NovelToon NovelToon
Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: fianaqila

Sejak kecil, Alkina selalu tahu bahwa dirinya berbeda di mata kedua orang tuanya. Di rumah, Sisil selalu mendapatkan apa pun yang diinginkan. Ketika Sisil meminta uang, orang tua mereka memberikannya tanpa banyak bertanya. Ketika Sisil melakukan kesalahan, mereka selalu mencari alasan untuk membelanya. Bahkan ketika Alkina berprestasi dan berusaha membuat orang tuanya bangga, keberhasilannya dianggap biasa saja. Berbeda dengan Sisil, Alkina justru selalu dituntut untuk mengalah. "Kamu itu jangan egois... Apa susahnya sih mengalah." Kalimat itu sudah terlalu sering ia dengar. Alkina terbiasa melihat hadiah mahal diberikan kepada Sisil, sementara dirinya hanya mendapatkan barang bekas. Ia terbiasa bekerja membantu pekerjaan rumah, sementara Sisil bebas menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Sampai Alkina berada di titik dimana ia berhenti berharap. Ia tidak lagi meminta dibelikan sesuatu. Tidak lagi menceritakan prestasinya. Tidak lagi menunggu ucapan bangga dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 informasi yang selama ini tersembunyi akhirnya ia ketahui

Keesokan harinya, salah satu orang suruhan Ranti akhirnya mendapat petunjuk baru.

“Bu Ranti,” ucap laki-laki itu lewat telepon, “kami menemukan seseorang yang sempat melihat Nona Alkina.”

Ranti langsung berdiri cepat.

“Di mana dia sekarang?”

“Seorang perempuan tua membawanya pergi malam itu bos.”

Deg.

“Siapa perempuan itu?”

“Kami belum tahu pasti. Tapi sepertinya dia sengaja menyembunyikan Nona Alkina. Dia sepertinya bukan orang sembarangan bos.”

Tatapan Ranti langsung berubah tajam.

“Cari perempuan itu.”

“Baik bos.”

Namun di tempat lain… Mira sudah lebih dulu mengetahui semuanya.

perempuan itu duduk tenang sambil membaca laporan kecil dari orang kepercayaannya.

“Mereka mulai mendekat ke area ini.” ujar asistennya pelan.

Mira tersenyum tipis.

“Biarkan saja.”

“ibu yakin?”

“Ranti harus tahu rasanya tidak bisa menjangkau anaknya sendiri.” Tatapan Mira perlahan beralih ke Alkina yang sedang tertidur di kamar bersama Rian.

Wajah gadis itu terlihat jauh lebih damai sekarang dan Mira sudah berjanji dalam hati tidak akan ada seorang pun yang menyakiti Alkina lagi termasuk ibu kandungnya sendiri.

******

Hujan turun deras malam itu.

Ranti masih berada di ruang kerja, menatap tumpukan dokumen pencarian Alkina yang semakin banyak namun tidak membawa hasil apa pun.

Wajah perempuan itu tampak lelah, matanya sembab, tubuhnya bahkan mulai kurus karena sulit tidur.

Sudah lebih dari sebulan dan semakin lama Alkina menghilang semakin besar rasa takut yang menggerogoti dirinya.

Tok

Tok

Tok

Pintu ruang kerja diketuk pelan.

“Masuk,” jawab Ranti lemah.

Seorang laki-laki paruh baya masuk membawa map lama berwarna abu-abu.

“Bu Ranti… saya menemukan sesuatu tentang kecelakaan Tuan Arkan dulu.”

Ranti langsung membeku, jantungnya berdegup kencang. Selama bertahun-tahun, tidak ada yang berani membahas kejadian itu di depannya.

“Kenapa kamu tiba-tiba membahas itu?” tanyanya pelan.

Pria itu tampak ragu.

“Sebenarnya… dokumen ini sempat hilang...”

Ratna langsung mengernyit penasaran.

“Hilang?”

“Iya, Bu. Tapi tadi ditemukan di arsip lama perusahaan. Terletak di tempat yang jarang tersentuh... sepertinya ada yang memang sengaja menyembunyikan dokumen ini.”

Laki-laki itu menyerahkan map tersebut, tangan Ranti gemetar saat membukanya.

Di dalam ada laporan polisi lama, foto kecelakaan dan hasil pemeriksaan saksi, tatapannya berhenti di satu nama.

Sisil

Napas Ranti tercekat. “Apa ini…”

Pria itu menunduk pelan.

“Sebelum kecelakaan terjadi… Nona Sisil ternyata ikut keluar malam bersama Tuan muda Arkan.”

Ranti langsung berdiri.

“Ini tidak mungkin.”

“Menurut saksi, malam itu Tuan muda Arkan sebenarnya tidak langsung pergi membeli obat.”

Tangan Ranti mulai dingin.

“Mereka berdua sempat bertengkar di jalan.”

Deg.

“Bertengkar?”

Pria itu mengangguk pelan.

“Nona Sisil menangis dan memaksa ikut, ia ingin membeli makanan cepat saji... Tapi Tuan muda Arkan menolak karena terburu-buru ingin membeli obat untuk Nona Alkina.”

Air mata Alkina mulai jatuh perlahan.

“Lalu…”

“Menurut saksi, Nona Sisil tiba-tiba berlari menyeberang jalan karena marah.”

Tubuh Ranti langsung melemas terduduk di kursinya dan kalimat berikutnya menghancurkan semuanya.

“Tuan muda Arkan mengejar nona Sisil untuk menyelamatkan Nona Sisil...”

Suasana terasa begitu sunyi dunia Ranti seperti berhenti berputar.

“Mobil itu…” suara pria tersebut mulai pelan, “…menabrak Tuan muda Arkan saat beliau mendorong Nona Sisil ke pinggir jalan...”

Map di tangan Ranti jatuh ke lantai. Air matanya menetes tanpa suara.

“Ti, Tidak mungkin.”

Selama bertahun-tahun ia menyalahkan Alkina, membencinya, menyiksanya, menganggap putrinya pembawa kematian putranya, padahal Arkan meninggal karena menyelamatkan Sisil bukan karena Alkina.

Tubuh Ranti mulai gemetar hebat.

“Kenapa…” suaranya pecah. “Kenapa baru sekarang aku tahu…”

Pria itu menunduk semakin dalam.

“Laporan ini sempat ditutup...”

Tatapan Ranti perlahan terangkat.

“Ditutup?”

1
Adinda
kenapa gk lapor polisi
Adinda
balikkin aja anak angkat kamu udah sifatnya kurang ajar sok berkuasa juga
Ds Phone
kau yang tak nak jumpa dia pergi lah
Ds Phone
yang keras hati tu kenapa
Ds Phone
dia tahu itu anak nya
Ds Phone
meraka dah siap sedia
Ds Phone
kau sebok nak hancur kan orang siapa suruh
Ds Phone
abang nya pantau dia
Ds Phone
itu nenek nya juga patut lah begitu sayang
Ds Phone
mintak mintak dia aman
Ds Phone
ya kak kamu tengah beruasa
Ds Phone
semua orang lindung dia
Ds Phone
dia dah mula tenang sikat
Ds Phone
nak bunuh anak orang kah tu
Ds Phone
nak hidup senang aja tahu dia
Ds Phone
tak sedar diri nak harta orang tapi bunuh anak orang
Ds Phone
dia nak balas cara perlahan lahan
Ds Phone
baru kau tahu langit tinggi rendah nya
Ds Phone
mesti budak tak guna tu punya kerja
Ds Phone
kenapa di tutup mesti budak tak guna tu sorok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!