NovelToon NovelToon
Amazing Doctor In The City

Amazing Doctor In The City

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.Tamu Tak di Undang

Malam berikutnya, pusat Kota Jiangnan diselimuti oleh suasana yang gemerlap namun penuh ketegangan tersembunyi. Di puncak **Menara Cakrawala**, gedung pencakar langit tertinggi yang menjadi simbol kekuasaan finansial di kota tersebut, sebuah ruang rapat VVIP berteknologi tinggi sedang digunakan untuk pertemuan yang sangat rahasia.

Di dalam ruangan kedap suara itu, empat orang pria paruh baya berpakaian jas wol pesanan khusus duduk mengelilingi meja kaca bundar. Mereka adalah para ketua dari **Konsorsium Empat Besar Jiangnan**—aliansi konglomerat yang mengendalikan hampir seluruh roda ekonomi, properti, dan jaringan hitam di kota tersebut.

"Bagaimana situasi dengan *The Shadow Phantom*? Kenapa sejak tadi pagi tidak ada satu pun dari mereka yang bisa dihubungi?" tanya Zhao Hongbo, Ketua Keluarga Zhao yang bertubuh tambun, sembari mengisap cerutu mahalnya dengan gelisah.

"Tenanglah, Zhao," sahut Qian Fugui, Ketua Keluarga Qian yang terkenal licik, dengan senyum tipis di wajahnya. "Mereka adalah pembunuh bayaran nomor satu di pasar gelap internasional. Satu miliar yuan bukan jumlah yang kecil. Mungkin mereka sedang membersihkan sisa-sisa jejak di *Dragon’s Crest Villa* agar tidak tercium oleh pihak otoritas."

"Tapi perasaanku sangat tidak enak," sela Sun Baichuan, Ketua Keluarga Sun yang wajahnya tampak pucat. "Penatua Mo dari Asosiasi Daoist tewas mengenaskan hanya dalam satu malam. Pemuda bernama Lin Xiu itu bukan manusia biasa. Dia adalah monster berkulit manusia!"

"Hmph! Ketakutan macam apa ini?!" bentak Li Kaicheng, Ketua Keluarga Li sekaligus pemimpin tertinggi Konsorsium malam itu. Dia memukul meja dengan keras, membuat gelas-gelas kristal di atasnya bergetar. "Senjata api modern, peluru khusus antikultivator, ditambah taktik militer tercanggih... sekor naga sekalipun akan runtuh di hadapan Shadow Phantom! Bocah ingusan itu pasti sudah menjadi tumpukan daging cincang di bukitnya!"

*BIP!*

Tiba-tiba, layar hologram raksasa di tengah ruangan menyala secara otomatis. Namun, alih-alih menampilkan laporan keberhasilan misi dari Shadow Phantom, layar itu hanya menampilkan desis statis hitam-putih yang mengerikan.

Detik berikutnya, suhu di dalam ruangan ber-AC yang tadinya hangat mendadak turun drastis hingga mencapai titik beku. Hembusan angin dingin yang entah datang dari mana membuat lampu kristal di langit-langit mulai berkedip-kedip tidak stabil.

"Ada apa dengan sistem keamanannya?!" Li Kaicheng berteriak ke arah interkom di mejanya. "Penjaga! Periksa aliran listrik sekarang!"

*BUM!!!*

Sebelum ada jawaban dari interkom, pintu baja tebal setebal tiga puluh sentimeter yang dilengkapi sistem pengunci biometrik tercanggih di ruangan itu meledak hancur berantakan. Serpihan baja panas melesat ke segala arah, menghantam dinding beton hingga retak.

Dari balik kepulan asap hitam dan debu yang berterbangan, sesosok pemuda dengan langkah kaki yang santai melangkah masuk.

Lin Xiu telah tiba.

Malam ini dia datang dengan kaos oblong hitam kasual dan celana jins yang sama, dengan tas kain usang yang diselempangkan di bahunya. Tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, dan ekspresi wajahnya begitu tenang, seolah-olah dia baru saja melangkah masuk ke dalam kedai kopi biasa, bukan ke dalam markas paling ketat milik penguasa kota.

Di belakangnya, koridor Menara Cakrawala tampak sunyi senyap—puluhan pengawal elite bersenjata lengkap yang berjaga di luar ternyata sudah tumbang berhamburan di lantai dalam keadaan pingsan dengan titik meridian yang terkunci.

"K-Kau... Lin Xiu?!" Sun Baichuan melompat berdiri dari kursinya, wajahnya berubah seputih kertas saat mengenakan sosok pemuda di depannya. Tubuhnya gemetar hebat hingga kursinya terguling ke belakang.

Zhao Hongbo yang tambun langsung menjatuhkan cerutu mahalnya ke atas karpet, sementara Qian Fugui membeku dengan mata melotot horor.

"Bagaimana... bagaimana mungkin kau masih hidup?! Di mana Shadow Phantom?!" Li Kaicheng berteriak histeris, kehilangan seluruh wibawanya sebagai pemimpin tertinggi konsorsium.

Lin Xiu berjalan perlahan mendekati meja kaca bundar, lalu menarik salah satu kursi empuk kosong dan duduk di atasnya dengan santai. Dia menatap keempat ketua kaya itu satu per satu dengan pandangan yang penuh penghinaan.

