NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Nyata

Setelah pertengkaran kami tadi, mas Bayu pergi ke luar rumah yang aku sendiri tidak tahu dia kemana.

Akhir akhir ini dia sering keluar rumah saat malam hari dan jika aku tanya dia pasti menjawab nongkrong dengan tetangga.

Sampai akhirnya jam 11malam mas Bayu terlihat masuk ke dalam kamar dengan senyuman lebar tergambar jelas di wajahnya. Entah apa yang membuat dia tersenyum begitu bahagia setelah pertengkaran kami tadi.

Dia lalu mematikan lampu kamar dan merebahkan dirinya di sampingku.

Dret... Dret. .. Dret...

Handphone mas Bayu terasa bergetar lalu dia membuka handphone-nya dan aku lihat dia terus tersenyum meladeni pesan yang terus masuk..

Aku yang dari tadi pura pura tertidur mulai curiga dengan tingkahnya...

"Mas" Kataku dan nampak mas Bayu langsung menyembunyikan handphone nya.

"Pesan dari siapa mas? kenapa mas sangat bahagia? " Tanyaku dan mas Bayu terlihat gugup..

"Dari grup sekolah" Jawabnya singkat...

"Boleh aku lihat? " Kataku sambil mengulurkan tanganku untuk melihat handphone nya.

"Jangan berani berani kamu menyentuh handphone ku.. Jangan lancang! " Bentak mas Bayu..

"Mas... Aku istrimu, apa tidak boleh jika aku hanya ingin melihat isi pesanmu? "

"Tidak !. Kamu tidak boleh! dan jangan pernah berani! "

"Apa mas menyembunyikan sesuatu di belakangku? aku peringatkan ya mas... Apapun yang kamu lakukan padaku, semua akan aku terima , namun jangan dengan bermain perempuan, apalagi sampai berhubungan badan denganya..aku tidak akan segan meninggalkanmu Mengerti?! " ancamku.

Dia berdecih..

"Berani kamu ya mengancamku, aku usir dari sini jadi gelandangan kamu! " Bentaknya...

"Mas.. Walau aku selalu mengalah, aku juga punya harga diri. "

"Sudah.. Aku malas bertengkar terus denganmu. " Jawabnya sembari dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Namun aku lihat cahaya dari handphone-nya yang terus menyala masih terus terlihat di balik selimutnya .. Dan dia seperti tidak mengindahkan semua ancamanku apalagi memikirkan perasaanku..

Pukul 03.30 aku terbangun dari tidurku. Aku memang selalu bangun sepagi itu untuk segera memasak untuk sarapan pagi.

Dan itu selalu aku lakukan sendiri karena mama mertuaku selalu bangun jam 6 bahkan kadang jam 7.

Aku segera meregangkan tubuhku dan aku lihat handphone mas Bayu di taruh di saku celananya..

"Sebenarnya apa yang dia sembunyikan di belakangku hingga dia sebegitu takut handphone-nya aku ambil" Gerutu ku dalam hati..

Walau mas Bayu memang notabenya suka merayu perempuan, namun selama ini aku yakin dia tidak pernah tidur dengan wanita lain, namun akhir akhir ini aku agak curiga, karena biasanya mas Bayu selalu meminta haknya 2x seminggu. Namun kali ini sudah hampir 2bulan dia tidak pernah memintanya bahkan ketika aku menawarkan, dia malah marah, bahkan kadang malah pergi nongkrong dengan para tetangga. Itu sebab aku akhir akhir ini curiga padanya..

Namun aku akhiri kecurigaan ku dengan fikiran posistifku...

"Aku yakin suamiku setia" Kataku dalam hati untuk menyemangati diriku sendiri agar terhindar dari fikiran negatif pada suamiku..

