NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Balas Dendam
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Demi melindungi harga diri suaminya yang mandul, Larissa rela menanggung caci maki sebagai wanita mandul. Namun, pengorbanannya dibalas dengan surat cerai dan pengusiran kejam setelah sang suami memalsukan hasil medisnya demi bersanding dengan wanita lain.

Tiga tahun berlalu, dunia terguncang ketika Larissa bangkit sebagai istri dari CEO terkaya dan melahirkan dua anak yang sehat. Saat kebohongan masa lalu mulai terbongkar, giliran Larissa yang memegang kendali untuk membuat mantan suaminya merangkak dalam penyesalan seumur hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Pertemuan dua jiwa

Lift khusus eksekutif meluncur naik dengan kecepatan tinggi tanpa guncangan sedikit pun, membelah puluhan lantai gedung pusat Megah Corp menuju lantai paling atas.

Di dalam kubikal berlapis cermin krom yang mengilap itu, keheningan terasa begitu pekat. Harris berdiri tegak di dekat pintu, sementara Larissa berdiri di tengah menatap pantulan dirinya sendiri.

Ting.

Pintu lift terbuka perlahan, menyajikan pemandangan sebuah koridor yang seluruh lantainya dilapisi karpet beludru tebal berwarna abu-abu gelap. Tidak ada hiruk-pikuk karyawan di sini.

Di ujung koridor, berdiri sebuah pintu ganda berbahan kayu mahoni solid setinggi tiga meter dengan gagang kuningan antik.

"Silakan, Ibu Larissa. Pak Bayu sudah menunggu di dalam," ujar Harris sembari mendorong salah satu daun pintu kayu tersebut dengan gerakan hormat.

Larissa menarik napas dalam-dalam, menegakkan bahunya lalu melangkah masuk melewati ambang pintu.

Ruang kerja sang CEO Megah Corp ternyata jauh lebih luas dari perkiraannya. Ruangan itu didominasi oleh dinding kaca raksasa di sisi selatan yang menyajikan pemandangan panorama lanskap gedung-gedung pencakar langit Jakarta dari ketinggian tertinggi.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja kerja masif berbentuk geometris modern dari bahan batu granit hitam. Di balik meja itulah, sosok sang penguasa tertinggi Megah Corp sedang duduk dengan tenang.

Bayu Wicaksono.

Pria muda itu tampak berusia awal tiga puluh tahunan, mengenakan kemeja formal putih bersih yang lengannya digulung rapi hingga ke siku, menampakkan jam tangan mewah berdesain minimalis namun berharga miliaran di pergelangan tangan kirinya.

Guratan wajahnya tegas, dengan rahang kokoh dan sepasang alis tebal yang menaungi manik mata elang sewarna jelaga.

Bayu memancarkan aura yang luar biasa mengintimidasi namun di saat yang sama juga berkharisma, sebuah karisma alami yang lahir dari kekuasaan, kecerdasan bertangan dingin, dan statusnya sebagai salah satu miliarder paling berpengaruh di negeri ini.

Pria ini berada di level yang begitu tinggi, sebuah level yang bahkan tidak akan pernah bisa dijangkau oleh Bram Baskoro meski pria itu kaya tujuh turunan sekalipun.

Bayu mendongakkan kepalanya saat mendengar langkah kaki Larissa masuk. Sepasang mata elangnya langsung mengunci pandangan mata Larissa, menatap lekat-lekat wanita yang berjalan mendekati mejanya dengan sangat tenang.

"Selamat pagi, Pak Bayu. Saya Larissa dari PT Laju Utama," sapa Larissa terlebih dulu.

Bayu tidak langsung menjawab, dia menyandarkan punggungnya di kursi eksekutif kulit hitamnya, melipat kedua tangannya di depan dada sembari terus menatap Larissa dengan pandangan menilai yang sangat dalam.

Sebagai seorang CEO tertinggi yang terbiasa menghadapi ratusan vendor, investor asing, dan pejabat tinggi, Bayu sangat peka terhadap aura manusia.

