(SEASON 2)
Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alam Jiwa Perak
Ruang peracikan rahasia di Puncak Neraka Es seolah terpisah dari dunia nyata. Udara di dalamnya tidak lagi berupa gas yang bisa dihirup, melainkan telah memadat menjadi tekanan hawa murni yang sanggup menghancurkan baja fana menjadi debu.
Di satu sisi, Shen Yuan berdiri dengan Pecahan Gigi Naga terhunus. Jubah hitamnya berkibar liar, memancarkan aura dari Inti Emas Iblis yang baru saja menyerap esensi purba. Di sisi lain, Pelindung Bintang Tujuh Bai Luo melepaskan kemurkaan mutlak dari Ranah Peleburan Jiwa.
"Semut tetaplah semut! Bahkan jika kau menelan sedikit darah purba, kau tidak akan pernah memahami keagungan dari Peleburan Jiwa!"
Suara Bai Luo tidak keluar dari bibirnya, melainkan bergema langsung di dalam pikiran Shen Yuan. Di Ranah Peleburan Jiwa, seorang ahli telah melampaui batas fisik; jiwa dan hawa murninya menyatu, menciptakan sebuah wilayah kekuasaan mutlak di sekitarnya.
"Alam Jiwa: Penjara Matahari Perak!"
Bai Luo merentangkan kedua tangannya. Seketika itu juga, ruangan batu berukir api itu lenyap dari pandangan Shen Yuan!
Dunia di sekelilingnya berubah menjadi hamparan ruang berwarna perak menyilaukan yang tak berujung. Di atasnya, sebuah matahari perak raksasa memancarkan cahaya yang tidak memberikan kehangatan, melainkan hawa dingin mutlak yang langsung menusuk ke dalam lautan kesadaran.
Ini bukanlah tipuan ilusi. Ini adalah pancaran jiwa dari Bai Luo! Di dalam alam ini, Bai Luo adalah dewa pencipta dan penghancur.
"Berlututlah, dan biarkan jiwamu hancur!"
Matahari perak di atas Shen Yuan menembakkan ribuan pilar cahaya yang mengunci setiap saraf di tubuhnya. Tekanan itu seratus kali lipat lebih berat dari tekanan bumi Benua Pusat. Tulang-tulang Tubuh Emas Gelap Shen Yuan berderit keras, dan darah mulai merembes dari pori-porinya.
"Bocah! Ini bahaya nyata!" raung Leluhur Darah, auranya ikut tertekan di dalam jantung Shen Yuan. "Di dalam Alam Jiwa, serangan fisiknya adalah serangan mental, dan serangan mentalnya akan menghancurkan fisikmu! Kau tidak bisa melawan hukum ruangnya hanya dengan pedang!"
Shen Yuan mendongak menatap matahari perak yang menyilaukan itu. Kuku-kukunya menancap ke telapak tangannya hingga berdarah, memaksakan tubuhnya untuk tetap berdiri tegak di bawah tekanan dewa palsu tersebut.
"Alam Jiwa?" Shen Yuan menyeringai, menampilkan deretan giginya yang berlumuran darah. "Jika ini adalah duniamu, maka biarkan aku menjadi kiamatnya!"
Inti Emas Iblis di dalam Dantian Shen Yuan berputar dengan kecepatan yang menghancurkan nalar. Bintik-bintik emas di dalam pusaran merah kehitamannya menyala terang. Shen Yuan memusatkan seluruh kesadaran jiwanya, yang sebelumnya telah diperluas dengan menelan Niat Pedang Perak, dan memancarkannya keluar dari tubuhnya!
Sutra Penelan Surga, Putaran Pelahap Jiwa Mutlak!
Dari balik punggung Shen Yuan, kegelapan yang tak berdasar meledak keluar. Kegelapan itu tidak memancarkan cahaya, melainkan merobek ruang perak milik Bai Luo, membentuk sebuah lubang hitam raksasa yang mewujud menjadi kepala naga iblis purbakala.
"Makan dunianya!" aum Shen Yuan.
