NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

Semburat cahaya fajar menyaring melalui dedaunan pohon willow besar yang tumbuh di sisi timur rumah, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di atas tanah yang baru saja disapu bersih. Udara pagi itu membawa aroma yang sangat spesifik: perpaduan antara wangi tanah basah, aroma gandum yang sedang digiling di gudang, dan bau amis samar dari napas naga-naga perak yang sedang beristirahat di pinggir sungai. Zhou Ji Ran menarik napas dalam-dalam, merasakan paru-parunya terisi oleh udara murni yang tidak tercemar oleh ambisi-ambisi kosong para kultivator. Baginya, setiap napas adalah kemenangan kecil atas masa lalu yang penuh darah dan peperangan bintang.

Di dekat sungai, Pangeran Long Wei berdiri dengan bahu yang tampak kaku. Apron kain kasar yang ia kenakan kini penuh dengan noda air dan lendir naga. Ia memegang sebuah sikat besar yang terbuat dari bulu babi hutan—babi hutan yang sebelumnya adalah binatang iblis tingkat tinggi yang secara tidak sengaja mati karena menabrak pagar rumah Zhou Ji Ran. Dengan gerakan yang ragu-ragu, pangeran dari Dunia Atas itu mulai menggosok sisik salah satu naga perak yang kini terikat pada mekanisme kincir air raksasa.

"Lebih kuat tekanannya, Long Wei. Jika sisik-sisik itu tidak bersih, mereka akan berkarat dan menghambat putaran kincir. Aku butuh air yang cukup untuk mengaliri sawah di bukit belakang sebelum matahari mencapai puncaknya," teriak Zhou Ji Ran dari terasnya sambil menyeruput teh yang masih mengepul.

Long Wei mendengus pelan, hampir tidak terdengar. "Saya adalah putra mahkota Kerajaan Langit Pusat... menyikat naga adalah tugas para pelayan paling rendah di istana saya..."

"Di sini, kau adalah pelayan paling rendah, Long Wei. Jadi kerjakan tugasmu dengan baik atau kau akan kehilangan jatah telur dadar spesial buatan Xiaoqi pagi ini," sahut Zhou Ji Ran dengan nada yang sangat santai namun mengandung otoritas yang membuat lutut Long Wei sedikit bergetar.

Pria tua berbaju compang-camping yang sebelumnya meminta air, kini duduk dengan tenang di tangga teras tepat di sebelah Zhou Ji Ran. Ia memperhatikan interaksi itu dengan senyum kecil yang misterius. Matanya yang tampak keruh sebenarnya mengandung kedalaman galaksi yang sedang sekarat, namun di depan Zhou Ji Ran, ia hanya tampak seperti kakek tua yang sedang menikmati masa tuanya. Namanya adalah Gu Lao, seorang pengamat yang telah hidup sejak zaman sebelum multisemesta ini memiliki nama.

"Kau benar-benar pandai mendidik pemuda, Ji Ran. Menghancurkan ego mereka adalah langkah pertama menuju pencerahan yang sesungguhnya. Meskipun aku ragu pangeran naga itu akan memahami pencerahan dalam waktu dekat," ucap Gu Lao sambil mengamati Long Wei yang kini disembur oleh air sungai karena salah memutar kincir.

Zhou Ji Ran terkekeh, suara tawanya terdengar tulus. "Aku tidak peduli tentang pencerahan mereka, Gu Lao. Aku hanya butuh tenaga kerja yang tidak perlu dibayar. Membangun sistem irigasi tanpa bantuan energi spiritual murni adalah tantangan fisik yang luar biasa. Dan mereka memiliki fisik yang sangat tahan banting. Jenderal Han bahkan sudah menyelesaikan tiga puluh karung gandum pagi ini. Dia adalah miller terbaik yang pernah aku miliki."

Gu Lao mengangguk-angguk. "Dunia di luar sana sedang bergerak, Ji Ran. Hilangnya Jenderal Han dan Pangeran Long Wei telah menciptakan kekosongan kekuasaan yang mulai diisi oleh faksi-faksi gelap. Ada desas-desus bahwa 'Altar Kuno' di Dunia Atas mulai bersinar lagi. Mereka mencari jejak kekuatan yang sanggup menghancurkan hukum ruang dan waktu hanya dengan sebuah sapu lidi."