Biasanya, wanita atau pria yang pertama kali masuk ke ruangannya akan menunjukkan gestur tubuh yang gugup, mata yang gelisah, atau senyuman manis yang dipaksakan demi mencari muka.

Tapi wanita di hadapannya ini sangat berbeda. Pakaiannya sangat sederhana, bahkan bisa dibilang terlalu biasa untuk standar ruangannya, tetapi cara wanita ini berdiri, menatap matanya balik tanpa ada rasa takut, dan pembawaannya yang sedingin, justru memancarkan pendar wibawa misterius yang sangat kuat.

"Silakan duduk, Ibu Larissa," suara Bayu mengalun rendah dan berat.

Larissa mengangguk kecil, lalu duduk di kursi kulit di hadapan meja granit hitam tersebut.

Bayu meraih salah satu map di atas mejanya dan membukanya perlahan, namun matanya tetap terfokus pada Larissa.

Rapat penandatanganan kontrak ini tidak akan berjalan dengan mudah. Bayu adalah seorang pragmatis yang perfeksionis; dia tidak akan pernah menandatangani kontrak triliunan rupiah hanya berdasarkan laporan teks dari asisten pribadinya tanpa menguji sendiri keaslian kapasitas sang konseptor.

"Saya sudah membaca laporan dari Harris mengenai presentasi Anda," Bayu memulai pembicaraan, jemarinya mengetuk pelan tepian berkas.

"Analisis efisiensi biaya tiga puluh lima persen dengan metode konsolidasi kargo terintegrasi yang Anda tawarkan memang sangat impresif di atas kertas. Namun, Megah Corp bergerak di dunia nyata yang penuh dengan variabel tak terduga, bukan di dalam ruang simulasi teori kampus."

Bayu menatap tajam, melayangkan pertanyaan uji pertamanya dengan nada dingin tanpa basa-basi. "Katakan padaku, jika armada logistik PT Laju Utama tertahan di pelabuhan akibat perubahan regulasi pembatasan tonase muatan yang mendadak dikeluarkan otoritas bea cukai di tengah malam, bagaimana formula algoritma VRP Anda bisa menyelamatkan rantai pasok komponen pabrik kami dari risiko stagnasi produksi?"

Mendengar pertanyaan makro yang sangat sulit dan menjebak itu, Larissa sama sekali tidak panik. Dia tidak mengalihkan pandangan matanya, tidak juga mengernyitkan dahi.

Larissa memajukan tubuhnya sedikit, meletakkan kedua telapak tangannya di atas meja dengan tenang.

"Formula algoritma VRP yang saya susun di halaman dua belas tidak berdiri sendiri sebagai sistem statis, Pak Bayu," jawab Lana dengan penuh keyakinan.

"Saya sudah memasukkan variabel mitigasi darurat berupa Buffer Node (titik simpul penyangga) di tiga kawasan pergudangan satelit di luar lingkar luar Jakarta. Jika terjadi pembatasan tonase mendadak di pelabuhan pada tengah malam, sistem kami akan langsung memecah muatan kargo besar menjadi armada-armada kecil dengan kapasitas di bawah delapan ton melalui jalur arteri alternatif yang bebas dari pembatasan bea cukai harian. Lead time kita memang akan bertambah dua puluh menit, namun stagnasi produksi pabrik Megah Corp akan tetap berada di angka nol persen, dan biaya kompensasi bahan bakarnya sudah tercover oleh margin efisiensi awal kita di halaman empat."

Bayu mendengarkan penjelasan Larissa tanpa memotong sedikit pun. Keningnya bergerak samar, jawaban Larissa tidak hanya cepat, melainkan sangat taktis dan didasarkan pada pemahaman riil tentang medan lapangan, bukan sekadar membaca teks proposal.

Selama lima belas menit berikutnya, Bayu terus membombardir Larissa dengan rentetan pertanyaan bisnis yang luar biasa sulit, mulai dari analisis dampak inflasi global terhadap tarif kargo udara, manajemen risiko valuta asing dalam kontrak jangka panjang, hingga strategi penanganan konflik serikat buruh pelabuhan.