Setelah pergulatan dengan batinku selesai, Akupun segera ke dapur dan memasak ala kadarnya karena juga mas Bayu setiap hari hanya memberiku uang 15rb, itupun untuk belanja, jajan Angel bahkan kadang kalau ada sumbangan untuk hajatan aku harus menyisihkan sendiri.

Mas Bayu seolah menganggap uang 15rb sangat cukup untuk membiayai segala kebutuhan.. Padahal ya.. Kalian tahu sendiri uang 15 rb itu dapat apa jaman sekarang.

Aku segera memasak dan juga sekalian mandi pagi.

Pukul 05.30 mas Bayu nampak terbangun..

"Mas ini kopinya" Kataku sambil memberikan kopi kepada Mas Bayu yang memang setiap bangun tidur selalu minum kopi dulu.

Ketika dia sedang menikmati kopinya, aku lihat di saku celananya handphone-nya masih tersimpan rapi di sana, bahkan setelah selesai minum kopi dia terus membawa handphone-nya ke dalam kamar mandi.

"Ya Tuhan jangan buat aku berprasangka buruk dengan suamiku... Aku yakin suamiku setia" Doaku dalam hati..

Dan akupun segera mempersiapkan makanan di meja makan, dan juga menyiapkan baju kerja mas bayu...

"Sudah kamu setrika bajunya? " Tanya mas Bayu yang baru saja masuk ke kamar setelah mandi..

"Sudah mas. " Kataku sambil mendekatkan diri padanya...

Aku lalu memeluknya dari belakang jujur aku rindu sentuhannya...

"Lepas." Kata mas Bayu sambil melepaskan tanganku dengan kasar.

"Aku mau kerja! " Bentaknya..

Deg... Seketika hatiku terasa sangat sakit..

Aku pejamkan kedua mataku aku hembuskan nafasku secara perlahan untuk mengontrol emosiku..

"Bunda" Tangis Angel yang mungkin terbangun karena bentakan mas Bayu padaku...

"Sayang.. Maaf ayah berbicara sangat keras ya sampai malaikat kecilku ini terbangun" Kataku sambil memeluk Angel.

"Makanya jangan ganggu aku, Pagi pagi dah buat orang emosi" Geram mas Bayu ..

"Aku kan cuma memeluk mas, apa salah jika aku memeluk suaminya sendiri"

Mendengar perkataanku dia hanya terdiam dan terus memakai bajunya tanpa mengindahkan perkataanku..

"Ayu... Kenapa pagi pagi sudah bertengkar.. Mama pusing mendengarnya! " Teriak mamaku yang ternyata mendengar pertengkaran kami.

"Maaf ma.. " Kataku..

"Dasar mantu tidak tahu di untung, sudah numpang hidup malah berulah terus. " Gerutu mamaku yang aku dengar jelas di telingaku..

Ya Allah jika aku tidak memikirkan Angel ingin sekali aku kabur dari keluarga ini, batinku sungguh tersiksa.

"Sarapan dulu mas" Kataku ketika mas Bayu keluar kamar setelah rapi hingga siap untuk berangkat bekerja, dia sangat harum sekali. Sepertinya parfumnya ganti..

"Assalamu'alaikum" Suara wanita tardengar..

"Waalakumsalam" Jawabku sembari berjalan ke pintu depan kami..

"Oh.. Sekar... Ada apa? " Kataku pada wanita teman sekantor dan juga sekampung kami.. Dia janda karena di tinggal suaminya karena dia ketahuan selingkuh dengan teman sekantornya...

"Maaf mbk Ayu, aku mau minta ijin berangkat baren mas Bayu boleh? motorku mogok"

Aku mengerutkan dahiku mendengar permintaan wanita itu, namun ya sudahlah, mungkin motor dia memang mogok..

"Oya mbk, duduk sebentar mas bayu sedang sarapan"

Dan dia pun duduk di ruang tamu sedangkan aku kembali masuk buat menyiapkan makanan mas Bayu, karena setiap makan mas Bayu harus aku siapkan

"Tiap hari masak seperti ini! " Kata mas Bayu ketika melihat menu masakanku yang lagi lagi dengan sayur sop dan tempe goreng..

