NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Kehamilan Winda

Sepulang dari Hotel, ada yang aneh dengan perut Winda, ada perasaan mual, eneg mau muntah bercampur jadi satu. Ia yang ingin mandi membersihkan tubuhnya pun kepalanya mendadak pusing.

Kesendiriannya dirumahnya pun membuatnya ingin merebahkan tubuhnya diatas kasur hanya untuk beristirahat sejenak. Dengan masih mengenakan baju tidur, ia pun berlarian ke arah kamar mandi ingin memuntahkan isi yang ada didalam perutnya.

Dengan mengecek kalender dan mengingat tanggal berapa terakhir ia datang bulan. Ternyata setelah diingat sudah 10 hari ia terlambat datang bulan.

Dengan memaksakan tubuhnya berdiri dan berjalan sempoyongan dengan langkah kaki yang terasa berat. Ia pun membasahi seluruh tubuhnya. "Ia harus sehat dan kuat, Pagi ini ia harus berangkat kerja namun baru kelar mandi, matanya pun berkunang-kunang. Ia meraba ke dinding kamar mandi untuk mencari pegangan agar tubuhnya tidak roboh jatuh kelantai kamar mandi.

Winda pun segera menghubungi Hendra. Bahkan pagi ini ia kurang sehat badannya.

"Sayang, pagi ini aku tidak masuk kerja karena kurang sehat badannya. Sakit mual, eneg, muntah dan kepala pusing". Ucap Winda dengan manja ke Hendra berharap mendapat perhatian darinya.

"Kamu Hamil ya sayang, Coba kamu cek tespek deh". Balas Hendra dengan penuh perhatian kepada pacar cantiknya itu.

"Tidak mungkin aku hamil, Hendra itu kalau ngomong suka asak aja". Balas Winda jengkel kepada Hendra. Jika memang dirinya benar tengah hamil, ia pun bingung anak siapa yang ada di rahimnya ini karena dalam waktu yang bersamaan ada 3 pria yang memadu kasih dengannya melakukan hubungan terlarang.

Gambar tespek yang dikirmkan oleh Winda melalui pesan what apps, membuat gemetaran sekujur tangan Hendra hanya untuk membuka pesan dari pacarnya itu. Dengan menghela napas panjang, Hendra pun terperangah melihat garis dua pada gambar tespek tersebut.

Sepulang Liburan kali ini tidak membuat Hendra bahagia tidak seperti liburan sebelumnya. Dia pun nampak kebingungan karena ia belum bercerai dengan istrinya, namun Winda sang kekasih tengah hamil.

"Bagaimana ia harus mencari alasan dan berbicara dengan Lastri kalau dirinya telah menghamili wanita lain". Batin Hendra pun mulai berkecamuk.

"Sayang, bagaimana ini kamu hamil tapi aku kan belum pisah dengan istriku". Tanya Hendra kepada Winda seakan ingin lepas dari tanggung jawabnya.

"Kamu selesaikan saja urusan kamu dengan istri kamu, setelah selesai baru kita tinggal bareng dan menikah". Balas Winda mencoba menenangkan dirinya.

Dengan kekalutan hati Hendra yang tengah dihadapinya. Ia pun menatap dalam-dalam wajah istrinya, yang sederhana dengan telaten mengurus anak semata wayangnya, rambut yang diuntel keatas serta pakaian daster yang lusuh dan robek dibagian bawahnya.

Ia tidak tega kalau harus meninggalkan isterinya begitu saja apalagi istrinya telah memberinya sebuah anak dan mau menerima dirinya apa adanya ini.

Lastri pun menyadari sang suami tengah melamun memandang wajahnya dengan sorot mata tajam, Lastri tau betul kalau suaminya tengah ada masalah yang sedang dihadapi terlihat jelas dari raut wajahnya yang menyimpan penuh rahasia dan tanda tanya.

