Tidak pernah terbayangkan jika perempuan urakan sepertiku pada akhir nya bisa menikah dengan lelaki pilihan papa yang katanya tampan, baik dan kaya melintir.
Aku terinspirasi dari pernikahan adikku yang berakhir bahagia karena pilihan papa.
Awalnya semua berjalan sesuai harapan, akad nikah yang sakral, resepsi yang mewah dan perlakuan suamiku yang teramat sangat baik. Tapi itu hanya mimpi selama dua hari di hidupku.
Enrico Putra Deisanto, seorang pengusaha dalam bidang farmasi yang menikahiku saat ini. Dia membawaku pulang ke sebuah rumah megah bak istana dengan puluhan pembantu.
Disinilah kisah hitamku dimulai, aku yang mencintainya pada pandangan pertama harus rela mengubur mimpiku untuk hidup bahagia dengan nya. Akhirnya aku tahu dia menikahiku karena paksaan ibu nya yang sedang sakit parah dan bukan kemauan nya sendiri.
Penderitaanku tak berhenti di situ, dengan santainya dia membawa pulang seorang perempuan yang akan tinggal satu rumah dengan kami. Seorang perempuan yang katanya sangat dia sayangi. Kalian tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika seorang suami membawa perempuan lain di depan istri sah nya.
ini kisah saya,
ini cerita saya,
saya pemeran utamanya,
lalu apa posisi perempuan itu?
Aku harap dia hanya pemeran pembantu atau pelengkap latar yang hanya bisa diam, aku tetaplah pemilik suamiku yang sah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Chelsea Arbiansyah point of view:
🦋🦋🦋
Ada dua macam orang dalam hidup, ada yang beruntung bisa mencapai keikhlasan dan ada yang sebagian besar terluka seumur hidup nya. Sedangkan aku sendiri tidak tahu berada di posisi mana? Bukan nya mengikhlaskan tetap saja akan terluka.
Aku tersenyum seperti orang gila seraya membayangkan kejadian tadi sore, apa enrico sedang cemburu? Kurang kerjaan sekali dia bisa mendapatkan fotoku sebanyak itu dengan Alfath. Ternyata dia terlalu kekanak kanakan.
Aku menatap beberapa sepatu yang berjajar rapi di kamar yang sedang ku tempati. Ada rasa sakit saat enrico menuduhku yang tidak tidak, apa apaan dia itu? Bukan nya kita ini pasangan suami istri pura pura? Tidak perlu semarah itu saat aku bersama laki laki lain, bukan nya aku selalu memahami nya ketika dia bersama Alina. Bermesraan di depan mataku pun tak apa, aku tidak pernah marah padanya meskipun harus menahan sakit di hatiku.
🦋🦋🦋
Hari hari berikut nya tetap ku laksanakan tugasku seperti biasa, memasakkan makanan untuk enrico dan membuatkan air lemon untuk nya. Tapi kali ini aku hanya diam saja, aku berusaha menghindar dari mereka berdua termasuk Tara yang cukup menjengkelkan untukku. Kali ini aku habiskan waktuku dengan berkebun di ladang, memanen hasil kebun untuk diolah menjadi beberapa makanan.
Dari kejauhan ku lihat Enrico dengan Alina yang memeluk lengan nya dengan erat keluar dari pintu utama. Ada rasa iri dalam hatiku hingga air mataku hampir lolos begitu saja.
“Non chelsea kenapa?” Tanya mbak hanik, mbak hanik adalah pembantu lainnya yang biasa membantuku di kebun.
Aku mulai menghafal mereka satu persatu.
“Nggak papa,” kataku seraya menghembuskan napas pelan.
Mbak Hanik menangkap pemandangan yang sedang ku lihat.
“Begitulah laki laki kaya, non. Kalo saya jadi non chelsea mungkin saya nggak kuat. Maaf non, tidak bermaksud mencampuri urusan rumah tangga nona,” kata mbak hanik yang tiba tiba nggak enak hati.