"Uang yang mas beri cuma cukup dengan menu ini mas" Jawabku dengan nada datar..

"Seharusnya kamu harus bisa mengatur uang, harusnya dengan uang segitu bisalah sesekali makan enak"

"Mas biarkan aku bekerja agar kita bisa makan enak "

"Heh.. Terus jika kamu kerja, siapa yang mau masak, cuci baju, ngepel, dan ngurusi anakmu itu? Kalau mama sih gak mau" Sela mama mertuaku yang tiba tiba berada di belakangku.

Ya aku disini cuma di anggap sebagai pembantunya. Dan itu rasanya sakit.

"Dah, malah ribut ribut.. Pusing aku" Kata mas bayu sembari pergi dari meja makan.

"Mas"

"Apa lagi! " Bentaknya..

"Kenapa sih bentak bentak terus... Tu ada sekar di depan mau numpang bareng mas"

Seketika dia mendengar nama Sekar, senyum mas Bayu mengembang..

"Dasar laki laki, dengar nama cewek langsung sumringah" Gerutu ku dalam hati...

"Selamat pagi Sekar" Kata mas Bayu pada sekar yang terdengar sampai di dapur..

"Mas.. Aku boleh barengkan?" Kata sekar manja kepada mas bayu, dan itu membuatku muak..

"Tentulah, aku malah senang bisa berangkat bareng dengan gadis secantik kamu"

"Dasar laki laki b****k" Kesalku dalam hati mendengar tingkah manis suamiku di depan wanita itu.. Padahal baru beberapa detik dia membentak ku...

"Ayu" Panggil mas bayu..

"Ya mas" Sahutku sambil berjalan ke ruang tamu..

"Sekar ingin bareng aku, boleh? " Tanya mas bayu...

"Jangan mas... Tidak boleh, jangan pergi denganya" Inginku dalam hati..

Namun tidak mungkin aku menjawab seperti itu...

"Iya" Jawabku singkat..

"Ya sudah.. Ayo kita segera berangkat" Kata mas Bayu pada sekar dengan memberikan senyuman terindahnya..

Aku berdecih melihat tingkah bas bayu..

"Dasar mata keranjang" Umpatku dalam hati.

Mas Bayu pun segera ke dapur untuk mengeluarkan motornya...

"Ini" Katanya sambil menyodorkan selembar uang kertas padaku..

"Lo mas kok cuma 10rb? "

"Kemarin habis belanja bnyak, jadi aku potong uang belanjamu" Jawabnya datar...

"Tapi mas"

"Dah jangan buat aku emosi lagi! " Bentaknya..

Dan aku kembali hanya bisa terdiam..

Aku lalu melihat suamiku pergi berboncengan dengan wanita yang notabenya tukang penggoda, namun aku percaya pada mas bayu kalau dia tidak akan menghianatiku..

"Pagi Mbak Ayu.. " Sapa ibuk ibuk di depan rumahku saat mereka belanja di tukang sayur langganan ku yang selalu berhenti di depan rumahku..

"Iya ibuk ibu" Salamku balik

"Aku tadi kok lihat Bayu boncengan bareng dengan Sekar, apa mbk ayu gak takut suamimu di rebut olehnya? "

"Emm.. Tidak.. Mas bayu setia kok" Jawabku..

"Semoga ya mbak, soalnya laki laki kalau di suguhi wanita cantik sok klepek klapek. " Kata ibu Norma yang membuat ibu ibu lain tertawa...