Zhou Ji Ran meletakkan cangkir tehnya dengan perlahan. Ekspresi wajahnya tidak berubah, namun suhu di sekitar teras seketika turun beberapa derajat. "Biarkan mereka mencari. Ruang dan waktu di Desa Jinan sudah aku kunci dengan 'Kehendak Petani'. Tidak ada satu pun dewa atau iblis yang bisa mendeteksi tempat ini kecuali mereka masuk melalui jalan setapak desa dengan niat yang murni. Dan jika mereka datang dengan niat buruk... yah, kau lihat sendiri apa yang terjadi pada Elder Mo."

Ia menunjuk ke ladang melon. Elder Mo kini tampak sangat terintegrasi dengan alam. Tanaman melon pahitnya telah tumbuh sangat subur, dan sebuah buah melon yang cukup besar menggantung tepat di depan hidung sang sesepuh agung tersebut.

"Melon itu akan matang dalam tiga hari. Itu akan menjadi melon pahit terbaik yang pernah ada karena disiram oleh frustasi seorang ahli Nascent Soul," gumam Zhou Ji Ran.

Lin Xiaoqi keluar dari dapur sambil membawa baki berisi roti gandum panas dan mangkuk kecil berisi selai buah beri liar. "Tuan, sarapan sudah siap. Dan Tuan Gu Lao, silakan dinikmati. Saya menambahkan sedikit madu hutan yang diambil Ye Hua kemarin sore."

Ye Hua menyusul di belakang Xiaoqi, ia tampak sedikit lebih rapi meskipun apronnya tetap terpasang. Ia memberikan hormat kecil kepada Gu Lao sebelum duduk di sisi lain teras. "Tuan, saya merasakan ada gerakan di hutan perbatasan desa. Ada sekitar selusin orang yang mengintai sejak semalam. Mereka tidak memiliki aura dari Kerajaan Langit, lebih seperti... tentara bayaran lokal atau mungkin faksi pencuri."

Zhou Ji Ran mengambil sepotong roti, mengunyahnya dengan nikmat. "Oh, itu pasti Kelompok Macan Hitam. Mereka adalah preman dari kota sebelah yang biasanya memeras desa-desa kecil untuk 'biaya perlindungan'. Sepertinya mereka melihat kincir air naga kita dan mengira kita menemukan harta karun kuno."

"Bolehkah saya menanganinya, Tuan?" tanya Ye Hua dengan tangan yang secara refleks mencari gagang pedangnya.

"Tidak perlu, Ye Hua. Kau masih harus menyelesaikan jemuran pakaian. Biarkan saja mereka masuk. Aku ingin melihat seberapa berani mereka mengusik rumah seorang petani," jawab Zhou Ji Ran.

Benar saja, tak lama kemudian, sekelompok orang dengan pakaian kulit yang kasar dan wajah penuh bekas luka muncul dari balik semak-semak. Pemimpin mereka adalah seorang pria besar dengan kapak raksasa di punggungnya, namanya Hu Gang. Ia memiliki reputasi sebagai orang yang bisa menghancurkan batu besar dengan kepalanya, meskipun kultivasinya hanya berada di tahap awal Pembentukan Fondasi. Baginya, Desa Jinan adalah mangsa empuk yang tiba-tiba menjadi sangat mencurigakan.

"Hei! Siapa pemilik gubuk ini?!" teriak Hu Gang sambil melangkah masuk ke halaman. Ia berhenti sejenak saat melihat naga-naga perak di pinggir sungai, namun keserakahannya lebih besar daripada rasa takutnya. Ia mengira naga-naga itu hanyalah ilusi atau binatang peliharaan yang sudah jinak dan tidak berbahaya.

Zhou Ji Ran berdiri, masih memegang potongan rotinya. "Aku pemiliknya. Ada yang bisa aku bantu, Tuan Macan?"

Hu Gang tertawa sinis, menatap Zhou Ji Ran dari kepala hingga ujung kaki. "Kau? Petani kurus sepertimu memiliki naga dan kincir air secanggih ini? Aku tidak percaya. Pasti kau mencuri harta karun dari makam kuno di bukit belakang. Sebagai pelindung wilayah ini, Kelompok Macan Hitam berhak menyita semua asetmu sebagai denda atas penggunaan lahan tanpa izin!"