“Dia bahkan tidak pernah mengajakku ke kantor nya,” kataku lirih seraya menghembuskan napas pelan.
“Non Chelsea kan istri sah, kenapa nggak diusir saja perempuan itu?”
“Perempuan itu lebih baik dariku mbak, mungkin aku harus jadi dokter dulu biar suamiku jatuh cinta padaku,” kataku terkekeh.
“Tapi non chelsea ini cantik banget loh, mirip model. Saya juga mau kalo rambut saya nantinya diwarna mirip non chelsea,” kata mbak hanik yang membuatku tersenyum.
Dari kejauhan Enrico sedang melihat aktivitasku dan tak sengaja mata kami bertemu tapi segera ku alihkan pandanganku kearah lain. Tak lama kemudian dia membukakan pintu mobil nya untuk Alina, so sweet sekali mereka. Dia bahkan tidak pernah membukakan pintu mobil untukku.
Aku lebih memilih melanjutkan aktivitasku sampai mobilnya menghilang dari pandanganku.
🦋🦋🦋
Hari ini demi mengurangi rasa bosan yang ada di hidupku, aku memilih untuk membuat kolak dari hasil kebun yang ku dapat. Setelah selesai ternyata hasil nya terlalu banyak, aku menikmati kolakku bersama pembantu dan tukang kebun yang ada di sana.
“Seharusnya memasak itu tugas kami loh, non,” kata mbak hanik.
“Iya, lihatlah tangan non chelsea jadi kasar,” sahut mbak darmi.
“Saya ini juga seorang pembantu sama seperti kalian,” kataku terkekeh.
“Non chelsea, jangan bilang seperti itu,”
“Tara yang bilang kalo aku ini pembantu, dan enrico diam saja berarti bener donk kalo aku ini pembantu,” kataku tersenyum seraya bangkit dari tempat dudukku dan mencari beberapa kotak makanan.
“Mau apa non?”
“Mau mengunjungi mertuaku, aku ini seperti menantu durhaka saja tidak pernah mengunjungi mertuaku. Pak Har bisa mengantarku kan?” tanyaku seraya memasukkan beberapa kolak di kotak makanan.
“Siap non,” kata pak Har.
Setelah menyiapkan beberapa kolak di kotak makanan, aku bersiap siap mengganti bajuku dan meluncur menuju kediaman mertuaku yang tak kalah besar nya. Aku masih memandang ke sekeliling halaman yang luas itu.
“Apa ini benar rumah nya pak?” tanyaku pada pak Har.
“Tentu saja non, saya sudah lama bekerja di sini,” sahut pak Har.
“Baiklah,” kataku mulai turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah nya.
“Loh, menantuku?” Tanya ayah mertua yang menyambutku dengan pelukan nya.
“Ada apa kok tumben kesini?” Tanya ayah mertua.
“Tadi chelsea membuat kolak, siapa tahu ayah dan ibu mau,” kataku tersenyum.
“Ibumu sakit,” kata ayah mertua.
“Sakit?” tanyaku khawatir.
“Ya, bisakah kamu menjaga ibumu selama dua hari, temani dia supaya tidak bosan, Karena ada sesuatu yang harus ayah urus di luar kota selama dua hari,” kata ayah mertua.
“Baiklah, chelsea akan menjaga ibu,” kataku tersenyum.
🦋🦋🦋
Aku memasuki sebuah kamar, di sana terbaring seorang wanita tua yang memandangku seraya tersenyum. Wanita itu adalah ibu mertuaku yang usianya memang sudah lanjut.
Tangannya melambai padaku mengisyaratkan jika dia memanggilku. Aku mendekat dan duduk di samping ranjang seraya mencium tangan nya.
“Bagaimana kabarmu nak?” Tanya ibu mertuaku.
“Baik bu,” jawabku tersenyum.
