NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Calon Suami

Penyesalan Seorang Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

Ayana pikir cinta berarti selalu berada di sisi orang yang dicintainya. Ketika Angga kehilangan kekasih dan ibunya dalam waktu berdekatan, Ayana hadir untuk membantunya bangkit. Bahkan tanpa sepengetahuan Angga, Ayana diam-diam menggunakan segala yang dimilikinya untuk membantu pria itu meraih kesuksesan. Hingga mereka bertunangan dan pernikahan tinggal menghitung hari. Namun masa lalu Angga kembali. Rara, mantan kekasihnya, datang membawa luka, air mata, dan seorang bayi dalam kandungan. Perlahan, Angga mulai memilih Rara. Meninggalkan Ayana di hari fitting gaun pengantin Membiarkan Rara duduk di sampingnya sementara Ayana harus duduk di belakang Bahkan meminta Ayana mengalah dalam pencatatan pernikahan demi masa depan anak Rara. Sampai akhirnya Ayana sadar, Ia bukan lagi calon istri yang diprioritaskan. Ia hanya pilihan yang diminta untuk mengerti. Ayana pun pergi. Tanpa dendam. Tanpa membalas. Ia hanya berhenti menyelamatkan pria yang tidak pernah menyadari bahwa selama ini, dialah yang membuat hidupnya begitu mudah. Ketika Ayana kembali ke kota besar dan bertemu Kenan, seorang pewaris yang setara dengannya, hidupnya perlahan berubah. Sementara itu, kehidupan Angga mulai runtuh. Dan saat Angga akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Ayana, semuanya sudah terlambat. Karena perempuan yang dulu rela berdiri di belakangnya kini telah menemukan seseorang yang bersedia berdiri di sisinya. Akankah Angga mendapatkan Ayana kembali, atau harus hidup dengan penyesalan karena telah kehilangan perempuan yang seharusnya menjadi istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melanggar Batas

Setelah mengambil tas kerjanya, Ayana masih berdiri di depan meja makan. Sarapan yang tadi disiapkannya masih tersusun rapi di atas meja. Bahkan makanan yang sengaja dibuat sedikit lebih banyak karena ia tahu Angga akan berangkat ke kantor, masih belum tersentuh.

Ayana menatap kursi kosong yang biasanya dipakai Angga saat mereka menikmati sarapan. Ia tidak marah. Setidaknya, itulah yang terus ia katakan kepada dirinya sendiri. Rara sedang membutuhkan bantuan. Angga hanya ingin menolong. Bukankah sejak awal ia sudah mengatakan bahwa dirinya mengerti?

Namun entah kenapa, pagi itu terasa berbeda. Biasanya Angga akan duduk sebentar, menikmati sarapan yang dibuat oleh Ayana, lalu berangkat bekerja setelah mereka berbincang ringan di meja makan.

Sekarang lelaki itu bahkan tidak sempat menyentuh makanan. Hanya karena Rara memintanya datang.

Ayana menarik napas pelan. “Tidak apa-apa,” gumamnya kepada diri sendiri.

Ia kemudian membereskan meja makan dan menyimpan makanan yang tersisa, sebelum kemudian ia melangkah kekuar dari rumah dan berangkat menuju rumah sakit.

Hari itu Ayana berusaha menjalani aktivitas seperti biasa. Meskipun kejadian pagi ini beberapa kali kembali terlintas di pikirannya. Beruntung jadwalnya di Rumah Sakit benar-benar padat, sehingga membantunya sedikit melupakan masalah yang akhir-akhir ini mengganggu hati dan pikirannya.

***

Beberapa hari telah berlalu, hubungan Ayana dan Angga tetap terlihat baik-baik saja. Angga masih pulang ke rumah seperti biasa. Mereka bahkan masih menikmati makan bersama.

Persiapan pernikahan juga terus berjalan. Bahkan beberapa kali mereka masih pergi berdua untuk menyelesaikan hal-hal yang belum selesai. Namun ada satu hal yang perlahan berubah. Nama Rara semakin sering muncul dalam kehidupan mereka.

Awalnya hanya ketika Angga menerima telepon atau pesan. Kemudian mulai menjadi bagian dari percakapan mereka. Tentang pemeriksaan kehamilan. Tentang kebutuhan Rara. Tentang masalah yang sedang dihadapi wanita itu. Ayana berusaha tidak mempermasalahkannya. Ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk percaya kepada Angga.