Jenderal Han keluar dari gudang gandum, debu putih menutupi wajahnya. Ia menatap Hu Gang dengan tatapan yang sangat kasihan. "Teman, aku sarankan kau pergi sekarang. Percayalah, menjadi orang sawah atau penggiling gandum bukanlah cara yang menyenangkan untuk menghabiskan masa tuamu."

"Diam kau, kuli tepung!" Hu Gang menghunus kapaknya. "Serahkan semua naga itu, dan gadis-gadis cantik di sana! Jika tidak, aku akan meratakan gubuk ini sekarang juga!"

Zhou Ji Ran menghela napas. Ia menoleh ke arah Long Wei yang masih menyikat naga. "Long Wei, sepertinya pekerjaanmu terganggu. Kenapa kau tidak menunjukkan pada tuan-tuan ini bagaimana cara 'menyambut' tamu di istanamu?"

Pangeran Long Wei, yang selama ini menahan amarah karena harus melakukan pekerjaan kasar, akhirnya menemukan tempat untuk meluapkan emosinya. Ia menjatuhkan sikat bulu babinya dan berdiri tegak. Meskipun ia mengenakan apron kain kasar, aura sebagai putra mahkota Dunia Atas seketika meledak.

"Kalian... makhluk rendah... beraninya kalian mengganggu waktu kerjaku!" suara Long Wei bergetar dengan kemarahan yang tertahan.

Hu Gang terkejut melihat perubahan aura pemuda berbaju apron tersebut. "Siapa kau?! Jangan coba-coba menakutiku dengan trik aura!"

Long Wei tidak membalas dengan kata-kata. Ia hanya mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya ke arah Hu Gang. Sebenarnya ia ingin menggunakan teknik "Api Naga Langit" yang bisa menghanguskan satu kota, namun ia teringat aturan Zhou Ji Ran: tidak boleh ada kerusakan pada tanah atau tanaman. Maka, ia hanya mengirimkan sedikit tekanan gravitasi yang ia pelajari dari alat penggilingan gandum.

*BUMMM!*

Hu Gang dan sepuluh anak buahnya seketika mencium tanah. Tubuh mereka seolah-olah ditindih oleh berat ribuan ton batu. Mereka tidak bisa mengangkat kepala sedikit pun, hanya bisa merintih dalam lumpur halaman rumah yang basah.

"Tuan... tolong... berat..." Hu Gang merintih, wajahnya terbenam di kotoran kuda yang baru saja disapu Lin Xiaoqi.

"Long Wei, jangan terlalu kasar. Aku tidak butuh mayat di halamanku. Bawa mereka ke area pembukaan lahan baru di utara. Aku butuh orang untuk mencabuti batu-batu besar di sana tanpa menggunakan alat. Biarkan mereka menggunakan tangan kosong mereka yang kuat itu," perintah Zhou Ji Ran.

"Baik, Tuan," jawab Long Wei dengan senyum puas. Ia menyeret Hu Gang dan kawan-kawannya dengan satu tangan seolah-olah mereka hanyalah karung sampah menuju area utara.

Gu Lao tertawa pelan melihat kejadian itu. "Kau benar-benar tidak pernah kekurangan tenaga kerja, Ji Ran. Setiap kali ada masalah datang, kau mengubahnya menjadi solusi untuk pertanianmu."

"Itulah cara hidup yang efisien, Gu Lao," balas Zhou Ji Ran sambil duduk kembali. "Dunia ini terlalu penuh dengan orang-orang yang ingin bertarung untuk hal-hal yang tidak penting. Jika mereka ingin menunjukkan kekuatan, lebih baik mereka menunjukkannya untuk membantu pertumbuhan tanaman jagungku."

Keheningan kembali menyelimuti teras. Lin Xiaoqi dan Ye Hua mulai mendiskusikan rencana makan siang, sementara Gu Lao kembali menatap langit yang kini mulai menunjukkan kilatan cahaya ungu yang aneh.

"Ji Ran, ada satu hal yang harus kau ketahui. Faksi Bayangan yang aku sebutkan tadi... mereka bukan sekadar kultivator. Mereka adalah sisa-sisa dari 'Program Kegagalan' yang pernah kau hancurkan saat kau masih memiliki Sistem. Mereka tidak memiliki memori tentangmu, tapi mereka memiliki kebencian yang tertanam dalam kode genetik mereka terhadap siapa pun yang memiliki aura sepertimu," ucap Gu Lao dengan nada serius.

