NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:802
Nilai: 5
Nama Author: Tusya Ryma

Setelah kehilangan ayah dan melihat ibunya terbaring koma, Karissa justru dikhianati oleh Louis, kekasihnya sendiri, yang berselingkuh dengan sahabatnya.

Dalam amarah dan rasa kecewa, Karissa mengambil keputusan nekat—menikahi ayah Louis.

Kini Karissa bukan lagi kekasih Louis, melainkan ibu tirinya.

Namun tinggal serumah dengan pria yang pernah dicintainya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Louis membencinya, tetapi di saat yang sama, ia juga tidak rela kehilangan Karissa.

Karissa ingin membalas dendam. Tapi tanpa sadar, ia justru terjebak dalam permainan cinta yang ia mulai sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Ayo Kita Pulang

Malam semakin larut. Suasana di klub malam semakin ramai dan seru. Karissa dan kedua temannya ngedance di bawah lampu warna-warni, diiringi suara musik DJ yang sangat keras.

"Wuwhhh... ahahah!" teriak Karissa dan Mona dengan kedua tangan diangkat ke atas. Tubuh mereka bergoyang mengikuti hentakan musik yang keras.

"Apa kau menikmatinya, Kariss?" teriak Mona sambil melihat wajah sahabatnya yang kini terlihat sangat bahagia.

"Tentu saja!" Karissa tersenyum lebar. Matanya sedikit merah karena mabuk. "Apa kau tidak?"

Mona mengangguk.

"Sebaiknya kita duduk dulu, yuk? Kepalaku mulai pusing!" ajak Mona sambil menghentikan gerakan tubuhnya.

Ia sudah mulai lelah. Lampu warna-warni yang terus berputar dengan suara musik yang semakin keras membuat kepalanya pusing.

"Duduklah dulu! Nanti aku menyusul!" jawab Karissa tanpa menghentikan goyangannya.

Dirinya sama sekali tidak ingin berhenti. Matanya menatap ke kiri dan kanan.

Lalu bertanya kepada Mona, "Ke mana Davi?"

Pria itu sudah tidak ada lagi. Padahal, tadi mereka bertiga ngedance bersama.

"Baiklah! Aku tinggal dulu, ya! Sekalian mencari Davi!" ucap Mona.

Lalu ia pergi meninggalkan Karissa.

Tanpa Mona, Karissa menikmati malam itu. Ia melepas semua rasa marah, benci, dan kecewanya dengan tarian. Ia berbaur dengan semua orang, menikmati musik dengan penuh keseruan.

Dari arah belakang, ada sosok pria berpakaian rapi masuk ke dalam kerumunan.

Wajahnya terlihat lelah, namun langkah kakinya masih bersemangat.

Tiba-tiba, pria itu menarik pergelangan tangan Karissa dan membawa wanita itu ke belakang menjauh dari kerumunan.

Antara sadar dan tidak, Karissa terpaksa mengikuti langkah pria itu.

Setelah tarikan itu berhenti, Karissa melihat orang yang ada di hadapannya.

"Lo-Louis..."

"Lepaskan aku!"

Tiba-tiba emosinya naik. Karissa menghempaskan tangan pria itu, lalu mundur satu langkah untuk menjauh.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Louis. "Kenapa tidak pulang ke rumah?

"Kalau sampai ada teman Ayah melihatmu seperti ini? Keluarga kami yang akan kena malu!"

"Hah... siapa yang malu? Kau atau ayahmu?" cibir Karissa.

"Kalau kau malu punya ibu tiri seperti aku, pergi saja sana! Kenapa harus mengurusi hidupku?"

Karissa melipat kedua tangannya di depan dada. Ia menatap Louis dengan sinis. Sorot matanya penuh kebencian.

"Ada apa denganmu? Apa kau marah?" tanya Louis tiba-tiba.

Nada suaranya mulai diturunkan, tidak lagi sekeras tadi. Ia bisa merasakan kemarahan Karissa dari sikap dan cara wanita itu menatapnya.

"Siapa yang marah kepadamu? Tidak penting!" sangkal Karissa.

Ia memalingkan wajah ke sisi lain, tidak lagi menatap pria di depannya.

Tiba-tiba Louis menunduk dan mengecup bibir Karissa dengan lembut.

"Maaf!" lirihnya.

Louis sadar, saat ini Karissa sedang marah kepadanya. Kalau tidak, mana mungkin wanita itu bersikap sedingin ini pada Louis?

"Ayo kita pulang!" ajak Louis.

Ia memegang tangan Karissa dengan lembut, membuyarkan lipatan tangannya, lalu menariknya berjalan menuju pintu keluar.

"Aku tidak mau pulang!" jawab Karissa.

Mulutnya berkata tidak, tetapi langkah kakinya tidak berhenti. Ia masih mengikuti langkah dan tarikan Louis.

"Aku ingin tetap di sini bersama Mona dan Davi!"

"Mereka juga mau pulang, kok!"

"Hah... dari mana kau tahu mereka mau pulang ?" tanya Karissa, tidak mengerti.