“Apakah enrico merawatmu dengan baik?”
“Tentu saja, lihatlah chelsea menjadi sedikit gemuk sekarang,” kataku terkekeh seraya memeluk ibu mertuaku.
“Apa perutmu sudah isi? Apa sudah hamil?”
“Isi nasi, bu,” kataku tersenyum.
“Jadi belum isi ya?”
“Tidak secepat itu,bu,” kataku tersenyum.
Gimana bisa hamil? Aku aja masih virgin.
“Ibu sakit apa?” tanyaku.
“Biasa, penyakit orang lansia,” kata ibu mertua.
“Chelsea buat kolak untuk ibu, aku suapin ya?” tanyaku seraya membuka kotak makanan dan ku tuangkan di mangkuk kecil.
“Ayo buka mulut nya bu,” kataku tersenyum.
“Kamu memperlakukanku seperti anak kecil saja, aku bisa makan sendiri,” kata ibu mertua terkekeh.
“Lihatlah ibu cantik sekali jika tersenyum begitu,” kataku mengedipkan mata pada nya.
“Kamu ini bisa saja,” kata ibu mertua tersenyum lagi.
“Benar. Ibu cantik sekali, tidak salah jika enrico setampan itu,” kataku tersenyum.
“Apa kamu bisa menerima enrico?”
“Tentu saja, putramu sangat tampan dan kaya sampai sampai aku jatuh cinta,”
🦋🦋🦋
Akhirnya hari itu dan dua hari ke depan aku tinggal di kediaman orangtua enrico tanpa mengabari suami menyebalkanku itu. Aku juga mengirim pesan pada semua pembantu di sana jika aku sedang berlibur dan baik baik saja supaya mereka tidak khawatir.
Aku menghabiskan waktuku dengan merawat ibu mertua. Aku memijat nya, menyisir rambut nya, menyuapi nya dan mengajak nya berjalan jalan ke sekeliling rumah. Itulah hal rutin yang kami lakukan selama aku ada bersama ibu mertuaku.
Hingga malam itu ayah mertuaku datang dengan membawa banyak oleh oleh untukku. Mataku berbinar ketika ada 3 pasang sepatu sesuai ukuranku di paper bag yang dibawa nya. Beliau memang sudah bertanya padaku mau dibawakan apa ketika pulang nanti, aku hanya menjawab sepatu dengan ukuran kakiku. Tapi aku hanya ingin satu pasang saja, mana ku tahu jika ayah mertuaku membawakanku tiga pasang sepatu sekaligus. Malam itu juga aku pamit pulang karena ibu mertua sudah bisa makan dengan lahap.
“Sering seringlah kesini, chelsea,” kata ibu mertua.
“Chelsea tidak bisa janji, bu. Nanti tidak ada yang merawat putramu, dia hanya mau makan masakanku,” kataku tersenyum pada nya.
“Masakanmu memang enak,” kata ibu mertua.
“Biasa saja, itu karena aku sering belajar,” kataku tersenyum.
🦋🦋🦋
Malam itu juga, dengan membawa beberapa paperbag di tanganku. Aku memasuki rumah besar enrico dengan santai nya. Aku melihat mbak darmi dengan wajah ketakutan nya menatapku.
“Ada apa mbak?” tanyaku.
“Nggak ada apa apa, non,” kata nya dengan nada gemetar.
“Mana enrico?” tanyaku.
"Ada di kamar nya,”
“Alina?” tanyaku lagi.
“Sepertinya ada shift malam di rumah sakit baru nya,” kata mbak darmi.
“Baiklah, aku akan istirahat dulu,” kataku tersenyum seraya memutar badanku untuk ke kamar.
Tapi aku mulai mematung di tempat ketika enrico sudah berada di depanku dengan tatapan yang sulit diartikan. Aku mengalihkan pandanganku kearah lain karena sedang membenci keadaan ini.
PLAKK….