Zhou Ji Ran berhenti mengunyah rotinya. Ia menatap telapak tangannya sendiri. "Program Kegagalan... aku ingat mereka. Mereka adalah makhluk-makhluk yang menolak untuk mengikuti aturan keseimbangan multisemesta. Jadi, mereka masih ada? Aku pikir penghancuran Sistem sudah menghapus mereka juga."

"Sistem menghapus dirinya sendiri dan memorinya, tapi jejak energi tidak pernah benar-benar hilang. Mereka sedang mengumpulkan kekuatan di 'Lembah Tanpa Nama'. Mereka ingin merobek tirai antara Dunia Atas dan Dunia Bawah untuk mencari sesuatu yang mereka sebut sebagai 'Kunci Kedamaian Abadi'. Mereka tidak tahu bahwa kunci itu adalah kau, yang sedang duduk di sini sambil makan roti gandum," lanjut Gu Lao.

Zhou Ji Ran berdiri, berjalan menuju pagar rumahnya. Ia menatap ladang-ladangnya yang subur, naga-naga perak yang sedang memutar kincir, dan orang-orang yang kini menggantungkan hidup padanya. Sebuah rasa tanggung jawab yang berbeda mulai tumbuh di hatinya. Ini bukan lagi tentang menjalankan misi dari sebuah entitas mekanis, melainkan tentang melindungi apa yang telah ia bangun dengan tangannya sendiri.

"Kunci Kedamaian Abadi... sebutan yang konyol. Aku hanyalah seorang petani yang ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat," ucap Zhou Ji Ran pelan. "Namun, jika mereka benar-benar ingin merobek tirai dunia hanya untuk menggangguku... maka aku tidak keberatan untuk menjadi ulat yang akan memakan habis ambisi mereka."

Tiba-tiba, suara kepakan sayap yang sangat keras terdengar dari arah langit. Seekor burung rajawali raksasa dengan bulu keemasan mendarat di tengah halaman. Di atas punggung rajawali itu duduk seorang wanita dengan pakaian zirah ringan berwarna perak. Ia membawa sebuah busur besar di punggungnya dan memiliki tatapan yang sangat tajam.

"Siapa di sini yang bernama Zhou Ji Ran?!" teriak wanita itu, suaranya mengandung getaran sonik yang membuat naga-naga perak sedikit gelisah.

Ye Hua berdiri, wajahnya menunjukkan kewaspadaan tinggi. "Siapa kau? Dan beraninya kau mendarat di halaman Tuan Zhou tanpa izin?"

Wanita itu melompat turun dari rajawalinya. "Namaku adalah Xin Yan, Panglima Pasukan Pemanah Matahari dari Kerajaan Langit Selatan. Aku datang membawa perintah dari Kaisar Selatan. Kami mendengar ada ahli luar biasa yang menawan Pangeran Long Wei. Kami datang untuk menuntut pembebasannya atau menghadapi perang total!"

Zhou Ji Ran tidak merasa terancam. Ia justru menatap rajawali emas itu dengan binar di matanya. "Rajawali yang bagus. Sayapnya sangat lebar. Jika dia mengepakkan sayapnya di dekat jemuran pakaian, pakaianku akan kering hanya dalam waktu sepuluh menit. Xiaoqi, apakah kita punya cukup ruang di kandang untuk satu burung besar lagi?"

Lin Xiaoqi melihat rajawali itu dan mengangguk penuh semangat. "Ada, Tuan! Kandang di sebelah kuda Napas Api masih kosong!"

Xin Yan tertegun, wajahnya memerah karena amarah yang memuncak. "Kalian... kalian benar-benar gila! Beraninya kalian membicarakan tunggangan kerajaanku seolah-olah itu adalah alat jemuran pakaian!"

Ia segera mengambil busurnya, memasang sebuah anak panah yang terbuat dari energi cahaya murni. "Mati kau, petani kurang ajar!"

Anak panah itu meluncur dengan kecepatan cahaya, membelah udara dan menciptakan suara ledakan yang dahsyat. Namun, Zhou Ji Ran hanya mengangkat tangannya. Dengan dua jari, ia menangkap anak panah cahaya itu tepat di depan hidungnya seolah-olah itu hanyalah sebatang tusuk gigi.

"Energi cahaya ini... terlalu silau. Bisakah kau meredupkannya sedikit? Ini mengganggu penglihatan naga-nagaku," ucap Zhou Ji Ran sambil mematahkan anak panah itu dengan sekali tekan.

