NovelToon NovelToon
Penjahat Kelas Tertinggi

Penjahat Kelas Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:815
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Di dunia di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, di mana kemampuan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, ada seorang pemuda yang namanya perlahan mulai menancapkan akarnya dan menimbulkan getaran di seluruh wilayah. Dia adalah Xiao Xuan—pria yang tenang, penuh perhitungan, dengan tatapan mata yang tajam yang bisa menilai setiap situasi dalam sekejap, namun menyimpan kelembutan dan perlindungan yang hanya terlihat bagi orang-orang yang dia sayangi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32.Jaring-Jaring Tak Kasat Mata dan Ambisi Para Nelayan

Riak kegembiraan gaib kembali bergolak di dalam ceruk jiwa Xiao Xuan, memecah keheningan koridor akademi yang mulai sepi. Aliran energi keemasan yang murni melesat dari hukum alam bawah sadar, menyatu ke dalam lautan jiwanya laksana air bah yang menyegarkan raga.

[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🦊 🎭 Sebuah mahakarya penundukan mental yang teramat bersih, Tuan Rumah! Selamat karena telah memicu kepasrahan mutlak dari sang protagonis di bawah sumpah ayahnya sendiri. Hadiah: 500.000 Poin Penjahat berhasil diamankan!* ]

[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 📉 🏚️ Tindakan memalukan Nie Li di depan umum telah memicu rasa jijik dan keputusasaan yang mendalam dari garis darah internal Keluarga Tanda Surgawi. Hadiah bonus stabilitas: 500.000 Poin Penjahat ditambahkan!* ]

[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🎰 🚨 Gejolak ini merambat luas hingga memicu antipati massal dan rasa jijik yang pekat dari eselon atas Keluarga Angin Salju serta Keluarga Suci terhadap eksistensi Nie Li! Selamat, Anda memanen hadiah utama: 1.000.000 Poin Penjahat! Akun takdir Anda kini benar-benar melimpah ruah!* ]

Mendengar rangkaian dentang spiritual yang begitu masif, Xiao Xuan sedikit memperbaiki posisi jubah hitamnya. Intuisi dewasanya menangkap ada sesuatu yang tidak biasa dari ketepatan waktu kedatangan ayah Nie Li.

"Sistem, bagaimana mungkin Nie Ming bisa menerima informasi dengan kecepatan sekronis ini hingga tiba di Akademi Shenglan tepat di detik yang paling krusial?" tanya Xiao Xuan lewat transmisi batin, suaranya mengalun dingin, menuntut kejelasan taktis.

[ **Sistem Penjahat Takdir:** * Ding! 🤫 🌸 Oh, Tuan Rumahku yang rupawan namun tidak peka, dalam hal ini, Anda harus melayangkan rasa terima kasih yang mendalam pada dua belahan jiwa jelita Anda. Nona Ye Ziyun dan Nona Shen Qingqiu pagi ini segera mengirimkan surat spiritual batin yang berisi kabar 'cedera parah' Anda ke klan masing-masing. Begitu Tuan Kota Ye Zong dan Patriark Shen Hong menerima kabar tersebut, keduanya mengambil keputusan taktis yang sama: mengirim utusan penekan ke kediaman Keluarga Tanda Surgawi. Itulah mengapa Nie Ming datang laksana dikejar badai. Namun... ada satu peringatan kecil, Tuan Rumah. Saat ini, kedua rubah tua dari klan besar itu sedang merancang skenario besar untuk memperebutkan hak kepemilikan atas diri Anda sebagai menantu klan...* ]

Namun, Xiao Xuan tampaknya tidak terlalu memedulikan gema kalimat terakhir dari sistemnya. Fokus utamanya telah beralih pada analisis situasi sosial yang kini mengelilingi Nie Li. Bagi seorang pria anti-naif sepertinya, dinamika klan besar jauh lebih mudah diprediksi ketimbang variabel takdir.

Sementara itu, di aula utama Istana Penguasa Kota, atmosfer dipenuhi ketegangan politis yang teramat pekat. Aroma dupa gaharu kuno menguar di udara, berpadu dengan ketukan jemari Penguasa Kota, Ye Zong, yang duduk di kursi kebesarannya. Di seberang meja mahoni, Patriark Keluarga Suci, Shen Hong, duduk dengan secangkir teh di tangan, memancarkan senyum tipis yang sarat akan subteks persaingan.

*Sret!*

Seorang penjaga bayangan dengan jubah zirah perak melangkah masuk secara tergesa, menjatuhkan lututnya di atas lantai pualam. "Melapor kepada Raja Kota! Utusan yang dikirim ke kediaman Keluarga Tanda Surgawi telah menyelesaikan misi taktisnya dengan sempurna!"

"Hahaha! Bagus sekali!" Ye Zong seketika bangkit dari kursinya, tawa baritonnya menggelegar dipenuhi rasa puas. Matanya berkilat penuh kemenangan, mengira bahwa dalam bidak catur kali ini, klan Angin Salju telah melangkah satu depa lebih maju daripada Keluarga Suci dalam hal memberikan perlindungan moral bagi Xiao Xuan. "Pergilah ke paviliun dalam, ambil hadiah sumber daya kultivasimu!"

