun yang di tontonnya sembari memegang cemilan kacang di toples.

Seperti biasanya Ayahnya duduk membaca majalah yang sering ia baca. Bundanya duduk di samping Ayahnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Azata. Hana beruntung bisa berada masuk kedalam keluarga kedua orangtua angkatnya. Mereka tetap harmonis meskipun tidak punya anak dalam kehidupan keluarganya. Meski dulu mereka sempat memiliki anak. Namun Allah mengambilnya lebih dulu. Kadang Hana dalam ibadahnya selalu memanjatkan doa agar keduanya mendapatkan kebahagian mereka. 

"Tumben jam segini turun biasanya sudah sore baru kamu turun kalau hari libur begini." seru Azata. Biasanya Hana akan mengurung di kamar seharian setiap libur tiba. Dan Azata tahu kalau anaknya ini selalu mengeram, menonton dan bermalas-malasan di dalam kamar tanpa tahu kalau di bentak luar ada tamu atau kegiatan apapun. 

"Soalnya siang Audy sama Felix mau ngajakin maen, Yah. Makanya Hana butuh persiapan buat nanti siang." balas Hana sembari mengambil keripik balado yang berada di tangan Tyana. 

Azata menyimpan majalahnya tanpa menggeserkan posisi Safira yang menyandarkan bahunya. Ia memandang Hana yang memang sudah dididik dan dibesarkan Azata dan Safira. 

"Gitu dong main jangan mengeram melulu kalau bulukan gimana? Nanti mana ada cowok nempelin kalau kamu terus di dalam kamar." ujar Azata.

"Ayah jahat masa anaknya di bilang bulukan sih. Gini-gini Hana perawatan. Banyak kok yang nempelin cuma Hana pilih-pilih gak mau salah pilih lagi." tukas Hana cemberut melipat kedua tangannya di dada matanya enggan melihat Azata kesal. 

"Gitu aja ngambek. Ayah jodohin mau sama teman Ayah?" Azata hanya asal bicara tidak serius. Ia tahu kalau Hana pernah merasa gagal dalam hubungannya.

"Masa Hana di jodohin sama teman Ayah sih. Pada tua dong. Hana gak suka sama Om-om. Mau yang muda dan mapan." jawabnya kesal.

"Jangan salah loh. Tua-tua banyak duitnya. Muda belum tentu mapan kalau masih mendapatkan pemasukan dari orang tua."

"Aku bakal cari sendiri. Aku yakin sebenar lagi jodohku akan datang." Hana dengan keyakinannya. Mengepal tangan kanan berada di depan dadanya dengan wajah penuh kepercayaan diri. 

"Semangat buat kamu, Hana. Bunda yakin tahun ini bakal bawa calon mantu buat kita. Benar gak, Yah?" ucap Safira kemudian menyikut perut Azata untuk menanggapi kata Safira tadi. 

"Iya, amin."

Amin deh! Hana melihat Tyana sejak tadi menonton begitu serius tidak merasa terganggu disekitarnya yang sejak tadi berisik. 

"Tante. Kok punya Tya diambil." protes Tyana karena saat akan memasukan keripiknya akan masuk ke dalam mulut malah di ambil Hana. Tyana cemberut. 

Azata dan Safira melihat dua gadis mereka berseteru hanya karena keripik balado untung bukan sambalado.

"Pelit banget sih. Cuma satu biji doang." sanggahnya kemudian meraup keripik balado di dalam toples dan membuat Tyana mendelik.

"Loh kok makin banyak ngambilnya." Tyana kembali protes karena Hana meraup keripiknya lebih banyak hingga sisa keripik berjatuhan ke lantai. 

"Sekalian tante Hana ambil yang banyak. Sekalian juga kamu ngambeknya gak tanggung-tanggung." sanggahnya. 

"Huh dasar. Tante garong." ejek Tyana kesal. 

"Jiah bocah ingusan."

"Tante jomblo."

"Wah! Jangan main kasar dong. Status kok di bawa-bawa sih. Pencemaran nama baik dan harga gono-gini."

"Prett... "

Hana mendengus gemas dengan tingkah Tyana.

***

Suasana cafe sangat ramai. Kebanyakan anak muda dan para pasangan. Hari libur memang selalu penuh hingga ia harus cepat menempatkan tempat duduk. Hana tiba lima menit lebih awal. Seperti biasa dua sahabatnya selalu saja ngaret dan Hana selalu on time. Gini nasib seorang jomblo. Harusnya berlibur dengan tambatan hati. Inilah nongkrong with best friend. Lebih baik daripada sendirian. Tidak ada hiburan.

"Audy sama Felix mana sih?" gerutunya melihat ponsel men-chat sahabatnya belum ada yang membalas atau membacanya.

