Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kata kata yang Spontan
"Meong meong" Suara lucu milik seekor kucing terdengar gemas mendekati Langit.
"Ya ampun sayangku, kangen banget deh sama kamu" Langit menggendong kucing berbulu tebal dan berhidung pesek itu, seraya menimang nimangnya.
Kucing berbulu putih mix sedikit saja orange itu mengibaskan ekornya dan mengeong manja. Langit mengelusnya dengan sayang, lalu membawanya pergi ke kamarnya.
"Ckckck" Gumam Bumi yang memperhatikan kelakuan random adiknya itu.
"Eh Den Bumi baru Dateng ya?" Tanya bi Eli ART senior di rumah itu.
"Iya bi, tolong siapin air hangat ya bi buat aku mandi" Pintanya
"Baik Den, apa mau disiapkan makan malam juga den?" Tanya bi Eli lagi.
Bumi menggeleng "Gak perlu bi, udah kenyang banget di traktir si Kevin seharian."
Bi Eli tersenyum "Oh den Kevin yang tempo hari main kesini itu ya den?"
"Iya bi, bibi masih inget aja, jangan jangan naksir ya bibi hahaha" Kata Bumi mulai bercanda, pembawaannya yang ramah membuatnya bisa nyaman untuk mengobrol dengan siapa saja termasuk art art di rumahnya.
"Hihi naksir lah den, orang cakep bener deh kayak oppa oppa Korea."
Kata bi Eli menjawab dengan antusias.
Bumi terkekeh mendengar jawaban artnya itu "Wah berarti pesona Bumi udah kalah nih ya sekarang bik"
Bi Eli menggeleng "Enggak lah den, kalau den Bumi sama den Langit mah gak terkalahkan deh pokoknya, paling cakep se kota Jala"
Bumi terkekeh lagi "Bisa aja bibi ini, yaudah bi jangan lupa siapin airnya ya."
Bi Eni mengangguk paham "Baik den" Katanya sambil bergegas Kamar Bumi untuk menyiapkan air hangat.
Bumi merebahkan dirinya di Sofa, untuk memulihkan energinya.
Tak Lama Langit yang sudah berganti pakaian dengan kolor dan kaus oblong berwarna hitam keluar dari kamarnya, rambutnya setengah basah dan acak acakan menandakan kalau dia baru saja selesai mandi.
"Minjem HP Lo bro" Ujarnya tiba tiba.
Bumi merogoh saku celananya dan melempar sebuah HP iPhone 18 promax ke arah Langit.
"Kodenya?" Tanya Langit datar.
"Ulangtahun gue" Jawab Bumi malas.
Langit menggaruk kepalanya "Gak inget gue" Ucapnya.
Bumi menatap tajam adiknya itu dengan raut wajah berkerut "Lo gak tertarik sama apapun gapapa, tapi setidaknya Ultah keluarga sendiri di inget lah bro"
Langit tersenyum sinis "Emangnya lo inget ultah gue?" Tanyanya dengan nada dingin.
"27 Januari 2009" Jawab Bumi tanpa perlu berfikir lagi.
Langit berpura pura kaget sambil membuka mulutnya "Wah, sungguh mengharukan" Katanya mengejek Bumi.
Bumi berjalan kearahnya sambil menjitak kepala adiknya itu, ia mengambil Hp itu lalu memasukan kode hingga akhirnya password-nya pun terbuka.
Langit tersenyum puas lalu membuka aplikasi WA di HP Bumi, mengetik sebuah nama, namun tampaknya ia tak berhasil menemukan apapun.
Wajahnya kecewa dan terlihat bad mood, ia melemparkan HP itu lagi ke arah Bumi, Dengan sigap Bumi menangkap HPnya.
"Lo gak punya nomer Cherry?" Tanya langit kecewa.
"Kagak" Jawab Bumi sambil memandang adiknya keheranan. "Mau apa lo?" Tanya Bumi menyelidik.
"Mau apa lagi, mau deketin dia lah" Jawab Langit santai, membuat Bumi ketar ketir.
"Sampe Lo nekad minta nomernya, gue sikat lo" Ancam Bumi.
Langit mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum simpul "Halangi gue kalau bisa" Ujarnya tengil.
Bumi menggeleng gelengkan kepalanya, sambil menarik nafas panjang, kalau sudah begini iapun tak akan bisa berbuat apa apa lagi.
Sejenak ia melamunkan sesuatu, kemudian jari jemarinya asik mengetik Chat dengan seseorang.
Tak lama kemudian ia tersenyum bahagia "Yes" Ucapnya. "Setidaknya kalaupun harus rebutan gue gak akan kalah start" Gumamnya pelan.
***
Sebuah pesan singkat masuk ke HP Cherry, dari nomer yang tak dikenalnya.
