NovelToon NovelToon
Sistem Sekretaris Kecil

Sistem Sekretaris Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Citra Lestari terbangun di dunia novel yang penuh intrik dan cinta beracun.
Di sana, sang bintang cantik Shafira Maharani hancur karena pria yang tak pernah setia.
Namun kali ini, Citra Lestari datang bukan untuk menangis — tapi untuk menaklukkan.
Dengan pesona lembut dan kecerdikan tersembunyi, ia perlahan membuat sang taipan bertekuk lutut.
Ketika si libertine mulai menyerahkan hatinya, cinta pun berubah menjadi permainan yang tak bisa dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Tawaran dari Ruang Putih

Kesadaran Citra Lestari melayang di ruang hampa yang luas dan tenang.

Putih. Semua serba putih.

Tidak ada suara bising. Tidak ada bau disinfektan yang menusuk hidung. Tidak ada rasa sakit yang sudah delapan belas tahun menggerogoti tulang-belulangnya dari dalam.

Tanpa sadar, tangan mungilnya bergerak ke dada—refleks lama dari tubuh yang terbiasa kesakitan. Tapi yang ia rasakan hanya gema. Bayangan nyeri, bukan nyeri itu sendiri.

Delapan belas tahun. Seluruh hidupnya habis di bangsal rumah sakit, memandang dunia melalui kaca jendela yang tidak pernah bisa ia buka. Sinar matahari yang menyentuh kulitnya langsung adalah kemewahan. Semilir angin di rambut adalah hal yang ia bayangkan, bukan rasakan. Citra tumbuh cantik, lembut, dan murni seperti bunga lili di dalam vas kristal—tapi vas itu tidak pernah dibuka.

Kematian datang tiga hari setelah ulang tahunnya yang kedelapan belas. Pelan, tanpa drama. Ia berhenti bernapas dalam tidur, dan yang menyambut di sisi lain hanyalah kegelapan yang terasa... seperti istirahat.

Ia mengira itulah akhirnya.

Ternyata bukan.

"Selamat datang, Tuan Rumah."

Suara itu muncul tiba-tiba....mekanis, sedikit bernada kekanak-kanakan, tapi tegas. Bersamaan dengan suara itu, sebuah layar virtual menyala di hadapan mata batinnya. Bukan layar biasa. Gambar-gambar bergerak di sana, seperti penggalan film yang diputar cepat.

Sebuah klub malam mewah. Sofa besar berbahan kulit. Beberapa pria duduk santai seperti raja yang tidak perlu membuktikan apa-apa. Di sekitar mereka, gadis-gadis berhias indah hinggap seperti kupu-kupu, tersenyum dengan mata penuh rayuan. Kemewahan, kekuasaan, dan uang.

semuanya bercampur menjadi satu atmosfer yang berat.

Dan di tengahnya, seorang pria dengan aura paling dominan di ruangan.

"Arjuna Pratama.'

Ia berbaring malas di sofa, membiarkan seorang wanita menyuapinya anggur seolah itu hal paling wajar di dunia. Tatapannya main-main, dingin, dan meremehkan—cara pandang seseorang yang terbiasa melihat manusia lain sebagai objek. Jemarinya menyusuri punggung wanita itu dengan posesif, seperti sedang menilai harga sebuah barang koleksi, bukan merasakan kehadiran seseorang.

Di sebelahnya, Raka Hadiputra tertawa lepas, menarik wanita lain ke pangkuannya tanpa rasa malu sedikit pun.

Gambar-gambar itu menghilang.

Citra mengembuskan napas pelan. Perutnya masih mual.

"Bagaimana perasaan Anda, Tuan Rumah?" tanya Sistem.

"Di sana... berisik sekali," jawab Citra pelan. "Kacau. Orang-orang itu...." Ia berhenti, teringat cara Arjuna memandang wanita-wanita di sekelilingnya. Bukan sebagai manusia. Sebagai hiburan sesaat yang bisa diganti kapan pun. "Menyebalkan."

"Itulah Dunia Kecil yang akan Anda masuki, Tuan Rumah," jelas Sistem dengan nada profesional. "Sebuah dunia paralel yang diambil dari novel populer. Anda akan menjadi bagian darinya....dengan satu keuntungan besar."

Sistem berhenti sejenak untuk efek dramatis.

"Tubuh yang sehat."