Tidak lama kedua wanita itu berlari kecil menghampiri dengan wajah kacau balau dan nafas tidak beraturan. Hana mengerut kening ada apa dengan mereka berdua?

"Kalian habis di kejar perampok?" tanya Hana ngasal jeplak. Audy mengambil minum Hana tanpa permisi minum hingga tandas dan Felix memanggil pelayan. 

"Bukan dikejar rampok, Na. Tapi aku dibawa tukang ojek ngebut nih." balas Audy menunjuk jari telunjuk ke arah Felix di sebelahnya. "Bawa motor kayak macam Lorenzo tanding aja. Untung gak nabrak kanan-kiri. Kalau pacarku lihat si Felix bisa di tilang tuh." tandasnya. Audy memiliki pacar di antara mereka berdua dengan profesi seorang polisi yang terkenal akan keramahannya. Mereka berpacaran hampir tiga tahun lamanya. 

Bicara soal sahabat Hana selain Audy ada juga Felix. Wait, jangan berpikir kalau Felix itu pria. Felixi Alexandria adalah seorang wanita berprofesi suster di rumah sakit terbesar di kota Jakarta. Meski sedikit tomboy kalau soal pria tampan dia nomor satu terutama kecintaannya pada dokter rumah sakitnya bekerja.

"Salah sendiri mau nebeng." acuh Felix setelah memesan minuman untuk mereka. 

"Kalau mobil gak masuk bengkel dan  Bang Egi gak lagi membasmi kejahatan. Aku juga gak mau nebeng sama Lorenzo versi cewek."

Hana setia mendengarkan keluhan Audy. Felix tampak biasa yang namanya bawa motor ugal-ugalan di jalan sudah makanan biasa. Itu tidak akan terjadi kalau Felix sedang di kejar waktu itu seperti saat ini. Namanya janji harus ditepati tapi meski mengutamakan keselamatan juga. 

"So, kalian sudah selamat sampai tujuan. Kita bahas yang lain saja. Bagaimana?"

Felix dan Audy melupakan hal tadi fokus untuk pertemuan mereka yang memang berniat untuk nongkrong. Mereka berdua mengangguk setuju. 

"Aku mau cerita sama kalian berdua. Info paling penting." kata Felix membuat Hana dan Audy mulai memandang serius dan fokus karena memang info yang diberi Felix selalu hot news. Macam akun gosip atau mading yang selalu up to date. 

"Apa tuh?" keduanya bersamaan.

"Minggu depan ada party ulang tahun Abang Tora. Dan itu kebanyakan anak orang kaya dan anak pejabat . Kita diundang guys." Jelasnya. Felix memang selalu mempunyai info terkini dan saudara sepupunya Tora seorang arsitek muda yang banyak menjalin pertemanan dan bisnisnya dengan beberapa orang berduit.

"Mantul sih, Fel. Tapi party nya Abang Tora sekarang temanya gak ada yang aneh-aneh kayak dulu?" sahut Hana tidak ingin seperti party yang pernah mereka hadiri mengharuskan memakai bikini. Hingga mereka tidak jadi gabung karena mempertontonkan tubuh polos mereka bertiga.

"Gak kok. Aku jamin karena acaranya bertema pesta topeng." sahutnya dengan gembira sambil mengeluarkan undangan berwarna gold. 

Hana dan Audy ikut girang. Jarang-jarang dapat kesempatan emas begini apalagi pesta topeng yang selalu Hana bayang-bayang macam novel yang dibacanya dan pasti banyak pria-pria tampan dan mapan meski Bima masih incaran nomor satunya yang membutuhkan kerja keras. 

"Aku ijin Bang Egi dulu deh." kata Audy membuat Hana dan Felix mendengus.

"Ya, ya yang punya pacar ijin dulu sono. Takutnya gak ijin nanti di samperin sama Bang Egi nekad buat bubar jalan acara." ujar Felix disetujui Hana. "Setuju. Biar nanti kita gak disangka berbuat macam-macam sama calon istri Pak Polisi yang manja ini." timpal Hana.

"Makanya cepetan punya pacar biar ada yang perhatian sama kalian."

"Segerakeun.."

Mereka mengobrol dengan riang dengan menikmati coffee dan donat mereka tidak lama sosok pria yang dikenal Hana yaitu Bosnya, Bima. Hanya menerka-nerka Bosnya sedang apa disini apalagi begitu terlihat akrab dengan wanita berseragam pelayan. Kemudian sosok Bima menghilang saat mengikuti pelayan wanita itu ke lantai atas. Hana penasaran. Namun lamunannya buyar saat Felix menyentuh bahu Hana sedikit keras.

"Kamu kenapa?" tanya Felix menoleh ke arah yang Hana lihat. Namun tidak ada yang aneh. 

"Tadi aku lihat Pak Bima di sini… " balasnya kembali fokus memainkan gelas coffeenya.

