NovelToon NovelToon
BATAS KESABARAN RENATA

BATAS KESABARAN RENATA

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Bagi Renata, pernikahan adalah ruang tunggu berisi siksaan yang ia jalani demi Dio, putra semata wayangnya. Menikah dengan Aris menuntutnya menjadi wanita yang tak boleh punya rasa lelah. Di rumah itu, dia diperlakukan bak pelayan tanpa gaji, menghadapi ibu mertua yang kejam dan manipulatif, serta menerima hinaan tiada henti dari Siska, adik iparnya yang bermulut tajam.

​Sementara Renata bersimbah peluh dan air mata, Aris justru menjadi suami yang abai. Pria itu selalu menutup mata, lebih mementingkan keluarganya, dan bersikap pelit luar biasa pada anak-istri sendiri.
​Demi Dio, Renata mencoba melapangkan dada dan bertahan dalam diam. Namun, benteng kesabarannya runtuh berkeping-keping saat ia mengetahui bahwa Aris memiliki wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, keluarga mertuanya justru membela kebusukan Aris dan menyalahkan dirinya.

Apakah Renata akan bertahan di keluarga toxic itu? atau dia berani mengambil keputusan untuk melawan mereka yang sudah menyakitinya selama ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

​Siang itu, langit sangat cerah dan membawa hawa panas yang terik ketika Rena kembali ke rumah setelah mengajak Dio makan di luar. Sengaja dia juga membawa bungkusan makanan untuk makan malam mereka berdua nanti di kamar. Hari ini, dia benar-benar berniat untuk tidak melakukan pekerjaan rumah apa pun, termasuk memasak, sebagai bentuk protes dan penegasan batas harga dirinya yang diinjak-injak oleh keluarga suaminya dan kini suaminya pun sudah mulai bermain api.

​Ibu mertuanya yang sejak pagi menahan amarah, langsung berdiri dari sofa saat melihat kedatangan Rena. Wajah tua itu berkerut dalam, menatap tajam bungkusan di tangan menantunya.

​"Sebenarnya apa maumu, Rena?!" omel Bu Broto dengan suara melengking, menuntut penjelasan. "Seharian rumah ini telantar! Baju kotor menumpuk, piring kotor di wastafel sampai dikerubuti semut, dan kamu malah enak-enakan kelayapan membawa makanan sendiri! Kenapa kamu tidak mau melakukan pekerjaan rumah, hah?!"

​Rena menghentikan langkahnya sejenak, menatap ibu mertuanya dengan kedataran ekspresi yang luar biasa. Dengan enteng Rena menjawab, "Sebaiknya tanyakan saja pada anak Ibu. Tanyakan pada Mas Aris, apa yang sudah dia lakukan di luar sana hingga membuatku semarah dan sekecewa ini kepadanya."

​Bu Broto tertegun, mulutnya sedikit menganga. "Apa maksudmu—"

​Tanpa menjawab dan menunggu kelanjutan kalimat mertuanya, Rena langsung melangkah masuk ke dalam kamar bersama Dio, lalu mengunci pintu dari dalam dengan bunyi klik yang tegas.

​Malam harinya, suasana rumah terasa sangat canggung. Aris pulang lebih cepat dari biasanya, tidak seperti akhir-akhir ini di mana dia selalu pulang larut malam. Pria itu melangkah masuk dengan menjinjing beberapa kotak makanan yang dibelinya dari luar untuk ibu dan adiknya.

​Namun, sesampainya di dalam, pemandangan rumah tetap sama, pekerjaan tetap terbengkalai. Rena tidak keluar kamar sama sekali, bahkan untuk mandi, mencuci piring, atau sekadar menyapa suaminya. Hingga dengan terpaksa, Bu Broto harus mengerjakan pekerjaan kotor itu sendiri, mencuci tumpukan piring di wastafel sambil mengucapkan sumpah serapah yang ditujukan kepada Rena agar mereka bisa menggunakan piring bersih untuk makan malam.

​Di meja makan, Bu Broto meletakkan piring dengan denting yang keras ke hadapan Aris. Sambil mengomel, dia menuntut jawaban dari anak kesayangannya.

