NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Mata Tuhan dan Jejak Tikus

Andra melangkah keluar dari aula The Sovereign Club dengan langkah tegap, mengabaikan tatapan ngeri sekaligus hormat dari para miliarder dunia yang masih mematung di meja makan. Di tangannya, ia memegang sebuah kartu hitam tipis berbahan kristal cair—kunci akses tunggal menuju Proyek God Eye.

"Tuan, mereka menyerah lebih cepat dari yang saya duga," ucap Sang Jagal sambil membukakan pintu limosin.

"Mereka bukan menyerah karena takut padaku, Jagal," jawab Andra sambil menatap salju yang turun di luar. "Mereka menyerah karena mereka sadar bahwa uangku adalah algoritma yang bisa menghapus mereka dari sistem perbankan dalam satu kedipan mata. Mereka mencintai nyawa dan harta mereka lebih dari harga diri mereka."

Begitu pintu limosin tertutup, Andra menempelkan kartu kristal itu ke panel di dasbor mobil. Seketika, interior mobil yang mewah berubah menjadi ruang komando digital. Ribuan layar hologram muncul di udara, menampilkan aliran data dari jutaan kamera CCTV, satelit militer, hingga mikrofon ponsel di seluruh belahan bumi.

[Ding! Akses God Eye Berhasil Terintegrasi!] [Fungsi Utama: Pelacakan Real-Time\, Penyadapan Global\, dan Prediksi Pergerakan Target.] [Level Sistem Meningkat: Inang kini memiliki status 'World Monitor'.]

"Sistem," bisik Andra, matanya berkilat tajam. "Cari koordinat Erwin dan Siska. Aku ingin tahu apa yang dilakukan tikus-tikus itu setelah aku membuang mereka ke lumpur."

[Memproses Pelacakan... Target Ditemukan.] [Lokasi: Sebuah motel kumuh di pinggiran Jakarta Barat.]

Layar hologram di depan Andra menampilkan gambar buram dari kamera pengawas di sebuah lorong motel yang gelap. Di sana, terlihat Erwin yang mengenakan kaus kutang dekil, sedang berteriak pada Siska. Wajah Erwin tampak tirus, matanya cekung karena stres berat. Tidak ada lagi sisa-sisa pria sombong yang mengendarai BMW tempo hari.

"Ini semua gara-gara kamu, Siska!" teriak Erwin di layar. Suaranya terdengar jernih di telinga Andra berkat penyadapan sistem. "Kalau saja kamu tidak memancing emosi Andra hari itu, dia mungkin tidak akan menghancurkan keluargaku! Sekarang Papa di penjara, dan kita harus bersembunyi seperti pencuri!"

Siska tampak menangis tersedu-sedu di sudut tempat tidur yang sprei-nya sudah menguning. "Aku? Kamu yang terus menghinanya, Erwin! Kamu yang bilang dia sampah! Aku hanya mengikuti caramu! Sekarang lihat kita, uang satu miliar yang dia berikan sudah hampir habis karena kamu pakai judi online semalam!"

Andra tersenyum dingin melihat drama picisan itu. "Hanya butuh beberapa hari bagi mereka untuk saling menggigit leher masing-masing," gumamnya. "Jagal, hubungi jaringan kita di Jakarta. Pastikan tidak ada satu pun hotel, restoran, atau bahkan toko kelontong yang menerima uang dari mereka. Aku ingin satu miliar itu tidak berguna seperti potongan kertas biasa."

"Siap, Tuan. Saya akan membuat uang mereka menjadi sampah," jawab Sang Jagal dengan senyum miring.

Andra kembali fokus ke layar God Eye. Namun, sistem tiba-tiba memberikan peringatan berwarna merah.

[Peringatan! Deteksi Pergerakan Mencurigakan di Sekitar Target.] [Tiga Agen Bayangan Terdeteksi Menuju Motel Target. Identitas: Pembunuh Bayaran Konsorsium Blackwood.]