"Iya lo mbak hati hati, apalagi Bayu agak mata keranjang"

"Gak beda sama mama mertuamu itu, udah tua, janda, gatel lagi"

"Bener tu, mbk Ayu kok bisa sih masuk di keluarga kayak gtu, dah hidupnya irit, pelit, suka gatel, gak anaknya gak mamanya sama saja"

Mendengar perdebatan ibu ibu kampung membicarakan keluarga mas Bayu aku hanya terdiam, ingin sekali aku bilang IYA.. namun tidak mungkin, aku harus menjaga nama baik suami dan keluarganya...

"Beli sop lagi mbk? " Tanya abang penjual sayur padaku..

"Iya bang" Jawabku lirih karena sebenarnya aku malu tiap hari harus membeli sayur sop.. Namun apa dayaku, mas Bayu cuma memberi uang segitu..

"Jangan gitu bang, kasian mbk Ayu, dia cuma korban keluarga pelit"

"Ah.. Mbk Ayu kok bisa dulu suka sama Bayu, dulu pas pertama kali mbk kesini aku kaget lo mbk? "

"Kenapa bu"

"Mbk dulu tu cuantikkk bangettt, putih bersih dan katanya juga mbk anak orang kaya, kok bisa mau sama Bayu yang mempunyai muka pas pasan seperti itu, pakai pelet apa dia bisa memperistri mbak ? "

"Ah ibu bisa saja.. Aku dan mas Bayu saling cinta kok bu, gak pakai pelet"

"Ah... Nyesel gak mbak? "

"Enggak lah bu, kalau gak ketemu mas Bayu gak mungkin aku punya Angel"

"Sudah.. Sudah.. Malah pada ngerumpi terus.. " Kata abang sayur..

Dan setelah aku selesai berbelanja, aku segera masuk ke dalam rumah..

Jujur aku agak emosi dengan percakapan tadi, aku emosi karena aku di kasihani. Pantang bagiku di kasihani orang. Aku yang mempunyai harga diri tinggi paling tidak suka di kasihani, bahkan aku pun memutuskan pergi dari keluarga intiku yang notabenya orang kaya di jogja itupun karena papaku sudah melukai harga diriku karena papaku menghina aku dan mas Bayu.

Sudah pukul 19.00 mas Bayu belum pulang dari kerja, seharusnya dia pulang jam 17.00..andai dia lembur dia pasti mengabariku...

"Dimana dia? " Tanyaku dalam hati..

Dan aku akhirnya menelfon ya walaupun aku tahu akhir dari caraku ini, aku hanya akan mendapat bentakan. Namun daripada aku mati penasaran mending aku telfon dia..

Dret.. Drett... Dret...

Aku telfon dia namun dia tidak mengangkatnya...

Drett.. Drett.. Dret..

Aku kembali menelfon ya..

"Hallo! " Bentak mas Bayu kepadaku..

"Mas.. Mas dimana? Ini sudah jam 7 malam kenapa belum pulang? "

"Mas siapa? ? " Deg aku dengar lirih suara wanita..

"Siapa itu mas! " Bentakku..

"Siapa? Bukan siapa siapa"

"Aku dengar suara cewek tadi? "

"Kamu tu ya.. Suami sedang kerja malah di curigai terus.. Capek aku!! " Bentak mas Bayu mengakhiri percakapan kami..

Disisi lain Bayu memang sedang bersama Sekar di dalam sebuah hotel..

"Siapa mas" Tanya Sekar sembari memeluk tubuh Bayu yang sekarang tanpa berbalut apapun..

"Ayu.. "

"Kenapa kamu selalu membentaknya? diakan istrimu"

"Aku sebenarnya terpaksa memperistri nya, misi ku dulu cuma ingin menjadi menantu orang kaya karena keluarga ayu adalah yang kaya raya .. E... Malah dia pergi denganku dan meninggalkan keluarganya hanya gara dia di hina di sana.. Jadi pupuslah harapanku jadi orang kaya.. Ah sudahlah jangan bahas Ayu lagi...mari kita lanjutkan olaraga cinta kita" Kata laki laki bejat yang sedang mencari kenikmatan di atas kecemasan sang istri...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!