NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: BAPTISAN WARISAN KUNO

​Bzzzzzzt!

​Sebelum salah satu dari mereka sempat melangkah mendekat ke arah altar, penutup kotak kayu hitam berukir naga itu mendadak terlempar keras. Empat berkas cahaya keemasan bercampur merah darah melesat keluar dari dalam kotak dengan kecepatan yang tak masuk akal, meluncur lurus mengincar kening keempat kultivator yang sedang duduk di batu ujian!

​Sssst!

​Cahaya tersebut menembus kening mereka secara bersamaan.

​"AKHHHHHHH!"

​Jeritan histeris meledak serentak di dalam ruangan bawah tanah tersebut. Rasa sakit yang teramat sangat dihantamkan langsung ke dalam pusat kesadaran dan jaringan saraf otak mereka. Sensasinya bagaikan ribuan jarum besi membara yang ditusukkan dan diputar secara paksa di dalam kepala.

​"A-apa ini?!"

​"Apa yang terjadi pada kepalaku?!"

​Cheng Yun mengerang tertahan, tubuhnya gemetar hebat hingga merosot dari atas dudukan batu ujian. Tubuhnya berguling di atas lantai dingin seraya mencengkeram kepalanya erat-erat, tidak sanggup lagi menahan siksaan mental yang menghantam jiwanya.

​Waktu satu batang dupa berlalu dalam keputusasaan yang mencekik.

​Cheng Yun menjadi orang pertama yang pemutusannya terhenti. Cahaya di keningnya memudar, dan rasa sakit hebat di kepalanya surut secara perlahan. Ia terduduk di atas lantai batu dengan napas terengah-engah, tubuhnya basah kuyup oleh keringat dingin.

​Namun, di saat ia mencoba menstabilkan jalan napasnya, mata Cheng Yun mendadak membelalak lebar.

​"Ini... energi ini?!" seru Cheng Yun dengan wajah dipenuhi ketakutan bercampur takjub.

​Ia meraba dadanya, meresapi perubahan drastis di dalam jaringan fisiknya. Tanpa perlu bermeditasi selama belasan tahun, kerapatan tulang, kelenturan serat otot, dan daya tahan fisiknya di Ranah Penempaan Tubuh melonjak tajam! Seolah-olah ia baru saja mendapatkan pemurnian sumsum dan akumulasi hasil latihan fisik selama lima belas tahun secara instan.

​"Aku mendapat akumulasi waktu kultivasi lima belas tahun!" teriak Cheng Yun seraya tertawa gila, berdiri tegap dengan kebanggaan yang meluap. "Hahaha! Akulah pemenang sejati di ruangan ini!"

​Sementara Cheng Yun bersorak, Xia Hua dan pemuda dari Sekte Pedang Guntur masih dalam kondisi mengerang kesakitan di atas batu ujian masing-masing. Raut wajah Xia Hua pucat pasi, matanya dihiasi lelehan air mata menahan rasa gila yang menusuk otaknya.

​Di sisi lain, Xuan Chen yang juga merasakan penderitaan luar biasa justru memiliki pemikiran yang bertolak belakang.

​Di bawah himpitan rasa sakit yang mencoba meruntuhkan kesadarannya, otak rasional Xuan Chen terus bekerja dingin. Ia merasakan bagaimana berkas cahaya misterius itu tidak hanya menyiksa sarafnya, melainkan secara bertahap memurnikan kerapatan jaringan fisiknya dan menempa fondasi fisiknya dari tingkat paling dasar.

​(Siksaan ini bukanlah racun atau kutukan...) batin Xuan Chen dengan gigi terkatup rapat. (Semakin lama seseorang sanggup menahan siksaan ini... semakin raksasa manfaat kultivasi yang akan meresap ke dalam tubuhnya!)

​Dua jam berlalu di dalam keheningan yang tegang.

​Xia Hua akhirnya tidak sanggup lagi menahan batas ketahanan jiwanya. Dengan erangan parau, ia menyerah dan ambruk berlutut dari batu ujian. Cahaya keemasan di keningnya perlahan menguap dan padam.

​Xia Hua terengah-engah hebat, memegangi dadanya yang naik turun. Namun, begitu ia mengalirkan kekuatan fisiknya, mata indah wanita itu membelalak tak percaya.

​Seluruh hambatan fisik Lapisan Empat miliknya telah hancur sepenuhnya. Kerapatan tulangnya melompat ekstrem hingga membawanya tepat berdiri di puncak Lapisan Empat, hanya tinggal selangkah kecil untuk menembus Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Lima!