Empat kata itu mendarat di dada Citra seperti batu yang jatuh ke kolam tenang. Riak-riak kecil menyebar ke seluruh sudut hatinya yang selama delapan belas tahun terbiasa stagnan.

Tubuh yang sehat. Berlari di bawah hujan. Makan makanan pedas sampai menangis. Berjalan sendirian malam hari tanpa takut kolaps di tengah jalan. Hidup seperti orang normal...benar-benar hidup, bukan sekadar bertahan.

"Target utama Anda: Arjuna Pratama."

Layar menyala lagi, kali ini menampilkan profil lengkap. Foto-foto formal, berita bisnis, angka-angka yang tidak masuk akal banyaknya.

"Pewaris tunggal Mahardika Pratama Group. Dingin, arogan, dan kejam dalam bisnis. Di masa depan, ia akan memimpin konglomerat nomor satu di negara ini." Sistem berhenti sejenak. "Namun di sisi lain,ia playboy tanpa tanda kutip. Ia memperlakukan perasaan seperti permainan kartu. Menurut alur novel aslinya, ia akan menikahi seorang sosialita karena pertimbangan kelas dan citra keluarga, tapi tetap berselingkuh. Ia tidak mengenal kata setia."

Citra mengamati wajah di layar itu. Tampan,tidak bisa dipungkiri. Tapi ada sesuatu di matanya yang membuat ngeri. Kosong di tempat yang seharusnya ada rasa.

"Siapa pemeran utama wanita aslinya?" tanya Citra.

"Shafira Maharani. Cantik, cerdas, dan penuh perhitungan. Ia dulunya berada di bawah perlindungan Arjuna, berusaha menikah dengannya demi status,namun gagal karena perbedaan kasta yang terlalu jauh. Meski begitu, ia berhasil menjadi satu-satunya wanita yang meninggalkan bekas di hati Arjuna. Kariernya bersinar di bawah bayang bayangnya."

"Lalu kenapa ia gagal? Sebagai tokoh utama?"

Sistem seperti menarik napas—kalau mesin bisa melakukan itu.

"Novel ini berakhir dengan cara yang membuat para pembaca frustrasi. Si playboy tidak pernah benar-benar berubah. Si arogan tidak pernah menundukkan kepala. Shafira mendapatkan status, tapi tidak pernah mendapatkan hati." Suara Sistem mengeras sedikit. "Yang para pembaca inginkan sangat sederhana: pria itu dijinakkan sepenuhnya. Menyerahkan hatinya dengan rela, bukan karena terpaksa. Menunduk bukan karena kalah, tapi karena memilih."

Layar membeku pada satu gambar terakhir,wajah Arjuna Pratama yang liar, tampan, dan tampak tidak mungkin untuk ditaklukkan.

"Tugas Anda," kata Sistem, dan kali ini nadanya benar-benar serius, "adalah masuk ke dalam cerita ini sebagai asisten kecil yang selama ini diremehkan. Gunakan kecerdasan Anda. Gunakan kepala Anda.....bukan hanya wajah Anda. Jinakkan Arjuna Pratama. Buat pria yang menganggap cinta sebagai sampah itu jatuh cinta mati-matian. Bukan karena terpaksa. Karena memilih."

Citra menatap wajah itu lama.

Elang yang tidak pernah mau ditangkap. Pria yang bahkan tidak percaya sangkar itu nyata.

Sebuah tekad kecil menyala di dadanya....pelan, tapi nyata. Lebih nyata dari apa pun yang pernah ia rasakan di delapan belas tahun hidupnya yang dulu.

*Kalau itu harganya untuk benar-benar hidup,* pikirnya, *maka aku akan bayar.*

1
cipung
keren...lanjut👍👍
Friska trisna
Tema perjuangan: Bab ini bisa jadi fondasi untuk tema besar — Citra membangun karier dengan usahanya sendiri, meski berada di bayang-bayang kekuasaan Arjuna.
Friska trisna
Bab ini berhasil menunjukkan dinamika pasangan: Citra yang polos dan keras kepala, Arjuna yang arogan tapi luluh oleh ketulusan.Ada keseimbangan antara romansa manis dan ketegangan ringan. Pembaca bisa ikut tersenyum melihat kegembiraan Citra, sekaligus merasa hangat melihat Arjuna akhirnya mendukungnya.
cipung
semangat kak🤭
Ayu Ning
semangat thor
Ayu Ning
secepat itukah,menyerah.
Rahman Hayati
lanjut
Rahman Hayati
baru mampir moga suka
cipung
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!