Sore itu, Angga pulang lebih cepat dari biasanya. Ayana sedang berada di dapur ketika mendengar suara pintu dibuka.

“Na?” Panggil Angga saat memasuki rumah.

“Aku di dapur.” Teriak Ayana dari dapur.

Tidak lama kemudian Angga muncul sambil membawa sebuah kantong makanan. “Aku beli makanan.” Angga mengangkat kantong palstik itu sambil menggoyakannya.

Ayana menoleh laku tersenyum. “Tumben,” ia melangkah mendekat dan mengambil tas kecil itu dari tangan Angga.

“Aku ingat kamu suka yang ini.” Angga menyerahkan kantong tersebut dan ikut melangkah mengikuti Ayana hungga ke meja makan.

Ayana membukanya dan melihat makanan kesukaannya. Ia tersenyum senang. Inilah Ayana, bahkan hanya dengan kantong plastik berisi makanan, sudah mampu membuatnya tersenyum senang. Sesederhana ini rasa bahagianya.

“Sudah lama kita enggak beli ini.” Ucap Ayana.

“Makanya aku beli.” Angga meletakkan tas kerjanya di sisi lain meja makan, lalu mulai menikmati makanan itu dengan tenang. Suasana kembali terasa seperti dulu.

Sampai ponsel Angga yang berada di atas meja berbunyi. Lelaki itu mengambilnya, dan membaca sebuah pesan yang tertera di layar ponselnya.

Ayana memperhatikan Angga, laki-laki itu tersenyum sambil mengetik di layar ponsel.

“Dari siapa?” Tanya Ayana.

“Rara.” Jawab Angga masih sambil mengetik di layar ponsel.

“Ada apa?” Tanya Ayana. Raut wajahnya tidak berubah, tidak ada kemarahan di wajah cantik itu. Hanya saja hatinya sulit untuk dijelaskan.

“Dia cuma mengingatkan aku supaya jangan lupa makan.” Jawab Angga.

“Memangnya kamu sering lupa makan?” Tanya Ayana sarkas.

Angga tertawa kecil. “Kalau sedang banyak pekerjaan, kadang aku sula lupa.”

Ayana hanya mengangguk. Ia tidak ingi membahasnya lebih jauh. Namun beberapa saat kemudian, Angga kembali melihat ponselnya dan hal itu membuat Ayana semakin merasa tidak nyaman. Seberapa besar sebenarnya tempat Rara dalam kehidupan Angga sebelum dirinya datang?

Malam setelah menikmati cemilan sore yang tadi dibeli Angga saat pulang kerja, mereka duduk bersama di atas ranjang. Ayana membuka beberapa foto gaun pengantin yang sudah ia simpan di ponselnya.

“Aku mau tanya sesuatu.” Ucap Ayana tiba-tiba. Ia masih menatap gaun pengantin itu. Sesekali ia mengusap layar ponsel miliknya.

“Tanya saja.” Ujar Angga yang juga sedang sibuk dengan beberapa laporan pekerjaan di laptop miliknya.

Ayana terdiam sebentar sebelum akhirnya berkata, “Apakah Rara sering menghubungimu?”

“Kadang.” Jawab Angga singkat.

“Untuk urusan dia?” Tanya Ayana lagi.

“Iya. Sebagian besar. Ada apa?” Tanya Angga masih belum mengalihkan perhatiannya dari laporan-laporan perusahaan.

Ayana mengangguk. Ia menatap layar ponselnya sebelum kembali berbicara.

“Aku tidak melarang kamu membantu Rara, hanya saja akhir-akhir ini aku merasa dia mulai terlalu banyak tahu tentang kehidupanmu.” Ujar Ayana pelan. Sungguh, ia juga tidak ingin apa yang ia rasakan sejak kehadiran Rara, akan menambah beban pikiran Angga.

Angga menghela napas pelan. “Na, aku cuma peduli tidak lebih.”

“Aku tahu, Ga. Tapi…”

“Dia sedang hamil, dan merasa sendirian. Kita hanya membantunya.” Angga sama sekali tidak menoleh dari layar laptop miliknya.

Ayana menatap Angga yang terus sibuk denga pekerjaan. “Aku juga mengerti,” ia terdiam beberapa saat. “Aku hanya ingin kamu berhati-hati,” lanjutnya.