Sebuah tamparan keras mendarat di pipiku hingga aku meringis memegangi pipiku yang terasa kram. Ada sedikit darah di ujung pipiku, begitu keras nya enrico menampar pipiku.
“Kamu jual kemana lagi dirimu? Tiga hari dengan tiga pasang sepatu mahal, satu malam untuk satu pasang sepatu?” tanya nya dingin.
“Tentu saja ku jual tubuhku untuk yang mau dengan pelayananku,” sahutku seraya mengusap darah yang ada di ujung pipiku dengan suara yang bergetar menahan airmata yang mau lolos di pipiku.
“Kamu pikir aku tidak bisa membayarmu dengan sepatu sepatu itu hanya untuk satu malam?” tanyanya datar.
“Ya, kamu tidak akan sanggup,” kataku tersenyum meremehkan.
“Jangan kurang ajar padaku, seharusnya kamu menjaga kehormatanmu sebagai seorang istri,” katanya mulai menarik rambut pirangku untuk mengikuti nya ke kamar.
“Jangan tuan,” kata mbak darmi.
“Jangan ikut campur, kamu ingin ku pecat?” kata enrico cepat seraya menarik rambutku supaya aku mengikutinya ke kamar nya.
BLAMMM….
Pintu kamar tertutup dengan keras nya hanya dengan satu tangan nya. Paperbag sepatuku sudah ku lepas entah kemana karena menahan sakit dari tarikan tangan nya terhadap rambutku.
Dia mendorong badanku ke ranjang nya hingga aku terjatuh dengan keras di kasurnya, aku sedikit meringis karena kepalaku terbentur ujung dashboard ranjang nya.
“Aku akan membayarmu malam ini,” kata enrico mulai menciumiku dengan kasar.
“Ku mohon jangan,” kataku mulai meronta dari cengkaraman nya.
“Kenapa? Apa kamu takut?” katanya dengan mata berkabut.
Dia mulai membuka seluruh pakaianku dengan paksa meskipun aku terisak. Aku masih menutup badanku yang polos.
“Apa dia melakukan ini padamu? Seperti ini?” tanyanya seraya menyatukan tubuh kami tanpa pemanasan terlebih dahulu.
Dengan kasar dia menyetubuhiku dengan aku yang terisak menahan sakit di bawah tubuh nya. Lebih tepat nya aku merasa di perkosa dengan keadaan lampu yang gelap di kamar nya itu.
Malam itu, berulangkali dia menyatukan tubuh kami hingga rasa nya badan ini remuk. Tidak ada kenikmatan sama sekali untuk malam pertama yang ku lakukan bersama suamiku. Dia melakukan nya tanpa kelembutan, hanya perlakuan kasar yang ku rasakan. Berkali kali enrico mengerang di atas tubuhku, menggeliat dalam deru napas yang saling memburu dan keringat kami yang mulai mengucur.
Aku tetap menitikkan air mata dan sesekali mengeluarkan desahan yang terasa menjijikkan untuk ku dengarkan sendiri. Aku terus berupaya menutup mulutku dengan tanganku untuk menghalangi suara gila yang keluar dari mulutku, sedangkan tangan satuku mencengkeram kuat lengan enrico.
Keesokan harinya, rasa remuk ada di sekujur badanku. Rasa perih yang disertai nyeri dibagian intiku juga membuatku sulit berjalan. Airmataku mengalir lagi mengingat kejadian semalam saat enrico merenggut kesucianku dengan kasar.
Jangan lupa like, comment and vote ya guys 🙏😁
hepi weekend 🍓🍓🍓
semoga masih suka dengan cerita receh saya 😅
sudah up tertanggal 21 november 2020 pukul 07.00, tungguin sampe lulus review ya 🙏😊
Aku mampir yahh dengan like dan rate nya, Jangan lupa mampir dan feedback ke novel ku yahh ❤Sabda Rindu❤
Terimakasih ditunggu kehadirannya 🥰