"Maksudmu tujuh ekor lalat internasional yang kalian sewa dengan uang satu miliar yuan itu?" Lin Xiu tersenyum sinis, lalu mengeluarkan sebuah kantong plastik kecil dari tas kainnya dan melemparkannya ke tengah meja kaca.

*Plak!*

Kantong plastik itu terbuka, memuntahkan tujuh pasang lencana besi berlambang tengkorak hitam—simbol resmi milik tim elite Shadow Phantom yang telah berlumuran darah kering.

"Mereka sudah mengantre di neraka sejak tadi malam," kata Lin Xiu datar, suaranya jernih namun mengandung tekanan aura *Grandmaster* yang begitu masif, membuat keempat ketua itu merasa seolah-olah ada gunung tak kasat mata yang sedang meremukkan dada mereka hingga sulit bernapas.

"T-Tidak mungkin... Satu miliar yuan... hancur dalam semalam?!" Li Kaicheng merosot kembali ke kursinya, seluruh tubuhnya dibasahi oleh keringat dingin yang mengucur deras. Ego dan kesombongan Konsorsium Empat Besar yang telah dibangun selama puluhan tahun di Jiangnan hancur total dalam satu detik di hadapan bukti nyata di depan mereka.

"Kalian kaum elite selalu mengira uang dan koneksi bisa membeli segalanya, bahkan nyawa manusia," Lin Xiu mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya berkilat emas kemerahan di bawah temaram lampu ruangan yang berkedip. "Kalian menggusur panti asuhan kami, membakar Ibu panti, memperlakukan adik-adikku seperti komoditas pasar gelap, dan malam ini... kalian bahkan berani mengirimkan pembunuh ke rumahku hingga membuat adik kecilku jatuh sakit."

*CRASH!!!*

Meja kaca bundar di depan mereka tiba-kira retak membelah menjadi jutaan serpihan kecil akibat luapan emosi Lin Xiu yang tak tertahankan.

"Ampun... Ampun, Tuan Lin Xiu!" Zhao Hongbo yang paling penakut langsung merangkak turun dari kursinya dan berlutut di atas pecahan kaca, membenturkan kepalanya ke lantai hingga berdarah. "Kami hanya menerima perintah dari faksi atas! Yang merencanakan seluruh proyek pembakaran panti asuhan dan perburuan anak-anak berbakat itu adalah **Ketua Agung Asosiasi Daoist Pusat**! Kami hanya menyediakan dana!"

"Benar, Tuan! Kami bersedia memberikan seluruh saham Konsorsium, seluruh uang kami! Tolong ampuni nyawa kami!" Qian Fugui ikut berlutut, meratapi nasibnya dengan wajah yang dipenuhi air mata ketakutan.

Lin Xiu berdiri dari kursinya, menatap keempat penguasa finansial itu dari atas dengan pandangan sedingin es neraka. "Uang kalian bisa dicari lagi, tapi nyawa yang telah kalian hancurkan tidak akan pernah bisa kembali. Aku sudah memberi kalian kesempatan saat mendatangi Keluarga Wang, tapi kalian justru memilih untuk menantang maut."

Lin Xiu menggerakkan tangan kanannya dengan gerakan melingkar yang sangat cepat. Dari balik lengan bajunya, empat lembar **Jarum Perak Surgawi** melesat keluar bagai kilat yang membelah ruangan.

*Swis! Swis! Swis! Swis!*

Empat jarum perak itu menembus tepat di titik meridian dada kiri keempat ketua konsorsium tersebut secara bersamaan. Gerakan mereka langsung terkunci total. Tubuh mereka kaku, mata mereka membelalak horor saat merasakan seluruh aliran darah dan detak jantung mereka perlahan-lahan melambat dan berhenti secara alami dalam hitungan detik.

Tanpa ada setetes darah pun yang tumpah, empat orang paling berkuasa yang mengendalikan separuh Kota Jiangnan telah tewas mengenaskan di dalam ruang rapat mewah mereka sendiri.

Lin Xiu merapikan kembali tas kainnya, lalu berjalan memunggungi mayat-mayat tersebut menuju ke arah dinding kaca Menara Cakrawala yang hancur. Dia menatap ke arah langit malam di mana bulan merah gerhana perlahan mulai bergeser menutupi rembulan.

Konsorsium Empat Besar telah runtuh malam ini. Namun, musuh sesungguhnya—**Ketua Agung Asosiasi Daoist Pusat** yang memegang kunci rahasia tentang *Konstitusi Yin Surgawi* milik Xiao Tong dan asal-usul panti asuhan mereka—masih berdiri kokoh menantinya di puncak gunung mistis Jiangnan.

"Dua hari lagi menuju gerhana bulan sempurna," bisik Lin Xiu, matanya memancarkan kilatan dewa perang yang siap menjungkirbalikkan seluruh tatanan dunia mistis. "Ketua Agung... siapkan seluruh pasukanmu, karena Dokter Surgawi ini akan datang untuk meratakan faksimu."

Sosok Lin Xiu perlahan-lahan memudar dan lenyap ditelan angin malam yang berembus kencang di puncak Menara Cakrawala, meninggalkan kota yang besok pagi akan gempar oleh berita runtuhnya para penguasa tertinggi mereka.

1
Abady Ehm
kurang mantap, kenapa gak diambil hartanya ya? apa karena karena lupa? atau bodoh othornya?...
EAGLE EZ: hallo bree bisa katakan pada saya bagian mana yang kurang mantap untuk di baca agar sebagai media evaluasi diri saya dalam membuat novel bree🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!