NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Fandi kembali masuk kedalam apartemennya dengan langkah gontai dengan perasaan tak menentu. Vania ternyata juga menunggu kedatangan Fandi dengan perasaan entah hanya dirinya yang tau. Vania yang melihat Fandi sudah kembali masuk kedalam langsung berjalan mendekati pria tersebut "Kak, aku..." belum sempat Vania melanjutkan ucapannya Fandi langsung mengangkat sebelah tangannya pertanda Vania untuk tidak melanjutkan ucapannya. "Pergilah, aku ingin sendiri" ucap Fandi dengan nada datar. Bahkan Fandi tidak ingin menatap wajah Vania saat ini, Fandi masih bingung harus berbuat apa untuk masalah ini. Ingin segera menyusul Alisha takutnya Alisha tidak mau mendengarkan penjelasannya namun disisi lain ia begitu kawatir dengan keadaan Alisha.

Vania yang mendengar perkataan Fandi ia begitu terkejut "Maksud kakak apa?? Kakak ngusir aku dari sini?!" tanya Vania kaget. Fandi yang mendengar pertanyaan Vania langsung menatapnya tajam" Bukannya tujuan mu sudah tercapai Vania Larissa, apa kamu pikir aku tidak tau tujuanmu mendekati aku" ucap Fandi tersenyum remeh. Vania yang mendengar perkataan Fandi ia awalnya kaget namun segera mengubah expresi wajahnya menjadi seolah tidak mengerti maksud perkataan Fandi. "Maksud kakak apa??" tanya Vania pura pura polos.

Fandi yang mendengar jawaban Vania langsung tertawa terbahak " Hahaha....Vania.. Vania apa kamu pikir aku tidak tau tujuanmu dari awal mendekati aku, bahkan kamu rela menyerahkan sesuatu yang berharga hanya ingin membuat aku tertarik sama kamu. Kamu memang bakat menjadi seorang jalang, bahkan kamu tau bahwa aku kekasih sepupumu sendiri tapi kamu dengan tega menghancurkan hubungan kami. Sepupu macam apa kamu Vania yang tega menyakiti perasaan sepupunya sendiri. Kurang baik apa Alisha sama kamu, dia begitu menyayangi kamu begitupun keluarganya, tapi kamu dengan tega menyakiti hatinya. Rasa iri dengki yang kamu tanam dalam hatimu membuat dirimu menjadi manusia paling jahat Vania. Aku pikir kamu gadis baik dan polos tapi ternyata kamu tidak lebih seorang jalang murahan dilauran sana!" ucap Fandi dengan tersenyum remeh.

Vania yang mendengarkan itu, amarahnya langsung terpancing ia langsung menampar pipi Fandi dengan sekuat tenaga.

Plak...

"Cukup kak, aku enggak sehina itu sehingga dengan seenaknya kakak merendah aku. Iya aku memang aku akui aku iri sekaligus membencinya, aku benci dengan kebahagiaan Alisha dan aku juga iri kenapa hidupku tidak seberuntung Alisha. Alisha dicintai di sayangi banyak orang. Sedangkan aku dari kecil aku selalu dibanding bandingkan dengan Alisha. Katanya Alisha ginilah gitulah sehingga apapun yang aku peroleh seolah olah tidak ada artinya dimata keluargaku dan kedua orang tuaku terutama papaku" ucap Vania dengan linangan air mata. Fandi yang melihat Vania menangis ia menjadi tidak tega, ia juga sudah keterlaluan menghina Vania. Walau bagaimanapun dirinya juga salah seandainya dirinya tidak tergoda dengan rayuan Vania pasti sampai detik ini hubungannya dengan Alisha baik baik saja. Fandi langsung memeluk Vania dengan erat dan berulang kali mengatakan maaf kepada Vania. "Aku minta maaf enggak seharusnya aku menyalahkan kamu sepenuhnya" bisik Fandi pelan.

Vania yang mendengar ucapan Fandi bibirnya langsung tersenyum samar. "Akan aku buktikan padamu Alisha bahwa apapun yang kamu miliki pasti akan menjadi milikku juga" batin Vania tersenyum licik.

\>\>\>\>\>\>\>

Sedangkan disebuah mobil seorang gadis menangis terisak sepanjang jalan. Alisha mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berulang kali Alisha menerobos lampu merah. Saat ia sedang fokus mengemudi tiba tiba ponselnya berdering panggilan dari nomor Santa. Awalnya Alisha ingin mengabaikan panggilan dari sahabatnya, pada akhirnya Alisha menerima panggilan tersebut.

"Iya San..."

"Lo dimana sekarang?" tanya Santa dari sebrang telfon.