Tapi Larissa menjawab semuanya dengan tenang dan penuh akurasi data statistik yang otentik. Dia mengakhiri setiap jawaban dengan logika yang begitu tajam hingga membuat argumen Bayu tidak memiliki celah untuk menjatuhkannya.

Di balik wajahnya yang tetap memasang ekspresi datar yang dingin, Bayu diam-diam merasakan sebuah gelombang kekaguman yang luar biasa besar mulai membuncah di dalam dadanya. Pria itu menatap lekat-lekat ke dalam sepasang manik mata gelap Larissa.

Sebagai seorang pembaca karakter manusia yang ulung, Bayu bisa melihat dengan sangat jelas bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di balik ketangguhan wanita ini.

Di dalam kedalaman mata gelap Larissa, ada sebuah luka besar masa lalu yang teramat sangat dalam, sebuah penderitaan yang pernah menghancurkan hidupnya hingga berkeping-keping.

Tapi yang membuat dirinya takjub adalah, wanita ini tidak membiarkan luka itu membuatnya layu sebagai korban.

Wanita di hadapannya ini bukanlah selembar kertas kosong; dia adalah sebuah belati berharga yang baru saja ditempa dari dalam api neraka kehidupan. Dan Bayu menyukai apa yang dia lihat.

"Luar biasa," sebuah pujian pendek, jarang terjadi, dan luar biasa mahal akhirnya lolos dari bibir Bayu.

Pria itu menutup map lalu meraih pulpen bernopol emas miliknya. Dengan goresan tangan yang tegas, Bayu membubuhkan tanda tangan resminya di atas lembar kontrak final, mengesahkan kemitraan raksasa di antara mereka.

"Anda telah membuktikan bahwa otak Anda jauh lebih besar daripada nama perusahaan yang Anda wakili, Ibu Larissa."

Larissa menyunggingkan sebuah senyuman tipis. "Terima kasih atas penilaian Anda, Pak Bayu."

Proses penandatanganan selesai, Bayu menyerahkan map berkas yang telah sah kepada Harris, lalu pria itu berdiri dari kursi eksekutifnya dan merapikan sedikit kemeja putihnya.

Bayu mengulurkan tangan kanannya dan menatap Lana dengan sorot mata elangnya yang kini memancarkan binar rasa kagum.

"Selamat atas kerja samanya, Ibu Larissa. Mulai hari ini, PT Laju Utama resmi menjadi mitra lini utama logistik Megah Corp. Dan saya harap ini hanyalah awal dari banyak proyek besar yang akan kita kelola bersama di masa depan."

Larissa ikut berdiri dari kursinya. Dia mengulurkan tangan kanannya, menyambut uluran tangan sang miliarder. "Sebuah kehormatan bagi saya, Pak Bayu. Saya jamin, tim kami tidak akan mengecewakan investasi Anda."

Brak!

Tepat saat telapak tangan mereka bersentuhan dan saling menggenggam dengan erat, sebuah interupsi yang sama sekali tidak terduga terjadi.

Pintu ganda ruangan yang tadinya tertutup rapat, tiba-tiba didorong terbuka dari luar dengan sangat keras hingga menimbulkan suara dentuman yang menggema di dalam ruangan.

Harris yang berjaga di sudut seketika menegang, tangannya refleks bergerak protektif, sementara Bayu langsung mengernyitkan dahi dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi sangat tajam dan dingin karena privasinya diganggu.

Namun, emosi kemarahan di wajah Bayu seketika runtuh dan berganti dengan ekspresi keterkejutan yang samar ketika melihat siapa sosok yang melangkah masuk melintasi pintu.

Seorang anak kecil laki-laki berusia sekitar empat tahun berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan.

Anak itu mengenakan kaus katun putih dan celana pendek denim. Wajahnya yang tampan tampak begitu berantakan; pipinya memerah merona, dan sepasang mata bulatnya digenangi oleh air mata yang terus mengalir deras membasahi wajah kecilnya. Isak tangis yang memilukan lolos dari bibir mungilnya yang bergetar.

Anak kecil bernama Elang itu tidak menoleh sedikit pun ke arah Bayu yang merupakan ayah kandungnya.