​"Akumulasi waktu kultivasi tiga puluh tahun..." bisik Xia Hua dengan bibir gemetar, rasa takjub murni menyelimuti kesadarannya.

​Saat Xia Hua mengangkat wajahnya, pandangannya secara refleks berbalik ke arah samping. Betapa terkejutnya Xia Hua saat melihat sosok Xuan Chen masih duduk tegap di atas batu ujian.

​Meskipun darah segar merembes keluar dari hidung dan sudut mata Xuan Chen, pemuda jubah hitam dari sekte demonic itu tetap bertahan, menahan siksaan mental yang jauh melampaui durasi dirinya!

​Kagum dan ketakjuban mendalam mekar di dalam dada Xia Hua. Bagaimana mungkin seorang kultivator yang hanya berada di Lapisan Tiga sanggup memiliki keteguhan jiwa yang begitu mengerikan?

​Mendengar bisikan Xia Hua mengenai akumulasi waktu kultivasi tiga puluh tahun, tawa kebanggaan Cheng Yun seketika membeku di tenggorokan. Wajah murid Sekte Awan Hijau itu berubah pucat pasi bercampur kejengkelan yang amat besar.

​"X-Xia Hua! Bagaimana bisa kau mendapat manfaat jauh lebih besar dariku?!" bentak Cheng Yun dengan nada tak terima. "Kenapa kau tidak memberi tahu sejak awal bahwa semakin lama bertahan, semakin besar manfaat yang didapat?!"

​Xia Hua menoleh, menatap Cheng Yun dengan pandangan dingin dan penuh ejekan.

​"Aku sendiri baru menyadarinya saat proses penyiksaan berlangsung," jawab Xia Hua datar. "Dan lagipula... kau sendiri yang pertama kali menyerah karena tidak sanggup menahan rasa sakitnya, bukan?"

​Cheng Yun mengertakkan giginya hingga berderit nyaring, rasa malu dan penyesalan membakar dadanya. Pandangannya yang penuh kedengkian beralih melirik ke arah Xuan Chen yang masih memejamkan mata dalam siksaan cahaya di atas batu ujian.

​Sebuah seringai licik dan jahat mendadak muncul di wajah Cheng Yun. Ia melangkah perlahan mendekati posisi Xuan Chen, berniat mengganggu dan menggagalkan proses baptisan yang sedang dijalani Xuan Chen agar murid sekte iblis itu tidak melampauinya.

​"Cheng Yun! Berhentilah!" tegur Xia Hua tajam, berdiri memblokir jalan dengan raut wajah jijik. "Jika kau menyerang orang yang sedang menahan ujian warisan secara licik... apa bedanya kau dengan para penganut jalan demonic yang selalu kau caci maki itu?!"

​Kata-kata pedas Xia Hua menghantam keras martabat Cheng Yun sebagai murid sekte aliran suci. Langkah kaki Cheng Yun terhenti seketika. Meskipun dalam hatinya ia teramat sangat tidak terima melihat seorang murid sekte iblis berpeluang mendapat manfaat tertinggi, teguran Xia Hua memaksa Cheng Yun mengurungkan niatnya.

​"Cih! Biarkan saja iblis ini mati karena otaknya hancur!" kutuk Cheng Yun gusar seraya memalingkan wajahnya.

​Sementara pertikaian kecil itu mereda, perhatian Xia Hua dan Cheng Yun kembali tertuju pada altar batu.

​Di sana, selain Xuan Chen, pemuda dari Sekte Pedang Guntur juga masih bertahan di atas batu ujian miliknya. Dua orang dari faksi yang saling berseberangan itu kini saling mengunci ketahanan jiwa mereka, bertahan di dalam gelombang baptisan warisan kuno yang kian membara.

Dua jam kembali berlalu, namun kedua figur tersebut masih bergeming bagaikan patung batu di atas batu ujian.

​Siksaan mental yang menghantam kepala mereka kini telah berada di tingkat yang amat mengerikan. Pembuluh darah di dahi pemuda Sekte Pedang Guntur tampak menegang tajam hingga hampir pecah, sementara lelehan darah segar dari mata dan hidung Xuan Chen kian membasahi jubah hitamnya.

​Baik murid Sekte Pedang Guntur maupun Xuan Chen, keduanya sama-sama enggan menyerahkan batas ketahanan jiwa mereka.

​Xia Hua dan Cheng Yun menahan napas dengan wajah tegang, menatap lurus ke arah altar batu dalam keheningan yang mencekik.

​Siapakah yang sanggup bertahan hingga detik terakhir di antara dua praktisi dari faksi yang berseberangan ini? Dan seberapa besar manfaat kultivasi yang akan mereka dapatkan?

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!