"Aku masih dijalan" jawab Alisha dengan suara terdengar serak karena Alisha sejak tadi menangis.

"Lo nangis Al?" tanya Santa terdengar kawatir dengan keadaan sahabatnya.

"Aku baik baik saja San, kamu enggak usah kawatir" jawab Alisha.

" Jangan nyetir sambil nangis Al, bahaya tau. Lo mending nepi dulu , Lo sebutkan jalannya biar gue susul Lo sekarang!" tegas Santa langsung mengakhiri panggilannya.

Bukannya berhenti Alisha malah semakin menambah kecepatan mobilnya. Saat ini Alisha ingin melampiaskan amarahnya dengan mengebut dijalan. Saat di persimpangan jalan sebuah truk kontainer datang dari lawan arah. Alisha berusaha menghindari mobil kontainer tersebut dengan membanting setir justru ia malah menabrak pembatas jalan.

Sret...

Brak...

Mobil Alisha langsung oleng ke kiri setelah menabrak pembatas jalan bagian depan mobil langsung penyok parah nyaris hancur. Alisha yang ada didalam mobil dalam keadaan kedua kakinya terjepit. Kening Alisha robek banyak mengeluarkan darah akibat hantaman tersebut. Pipi Alisha sebelah kanan terkena serpihan kaca mobil hingga berdarah. Alisha berusaha keluar dari dalam mobil, namun ia tidak bisa bergerak sama sekali tubuhnya terasa lemah tak berdaya. Jangankan untuk bergerak untuk berteriak meminta tolong pun ia tak sanggup. Depan mobil Alisha sudah mengeluarkan asap cukup tebal tak lama mobil tersebut pasti akan meledak.

"Ya Allah jika hari ini kau akan mengambil nyawaku tolong berikan aku kesempatan untuk meminta maaf kepada kedua orang tuaku dan kepada Santa sahabatku.."batin Alisha sebelum pandangan matanya semakin redup dan tak lama Alisha jatuh pingsan.

Sedangkan Santa yang saat ini sedang berada didalam sebuah taxi pikirannya mulai tidak tenang. Sejak tadi hatinya semakin gelisah memikirkan Alisha. "Pak tolong lebih cepat lagi pak, saya sedang terburu-buru pak" ujar Santa kepada supir taxi. "Baik mbak.." jawab supir taxi tersebut.

Beberapa menit kemudian mobil taxi berjalan lambat karena terjebak macet. "Pak kenapa berhenti disini?" tanya Santa tidak sabar. "Sebentar mbak saya tanyakan dulu kenapa bisa macet total" jawab supir taxi langsung keluar dari dalam mobil. Santa semakin gelisah sejak tadi ia mencoba menghubungi nomor Alisha terhubung namun tidak diangkat sama sekali. " Duh nih anak kemana sih, bikin gue kawatir saja" gumam Santa seraya melirik kearah jalan yang nampak macet total. "Sebenarnya ada apa sih kok sampai macet total kayak gini, apa ada kunjungan presiden atau gubernur" gumam Santa bertanya tanya.

Tak lama kemudian supir taxi kembali masuk kedalam mobil dengan nafas ngos ngosan. "Maaf mbak didepan sana ada kecelakaan mobil dan saat ini masih dievaluasi oleh pihak kepolisian. Sepertinya akan membutuhkan waktu lama mbak, saran saya mbak mencari kendaraan lain saja karena kalau menunggu disini bisa berjam-jam lamanya" ucap supir taxi.

"Apa pak, kecelakaan..?

Deg..

Tiba tiba jantung Santa berdetak kencang, tiba-tiba ia teringat dengan sahabatnya tadi mengendarai mobil dengan kondisi menangis. "Enggak mungkin..itu hanya pikiranku saja itu pasti bukan Alisha. Alisha pasti baik baik saja, iya sahabatku pasti baik baik saja" gumam Santa pelan namun dalam hati ia semakin takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya.

"Pak kalau boleh tau yang kecelakaan perempuan atau laki-laki?" tanya Santa.

"Kalau enggak salah seorang perempuan mbak dan sekarang masih terjebak didalam mobil karena kondisi parah kakinya terjepit mobil" jawab supir jujur sesuai informasi yang ia dapatkan tadi. "Apa..!!? perempuan..ya Tuhan aku mohon semoga itu bukan sahabatku" ucap Santa kawatir. " Maaf pak saya turun disini saja, lebih baik saya naik ojek saja dan ini ongkos taxi nya" ucap Santa memberikan uang pecahan 50 ribu kepada sang supir. "Baik mbak terimakasih, sekali lagi saya minta maaf ya mbak" ucap si supir merasa enggak enak hati. "Iya pak enggak apa apa" jawab Santa langsung keluar dari dalam mobil taxi.