Ye Zong kemudian berbalik, menatap Shen Hong dengan binar mata yang meremehkan. "Patriark Shen, tampaknya dalam hal kecepatan bertindak, klan kami harus memohon maaf karena telah mendahului langkah Anda."

Ekspresi wajah Shen Hong mendadak menegang, gurat kemasaman yang pekat melintas di antara kedua alisnya yang memutih. Namun, sebagai rubah politik senior, dia segera mengangkat tangan, menahan langkah sang penjaga yang hendak mengundurkan diri.

"Tunggu sebentar, Saudara," suara Shen Hong mengalun lambat, mengandung tekanan psikologis yang halus. "Aku ingin tahu, pada jam berapa tepatnya rombongan penekan dari Keluarga Suciku tiba di pintu gerbang Keluarga Tanda Surgawi?"

Penjaga zirah perak itu melirik ke arah Ye Zong sesaat sebelum menjawab dengan takzim. "Melapor kepada Patriark Shen, berdasarkan catatan gerbang spiritual, kedua utusan klan mendarat tepat pada detik yang bersamaan. Tidak ada perbedaan waktu seujung rambut pun."

"Oh? Begitukah?" Shen Hong mendadak bersandar pada sandaran kursinya, gurat kemasaman di wajahnya runtuh, berganti dengan seringai penuh kemenangan yang teramat lebar. "Saudaraku, pergilah lihat hadiah apa yang diberikan oleh Tuan Kota Ye Zong padamu. Besok pagi, datanglah ke Paviliun Keluarga Suci, aku pribadi akan melipatgandakan hadiah itu hingga tiga kali lipat."

Penjaga itu tertegun, diliputi kebingungan mental, namun segera menjura dalam dan mundur dari aula batin.

"Hahaha! Luar biasa!" Shen Hong tertawa terbahak-bahak, suara tawanya menggema di pilar-pilar istana, memotong keangkuhan Ye Zong tanpa ampun. "Tuan Kota Ye Zong, saya benar-benar tidak menyangka hasil akhirnya akan menjadi tontonan yang seimbang seperti ini. Tampaknya orang-orang di bawah komandoku bertindak sedikit terlalu efisien demi menjaga kenyamanan Tuan Muda Xiao Xuan. Mohon jangan dimasukkan ke dalam hati, ya?"

Wajah Ye Zong seketika memerah padam, kemarahan yang tertahan membuat jubah kebesarannya bergetar halus. "Shen Hong! Anda belum memenangkan apa pun dalam papan permainan ini. Jangan terlalu tinggi meninggikan kepala. Berhati-hatilah agar ambisi buta Anda tidak justru berbalik menjadi bumerang, kehilangan cucu perempuan Anda sekaligus memicu rasa benci di dalam hati Xiao Xuan!"

"Tuan Kota Ye Zong, Keluarga Suci saya dilahirkan dari badai, kami paling tidak takut mengambil risiko," Shen Hong berdiri, merapikan lengan jubah sutranya dengan gerakan yang teramat tenang dan dewasa. "Apakah Anda tahu filosofi para nelayan tua di dermaga barat Kota Glory? *'Semakin besar ombaknya, semakin mahal pula harga ikan yang bisa kau jala!'*"

Shen Hong melangkah mendekat, menatap Ye Zong dengan sorot mata penuh subteks yang menekan. "Lagipula, izinkan seorang pria tua sepertiku memberi tahu Anda satu rahasia dunia: seorang pria yang ingin mengejar wanita membutuhkan keteguhan mental yang kokoh, dan seorang wanita yang ingin mengikat hati pria dewasa pun memerlukan hal yang sama. Dalam dinamika emosi ini, harus kuakui cucu perempuanku, Shen Qingqiu, memiliki inisiatif yang jauh lebih berani dan matang ketimbang putri Anda yang pemalu. Sebagai kakeknya, sudah menjadi kewajibanku untuk membentangkan jalan."

Shen Hong menjeda kalimatnya, senyum misteriusnya mencuat. "Aku mendengar desas-desus kuno bahwa Keluarga Xiao memiliki sejenis resep alkimia kuno bernama *'Pil Penyebar Jiwa'*, sebuah obat unik yang mampu membekukan dan menidurkan seluruh aliran kultivasi seseorang secara temporer. Kini, giliran Pil Roh milik klan kami yang akan bermain! Selama aku bisa mendapatkan formula atau butiran obat itu dari Tetua Agung Wang Tian dan menyerahkannya pada Qingqiu, maka kelak... Anda tidak perlu merasa iri dengan kemesraan mereka."

Setelah melontarkan kalimat sarat provokasi tersebut, Shen Hong membalikkan tubuhnya dan melangkah keluar dari Istana Penguasa Kota dengan tawa tipis yang tertinggal di udara.