Dengan langkah kaki kecilnya yang bergetar penuh keputusasaan dan ketakutan akibat mimpi buruk yang baru saja dialaminya, Elang berlari lurus membelah ruangan kerja yang luas itu.

Grep!

Elang berlari lurus menubruk kaki Larissa, melingkarkan kedua lengan kecilnya dengan sangat erat di sekeliling rok hitam Larissa, lalu menyembunyikan wajahnya di sana.

Anak itu menangis dalam diam di sana, bahunya yang kecil naik-turun terguncang hebat, mencengkeram pakaian Larissa seolah-olah wanita asing itu adalah satu-satunya jangkar keselamatan tempatnya berlindung di dunia yang menakutkan ini.

Larissa seketika terpaku mematung di tempatnya berdiri, tangannya yang masih memegang telapak tangan Bayu mendadak kaku. Jantung Larissa seolah berhenti berdetak selama beberapa detik.

Dia menunduk, menatap kosong pada puncak kepala anak kecil yang sedang mendekap kakinya dengan begitu erat, memicu sebuah getaran aneh yang mendadak merayap halus di lubuk hatinya.

Di seberang meja, Bayu membelalakkan matanya dengan lebar, menatap pemandangan di depannya dengan rasa syok yang belum pernah terjadi sepanjang hidupnya.

Elang, putra tunggalnya yang menderita trauma psikologis dan terkenal sangat tertutup, dingin, serta menolak keras disentuh atau didekati oleh wanita asing mana pun selama bertahun-tahun ini kini justru menubruk dan memeluk erat kaki Larissa.

Bersambung

1
sunaryati jarum
Semua manipulatif Bram dan Vera dikuliti publik, rasain
sunaryati jarum
Tanggung jawablah Vera kau kan sudah menikmati Bram dan hartanya, sekarang kau tinggal membayar sebagai penghuni hotel prodeo
YAM
smpe sini terlalu greget ma mc nya bego gampang di tindass😡😡
Sindy Puspita: Hehehehe, hidup kadang emang harus bego dulu kak🤭🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Bu Maya langsung koit
sunaryati jarum
Emak tunggu hasilnya, Larissa
sunaryati jarum
Ingat kamu hamil jangan terlalu emosi
Batara Kresno
makin seru bagus ceritanya lanjut thor
sunaryati jarum
Hanya dengan mengumumkan kehamilan Larissa kebohongan Bram dan Vera terbongkar dengan sendirinya.Jika sejak awal jujur sama Bu Maya, mungkin dia tidak mengecap Larissa mandul,dan cari solusi bersama.Kalau sudah begini kalian sendiri yang hancur, bahkan Bram tidak tahu dirinya menghina Vera juga,lucu .Sudah tahu dirinya yang bermasalah kok melempar kekurangan pada orang lain🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Nah bagaimana Bu Maya masih mempertahankan jika Larissa mandul?
sunaryati jarum
Selamat Larissa akhirnya bersama Sultan Sang Penguasa Raja Bisnis kamu hamil, semoga sehat bayi dan kamu
Sindy Puspita
Terima kasih atas dukungannya kak🙏 Ditunggu updatenya besok malam ya
Batara Kresno
masih kurang thor dirunggu upnya ttp semangat trimakasih udah up 3 bab🙏🙏🙏
Batara Kresno
mampus lho bu maya
Batara Kresno
ko cuma 1 tumben pengin liat keluarga bram mampus
sunaryati jarum
Lanjut
sunaryati jarum
Nah,kan tanpa Larissa membalas sakit hatinya, mereka sudah mendapatkan balasan atas kejahatan mereka
sunaryati jarum
Terbongkar kebohongan kamu,ingin hati menutupi kekurangan Bram,namun merugikan diri sendiri
sunaryati jarum
Tidak usah membalas mereka sudah kenaa karma karena ulahnya dan provokasi Vera.Hiduplah dengan bahagia sudah
Emak suka cerita ini , tidak bertele- tele, alurnya runtut
sunaryati jarum
Jatuh mental sekarang , orang yang kalian hina bersanding dengan pria terkaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Waah mantap Bos Bayu to the point , langsung gass pool.Langsun nikahin,Bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!