NovelToon NovelToon
Anak Rahasia Sang Mafia

Anak Rahasia Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Malam kelam empat tahun lalu selalu datang menyapa benak Adrian setiap kali hening mulai menguasai sudut-sudut markas mewahnya. Sebagai seorang pemimpin jaringan bawah tanah yang disegani sekaligus ditakuti di kota ini, tak ada satu pun hal yang luput dari genggamannya—kecuali ingatan tentang malam itu. Sebuah penyesalan samar yang tak pernah terus terang ia akui, tetapi secara perlahan mengikis ketenangannya. Sampai detik ini, deretan anak buah terbaiknya yang tersebar di berbagai penjuru wilayah belum juga berhasil menemukan keberadaan wanita yang pernah hadir sejenak di hidupnya. Pria itu bahkan hanya mengingat sepenggal nama yang dibisikkan dalam kepasrahan malam: Alea.

​Jauh dari hiruk-pikuk pusat kota yang dipenuhi kemewahan dan intrik kekuasaan, Alea menjalani hidup sederhana di sebuah pemukiman pinggiran. Di sana, ia bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam tanpa pernah mengeluh. Semua keringat dan rasa lelahnya menguap setiap kali melihat senyum manis putra kecilnya,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebanggaan Kecil Di Gerbang Sekolah

​Sinar matahari pagi membias hangat menembus celah-celah bangunan padat di pinggiran kota. Jam menunjukkan pukul 6:30 pagi ketika deru halus mesin mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan gang kontrakan sederhana tempat Alea tinggal.

​Keesokan paginya jam 6:30 pagi Adrian sudah sampai di depan kontrakan Alea dengan setelan jas hitam. Potongan jasnya yang sempurna membalut tubuh jangkung dan atletis itu, memancarkan aura wibawa yang begitu dominan namun kali ini terasa hangat. Dia turun dari mobil, merapikan kancing jasnya sembari melangkah masuk ke halaman kontrakan kecil yang mulai terang disapu fajar.

​"Papaaa!" teriak Azka yang sudah rapi.

​Bocah tiga setengah tahun itu berlari kecil keluar dari pintu kontrakan yang terbuka lebar. Ia sudah mengenakan seragam TK-nya yang bersih, tas ransel kuning mungil tersangkut di bahunya, dan rambutnya tersisir rapi. Raut wajahnya dipenuhi binar kebahagiaan yang meluap-luap saat melihat sosok Adrian yang benar-benar menepati janjinya untuk datang.

​Adrian refleks berlutut di atas ubin semen, menyambut tubuh mungil Azka yang meluncur ke dalam dekapannya. Pria yang ditakuti di dunia bawah tanah itu tertawa pelan—sebuah tawa tulus yang amat jarang terdengar dari bibirnya—lalu mengangkat tubuh kecil Azka ke dalam gendongannya.

​"Pagi, Anak Papa," bisik Adrian lembut, mengecup pipi cabi Azka yang harum bedak bayi. "Sudah siap ke sekolah hari ini?"

​"Sudah! Azka sudah mandi, sudah sarapan roti yang Bikin Ibu!" jawab Azka antusias sembari menunjuk-nunjuk mobil hitam mewah di depan gang. "Kita naik mobil Papa yang besar itu, kan?"

​"Tentu saja, Sayang. Mulai hari ini, Papa yang akan selalu antar dan jemput Azka," jawab Adrian mantap.

​Di ambang pintu kontrakan, Alea berdiri mengamati momen hangat itu. Ia mengenakan pakaian kasual sederhana siap untuk berangkat kerja ke toko bunga. Melihat binar bahagia di mata Azka yang tak pernah secerah ini sebelumnya, perasaan tenang perlahan mengalir di dalam dada Alea. Benteng pertahanannya yang keras runtuh perlahan oleh ketulusan Adrian yang tak berkurang sedikit pun.

​Adrian mengalihkan pandangannya pada Alea, mengulas senyum tipis yang sarat akan kehangatan. "Pagi, Alea. Biar aku yang mengantar Azka ke sekolah, sekalian aku antar kamu ke toko bunga."

​Alea menghela napas pelan, mengunci pintu kontrakannya lalu mendekati mereka berdua. "Terima kasih, Adrian... Tapi tolong jangan terlalu mencolok di sekolah Azka nanti," ucap Alea mengingatkan dengan lembut.

​"Tenang saja. Hari ini aku hanya seorang ayah yang membanggakan putranya," janji Adrian penuh kepastian.

​Akhirnya mereka bertiga naik mobil. Aromaterapi mewah yang menenangkan membalut kabin kendaraan bernuansa gelap itu. Azka duduk di kursi belakang dengan pelindung sabuk pengaman, matanya yang bulat tak berhenti berbinar menatap interior mobil yang serba canggih. Sementara itu, Alea duduk di samping Adrian yang memegang kemudi dengan tenang.

​Sesuai permintaan Alea, Adrian terlebih dahulu mengantar Alea ke toko roti tempatnya bekerja—sebuah bangunan mungil beraroma gandum manis di sudut jalan utama.

​Mobil mewah itu berhenti halus di depan toko. Alea menoleh ke belakang, mengusap lembut kepala Azka. "Azka belajar yang rajin ya, Sayang... Jangan nakal sama Bu Guru dan teman-teman."

​"Siap, Ibu!" jawab Azka riang sembari memberi hormat polos.

​Alea kemudian menatap Adrian sejenak. "Terima kasih, Adrian. Hati-hati di jalan."