Xin Yan mematung. Menangkap Panah Matahari dengan tangan kosong adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh Kaisar Selatan sekalipun. Ia menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam sarang naga yang jauh lebih berbahaya daripada apa pun yang pernah ia bayangkan.

"Sekarang, Panglima Xin Yan. Kau punya dua pilihan. Pertama, kau kembali ke kerajaanmu dan katakan pada kaisarmu untuk berhenti mengirim orang ke sini. Kedua, kau bisa tinggal di sini dan membantuku mengeringkan pakaian dengan burung besarmu itu. Mana yang kau pilih?" Zhou Ji Ran memberikan pilihan dengan nada yang sangat sopan.

Xin Yan menatap Zhou Ji Ran, lalu menatap Ye Hua yang kini tersenyum tipis ke arahnya. Ia merasakan adanya tekanan yang begitu besar dari arah rumah, sebuah tekanan yang seolah-olah berkata bahwa jika ia menolak, ia tidak akan pernah bisa meninggalkan desa ini lagi.

"Aku... aku akan tinggal," bisik Xin Yan dengan suara pelan. Ia menyadari bahwa di desa ini, kekuatan militer kerajaannya tidak ada artinya sama sekali.

"Bagus. Xiaoqi, berikan dia handuk dan sabun. Dia tampak sangat kotor setelah perjalanan jauh. Dan suruh dia mulai mengeringkan pakaian yang sudah dicuci Ye Hua tadi," perintah Zhou Ji Ran sambil kembali duduk di sebelah Gu Lao.

Gu Lao tertawa terpingkal-pingkal. "Ji Ran, kau benar-benar pengumpul pelayan paling berbakat di seluruh dunia. Sekarang kau punya ahli pedang, pelayan jenius, jenderal penggiling, pangeran pencuci naga, dan panglima pengering pakaian. Apa lagi yang kau butuhkan?"

Zhou Ji Ran tersenyum misterius sambil menatap ladangnya yang semakin luas. "Aku butuh seseorang untuk mengurus administrasi pasar. Aku berencana menjual hasil panen kita ke kota bulan depan. Mungkin kaisar dari kerajaan lain akan datang dan melamar posisi itu."

Malam mulai turun di Desa Jinan. Lampu minyak mulai dinyalakan di teras gubuk kayu. Di luar, suara kepakan sayap rajawali emas yang sedang mengeringkan pakaian terdengar berirama, bercampur dengan suara kincir air naga dan dengkuran halus para pekerja baru yang kelelahan di area utara.

Zhou Ji Ran memejamkan matanya sejenak, menikmati simfoni kehidupan yang ia ciptakan. Ia tahu bahwa meskipun ia mencoba untuk menjauh dari konflik multisemesta, takdir selalu menemukan cara untuk menjadikannya pusat dari segalanya. Namun kali ini, ia tidak keberatan. Karena selama ia memiliki kendali atas ladangnya, ia memiliki kendali atas dunianya.

Perjalanan ini memang tidak memiliki akhir yang pasti, namun setiap detiknya adalah kebahagiaan yang nyata bagi sang mantan pemilik sistem. Ia telah menemukan tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu perintah dari suara mekanis di kepalanya.

"Tuan, makan malam sudah siap!" seru Lin Xiaoqi dari dalam rumah.

"Datang!" jawab Zhou Ji Ran dengan semangat.

Dan begitulah, satu hari lagi berlalu di Desa Jinan. Sebuah hari yang dipenuhi dengan drama, kekuatan yang luar biasa, dan tentu saja, rencana pertanian yang semakin ambisius. Kehidupan sang petani legenda terus berlanjut, dan dunia akan segera belajar bahwa di balik kesederhanaan sebuah gubuk kayu, terdapat kekuatan yang sanggup mengguncang dasar-dasar penciptaan itu sendiri.

Namun bagi Zhou Ji Ran, yang paling penting saat ini adalah: sup melon pahit malam ini harus benar-benar nikmat. Karena besok, ada banyak jagung yang harus dipanen, dan ia butuh semua tenaga kerja "bangsawan"-nya berada dalam kondisi prima.

Kehidupan ini, pikirnya, benar-benar jauh lebih baik daripada menjadi penguasa multisemesta. Di sini, ia tidak hanya menguasai dunia; ia merasakannya. Dan itulah pencerahan yang sesungguhnya.

1
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!