​"Aris, sebenarnya apa yang kamu lakukan kepada Rena hingga membuatnya bersikap menyebalkan seperti ini?" tanya Bu Broto dengan nada menuduh. "Dia bilang Ibu harus tanya langsung kepadamu!"

​Aris yang sedang menyuap nasi mendadak tersedak pelan. Dia meletakkan sendoknya, mencoba bersikap tenang meski hatinya gelisah setengah mati. "Tidak ada apa-apa, Bu. Kami... kami hanya sedang sedikit bertengkar karena masalah sepele."

​"Sepele bagaimana kalau sampai dia mogok kerja begini?!" sahut Siska ikut menimpali dengan kesal.

​"Sudahlah, ini urusan rumah tanggaku. Biar Aku yang selesaikan," potong Aris pelan, tidak ingin memperpanjang obrolan yang bisa membongkar boroknya.

​Setelah makan malam yang suram itu selesai, Aris melangkah masuk ke dalam kamar. Dia melihat Rena sedang mengajari Dio membaca. Melihat kedatangan suaminya Rena hanya mendongak sebentar lalu melanjutkan mengajari Dio belajar.

"Rena, haruskah kamu bersikap kekanakan seperti ini? Tidak bisakah kamu bersikap lebih dewasa dan pengertian sedikit saja. "

Mendengar ucapan Aris, Rena langsung menatap suaminya itu dengan tajam. Dia meminta Dio untuk pergi kekamarnya yang hanya dibatasi tembok dalam satu ruangan.

"Apa maksudmu aku harus bersikap dewasa dan pengertian. Apakah selama ini aku masih kurang pengertian terhadap semua sikapmu dan keluargamu padaku? Apakah aku kurang dewasa menyikapi omelan ibumu dan sikap acuh mu itu? Dan semua kesabaranku ini, kamu balas dengan penghianatan, Mas! Dan kamu masih memintaku untuk bersikap pengertian.. Kau pikir aku bodoh? "

Benar saja, keributan kecil terjadi lagi di dalam kamar sebelum mereka tidur. Aris mencoba membujuk Rena agar menyudahi aksi mogoknya, namun tanggapan Rena tetap sedingin es, membuat Aris akhirnya menyerah dan memilih tidur memunggungi istrinya.

​Suasana kamar menjadi sunyi senyap, menyisakan detak jam dinding yang terus berputar. Dan tepat di tengah malam, saat Aris sudah terlelap dengan dengkur halus, ponsel di genggaman Rena bergetar pelan. Ada sebuah pesan masuk dari Ririn.

​Rena segera membuka pesan dari aplikasi hijau tersebut dengan debar jantung yang tak menentu. Begitu membaca baris demi baris kalimat dari Ririn, mata Rena membelalak sempurna dalam kegelapan kamar. Tubuhnya seketika bergetar hebat menahan rasa syok yang teramat sangat.

​"Mbak Rena, saya sudah bertanya pada suami saya tentang Mas Aris. Ternyata benar, suamiku mengenalnya. Dan ada hal besar yang harus Mbak tahu..." tulis Ririn memulai pesannya.

​"Suamiku bilang, Aris bukanlah karyawan biasa di perusahaan. Dia sudah naik posisi di tempat kerjanya sejak setahun yang lalu. Dia sudah menjabat sebagai Supervisor lapangan. Gajinya sudah sangat lumayan Jika hanya untuk kebutuhan rumah tangga atau menyekolahkan anak yang masih SD seperti Dio, uang itu bahkan masih sisa banyak kalau kita tidak menggunakannya secara berlebihan.”

​Rena menutup mulutnya dengan tangan, air mata kemarahan mulai menggenang di pelupuk matanya. Setahun yang lalu? Jadi selama setahun ini, suaminya telah membohonginya mentah-mentah tentang uang bulanan yang hanya satu juta rupiah itu?

​Namun, kejutan paling menyakitkan baru saja dimulai pada pesan berikutnya dari Ririn.