"Tadi, aku melihat Mona dan Davi di luar! Sepertinya mereka bersiap untuk pulang!"

Faktanya, saat Louis baru turun dari pesawat, ia diberitahu Davi kalau Karissa sedang ada di klub tersebut. Davi khawatir melihat Karissa yang terus minum. Karena itu, dia memberitahu Louis agar segera membawanya pulang.

"Aku belum membayar tagihan meja kami!"

Karissa berbalik badan, bersiap untuk kembali masuk ke dalam klub.

"Aku sudah membayarnya!"

Louis menghentikan langkah Karissa.

Ia menarik tangan Karissa dengan tenaga yang cukup kuat hingga wanita itu jatuh ke dalam pelukannya.

Karissa mendongak.

Mata merahnya menatap Louis.

Ada perasaan senang ketika melihat pria itu di sini setelah sekian hari tidak bertemu.

Tapi...

Ada juga perasaan terluka di dalam hatinya ketika melihat pria itu.

Pengkhianatan Louis kembali muncul di ingatannya. Ketidakpedulian Louis ketika dirinya sedang terpuruk membuat luka itu kembali terasa.

"Lepaskan aku!"

Karissa mendorong tubuh kekar Louis, berusaha melepaskan diri dari pelukan pria itu.

"Aku tidak sudi ada di dalam pelukan bekas wanita lain!" cibirnya dengan rasa jijik.

Orang mabuk bicaranya memang kadang melantur.

"Hah... apa maksudmu?" Louis mengerutkan kening, menunduk untuk menatapnya.

"Bekas wanita lain?"

"Tubuhmu ini..." Karissa memukul dada Louis. "Bekas sandaran wanita lain!" ucapnya dengan tegas.

Pengaruh alkohol membuatnya lebih mudah mengungkapkan apa yang ia rasakan, termasuk rasa marahnya pada pria itu.

"Heh... apa kau cemburu kalau ada wanita lain yang aku peluk?" goda Louis sambil menyeringai.

"Coba jawab! Kau cemburu atau tidak?" godanya lagi.

Pertanyaan itu justru membuat Karissa semakin marah.

"Brengsek!"

Karissa memukul dada Louis semakin keras.

"Kau pria brengsek yang pernah aku temui! Aku membencimu!" teriaknya dengan penuh kesedihan.

"Aku... benci—"

"Uuaaa..."

Tiba-tiba tangisannya pecah.

Pukulannya semakin melambat, seiring tangisannya yang semakin keras.

"Uuuuuaaaa..."

Rasa sakitnya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Ia sudah tidak kuat menahan rasa sedihnya.

Bohong jika dirinya sudah tidak mencintai Louis lagi—pria yang sudah bersamanya selama tiga tahun. Perasaan terluka tidak bisa memusnahkan rasa cintanya kepada pria itu. Karissa masih sangat mencintainya. Masih sangat mengharapkannya.

"Uaaaa... aku membencimu!" lirihnya dengan air mata yang terus membanjiri wajah.

Karissa mencengkeram kemeja milik Louis dengan sangat kuat. Seolah dengan cengkeraman itu bisa membuat pria di depannya merasakan rasa sakit yang sama.

"Pukullah! Pukul aku... marahi aku kalau itu bisa membuatmu puas!" ucap Louis dengan lembut.

Ia segera memeluk wanita di depannya dengan erat, mengelus kepalanya penuh kasih.

"Aku yang salah sudah menyakitimu. Kau boleh membalasnya dengan apapun!"

"Sekarang, ayo kota pulang! Tidak baik wanita sepertimu berada di klub malam, apalagi dalam keadaan mabuk seperti ini!"

Louis menyeka air mata di wajah Karissa.

Tangisannya sudah berhenti.

"Aku tidak mau pulang," jawab Karissa dengan manja.

Ia mundur dua langkah ke belakang, memalingkan wajah ke samping, lalu menyeka sisa air mata di wajahnya.

"Lalu mau pergi ke mana?"

Karissa terdiam.

Bingung, dirinya harus pergi ke mana dengan kondisi mabuk seperti ini.

Kalau pulang ke rumah, ia takut Tuan Lee akan melihatnya.

Jadi...

"Aku mau pergi mencari hotel!"

Karissa berjalan ke depan. Ia terus berjalan sampai ke pinggir jalan dengan sempoyongan.

Melihat ada taksi yang kosong, ia segera melambaikan tangan.

Taksi itu segera berhenti di depannya.

Ketika Karissa baru akan membuka pintu mobil, dari belakang Louis berlari menghampirinya.

Dengan cepat, ia memegang pegangan pintu mobil, lalu membukanya.

Karissa menoleh ke belakang.

Kemudian Louis berbicara, "Masuklah! Aku akan mengantarmu mencari hotel!"

1
Bu Kus
lanjut LG thro makasih
Bu Kus
penuh teka teki siapa dalang di balik itu semua jadi penasanaran
Bu Kus
seru banget kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!