"Wajar dong, ini kan cafe milik Bu Luna." potong Audy.

"Apa?" Hana terkejut karena baru tahu setelah sekian lama. Memang dia baru kenal dengan Bosnya tidak menyangka saja.

"Dasar kudet!"

Felix sendiri tidak tahu yang mereka berdua bicarakan karena memang mereka dan dia berbeda profesi. 

"Pak Bima, Bos kamu itu?" tanyanya ingin tahu.

"Iya, Bos kita berdua. Incaran si Hana." ujar Audy. 

"Tapi kayaknya dia sudah punya pacar deh!" ucapnya lesu mengingat kejadian kemarin. 

"Tahu dari mana kamu?" Audy penasaran begitupun Felix. 

"Kemarin dia minta aku ikut buat beli kalung buat orang yang di sayangi dan cintai, malah dia bilang lebih dari kekasih. Coba kalau bukan pacar apalagi?"

"Ibunya kali." Tebak Felix.

"Kalau gak adiknya yang kembar." timpah Audy. 

"Ibunya bisa jadi, kalau adiknya harusnya beli dua inikan belinya satu kalung. Ditambah dia antusias banget buat ngasih kalungnya."

Mereka terdiam sesaat memberikan ketenangan untuk Hana yang sedang dirundung awan mendung.

"Hana kece yang paling badai mirip sama Im yoona artis koreyah, sebelum janur kuning melengkungkan Pak Bima masih milik bersama. Jangan menyerah kalau kata lagu D'masiv. Kalau menyerah terus melangkah kayak bait lagu Peterpan. Semangat mendapatkan dan berjuang kayak grup kita pejuang wanita." cerocos Felix dengan panjang lebar seperti jalan tol. 

Hana dan Audy sempat pusing mendengar cerocosan Felix. Namun kata Felix benar jangan menyerah, terus melangkah dan berjuang mendapatkan tambatan hati. Kalau memang jodoh tidak akan kemana. Kalau memang tidak jodoh mungkin ada rencana lain dibalik semuanya.

"Pejuang cinta tidak akan menyerah. Toss!!!!"

***

"Semuanya persiapan sudah semua di lakukan kan, Bi?"

"Sudah semua kok, Daddy. Coba suruh Dila mengecek ulang. Nabil dan Kaivano sedang melakukan perintah Bi ke suatu tempat." Bima memandang ponselnya dan seperti mencari sesuatu dan Reza masih duduk memandang kedua anaknya yang sedang duduk bersebelahan. Mereka bertiga berada dalam ruangan kerja di rumah. Setelah kepulangan Bima dari cafe mereka berkumpul untuk mempersiapkan suatu kejutan untuk Mommy-nya, Luna. 

"Persiapan sudah hampir 70%, Daddy." Nadila setelah mengecek memandang ke arah Reza sedang bersedekap mendengarkan. 

"Kita punya waktu dua hari lagi loh buat acara kita. Yakin bakal selesai."

"Yakin dong. Tenang aja urusan biar anak-anak Daddy yang urus. Pokoknya semua akan berjalan sesuai keinginan kita." tegas Bima mengangguk Nadila setuju. Dan Reza percaya akan kerja anak-anaknya yang begitu antusias mempersiapkan segalanya tanpa campur tangan Reza. 

"Daddy percaya sama kalian. Ingat jangan terlalu mewah kalian tahu sendiri selera Mommy kalian."

"Of course!"

Selesai membicarakan tujuan mereka. Nadila terlebih dulu melenggang meninggalkan kedua pria itu dalam ruangan. Nadila memiliki kepekaan tingkat cenayang. Bima duduk berhadapan dengan Reza dalam segi fisik keduanya sangat mirip dari hidung dan mata mereka. Terlebih lesung pipi keduanya terlihat jelas saat bicara ataupun tersenyum. 

"Daddy boleh bertanya sesuatu?" Reza membuka suara terlebih dahulu. Bertanya hati-hati agar Bima siap untuk menjawab pertanyaannya nanti. 

"Tentang apa, Daddy. Jangan buat aku penasaran?" balas Bima langsung pada intinya. 

Reza mengambil pulpen diatas meja memainkannya dan pandangannya masih fokus pada Bima. 

"Daddy tahu kamu menyelidiki wanita itu kan?" kembali Reza berkata dengan hati-hati melihat perubahan raut wajah anaknya terlihat kaku. 

"Maksud Daddy? wanita itu, siapa?" kali ini Bima berbidik dan sedikit mengelak.

"Memangnya siapa lagi kalau bukan Hana. Clara?" ujar Reza. 

Bima terdiam. Bagaimana Daddy tahu? Beberapa hari setelah melihat data Hana. Ia langsung meminta orang menyelidik tentangnya. Bima menyewa detektif sewaan bukan Agen milik Raka, orang kepercayaan Reza. Dia sengaja agar Daddy-nya tidak ikut campur tapi nyatanya malah terbongkar juga.