Ye Zong terpaku di tempatnya, namun pikirannya yang tajam segera menangkap frasa kunci yang teramat krusial: *"Pil Penyebar Jiwa"*. Memahami arah implikasi taktis dari rencana Keluarga Suci, Ye Zong tidak berani menunda waktu lagi. Dia segera melesat menuju paviliun batin yang paling rahasia demi menemui sang kakek, Ye Mo.

"Keluarga Xiao memang memiliki warisan obat kuno semacam itu di dalam perbendaharaan rahasia mereka," ujar Ye Mo setelah mendengarkan laporan cucunya. Suara sang kultivator legendaris itu terdengar serak namun berbobot laksana hukum alam. "Khasiat utamanya memang persis seperti yang dianalisis oleh Shen Hong—menidurkan lautan jiwa tanpa merusak fondasi, menciptakan kondisi rapuh yang menuntut kedekatan fisik untuk proses pemulihan."

"Tetapi Ayah..." Ye Zong mengerutkan keningnya, diliputi keraguan moral yang kaku. "Jika kita ikut bermain dalam metode manipulatif seperti yang dirancang oleh Shen Hong, bukankah tindakan ini terkesan tidak adil bagi Xiao Xuan? Jika taktik ini bocor ke telinga publik klan, wajah dan kehormatan Keluarga Angin Salju kita akan hancur di lantai akademi."

"Bodoh!"

Bentakan rendah dari Ye Mo seketika membekukan suhu ruangan. Sepasang mata sang tetua berkilat tajam menatap Ye Zong. "Ye Zong, apakah posisi Tuan Kota telah membuat struktur berpikirmu menjadi sekaku batu? Tidakkah kau lihat bahwa Shen Hong bahkan sudah melemparkan harga dirinya ke dalam lumpur demi mengamankan jenius sekelas Xiao Xuan? Mengapa kita harus mempertahankan kehormatan kaku yang tidak berguna dalam perebutan masa depan klan?! Pergilah menemui Tetua Agung Wang Tian sekarang juga. Berdasarkan ikatan persahabatan lamaku dengannya, mendapatkan sebutir Pil Penyebar Jiwa dari Keluarga Xiao tidak akan menjadi perkara yang rumit."

Pada saat yang bersamaan, di dalam sebuah paviliun teh yang tersembunyi di pinggiran kota, Patriark Shen Hong ternyata telah selangkah lebih maju. Di tangannya kini tergeletak sebuah kotak giok kecil yang memancarkan pendaran ungu samar. Di depannya, Tetua Agung Keluarga Xiao, Wang Tian, sedang duduk tenang sambil menyesap tehnya.

"Patriark Shen, aku kurang lebih bisa membaca ke mana arah bidak catur yang ingin kau mainkan dengan pil ini," Wang Tian membuka suara, nadanya tenang namun terselip peringatan dewasa yang teramat serius. "Namun, demi keselamatan cucu perempuanmu sendiri, kau harus mengingat instruksi farmasi ini dengan mutlak. Saat menyajikan Pil Penyebar Jiwa ini kepada Xiao Xuan, obat ini hanya boleh dilarutkan ke dalam media teh murni atau air jernih biasa. Kau dilarang keras mencampurnya dengan zat spiritual atau ekstrak herbal lain."

Wang Tian menatap Shen Hong dengan kilatan mata yang penuh subteks tersembunyi. "Jika aturan itu dilanggar, struktur kimianya akan bermutasi menjadi sejenis ramuan pengikat batin yang teramat agresif dan tidak akan bisa dipulihkan oleh hukum alam mana pun. Hasil akhirnya... akan berada di luar kendali kita."

"Shen Hong mengerti, terima kasih atas petunjuk berharga dari Tetua Agung," Shen Hong menjura takzim dengan senyum kepuasan yang tertahan. Bagaimana mungkin seorang rubah tua sepertinya tidak menangkap implikasi ganda dari kalimat tersebut? Di matanya, 'efek samping' yang tidak dapat dipulihkan itu justru merupakan kepastian mutlak yang dia cari demi mengunci masa depan Xiao Xuan bersama cucunya.

Tanpa membuang sisa waktu malam itu, Shen Hong segera mengirimkan kotak giok tersebut kepada Shen Qingqiu lewat kurir rahasia klan, lengkap dengan panduan instruksi tertulis yang terperinci tanpa melewatkan sebaris kalimat pun.

Di sisi lain Kota Glory, di bawah siraman cahaya bulan yang temaram, Penguasa Kota Ye Zong juga berhasil mengamankan sebutir pil serupa dari jalur diplomasinya. Dengan langkah taktis yang dipenuhi ambisi klan, dia memanggil Ye Ziyun ke dalam ruang belajarnya, menyerahkan umpan takdir yang sama demi mengikat sang penjahat kelas tertinggi ke dalam lingkaran takdir Keluarga Angin Salju.

Jaring permainan batin di antara dua klan terbesar kini telah terbentang sepenuhnya, berpusat pada satu nama: Xiao Xuan, yang saat ini sedang menunggu di dalam keheningan ruang perawatannya dengan senyum sinis yang siap melumat setiap kalkulasi mereka.

1
HiaTus
amazing
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!