Santa berjalan terburu-buru ia ingin memastikan bahwa korban kecelakaan tersebut bukanlah sahabatnya. Santa melihat sebuah mobil sudah rusak parah bagian depannya bahkan sudah mengeluarkan asap tebal. Bahkan ada garis polisi disekitar lokasi tersebut beberapa anggota polisi berusaha membuka pintu mobil dibantu oleh beberapa warga sekitar.

Santa berdiri mematung saat tatapan matanya melihat plat nomor kendaraan tersebut yang begitu familiar dan juga warna mobil tersebut. "Tidak..itu tidak mungkin Alisha, tapi mobil ini mobil milik Alisha.."Gumam Santa dengan airmata mengucur begitu derasnya.

"Alisha gue harap itu bukan Lo.." ucap Santa langsung menerobos kerumunan orang orang yang sedang berusaha membuka pintu mobil tersebut.

"Mbak Jangan mendekat mbak, sangat berbahaya mbak" teriak salah satu anggota polisi. Santa menatap seorang polisi dengan tatapan mata memerah "Pak tolong selamatkan teman saya pak, didalam mobil adalah teman saya pak saya mohon" ucap Santa dengan linangan air mata. Bahkan Santa langsung menerobos kerumunan tersebut dan berusaha membuka pintu mobil dari arah samping yang kacanya sudah pecah. Santa melihat sahabatnya sudah pingsan dengan ada beberapa luka di sekujur tubuhnya terutama wajah dan kedua kakinya terjepit hingga mengeluarkan banyak darah.

Semakin sakit hati Santa melihat kondisi sahabatnya saat ini. " Al lo harus kuat, gue akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu mengeluarkan Lo dari sini. Bertahanlah Al, gue mohon.." Santa berusaha membuka pintu mobil ia melihat ada celah dibagian kaca yang sudah pecah. Dengan susah payah tangannya menggapai tombol untuk membuka pintu mobil. Santa tidak memperdulikan lengannya yang sudah terkena pecahan kaca, yang ia pikirkan adalah segera menyelamatkan sahabatnya dari maut. Karena melihat asap mobil semakin mengepul banyak.

Klik..

Tombol kunci terbuka dan Santa berhasil membuka pintu mobil. Santa langsung memeluk tubuh Alisha yang sudah lemah tak berdaya. "Alisha bertahanlah, gue akan berusaha menyelamatkan Lo" bisik Santa berusaha menyelamatkan Alisha. "Pak tolong bantu saya mengeluarkan teman saya dari sini" teriak Santa kepada para warga yang sejak tadi sudah berusaha membuka pintu mobil. " Baik mbak, ayo bapak bapak kita harus selamatkan mbak ini, sebelum mobilnya meledak nanti?" teriak salah satu bapak bapak mengajak mereka bekerja sama menyelamatkan Alisha.

Setelah beberapa kali gagal pada akhirnya Alisha berhasil dibawa keluar oleh beberapa warga dan anggota polisi. Santa dipapah oleh salah satu polisi wanita berjalan menjauhi mobil Alisha. Dan benar saja tidak sampai 5 menit mobil Alisha langsung meledak.

Duarr..

Beruntung Alisha dan Santa sudah berhasil dibawa keluar. Tak lama mobil ambulans datang langsung membawa Alisha dan Santa kerumah sakit terdekat. Santa menemani sahabatnya didalam mobil ambulance. "Lo harus kuat Al, aku enggak akan maafin diri gue sendiri jika terjadi sesuatu sama Lo" isakan tangis Santa terdengar menyedihkan. Ini kedua kalinya Santa menangis untuk orang orang yang ia sayangi. Waktu kedua orang tuanya meninggal kecelakaan dan sekarang trauma masalalu terulang kembali kepada sahabatnya. "Jangan tinggalin gue Al, gue enggak sanggup kehilangan sahabat seperti Lo yang sudah gue anggap seperti sodara gue sendiri".

Sekitar 25 menit kemudian mobil ambulance sudah tiba dirumah sakit. Para suster dan dokter sudah menunggu kedatangan ambulance yang membawa Alisha. Setelah sampai dirumah sakit Alisha langsung dipindahkan di brankar pasien dan dibawa ke UGD untuk diperiksa. Santa menunggu didepan pintu UGD dengan perasaan cemas. Tak lama seorang suster mendekati Santa "Mbak lengan anda terluka lebih baik diobati dulu takutnya nanti infeksi" ucap suster tersebut tersenyum ramah. Santa melihat kondisi lengan sebelah kanannya dan benar saja ada luka robekan cukup panjang" Baiklah suster" jawab Santa mengikuti suster keruang pengobatan.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!