Naga kegelapan itu membuka rahangnya yang memenuhi separuh langit alam tersebut. Saat pilar-pilar cahaya perak menghantam kegelapan itu, tidak ada suara ledakan. Cahaya murni dari jiwa Bai Luo itu langsung disedot, dipatahkan, dan ditelan ke dalam kehampaan!
Di dunia nyata, wajah Bai Luo yang tadinya sedingin es kini memucat pasi. Ia memuntahkan seteguk darah perak!
"M-Mustahil! Jiwamu... jiwamu sanggup menelan Alam Jiwa?! Siapa kau sebenarnya?!" Bai Luo terhuyung mundur. Ia adalah seorang ahli Peleburan Jiwa, namun ia merasa seolah-olah ia baru saja melemparkan sepotong daging ke dalam mulut makhluk buas dari dasar jurang!
"Aku adalah hutang darahmu," suara Shen Yuan terdengar dari segala arah, bergema di dalam pikiran Bai Luo seolah bertukar kedudukan.
Di dalam alam yang mulai retak, Shen Yuan membalikkan keadaan. Ia menggenggam Pecahan Gigi Naga dengan kedua tangannya. Darah Tuan Tanah Hantu yang mengalir di nadinya bergetar selaras dengan karat purbakala pada bilah pedang patah tersebut.
Wuuuuung!
Untuk pertama kalinya, karat di Pecahan Gigi Naga mengelupas sepenuhnya! Bilah patah itu memancarkan cahaya merah darah yang sangat pekat, memperlihatkan wujud aslinya: sebuah pedang logam hitam yang dihiasi ukiran sisik naga yang hidup!
"Gulungan Pedang Penelan Langit: Belah Kehampaan!"
Shen Yuan melompat ke udara, mengayunkan pedang yang telah bangkit itu lurus ke arah matahari perak di pusat alam jiwa tersebut.
Tebasan itu tidak lagi hanya berupa pusaran hitam, melainkan seekor naga pedang yang mengaum membelah ruang dan waktu. Naga hitam itu melesat ke atas, membuka rahangnya, dan menggigit matahari perak tersebut secara mutlak!
Kraaaaaak! Praaaanggg!
Suara pecahan kaca yang memekakkan telinga meledak. Alam Jiwa Matahari Perak milik Bai Luo hancur berkeping-keping layaknya cermin yang dilempar batu godam.
Ilusi ruang perak itu lenyap seketika, mengembalikan mereka ke dalam ruang peracikan rahasia yang kini dipenuhi oleh retakan batu dan api biru yang padam.
"Ugh...!" Bai Luo memuntahkan darah dalam jumlah besar, jatuh berlutut di lantai batu. Menghancurkan Alam Jiwa secara paksa berarti melukai inti jiwanya secara langsung. Wajahnya yang awet muda mendadak memunculkan keriput-keriput halus.
Shen Yuan mendarat dengan anggun di depannya. Napasnya menderu pelan, namun auranya seribu kali lebih mendominasi daripada sang ahli Peleburan Jiwa yang sedang sekarat.
"Kau membunuh ayahku demi selembar peta usang," Shen Yuan melangkah maju, menyeret pedangnya di lantai batu, memercikkan bunga api. "Hari ini, aku menagih bayarannya dengan jiwamu."
Bai Luo mendongak, matanya memancarkan keputusasaan yang berubah menjadi kegilaan. "Bocah iblis... kau pikir Kuil Dewa Perak akan membiarkanmu hidup?! Jika aku mati, lentera jiwaku di pusat sekte akan memicu Kutukan Jejak Perak! Seluruh penjuru Benua Pusat akan memburumu!"
Bai Luo tidak menyerah. Di ambang kematian, jiwa murninya keluar dari ubun-ubunnya, mengambil wujud bayi bercahaya perak yang seukuran kepalan tangan. Ini adalah Jiwa Baru Lahir!
Ahli Ranah Peleburan Jiwa bisa membuang tubuh fana mereka dan melarikan diri dalam wujud jiwa untuk merasuki tubuh orang lain. Wujud jiwa ini melesat menembus udara dengan kecepatan yang melampaui suara, mengincar dinding kuali untuk kabur ke luar gunung!