Angga menatapnya tatapannya dari pekerjaan, dan menatap Ayana. “Berhati-hati soal apa?”

“Batas.” Jawab Ayana singkat.

Angga masih menatap Ayana, kali ini ia benar-benar tidak mengerti batas apa yang harus ia jaga.

“Aku tidak bilang Rara punya niat buruk. Aku juga tidak bilang kamu melakukan sesuatu yang salah. Tapi Ga, kadang seseorang bisa masuk terlalu jauh dalam kehidupan kita, bukan karena dia sengaja mengambil tempat. Tapi kita sendiri tidak sadar sudah membiarkannya masuk terlalu jauh dalam kehidupan kita.”

Angga terdiam. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa dengan pernyataan panjang yang baru saja terucap dari bibir Ayana.

“Aku percaya sama kamu, Ga. Tapi aku juga ingin kamu ingat kalau sebentar lagi kita akan menikah.” Ayana tidak ingin pertengkaran. Ia hanya ingin Angga memahami apa yang sedang ia rasakan. “Aku tidak ingin suatu hari nanti kita baru sadar setelah masalah ini sudah terlalu besar.”

Angga menarik tangannya dari laptop, lalu meraih tangan Ayana dan menggenggamnya dengan erat.“Aku tidak pernah berniat membuat kamu merasa seperti ini, dan aku juga tidak pernah memberikan harapan apa pun kepada Rara.”

Ayana mengangguk. “Aku percaya.”

Angga kemudian tersenyum kecil. “Yang akan menikah denganku tetap kamu.”

Ayana ikut tersenyum, namun senyum itu tidak sepenuhnya menghilangkan kegelisahan di hatinya.

***

Pagi kembali menyapa. Angga terburu-buru keluar dari kamar dan langsung berangkat bekerja. Ayana yang juga sudah rapi dengan pakaian kerja, memilih mengejar Angga sampai depan pintu mobil sambil membawa bekal untul calon suaminya itu.

“Ga, bekalnya.” Ayana mengulurkan tangannya. Ia tahu akhir-akhir ini Angga memang sedang sibuk menangani proyek.

Angga berhenti dan kembali mengambil kotak makanan yang sedang terulur ke arahnya.

“Terimakasih.” Angga meraih tubuh Ayana dan memeluknya sebentar. Ia juga mengecup kening calon istrinya itu sebelum masuk ke dalam mobil.

“Jangan lupa makan.” Ayana membungkuk sebentar, dan melambaikan tangan sebelum akhirnya mobil Angga bergerak keluar dari halaman rumah.

Setelah mobil Angga tidak lagi terlihat, Ayana melangkah masuk ke dalam rumah. Saat melewati meja makan, ia berhenti karena ponsel miliknya berdering. Ada satu panggilan nomor tak di kenal tertera di layar ponsel itu.

Ayana meraih ponsel dan membukanya. Tiba-tiba satu pesan masuk dengan nomor yang sama.

Namun nama pengirimnya terlihat jelas.

Ayana, maaf mengganggu. Aku mau minta tolong.

Ayana membaca pesan itu tanpa membalas. Beberapa detik kemudian, pesan berikutnya masuk.

Angga sedang sibuk dan aku tidak enak mengganggunya.

Ayana semakin merasa janggal. Siapa gerangan yang mengirimnya pesan ini dan membahas tentang Angga. Namun kemudian satu pesan lagi masuk.

Angga biasanya kalau sedang banyak pekerjaan suka lupa makan. Tolong ingatkan dia kalau nanti sudah pulang. Rara.

Ayana menatap layar ponselnya cukup lama, ia merasa sesuatu yang terasa berbeda kali ini. Bukan karena Rara meminta bantuan, tetapi karena untuk pertama kalinya, Rara menghubungi dirinya secara langsung untuk membicarakan tengang Angga.

Ayana menarik napas perlahan, ia tidak ingin salah berpikir. Mungkin Rara memang hanya peduli pada Angga karena mungkin perempuan itu benar-benar merasa tidak memiliki siapa-siapa selain Angga.

Namun Ayana mulai memahami satu hal. Masalahnya bukan lagi tentang apakah Rara punya niat buruk atau tidak. Masalahnya sekarang adalah batas yang selama ini perlahan bergeser. Dan tanpa mereka sadari, Rara sudah mulai berdiri di dalam ruang yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan Ayana dan Angga.

