NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lisa Dilaporkan

Pada rekaman CCTV, terlihat Lisa ada di rumah sakit. Maka Tian menuju ke bagian yang mengurus donor. Namun sebelum Tian kesana, dokter Ezra sudah mendapat informasi bahwa ada keluarga wijaya yang menelepon bahwa sudah ada pendonor. Bahkan dia di kirim uang. Setelah uang pertama yang di kirim di kembalikan. Dan hal itu di sampaikan Tama kepada Tian.

"Siapa diantara kita yang membatalkan pendodor untuk Daniel??"

"Kami mau Daniel selamat sayang. Kamu tahu itu kan sayang."

"Iya ma. Aku tahu. Tetapi ada yang mengaku sebagai keluarga Wijaya yang membatalkan."

"Apa ini perbuatan Lisa, Tian."

"Pa....."

"Dia ada di rumah sakit ini setiap hari selama Daniel di rawat."

Melany Wijaya kakaknya Christian Wijaya yang fasih berbahasa Jerman pun menghubungi pendonor itu. Namun dia tidak kenal dengan Lisa, hanya lewat suara saja. Karena selama komunikasi hanya audio tidak vidio.

Ada pepatah berkata bahwa bau busuk biar disembunyikan akan tercium juga. Bukti transfer uang atas nama pengirim Lisa di kirim oleh pendonor yang batal itu. Bukti ini membuktikan bahwa Lisa yang adalah pelaku dari semuanya ini. Christian sangat marah sekali. Dia langsung mau bertindak. Namun di informasikan bahwa Daniel koma. Mereka semua kembali melihat di balik kaca, Tama berupaya menolong Daniel. Kali ini hanya Christian yang di ijinkan berada di balik kaca itu. Semua tidak bisa. Calista masih bersama Liam anaknya. Mereka berdoa untuk kesembuhan Daniel kakak dan anaknya.

Oma dan opa Liam dan Daniel juga datang bersama Melany tante mereka. Semua orang hanya bisa menunggu di ruangan Liam, dokter atau ners tidak mengijinkan mereka masuk hanya Christian yang menunggu.

Kesibukan Calista dan Tama menolong Daniel, membuat anak gadis mereka terbengkalai. Untung ada suster. Namun saat ini Elina sangat rewel, akhirnya Calista meminta membawa ke rumah sakit. Sampai di ruangan dia melihat kakaknya langsung meminta Liam mengendong. Namun kakaknya belum bisa bererak banyak karena baru melakukan pendonoran sum - sum tulang belakang buat kakak mereka berdua.

Elina begitu tenang tidur disebelah kakaknya. Mereka saling berpelukan. Elina si bayi mungil yang baru berusia satu tahun itu mengusap wajah kakaknya.

"Sakit kakak" (logat bicara anak kecil). Semua orang di ruangan ini tertuju kepada Liam dan Elina. Calista meneteskan air matanya melihat bagaimana perhatian anak umur setahun menghibur kakaknya yang sedang sakit.

Calista tahu, bahwa Liam anaknya sedang menahan sakit. Namun kedatangan adeknya membuat Liam tertidur. Oma dan opa Liam melihat bagaimana Liam tertidur nyenyak sambil memeluk adeknya.

Daniel sudah melewati masa kritisnya. Tama selaku papi dan dokernya berusaha semaksimal mungkin menolong anak sambungnya itu. Christian hanya bisa melihat dan berdoa. Melihat perjuangan itu. Namun Daniel tertolong.

"Terima kasih Tama. Kamu menolong anakku."

"Daniel itu juga anakku. Kamu ingatkan."

"Iya."

Berita itu disampaikan Christian keoada keluarganya. Semua mengucap syukur. Calista keluar mencari suaminya. Begitu melihat Tama berjalan dari ujung koridor, Calista langsung memeluk suaminya. Dan dibalas dengan pelukan yang sama.

"Terima kasih mas. Terima kasih."

"Sama - sama sayang."

"Lagi - lagi kamu penolong bagi Daniel."

Sementara itu di kediaman Wijaya, Lisa yang tahu kesalahannya mulai ketakutan. Dia histeris mulai menghancurkan barang - barang yang ada di depannya. Asisten rumah tangga di kediaman itu mulai melaporkan kepada nyonya mereka.

"Mama dan papa tetap disini. Saya yang akan mengatasinya."

"Saya temani kamu Tian."