​"Tapi ada satu hal lagi, Mbak... Suamiku dan teman-teman kantornya sering sekali melihat Mas Aris menjemput, bahkan makan siang bersama dengan seorang wanita yang bekerja di salon di seberang perusahaan. Wanita itu selalu membawa seorang anak perempuan kecil yang berumur sekitar tiga tahun.”

​"Selama ini, suamiku bahkan semua teman-teman kerjanya mengira kalau wanita yang kerja disalon dan anak kecil itu adalah istri dan anak kandung Mas Aris, karena mereka terlihat sangat mesra dan bahagia seperti sebuah keluarga.”

​Ponsel di tangan Rena hampir saja terlepas ke lantai. Dadanya terasa seperti dihantam oleh gada besi yang sangat besar hingga membuatnya sesak napas. Kenyataan yang baru saja dia baca jauh lebih mengejutkan dan menjijikkan dari apa yang dia bayangkan sebelumnya.

Cepat-cepat dia mengetikkan sesuatu dan dikirim kepada Ririn, "Terima kasih, mbak atas informasinya. Ini adalah sesuatu yang sangat mengejutkan untukku. Besok kita bicara lagi."

Rena segera menutup ponselnya karena waktu sudah sangat larut dan dia tidak ingin mengganggu malam Ririn.

​Rena menoleh perlahan, menatap punggung Aris yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Rasa jijik dan benci yang teramat sangat seketika menjalar ke seluruh aliran darahnya. Suaminya tidak hanya berselingkuh untuk bersenang-senang sesaat, tetapi pria itu tampaknya telah membangun sebuah kehidupan dan 'keluarga' kedua yang utuh di luar sana, menggunakan uang hasil kenaikan jabatannya yang sengaja disembunyikan dari istri sahnya sendiri.

1
Rina Arie
good
Maya indahsari
real life
Eys Resa: ❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Elina thea
di sini si Aris kelewat bodoh DECH...meskipun jabatannya di turunkan jadi karyawan biasa,seharusnya dia tetap bersyukur...bukannya itu jauh lebih baik daripada jadi driver online
Eys Resa: malu, kak... beban mental mungkin🫢
total 1 replies
Sayekti 0519
Alhamdulillah bagus sekali.ceritanya
aku pikir sampai Rena menikah lagi
Eys Resa: makasih kak, atas dukungannya🙏
total 1 replies
Adrian
kok tamat gak ada extranya kah
mama
yaaah udh tamat ajjh kak
Eys Resa: Terima kasih sudah mampir di novel ini, mohon maaf jika ceritanya terlalu singkat🙏
total 1 replies
putri 💕
y udh tamat aja Thor....gk ada sambungan nya kah thor
Eys Resa: enggak kak. mohon maaf mau istirahat dulu, follow aja nanti kalau ada novel baru biar dapat notif🙏🌹❤
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
semangat Rena, semoga jualan nasi gorengnya laris manis
Mefiani
kacian dech lo linda...mangkane dadi mantu tu tau diri..jangan mau enaknya tpi gak mau tanggung jawab saat dirumah palagi kamu juga mencelakai tuan rumah..rasakno🤣🤣
Eys Resa: hahaha
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
good job
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mefiani
cobaan terus berdatangan....
Mefiani: ok...istirahat aja dulu dan ditunggu meluncur cerita selanjute💪😘
total 4 replies
Mefiani
jangan harap kamu bisa kembali lagi sama rena...setelah apa yang kamu lakukan...terima sajalah keluarga aris dan dio dipaksa berpikir dewasa karena keadaan..💪
Ayunda
sukurin
Mefiani
salahmu dewe aris...mangkane punya istri baik itu dijaga bener2...bukan disia2kan...apalagi sampe terdengar atasanmu..siap2 menderita.kau buang keberuntungan dan kau ambil kesialan..sakano..🤣🤣
Lee Mba Young
semoga Ada warga yg memviralkan biar tmbh malu di tempat kerja Dan di pecat.
Lee Mba Young
semoga viral biar aris di pecat.
stela aza
lanjut thor
putri 💕
jangan lama" dong thor up nya
Lee Mba Young
nikah tanpa izin istri sah juga kena pasal. jd lapor kan sekalian.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!