Setelahnya, Ayana meletakkan ponselnya di atas meja tanpa membalas pesan itu.

Ia masih percaya kepada Angga. Tetapi kali ini, ia mulai sadar bahwa percaya bukan berarti harus terus mengabaikan perasaannya sendiri. Ada sesuatu yang perlu dibicarakan. Bukan tentang masa lalu Angga dan Rara, apalahi rasa cemburu. Tetapi tentang batas. Dan untuk pertama kalinya, Ayana merasa bahwa batas itu tidak bisa dibiarkan semakin samar.

1
sunaryati jarum
Kamu lelaki paling egois,orang harus memahami dan mengalah padamu,jika terjadi terus menerus ya lelah.
sunaryati jarum
Terima dan nikmatilah karma atas tindakan kamu pada Ayana.Orang membantumu dari balik layar hingga kau sukses kau tukar dengan mantanmu hamil.Bertanggung jawai tidak harus menampungnya dan kembali padanya,tapi bentuk finansial dan keamanan itu cukup,tapi kebaikan kau balas dengan keburukan ,semua hidupmu jadi buruk.Kau tidak mendapatkan Ayana juga Rara.Rara hanya bisa menuntut sedangkan Ayana yang membantumu membangun perusahaan, ditinggalkan Ayana jadi hancur kan.
Emak akan memberi 5 bintang jika Angga benar-benar hancur
sutiasih kasih: angga bodohnya sdh tak trtolong kak....
mau"nya memungut mantan yg dlu jelas" meninggalknnya demi laki" lain....
total 2 replies
sunaryati jarum
😂😂😂 😭 bukan kerja keras kamu dulu berhasil , emak menarik kesimpulan itu karena bantuan Ayana
sunaryati jarum
Berusahalah seberapa keberhasilan kamu tanpa bantuan Ayana, Angga
sutiasih kasih
selamat mnikmati karmmu angga....
slah sndiri lbh memilih memungut smpah masa lalu....
mna g sadar diri... egois.... maunya sll di mngerti... tpi tak mau mngrti org lain....
harusnya km sadar angga.... perempuan yg dlu mninggalknmu... tk akn mngkin brubah.... dan mau mnemanimu di saat susahmu....

lihatlah skrg.... disaat km butuh suport & butuh ktenangan.... masa lalumu tak prnah mau mngrti keadaanmu... tak peduli dgn smua msalahmu... krna dia maunya sll km yg harus mngerti dia....
sunaryati jarum
Sekarang saja buktinya ngga. setelah Ayana pergi hampir semua mitra kerja pergi
sunaryati jarum
Setelah Ayana tidak turun tangan perusahaan kamu gonjang ganjing
sunaryati jarum
Keenakan terus lupa orang berjasa membuka jalan kesuksesan kamu bahkan menyakitinya
sunaryati jarum
Setelah tidak ada penopang baru ingat.Kebaiksn kau balas dengan pengkhianatan, nikmati hidupmu seperti sebelum Ayana datang.Apa yang dapat diperbuat Rara untukmu,Angga?
sunaryati jarum
Sebentar lagi perusahaan kamu akan hancur,Angga
sunaryati jarum
Syokoooor
sunaryati jarum
Saat kamu memilih Rara dan membatalkan pernikahan dengan Ayana
sunaryati jarum
Rasain dengan tidak ada Ayana yang selalu membantu perusahaan kamu akan hancur
sunaryati jarum
Karmamu datang Angga,kau menyia- nyiakan wanita yang berjuang bersama kamu dari nol tapi kami pilih mantan pengacau
sunaryati jarum
Kamu akan lebih menyesal lagi,jika perusahaan tanpa campur tangan Ayana, tidak berjalan dengan baik
sunaryati jarum
Alhamdulillah akhirnya Yana menerima lamaran Kenan
sunaryati jarum
Semoga dengan perhatian dan cinta yang besar dari Keenan kamu segera melupakanmu Angga calon suami plin-plan itu
sunaryati jarum
Nah kesadaran kamu sudah bagus,kau mendampingi Angga dari nol setelah berhasil malah mengutamakan mantannya.Jalani dulu dengan Keenan, semoga memang dia jodohmu
sutiasih kasih
baguslah.... setidknya tau diri..
Lee Mba Young
semoga bangkrut syukurin 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!