NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Ada nama yang tak pernah disebut.
Ada kebenaran yang selalu disembunyikan di balik senyuman.
Dan ada cinta yang tumbuh… tanpa benar-benar tahu siapa yang dicintai.

Dhea hanya ingin mencintai dengan sederhana.
Namun semakin dekat, ia justru menyadari—
tidak semua yang terlihat, adalah yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Datang

“Selamat pagi, Dhea,” sapa Aren saat melihat Dhea sedang membersihkan teras tokonya.

Dhea langsung menoleh dan wajahnya tampak sangat terkejut.

“Loh, Mas yang kemarin itu kan?” tanya Dhea memastikan.

Aren menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecil.

“Iya.”

“Owalah, saya kira siapa tadi. Bikin takut saja, Mas ini.”

Dhea langsung mengembuskan napas lega sambil memegang dadanya pelan.

Karena ia memang tidak terbiasa berbicara dekat dengan pria lain. Melihat reaksi polos itu, Aren justru tersenyum semakin kecil.

“Eh bentar,” ucap Dhea tiba-tiba. “Siapa nama Mas?”

Deg.

Pertanyaan itu langsung membuat Aren sedikit terdiam. Namun akhirnya ia menjawab pelan.

“Aren Pradipta Rahardian.”

Seketika senyum kecil di wajah Dhea perlahan memudar. Mata gadis itu terlihat sedikit membesar.

“Aren…” ulang Dhea pelan.

Entah kenapa, nama itu terasa sangat familiar di telinganya.

Lalu tiba-tiba:

Ucapan Reno waktu itu langsung terlintas di kepalanya.

“Aren? Siapa dia?”

“Kamu nggak tahu siapa Aren itu?”

Deg.

Dhea langsung menatap Aren di depannya dengan perasaan bingung bercampur tidak tenang. Sedangkan Aren yang menyadari perubahan ekspresi Dhea perlahan mulai merasa gugup.

“Ada apa?” tanyanya pelan.

Dhea langsung tersadar lalu menggeleng cepat.

“E-eh nggak apa-apa kok, Mas.”

Namun setelah mendengar nama itu, entah kenapa hati Dhea mulai merasa ada sesuatu yang aneh.

“Aren?” gumam Dhea dalam hati. “Apa jangan-jangan dia mantan pacarnya Mbak Arelia ya? Soalnya kemarin Kak Reno juga manggil Mbak Arelia dengan nama Aren…”

Karena terlalu penasaran, Dhea kembali menatap Aren lekat-lekat. Hal itu justru membuat Aren menjadi bingung sendiri.

“Kenapa lihat aku begitu?” tanyanya pelan.

“E-eh?” Dhea langsung tersadar.

Cepat-cepat ia menggelengkan kepalanya.

“Tidak kok, Mas.”

Namun beberapa detik kemudian, Dhea kembali menatap wajah Aren diam-diam. Dan semakin diperhatikan, entah kenapa wajah pria itu terasa sedikit familiar baginya.

Terutama bagian matanya.

“Malah melamun lagi,” ucap Aren kecil sambil tersenyum tipis.

Dhea langsung salah tingkah.

“Maaf…”

Aren memperhatikan Dhea beberapa saat sebelum akhirnya kembali berbicara.

“Kamu lagi memikirkan sesuatu?”

Deg.

Pertanyaan itu langsung membuat Dhea gugup.

“Tidak kok, Mas. Dhea cuma lagi bingung saja.”

“Bingung apa?”

Dhea terlihat ragu beberapa detik. Namun rasa penasarannya terlalu besar untuk ditahan.

“Mas…” panggil Dhea pelan.

“Iya?”

“Mas kenal seseorang namanya Arelia?” tanya Dhea hati-hati.

Seketika tubuh Aren langsung menegang.

Melihat reaksi Aren, seketika Dhea merasa bersalah karena sudah menanyakan sesuatu yang menurutnya tidak penting.

“E-eh, maaf, Mas,” ucap Dhea panik. “Mulut ini memang selalu ngikutin isi kepala, jadi kadang susah banget dikontrol. Maaf ya, Mas.”

Dhea bahkan sampai menutup matanya sendiri karena malu.

Ia merasa terlalu sembarangan bertanya kepada orang yang baru dikenalnya. Aren hanya diam memperhatikan tingkah polos Dhea.

Lalu perlahan, ia mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Memangnya siapa Arelia?” tanyanya pelan.

Dhea langsung membuka matanya lalu menjawab cepat.

“Itu teman saya, Mas.”

Namun setelah mengatakan itu, wajah Dhea perlahan terlihat sedikit sedih.

“Tapi sudah semingguan ini dia nggak pernah kelihatan lagi,” lanjutnya lirih. “Bahkan ke toko saya juga nggak datang lagi.”

Deg.

Mendengar ucapan itu, hati Aren terasa sesak. Karena tanpa sadar, ternyata Dhea benar-benar menunggunya.

“Memangnya kamu sedekat itu sama dia?” tanya Aren pelan.

Dhea mengangguk kecil.