Mata Andra menyipit. Blackwood. Rupanya organisasi yang ia hancurkan di bursa saham tadi tidak tinggal diam. Karena mereka tidak bisa menyentuh Andra di Swiss, mereka mencoba memburu orang-orang yang pernah memiliki hubungan dengan Andra untuk dijadikan sandera atau sekadar alat pemerasan.

"Mereka pikir Erwin dan Siska masih berharga bagiku?" Andra tertawa kecil. "Sistem, berikan aku kendali penuh atas sistem keamanan di sekitar motel itu. Aku ingin menonton pertunjukan."

Di layar, Andra melihat tiga pria berpakaian serba hitam keluar dari mobil van tanpa plat nomor. Mereka bergerak taktis menuju kamar Erwin. Erwin yang sedang sibuk memarahi Siska tidak menyadari bahwa maut sedang mengetuk pintunya.

BRAKK!

Pintu kamar motel itu didobrak. Siska menjerit histeris sementara Erwin jatuh terjengkang dari kursinya.

"Dimana Andra?! Katakan atau aku lubangi kepala kalian!" bentak salah satu agen Blackwood sambil menodongkan pistol ke dahi Erwin.

"Aku tidak tahu! Demi Tuhan, aku tidak tahu!" Erwin kencing di celana karena ketakutan. "Kami sudah tidak berhubungan! Dia menghancurkan hidup kami! Tolong jangan bunuh aku!"

Andra menonton adegan itu dari ribuan kilometer jauhnya dengan perasaan hampa. Dulu, ia mungkin akan merasa kasihan. Tapi sekarang, hatinya sudah sekaku berlian. Namun, ia tidak bisa membiarkan Blackwood mendapatkan informasi apa pun, meskipun Erwin tidak tahu apa-apa.

"Sistem, aktifkan Protokol Pembersihan Jarak Jauh," perintah Andra. "Gunakan arus pendek pada jaringan listrik motel. Buat ledakan kecil di panel gas dapur motel. Aku tidak ingin Blackwood meninggalkan jejak, dan aku ingin tikus-tikus itu tahu bagaimana rasanya neraka yang sesungguhnya."

[Perintah Diterima. Mengeksekusi dalam 3... 2... 1...]

Seketika, layar hologram menampilkan kilatan cahaya besar. Ledakan gas yang dipicu oleh manipulasi sistem Andra menghancurkan lantai bawah motel tersebut. Kekacauan terjadi. Para agen Blackwood panik karena gedung mulai runtuh dan terbakar.

Erwin dan Siska berlari keluar dengan pakaian compang-camping, tertutup debu dan luka bakar ringan. Mereka berhasil lolos dari maut, namun mereka kini benar-benar tidak punya apa-apa lagi. Koper berisi uang yang diberikan Andra tertinggal di dalam kobaran api.

Andra menutup layar hologramnya. "Jagal, biarkan mereka hidup sebagai gelandangan. Itu adalah hukuman yang lebih kejam daripada kematian. Setiap kali mereka melihat ke langit dan melihat Menara Kencanaku, mereka akan ingat bahwa mereka pernah membuang mutiara demi segenggam pasir."

"Pilihan yang bijaksana, Tuan," ucap Sang Jagal.

Andra menyandarkan kepalanya, menatap kemewahan di dalam limosinnya. Kekuasaannya kini telah mencapai tahap di mana ia bisa mengatur hidup dan mati seseorang hanya dengan satu perintah suara. Namun, ambisinya tidak berhenti di sini.

"Sistem, berapa lama lagi sampai pendapatanku mencapai level 'Unlimited'?" tanya Andra.

[Ding! Inang membutuhkan satu akuisisi besar lagi.] [Target Berikutnya: Bank Sentral Dunia.] [Jika Berhasil: Saldo Anda akan menyatu dengan peredaran uang dunia. Anda adalah uang itu sendiri.]

Andra tersenyum. Siska dan Erwin sudah selesai. Kini, saatnya ia menghadapi para "Tuhan" yang sebenarnya. Perjalanan menuju puncak dunia baru saja dimulai, dan ia tidak akan berhenti sampai seluruh dunia berlutut di bawah kakinya.

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!