​"Sama-sama. Nanti sore aku dan Azka yang akan jemput kamu pulang kerja," balas Adrian dengan senyum tipis yang hangat. Alea hanya mengangguk pelan sebelum turun dari mobil dan melambaikan tangan.

​Setelah melepas keberangkatan Alea, Adrian kembali melajukan mobilnya menuju TK tempat Azka menuntut ilmu.

​Begitu mobil hitam mengkilap itu berbelok dan terparkir tepat di depan gerbang TK, perhatian para orang tua murid dan guru-guru yang berdiri di halaman seketika tersedot. Suasana riuh pagi itu mendadak hening sejenak melihat kendaraan mewah yang amat jarang melintas di area pinggiran kota tersebut.

​Adrian turun terlebih dahulu. Dengan setelan jas hitamnya yang sangat rapi dan berwibawa, ia melangkah memutari mobil lalu membukakan pintu belakang untuk sang putra. Pria jangkung itu membungkuk, menggendong Azka keluar dari dalam mobil dan mendudukkannya di pundaknya dengan penuh kehangatan.

​"Papaaa, Azka tinggi banget!" seru Azka kegirangan dari atas pundak sang ayah, memegangi rambut Adrian.

​Anak-anak kecil yang kemarin sempat mengolok-olok Azka berdiri terpaku di dekat area taman. Mereka menatap Azka dengan mata berbinar penuh rasa kagum dan takjub. Tak ada lagi bisik-bisik ejekan, yang ada hanyalah tatapan iri melihat betapa gagahnya sosok ayah yang menggendong Azka hari ini.

​"Lihat, itu Papanya Azka! Gagah banget kaya di TV!" bisik salah satu anak kecil kepada ibunya.

​Adrian melangkah mantap menyeberangi gerbang sekolah. Senyum kebanggaan terukir jelas di raut wajahnya yang biasa dingin. Ia menurunkan Azka perlahan di hadapan sang guru yang menyambut mereka dengan wajah terkejut sekaligus segan.

​"Pagi, Bu Guru. Saya Adrian... ayahnya Azka," ucap Adrian tegas namun sopan, memperkenalkan dirinya secara resmi di depan umum untuk pertama kalinya.

​Azka mendongak menatap Adrian dengan dada menyeliup kebanggaan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, bocah kecil itu bisa tersenyum lebar di depan teman-temannya tanpa perlu merasa ragu lagi.

1
Ariany Sudjana
pemberkatan ga bisa digabungkan dengan akad yah 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_: Sudah aku perbaiki ya kak🤭
total 1 replies
Lisa
👍 Bahagia & rukun selalu ya utk Adrian sekeluarga .
Pa Muhsid
perasaan toko bunga kok jadi toko roti udah pindah krja ya
Ariany Sudjana
mama Adrian saja yang gila, apalagi dibujuk sama si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Alea sudah melewati masa kritisnya dan sudah sadar
Ariany Sudjana
bagus Adrian, kamu harus tegas, meskipun itu berarti mama kamu harus dihukum berat dan juga si pelacur murahan itu juga sama
Lisa
Bahagia selalu y utk kalian bertiga 🙏
Lisa
Puji Tuhan Alea sudah sadar kembali..cpt pulih y Alea..
Lisa
👍 ambil tindakan tegas terhadap ibumu Adrian
Lisa
Wah ke mana nih bodyguard nya
Ariany Sudjana
katanya Adrian mafia yah, tapi kok bodohnya kebangetan yah? sampai bisa menculik Azka dan menembak Alea, ini pengawal Adrian patut dipertanyakan kualitasnya
Ariany Sudjana
ini ibu yang bodoh, mau saja dikendalikan sama pelacur murahan yang ga tahu diri? waspada terus ya Adrian
Lisa: ya tuh ibu yg ga tegas..waspada selalu y Adrian..
total 1 replies
geandra
Alea kerja d toko roti atw bunga ya??
geandra
perasaan alea g tau kalo Azka masuk rmh sakit,terus Alea juga udh tau nama si Adrian,emang dr awal udh tau atw gimna thor? aku baca nya mereka g saking kenal cuma Adrian doang yg tau nama Alea deh..btw plis deh Alea kalo d fikir2 km jg salah loh setelah kejadian malah langsng minggat,kalo emang tau laki2 yg tdur sama km tuh si Adrian kno g nyari? pas d usir malah menjauh
Lisa
👍👍 Langkah Adrian bagus banget utk melawan Ma² nya & Jessica.
Lisa
Good job Adrian bereskan urusan pekerjaannmu dan tunjukkan pd ortumu bahwa siapapun ga bisa mengusik Alea & Azka.
Ariany Sudjana
Tante, perempuan yang kamu sebut jalang itu justru perempuan baik-baik, yang membesarkan cucu kamu tanpa campur tangan Adrian sama sekali, sedangkan perempuan yang kamu banggakan itu hanya pelacur murahan dan bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣 dan hanya mengincar harta kekayaan kamu saja
Ariany Sudjana
bagus Adrian kamu harus tegas dan segera bereskan urusan pekerjaan kamu dan hancurkan juga si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
mama kamu harus tahu Adrian kalau Alea itu perempuan baik-baik dan mandiri, dan sanggup membesarkan Azka tanpa campur tangan keluarga kamu sama sekali, sangat berbeda dengan si pelacur murahan kesayangan mama kamu itu, yang sangat murahan
Ariany Sudjana
kamu harus tegas Adrian, jangan biarkan si pelacur murahan itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Alea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!