"Mencoba lari dariku dalam wujud energi murni?" Shen Yuan tertawa buas. "Kau benar-benar tidak mengerti dengan siapa kau berhadapan!"
Shen Yuan merentangkan tangan kirinya. Sutra Penelan Surga, Putaran Pelahap Jiwa Mutlak!
Sebuah pusaran merah kehitaman meledak dari telapak tangannya, menutupi seluruh ruang rahasia tersebut. Daya hisapnya tidak menargetkan benda fisik, melainkan secara khusus mengunci wujud roh!
"Tidaaaaaak!"
Jiwa bayi perak milik Bai Luo menjerit histeris saat laju pelariannya terhenti di udara. Kekuatan hisap iblis itu menyeretnya mundur tanpa ampun, merobek energi spiritualnya inci demi inci.
"Kau tidak bisa... kumohon! Aku adalah Pelindung Bintang Tujuh! Aku bisa memberimu keabadian—"
Kata-kata Bai Luo terputus selamanya saat wujud jiwanya tersedot ke dalam telapak tangan Shen Yuan. Pusaran hitam itu menutup rahangnya dengan suara letupan pelan.
Sang Pelindung Bintang Tujuh, ahli Ranah Peleburan Jiwa yang memenggal ayah Shen Yuan sepuluh tahun yang lalu, benar-benar musnah tanpa menyisakan setitik pun jejak di siklus reinkarnasi.
Shen Yuan menutup matanya. Menyerap jiwa utuh dari seorang ahli Peleburan Jiwa adalah beban yang teramat berat bagi lautan kesadarannya. Rasa sakit yang membelah kepala menderanya sesaat, namun di saat yang sama, batas kesadarannya meluas hingga puluhan kali lipat. Pemahamannya tentang ruang, energi, dan kaidah alam melompat drastis, mengukuhkan fondasi Inti Emas Iblis-nya ke tingkat yang tak tergoyahkan.
Shen Yuan menghembuskan napas panjang. Udara yang keluar dari mulutnya membawa kilatan perak yang hancur.
Ia membuka matanya, menatap mayat tak berjiwa milik Bai Luo yang tergeletak di lantai. Ia berjalan menghampirinya, membungkuk, dan menarik sebuah Cincin Giok Pusaka dari jari sang Pelindung.
Tanpa perlu membuang waktu untuk menghancurkan segel, cincin itu terbuka dengan sendirinya karena jiwa pemiliknya telah ia telan. Di dalamnya, tersimpan puluhan ribu Batu Roh Tingkat Menengah, berbagai pusaka sekte pusat, dan setumpuk bahan praktik berdarahnya.
Shen Yuan juga mengalihkan pandangannya ke sisa-sisa Darah Esensi Tuan Tanah Hantu yang masih tersisa di dalam botol kristal di atas meja peracikan, serta berbagai pusaka yang berserakan di ruangan tersebut.
Dengan satu lambaian tangan, ia menyapu bersih seluruh kekayaan ruang rahasia itu ke dalam Kantong Qiankun-nya.
"Hutang darah telah dibayar," gumam Shen Yuan perlahan, matanya yang sedingin es menyapu Puncak Neraka Es yang membeku. "Namun ini barulah satu Pelindung. Kuil Dewa Perak... aku akan memastikan bahwa nama sekte kalian terkubur di bawah langkah kakiku."
Shen Yuan berjalan menuju pintu keluar ruang rahasia tersebut. Tidak ada waktu untuk merayakan kemenangan. Kematian seorang ahli Peleburan Jiwa di dalam markas utama Kuil Dewa Perak pasti akan memicu gempa bumi yang meruntuhkan gunung ini. Ia harus segera pergi sebelum tokoh-tokoh tua dari Benua Pusat mengepung Puncak Neraka Es ini.
Langkah sang Iblis Penelan Surga kini tidak lagi terbatas. Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, ia siap menghadapi badai yang sesungguhnya di Benua Pusat.