Akhirnya Melany kakaknya menemani Tian pulang. Karena Lisa sudah berulah. Begitu Tiam sampai dirumah,Lisa tambah ketakutan. Tian hanya menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Sayang maafkan aku??"

"Maaf??? Atas salah apa." Lisa mulai beralibi, dia mengira Christian tidak mengetahui apa yang dia perbuat.

"Eh.... Sori sayang. Aku sudah marah - marah. Karena kamu terlalu sibuk."

"Sibuk???"

"Iya, kamu terlalu sibuk dengan Daniel."

"Dia itu anak kandungku, darah dagingku. Kamu ingat, perbuatan kamu, membuat Daniel anak saya menderita dua kali."

"Saya?? Saya sayang??"

"Iya. Kamu. Atau kamu lupa?? Saya akan bantu mengingatkan kamu. Pertama karena obsesi kamu, membuat anak saya Daniel lahir dan tumbuh tanpa ayah kandungnya. Ingat kamu???!!! Kedua anak saya kehilangan pendonor yang seratus persen memiliki kecocokan dengannya. Namun kamu memutuskan impian anakku Daniel. Dan Liam adiknya harus mendonorkan sum - sum tulang belakangnya yang hanya memiliki kecocokan lima puluh persen. Liam sakit. Daniel hampir meninggal. KAMU TAHU, ITU ULAH KAMU."

"Sayang... Maafkan saya."

"SAYANG .... SAYANG APA?? Tidak ada sayang buat kamu. Benar kata kamu. Bahwa selama ini saya tidak tulus mencintaimu."Lisa sudah menangis.

"Kamu berbohong kan sayang. Kamu tulus mencintaiku kan??"

"Tidak. Saya tidak perna mencintaimu. Saya lakukan ini, karena kamu mengancam mantan mertuaku, karena kamu menyimpan jejek digital papaku. Karena saya takut warisan papaku jatuh ke tangan kamu. Namun semua itu sudah saya tahu dan benahi. Jadi sekarang kita bercerai."

"Sayang beri kesempatan buat saya??"

"Tidak ada kesempatan buat kamu." Mobil polisi sudah ada di depan rumah kediaman keluarga Wijaya dan mereka akan menjemput Lisa atas kejahatan yang dia perbuat.

"Tian, kamu tidak bisa buat saya seperti ini. Keluarga ini harus bertanggung jawab atas perbuatan kalian hari ini kepada saya."

Christian Wijaya menangis dalam pelukan Kakaknya. Bukan karena berpisah dengan Lisa. Tetapi menyesal, dia tidak punya keberanian seperti ini empat belas tahun yang lalu. Kalau tidak dia bisa hidup bahagia dengan Calista Gunawan cinta pertama dan ibu dari kedua anaknya.

"Kamu harus bebesar hati Tian. Setidaknya Calista tidak mengambil kedua anakmu."

"Iya. Aku sangat menyesal kakak."

"Kakak yakin Daniel dan Liam akan menyayangi kamu. Mereka tahu siapa ayah kandung mereka."

Lisa sudah di tahan atas banyak sekali kesalahan yang dia perbuat. Termasuk penyelewengan dana perusahaan. Dan sekarang dia sudah berada di balik jeruji besi kepolisian tunggu pelimpaan ke Kejaksaaan.

"Tolong saya Nita??"

"Kamu sudah hancur Lisa, karena ketamakanmu. Kamu lupa?? Saya sudah ingatkan jangan ganggu darah daging Christian. Tetapi kamu memang penjahat. Makanya kamu di tangkap."

"Kamu teman macam apa."

"Maafkan aku Lisa. Saya akan meminta temanku yang pengacara mendampingi kamu."

"Saya mau kamu."

"Saya tidak bisa karena saya sudah bekerja dengan adik saya. Itu pun jika teman saya ini mau."

"Kamu jahat Nita. Saya menyesal berkenalan dengan kamu."

Nita pun pergi meninggalkan kantor polisi. Sebelum Nita keluar dari perusahaan Wijaya yang selama ini mengaji dia, Nita menyerahkan satu memori eksternal berisi data kejahatan Lisa.

Di tahanan Lisa, menangis histeris akhirnya dia ditegur oleh tahanan yang lain. Lisa yang tidak mau mengalah menantang dan akhirnya terjadi perkelahian antara Lisa dengan tahanan lainnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!