"Kalau ingin menyelidiki sesuatu kamu bisa bilang sama Daddy, Bima. Tidak diam-diam. Bagaimana kalau orang yang kamu sewa ternyata tidak memberikan informasi dengan fakta sebenarnya." tungkas Reza tidak ingin kalau Bima salah mendapatkan informasi yang memang Reza dan Raka saja masih belum pasti akan semuanya. 

"Ini yang Bima buat penasaran seakan Daddy tahu akan rahasia tentang Hana yang Bima tidak boleh tahu. Clara. Wanita yang Bima cari selama ini tidak tahu keberadaan dan kabarnya. Apa Daddy tahu keberadaannya? hingga aku tidak boleh mengetahui sebuah kebenaran yang ada? Bima merasakan ada sesuatu yang Daddy sembunyikan. Ditambah Daddy meminta untuk melupakan Clara seakan memang Bima tidak akan pernah bersatu dengannya." cerca Bima membuat Reza terdiam tidak tahu menjawab apa. Ucapan Bima memang benar adanya. Tapi Reza masih belum bisa memberitahunya. Tidak ingin membuat Bima larut dalam kegelisahannya.

"Daddy melakukan itu untuk kamu. Tidak ingin kamu larut akan kesedihan yang tidak berarti."

Tidak berarti? Hanya Bima yang merasakan. Orang lain tidak tahu bagaimana rasanya. Setiap memiliki luka di masa lalu. Ada yang menyakiti dan disakiti. Perasaan menyakiti akan mudah melupakan dan disembuhkan dengan kata maaf saja. Tapi perasaan yang disakiti akan ada luka di hatinya sampai kapanpun. Ibarat luka jatuh yang berbekas.

"Bima mengerti maksud Daddy. Bima sudah besar dan dewasa untuk menyikapi semuanya. Bima bukan anak kecil yang masih butuh bimbingan orang tua. Biarkan Bima mengalami yang namanya cobaan dalam hidup agar Bima kedepannya akan melakukan yang terbaik untuk kehidupan Bima sendiri."

"Orangtua akan melakukan apapun demi anak-anaknya, sekalipun mengorbankan kebahagian kami."

"Itu yang Bima tidak mau. Bima ingin kalian bahagia tanpa mengorbankan Kebahagian kalian. Mana ada seorang anak bahagia kalau orang tuanya menderita."

Keduannya terdiam. Hanya ada helaan nafas di antara keduanya. Masih belum ada membuka suara setelah perdebatan mereka.  Mereka sama-sama ingin yang terbaik. Tapi cara mereka yang berbeda.

"Please, beritahu padaku semua yang Daddy tahu." kata Bima masih penasaran akan semua rahasia yang Reza sembunyikan.

"Bersabarlah, Daddy akan memberitahu kamu kebenaran semuanya."

Bima mengangguk. 

***

Banyak teka-teki yang nanti aku buka satu persatu 

Sebelumnya boleh dong minta VOTEnya biar rankingnya naik hehehe

Terima kasih

1
reea
blangkar or brankar bukan trolly thor🤣😭
Vy Maniez
saya sudah baca berulang x tapi belum ada jga lanjutannya.
Hardiana Rahim
othorrnya kmana ini?sdh brp tahun ini gk prnh up?mirisnya/Grimace//Smug/
ros
ceritanya gantung belum di selesaikan
adm dome
udah 1thn ga ad update an thor.
Desi Nofita Sari
ad yg tau thornya kemn
Desi Nofita Sari
kemna si author nya kok gak pernah up date n gak ad keterangan juga, padahal suka sm novel karya thor
Zulfha Barawas
halo thor .. apa kabar .. kangen cerita nya .. udab lama gak up 😭😭😭😭
Desi Nofita Sari
kok blm update juga kaj
Desi Nofita Sari
kemna kah gerangan author ini kok gak update2, msh ditunggu untuk selesai ni thor, kmu sehat kan
Desi Nofita Sari
kak thor kok gak up2 si kasih tau dong kenapa,,,, kamu sehatkan
Herlan Budiman
ini author'y kmna ya? ko ga pernah d lanjut
Khey Rachmat
kok ga update lg thor sudah mau setahun.. aku kangen bima
Hana Rohana
gantung ,bolak balik cek ga ada up terus
Lia ajalah 💋
otor ba'a kabanyo nih...kok gak pernah up lagi,gantung deh ceritanya tor ✌️😥
Anonim
Lanjut thor penasaran dengan cerita selanjutnya
Anonim
bima
Anonim
Yang A thor
Anonim
Visual siapa thor?
Desi Nofita Sari
thor knm ni da lm banget gak up date
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!