NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Situasi Yang Canggung

Entah bangaimana akhirnya Amanda ikut bergabung juga bersama Raisa dan kakaknya untuk makan bersama. Pergi bersama menggunakan mobil milik Reihan. Dan, meninggalkan motornya begitu saja di dalam parkiran rumah sakit setelah menitipkannya pada security, untuk menuju restaurant yang tak jauh dari rumah sakit.

Di antara orang yang tak begitu dikenalnya dengan baik, Amanda merasakan perasaan yang cukup canggung. Situasi dimana membuatnya tak bisa bergerak dengan bebas, ia jadi lebih banyak diam dan hanya menyimak obrolan ketiganya yang tak pernah ia ketahui selama perjalanan mereka menuju restaurant. Walau ada kalanya dia ikut bersuara, ketika Raisa yang duduk disampingnya mengajaknya berbicara.

"Sepertinya umur kita tidak jauh berbeda? Apa aku boleh tahu kamu umur berapa?" tanya Aqila pada Amanda yang kini sudah berada di dalam restaurant. Keduanya duduk saling berhadapan satu sama lain.

Meski baru pertama kali bertemu, Aqila tak menggunakan bahasa yang terlalu formal pada Amanda.

"Umur saya 27 tahun." jawab Amanda sopan.

"Ternyata kita seumuran, ya.." rupanya umur mereka sama-sama 27 tahun.

"Wah, ternyata bu Amanda umurnya 27, ku kira baru 25an." Raisa ikut berkomentar. Amanda sendiri hanya bisa tersenyum disampingnya.

"Berarti di antara kita, kak Reihan yang paling tua dong!" celetuk Raisa langsung menatap kakaknya yang duduk tepat di depannya.

Reihan sendiri tak menjawabnya dan hanya bisa menatap wajah sang adik dengan mode pasrah, jika membicarakan soal usianya yang sudah 32 tahun itu.

"Meski begitu, kakakmu masih terlihat muda, kan?" ujar Aqila ikut menimpali.

"Entahlah, aku tidak yakin." canda Raisa yang langsung mendapatkan cubitan manis dari sang kakak pada tangannya karena masih membahas soal usianya.

Hubungan ketiganya terlihat dekat. Tak ada sekat ataupun jarak. Mereka saling melempar obrolan dan candaan satu sama lain. Meninggalkan Amanda sendirian ditengah-tengah obrolan yang tak bisa ia masuki itu.

Amanda sendiri hanya bisa diam mengamati obrolan ketiganya, dengan sesekali memperlihatkan senyumannya untuk mengurangi rasa canggung ditengah menunggu makanan yang belum datang.

"Maaf, ya. kalau kita jadi asik sendiri. Soalnya kita sudah lama tidak mengobrol bersama, jadi tanpa sadar kita lupa kalau ada orang lain di antara kita." ucap Aqila saat melihat Amanda yang hanya diam saja.

"Saya tidak masalah kok, silahkan saja kalau kalian mau melanjutkan obrolannya." jawab Amanda tidak merasa keberatan.

"Duh, saya lupa kalau ada bu Amanda. Maaf ya bu." Raisa ikut merasa bersalah, sampai membuat gesture mengatup kedua tangannya.

"Iya, tidak apa Raisa." Amanda tak merasa tersinggung, mengingat posisinya hanyalah orang asing di antara mereka. Karena itu, ia cukup memaklumi, mengingat kehadirannya disini sangat tidak direncanakan.

"Oh iya, sudah berapa lama kamu menjadi guru?" Aqila tiba-tiba jadi penasaran dengan profesi Amanda.

"Mungkin sudah lima tahun lebih." jawab Amanda.

"Wah, sudah lama juga ya ternyata?" Aqila tak menyangka bahwa Amanda sudah lama menjadi seorang guru.

"Iya," senyum Amanda menjawab pertanyaan Aqila.

"Mengapa anda memilih menjadi guru? bukankah guru tidak memiliki kesejahteraan yang layak?" pertanyaan Aqila terdengar sedikit tajam.

Amanda sempat terkejut mendengarnya, tapi dia bisa mengatur ekspresinya dan langsung tersenyum. "Saya memilihnya karena saya menyukainya." jawabnya kemudian.

"Jawaban yang sangat templete sekali." Aqila menyunggingkan senyuman tipis disudut bibirnya.

Amanda menatap Aqila dengan bingung ketika melihat ekspresinya yang memperlihatkan rasa tak sukanya terhadap dirinya. Padahal ini adalah pertemuan pertama mereka, tapi entah mengapa ia bisa melihat rasa permusuhan yang terlihat dari wajahnya.

"Memangnya kenapa dengan menjadi guru? Itu keren kok! Mamaku kan juga dulu pernah jadi dosen? Dosen kan sama aja seperti guru?" Raisa ikut berkomentar.

"Sepertinya kamu sangat dekat dengan gurumu, ya?" Aqila memang tersenyum, namun tatapannya memperlihatkan rasa tak suka pada sikap Raisa yang sedang memperlihatkan kedekatannya dengan Amanda, bahkan membelanya.

"Iya, karena bu Amanda orangnya asik dan baik, karena itu aku juga merasa nyaman sama beliau." jawab Raisa yang memperlihatkan rasa sukanya pada Amanda.

Amanda yang ada disampingnya hanya bisa tersenyum mendengar jawaban dari Raisa.

"Kak Aqila jadi ikut senang kalau kamu jadi dekat sama gurumu sendiri, soalnya jarang ada murid yang bisa dekat dengan gurunya tanpa ada sekat seperti ini." ujar Aqila. Nadanya penuh rasa senang, namun ekspresinya seolah berkata sebaliknya. Hanya saja ia cukup pandai menyembunyikannya dan membungkusnya dengan penuh kelembutan.

"Sebenarnya banyak anak-anak yang suka dengan bu Amanda, karena beliau memang orangnya baik." lagi-lagi Raisa memuji Amanda.

"Begitu ya.. " Aqila nampak iri melihat Raisa dekat dengan Amanda, karena selama ini ia tak pernah melihat Raisa bisa dekat dengannya. Hal itu tiba-tiba membuatnya jadi kesal sendiri.

"Sebaiknya kita makan saja," ucap Reihan memecah situasi yang cukup canggung, saat makanan yang mereka pesan sudah ada di atas meja mereka.

Berada dalam situasi yang canggung membuat Amanda ingin segera keluar, meski ia cukup bersyukur Raisa terus mencoba mengajaknya berbicara disela makan mereka, untuk membuatnya merasa nyaman.

Sebenarnya, ia sendiri juga tidak tahu mengapa bisa sampai ada ditengah-tengah mereka seperti ini. Sebelumnya, ia bahkan tidak pernah membayangkan akan makan bersama dengan salah satu anggota keluarga dari muridnya sendiri.

Dari pertemuan yang tak terduga ini, Amanda jadi mengetahui keluarga Raisa. Dokter yang ia temui sebelumnya ketika membantu seorang ibu-ibu ternyata adalah kakak kandung dari Raisa. Yang kemungkinan ibu-ibu itu juga adalah mamanya.

"Apa mama kamu namanya Dewi?" tanya Amanda tiba-tiba.

"Iya, benar. Lebih tepatnya Dewi Rosita." jawab Raisa sambil mengunyah makanan.

Nama yang cukup familiar bagi Amanda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!