"Mas... Kenapa ko melamun masih pagi. Memamg kamu tidak kekantor hari ini". Ucap Lastri dengan membuyarkan lamunan suaminya itu.

"Aku tidak ada masalah apa-apa sayang, cuma lagi mandangi Kandita saja tidak terasa ya anak kita sekarang sudah besarnya saja". Balas Hendra berbohong kepada istrinya itu.

Dia pun berpamitan kepada istri dan anaknya. Hendra ingin secepatnya bertemu dengan Winda yang sekarang sedang hamil muda. Ia pun tersenyum bahagia karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang Ayah lagi tapi dengan wanita berbeda.

Tok...tok... pintu rumahnya pun tidak terkunci, sepertinya Winda lupa atau memang sengaja pintu rumahnya belum terkunci. Dengan mengenakan baju tidur yang belum diganti dari semalam, Winda pun tergeletak diatas kasur, tubunya saat ini lemas sekali lebih dari 7 kmelihat ali, ia bolak balik ke kamar mandi, perutnya kosong karena semua isinya sudah ia muntahkan semuanya.

Ia pun melihat kehadiran Hendra langsung menangis sejadinya, tubunya tidak kuat dan lemas. Wangi parfum Hendra pun mulai menusuk hidungnya, ia pun kembali memuntahkan isi didalam perutnya didalam kamar mandi.

Sang pacar pun merasa iba dan kasian melihat Winda lemas tubuhnya tidak bertenaga. Rambutnya pun terurai berantakan tidak terurus. Wajahnya pun kusam, pucat dan ada tanda celong disekitar matanya.

"Sayang... Kamu harus makan dulu ya kalau tidak anak kita kasian, sayang". Ucap Hendra penuh perhatian dan kasih sayang kepada Winda.

"Bagaimana aku mau makan, mencium bah makanan aja perut aku mual mau muntah". Balas Winda dengan manja kepada Hendra.

Hendra pun membelai mesra rambutnya dan mengelus manja perutnya karena didalamnya ada janin calon anaknya, benih yang tumbuh karena hubungannya dengan Winda.

Mereka pun berdua pun berencana akan tinggal bareng ditempat kontrakan untuk sementara waktu. Sepulang Johan dari dinasnya di Riau.

Winda akan bicara jujur kalau ia tengah hamil dengan lelaki lain dan berniat akan meminta cerai darinya. Berat hati Winda melepas Johan suaminya itu karena selama ini ia pun tidak kekurangan hidupnya dengan suaminya itu.

Hendra memutar otaknya membuat alasan kalau dirinya dimutasi diluar kota maka akan keluar dari rumah itu agar bisa tinggal bareng dengan pacarnya itu.

Hendra pun membuat sarapan roti dan susu untuk dibawa ke kantor. Ia pun ingin berbicara dengan Lastri bila Minggu depan ia akan dimutasi di Surabaya.

"Ma, Akan kemaren dipanggil atasanku kalau minggu depan aku akan dimutasi di Surabaya jadi kamu tolong siapkan pakaianku ya, ma". Pesan singkat Hendra untuk istrinya, Lastri.

"Lho dadakan toh Pa, Iya setelah ini selesai akan mama siapkan apa aja ya papa perlukan ya". Balas Lastri kepada suaminya.

"Namanya aku cuma bawahan ma, walau dadakan iya harus siap". Ujar Hendra kepada Istrinya.

Sepulang dari kantor mereka berdua mencari kontrakan untuk tempat tinggal sementara waktu buat mereka tinggal bareng. Setelah itu mereka akan menikah siri dulu. Sampai urusan perceraian mereka berdua selesai.

"Sayang, aku bawa roti dan susu untuk kamu sarapan ya agar bayi kita sehat". Ucap Hendra kepada pacarnya itu dengan nada lembut.

Winda pun kaget dan happy karena Dia begitu perhatian kepadanya. "Terimakasih sayang, sudah membuat sarapan untukmu" balas Winda tidak kalah lembut dengan pacarnya itu.