“Mbak Arelia orangnya baik banget sama saya.”

Tatapan Aren perlahan melembut.

“Dia selalu bantu saya, jagain saya, bahkan sering datang cuma buat nemenin saya,” lanjut Dhea sambil tersenyum kecil mengingat Arelia. “Jadi pas dia tiba-tiba hilang begini… rasanya aneh saja.”

Seketika Aren menundukkan pandangannya pelan. Karena semua ucapan itu membuatnya sadar, kepergiannya ternyata benar-benar membuat Dhea sedih.

“Kenapa kamu tidak menghubunginya?” tanya Aren pelan.

“Saya nggak punya nomornya,” jawab Dhea jujur.

Deg.

Jawaban sederhana itu langsung membuat Aren terdiam. Karena selama ini ia memang tidak pernah memberikan nomor ponselnya kepada Dhea.

“Aneh ya,” lanjut Dhea sambil tertawa kecil hambar. “Padahal hampir tiap hari ketemu, tapi saya bahkan nggak punya cara buat menghubunginya.”

Aren menatap wajah Dhea diam-diam. Dan lagi-lagi, dadanya terasa sesak mendengar ucapan gadis itu.

“Memangnya dia sepenting itu buat kamu?” tanya Aren tanpa sadar.

Dhea terlihat berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk kecil.

“Iya.”

Jawaban cepat itu membuat jantung Aren langsung berdetak sedikit lebih cepat.

“Karena Mbak Arelia teman pertama saya,” lanjut Dhea pelan. “Dan dia juga orang pertama yang benar-benar baik sama saya selain keluarga.”

Seketika Aren langsung mengalihkan pandangannya. Karena jika terus menatap Dhea sekarang, ia takut tidak bisa menahan dirinya untuk mengatakan yang sebenarnya.

Karena merasa suasana mulai tidak nyaman, akhirnya Dhea mencoba menyudahi pembicaraan itu.

“Mungkin Mbak Arelia memang butuh waktu sendiri, makanya dia nggak datang ke sini,” ucap Dhea sambil

tersenyum kecil meski matanya masih menyimpan kesedihan.

Aren hanya diam memperhatikannya.

“Eh iya,” ucap Dhea tiba-tiba. “Mas ke sini mau beli bunga lagi?”

Aren langsung tersadar lalu mengangguk pelan.

“Iya. Sekalian beli jajanan pagi di sekitar sini.”

“Owalah,” jawab Dhea kecil.

Lalu tanpa banyak bicara, Aren mengangkat satu bingkisan kecil yang sejak tadi ia bawa.

“Nih.”

Dhea terlihat bingung.

“Untuk siapa, Mas?”

“Untuk kamu.”

“Hah?”

Aren langsung menyerahkan bingkisan itu ke tangan Dhea.

“Tadi sekalian beli.”

Dhea langsung panik sendiri.

“Loh, Mas nggak usah repot-repot begitu.”

“Sudah, terima saja.”

Dengan ragu, Dhea akhirnya membuka bingkisan itu pelan. Namun saat melihat isinya. Mata Dhea langsung membesar.

“Ini…”

Di dalamnya terdapat beberapa jajanan kesukaannya. Bahkan semuanya sama persis seperti yang sering dibelikan Arelia untuknya.

Deg.

Dhea langsung menatap Aren dengan wajah terkejut.

“Mas kok tahu kalau saya suka ini?” tanyanya pelan.

Seketika Aren membeku. Karena tanpa sadar, ia kembali melakukan kesalahan kecil yang hampir membongkar semuanya.

“Memangnya itu apa?” tanya Aren pura-pura tidak tahu.

Dhea langsung menatap isi bingkisan itu lagi.

“Ini jajanan kesukaan saya,” jawabnya pelan. “Dan…” Dhea kembali menatap Aren bingung. “Mbak Arelia juga sering beliin saya yang seperti ini.”

Deg.

Jantung Aren langsung berdetak tidak tenang. Namun ia berusaha tetap terlihat biasa saja.

“Mungkin cuma kebetulan,” jawabnya santai.

Dhea terlihat masih berpikir.

“Soalnya bahkan mereknya sama…”

Aren langsung terkekeh kecil mencoba mengalihkan suasana.

“Berarti seleraku bagus.”

Ucapan itu membuat Dhea akhirnya tertawa kecil juga.

“Iya juga sih.”

Aren mengembuskan napas lega dalam hati. Untung saja Dhea tidak terlalu curiga.

“Kalau begitu saya terima ya, Mas. Terima kasih,” ucap Dhea tulus sambil memeluk bingkisan kecil itu.

Melihat senyum Dhea kembali muncul, Aren tanpa sadar ikut tersenyum kecil. Karena ternyata sesederhana itu caranya merasa bahagia sekarang. Cukup melihat Dhea tersenyum di depannya.

1
Dinda Putri
lanjut semangat thooorrr love sekebon deh
Dinda Putri
lanjut thoor 💪💪💪
Dinda Putri
nexs
Dinda Putri
up lagi thoorr jangan lama
Dinda Putri
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!