"Udah Tidur?"
Cherry yang masih terjaga membuka pesan itu, karena tak tahu pengirimnya Cherry membuka Foto Profil pengirim tersebut.
Ia keheranan melihat Foto Profil tersebut cuma gambar seekor kucing putih orange yang sedang duduk di sofa.
Karena penasaran Cherry pun membalas pesan itu "Belum, kalau boleh tau ini siapa ya?"
"Cowok ganteng" Jawab sang pengirim pesan misterius itu.
Cherry tersenyum dan tampak sudah menyadari siapa yang sedang berkirim pesan dengannya itu.
Ia sengaja hanya membaca pesan itu dan tak membalasnya lagi, ingin melihat reaksi selanjutnya dari sang pengirim pesan.
15 menit berlalu akhirnya sebuah telepon masuk dari nomer baru. Tanpa menguji lagi Cherry langsung mengangkatnya.
"Hallo" Ucap suara dari sebrang telepon.
"Apa sih Langit" Kata Cherry langsung menyambar.
"Hahaha" Tawa Pria itu nyaring "Kok langsung ketauan sih" Katanya pura pura kaget, nada suaranya riang.
"Basi tau ih, siapa lagi orang yang bisa kayak gini, kayaknya cuma lo doang" Jawab Cherry.
Langit berguling guling di kasurnya kegirangan seperti anak kecil "Yaudah kalau udah tau, jangan lupa di save ya nomer cowok ganteng ini" Ujarnya sambil menahan perasaan bahagianya.
"Iya siap" sahut Cherry dari sebrang telepon malu malu.
"Selamat malam cewek imut pujaan hatiku" Ujar Langit tanpa filter.
Cherry terkejut namun ia mencoba tetap tenang "Gombal, nanti cewek Lo marah lagi"
Langit terdiam sejenak kemudian berkata "Gue gak sekejam elo tau" Ujarnya.
"Hah Kejam gimana maksudnya" Tanya Cherry tak terima.
"Adalah pokoknya" Jawab Langit dengan nada sedih.
"Ih Langit apaan sih kalau ngomong suka gak jelas." Cherry jadi kesal sendiri.
"Gue gak punya cewek Cherry, soalnya cewek yang gue suka lagi sibuk pacaran sama oranglain." Ujar Langit terdengar sedih.
DEG Jantung Cherry seperti berhenti berdetak untuk sepersekian detik, kok sepertinya dia yang sedang disindir oleh Langit, tapi mana mungkin batinnya, ia dan Langit kan baru saja saling kenal.
"Gue jomblo Cherry, jadi gak ada alesan buat gak bales chat atau angkat telepon gue ya." Kata Langit lembut.
Cherry terdiam, "Tapi gue punya cowok Langit." Ujarnya di dalam hati. Ia kemudian melamun.
"Hei, Cherry" Panggilnya lembut membuyarkan lamunan gadis itu.
Cherry menjawab pelan "Iya"
"Gue harap Lo cepet putus sama cowok Lo."
Sontak Cherry ternganga mendengar omongan spontan Langit, awalnya dia hanya menganggap pria ini iseng namun lama kelamaan semakin dirasa semakin semuanya terasa jelas.
"Kok diem sih?"
"Langit udah ah, jangan ngomong sembarangan, emangnya Lo suka sama gue apa?" Tanya Cherry emosional.
"Iya, gue suka sama Lo, gue bener bener suka sama Cherry" Jawab Langit Cepat dan Yakin.
Cherry terkaget untuk jawaban ajaib yang tak pernah disangkanya itu. "Langit Lo bukan cowok playboy kayak di drama drama kan?"
Langit terkekeh "Selamanya Langit bakal cuma suka sama Cherry, Langit Janji"
"Ih Langit apaan sih jangan baper in orang dong" protes Cherry yang memang mulai baper.
"Langit serius Cherry yang imut, Langit berani sumpah mati." Katanya tanpa ada sedikit keraguan.
Cherry terdiam lagi lalu berkata "Udah ah kepala Cherry pusing, Cherry anggap obrolan ini cuma iseng ya"
Langit tertawa geli dari sebrang telpon kemudian berkata serius "Gak apa apa kalau hari ini Cherry tolak, kan baru sekali nyatain suka, Langit bakal ulang terus biar Cherry percaya."
Ada perasaan aneh di dada Cherry, perasaan senang namun terbalut bersalah. Karena mau bagaimanapun saat ini dia memang masih berpacaran dengan Dion.
"Langit udah ya, gue tidur dulu." Cherry mencoba menghindar, kali ini ia tak bisa mengatur perasaannya.
"Iya, gih tidur lagian udah malem, selamat tidur tuan Putri cantik, Bye"
"Bye Lang".
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