Sepulang dari kantor mereka berdua sudah menemukan tempat yang cocok untuk mereka tinggal sementara. Hendra pun mengantar Winda ke dokter kandungan untuk diperiksa kehamilannya.

Benar setelah diperiksa dokter. Winda tengah hamil 6 Minggu. Dia tidak boleh capek atau strees. Ini adalah kehamilan pertama untuknya. Hendra pun sangat bergembira cintanya dengan Winda membuahkan benih kasih sayang walau mereka belum mempunyai hubungan yang sah.

Sepulang dari dokter kandung mereka berdua bertemu dengan Laras rekan kerja mereka. Laras pun kaget kenapa Hendra dengan Winda ada dokter kandungan.

"Eh Ada Winda, kamu lagi apa disini ? Sedang hamil juga ya". Tanya Laras kepada Winda penuh rasa ingin tahu.

"Iya Laras aku sedang hamil ?". Balas Winda kepada Laras pelan dan singkat.

"Wah selamat ya Win Tapi kenapa ditemenin sama Hendr, Win?". Balas Laras kepada Winda terus terang tanpa ada basa basi.

Dia pun tidak menjawab pertanyaan itu, hanya senyum tipisnya yang mengembang diwajah cantik Winda tanpa pamit dan tanpa sepatah kata pun lantas mereka pergi meninggalkan Laras begitu saja

Kebisuan Winda dengan wajah yang tanpa ekspresi itu membuat Laras semakin penasaran kenapa yang nemenin Winda ke dokter kandungan itu Hendra ."Apa hamil anak Pak Hendra, ya ?". Batin Laras penuh tanda tanya dan kepo.

Winda tidak menyangka sepulang dari kantor ia malah berpapasan ketemu dengan Laras didokter kandungan. Laras teman kerjanya pun tengah mengandung yang ditemenin oleh suaminya untuk periksa kandungan.

Ditengah perjalanan pun Winda khawatir karena berpapasan dengan Laras di Rumah sakit poli dokter kandungan.

"Sayang, Bagaimana ini pas lagi periksa kandungan kita ketemu Laras lagi ?". Ucap Winda kepada Hans dengan wajah panik dan ketakutan. Ia tidak mau teman kantornya tau kalau janin yang dikandungnya adalah hasil perselingkuhan dirinya dengan Hendra.

"Ya...kamu tinggal bilang tadi ketemu aku di RS ini juga kebetulan aku bersedia nemenin kamu disini. Gitu aja ko repot sih, sayang". Balas Hendra santai kepada Winda.

Winda pun berfikir alasan Hendra sungguh tidak masuk akal dan asal ngomongnya saja. Soalnya dia tau gimana kritis nya Laras itu dalam menilai sesuatu bila yang tidak masuk logikanya.

Winda sudah lama mengenal Laras semasa mereka masih kuliah. Laras yang cerdas, kritis namun bijak dalam menghadapi problem yang ada dikantor. Baru setahun Laras menikah dan sekarang ia tengah mengandung anak pertamanya dengan Supandi teman kuliah mereka juga.

Laras adalah wanita yang begitu dicintai oleh suamiku semasa jaman putih abu-abu. Namun cinta suamiku bertepuk sebelah tangan. Sehingga membuat Johan begitu sakit hati karena sudah banyak berharap. Laras pun hanya mengganggap suamiku sebagai sahabatnya saja tidak lebih dari itu.

Setelah aku dan Laras berteman satu kampus, suamiku pun mulai mendekati dan mengejar aku, ia ingin membalas rasa sakit hatinya kepada Laras yang dulu menolak cintanya.

Suamiku pun berhasil membuat Laras sakit hati karena begitu kuliah Johan lebih sukses dan mapan. Johan ingin membuktikan kepada Laras bahwa ia sekarang sudah move on dan sudah mapan.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!