NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagas datang

Raka berdiri setelah Raya masuk kamar bersama dengan Nisa. Langkahnya pelan tapi berat, seperti orang yang menahan badai sendiri.

  " Bu," Suaranya pelan. " Kalau besok, Aku bertemu dengan Bagas. Ibu jangan ikut campur dulu ya, biar aku selesaikan masalahnya dengan kepala dingin."

 Ibu menganguk, Matanya masih berkaca kaca," Ibu percaya sama kamu, Raka.Tapi ingat Bagas itu tetap ayah dari cucu cucu ibu. Jangan sampai ada tangan yang naik."

  Raka tersenyum tipis." Aku tidak sekejap itu, Bu. Sepuluh tahun Aku lihat Bagas sama Raya. Aku tahu dia bukan orang yang jahat . Dia cuma bodoh. "

 Kata bodoh itu jatuh seperti palu. Ibu mendesah panjang, lalu bangkit kedapur. Malam ini kopi pahit lebih cocok daripada teh manis.

Dikamar Raya duduk ditepi ranjang. Sambil mengusap kepala Galang. Tangannya gemetar.

 Nisa duduk disampingnya, menyerahkan air gelas yang berisi air putih." Minum, Ra. Besok pasti panjang ceritanya."

  Raya meneguk air itu lalu menatap Nisa." Mbak . kalau besok Bagas, nangis. Minta maaf, bilang dia khilaf.. Apa aku jahat kalau tetap mau cerai?"

Nisa mengeleng." Nggak, cinta itu bukan penjara, Ra. Kalau kamu sudah tidak merasa aman, tidak dihargai.Itu bukan cinta lagi. Itu namanya bertahan karena takut. "

 Raya memejamkan mata. Kata takut itu begitu menusuk. Selama ini dia berpikir kalau sudah menikah dan hidup bersama, Akan saling memahami satu sama lain. Tapi nyatanya dia salah. Salah besar.

  Malam semakin larut. Raya sudah berbaring di samping Galang, Menatap wajah polos itu membuat hatinya sedikit hangat.

 Hujan mulai reda. Diruang tamu, Ibu sudah tertidur di kursi, Raka menyelimuti tubuh Ibunya yang semakin tua. Setelah itu Raka beranjak mematikan lampu, lalu duduk diteras. Nisa ikut keluar, membawa jaket dan menaruhnya dibahu suaminya.

" Belum tidur sayang?" Raka tersenyum kearah Nisa.

Nisa duduk disamping Raka." Belum mas," Nisa melihat pemandangan malam didepannya.

 " Mau nggak, aku temanin besok bertemu dengan Bagas?" lanjutnya.

  Raka mengeleng." Tidak usah, Ini urusan laki laki, tapi kalau dia berani kasar. Baru aku panggil kamu sayang." Canda nya.

  Nisa tertawa kecil, walau matanya masih sembab." Aku kira kamu berani, mas? ujung ujungnya panggil aku juga."

 Mereka berdua sama sama tertawa, melepaskan beban yang tadi sempat ada.

 Raka meraih tangan istrinya. Dua puluh tahu menikah tanpa anak. Tapi tangan Nisa masih terasa seperti pertama kali menggenggamnya." Bukan. Kamu yang paling berani. kalau tidak ada kamu malam ini. Mas pasti sudah pergi mencari Bagas dan menghajarnya habis habisan."

   " Kamu memang emosional.." Nisa menyandarkan kepalanya dibahu Raka.

 Besok paginya hujan sudah berhenti. Tapi udara dirumah Ibu Raya masih berat. Seperti sebelum petir menyambar.

  Jam tujuh pagi, pagar depan digedor gedor. keras sekali.

 Ibu yang sedang menyapu langsung berhenti. Nisa yang sedang menyeduh teh didapur saling pandang dengan Raka yang juga ada didapur.

Raka menarik nafas, lalu berjalan kedepan, Dia ingin tahu siapa yang sudah membuat keributan sepagi ini dirumahnya.

  Pintu pagar dibuka. Bagas sudah berdiri disana, bajunya kusut, rambutnya berantakkan, matanya merah. Wahahnya tampak pucat.

  " Mas Raka." Suara Bagas serak. seperti orang yang kehausan dipadang pasir.

Tangan Raka sudah mengepal kuat. Seakan akan sudah siap untuk menghajar manusia didepannya. " Masuk." cuman satu kata, tidak ada salaman, tidak ada basa basi. Ramah tamah, Seperti sebelum sebelum nya.

  Bagas masuk. Aroma rokok yang bau menempel dibajunya. Ibu langsung melihat Bagas yang kini sudah masuk kedalam rumah. " Bagas."

  Bagas ingin mencium takzim tangan Ibu mertuanya, tapi Ibu mertuanya merasa sangat jijik dengan Bagas, foto ciuman Bagas dengan wanita lain , masih tergiang dikepalanya.

" Ibu,,saya minta maaf. " Suaranya pecah.

  Ibu tidak menjawab, Dia melirik Raka, seakan bicara, Apa boleh dia bicara dengan Bagas yang kini sudah ada didepannya.

Raka mengangguk pelan.” Duduk. Ngomong. Tapi ingat, anak anak ada didalam, tolong bicara pelan.” Raka mencoba menahan emosi.

  

  Bagas duduk diujung  sofa dengan tangan yang bergetar. “ Mas, Ibu..Saya minta maaf, saya telah salah” katanya pelan.

   Raka dan Ibu masih diam  mendengar semua ucapan Bagas, mereka ingin tahu apa tujuan Bagas datang kesini? Apa ingin meminta maaf atau ingin mengulang kesalahan yang sama.

 Sungguh kalaupun Bagas merasa menyesal  dan ingin memperbaiki semuanya, mereka akan dengan senang hati menerima, Tapi bagaimana dengan Raya? Apa Raya mau memaafkan Bagas?

  “ Saya bodoh, saya khilaf. Tidak seharusnya saya melukai hati Raya.” kali ini Bagas menangis. 

  

 

  Nisa keluar dari dapur dengan membawa nampak. Teh hangat sudah ada didalam gelas, ditaruhnya didepan Bagas.

  “ Minum dulu, Gas!” Titah Nisa.

  “ Makasih mbak.” Bagas meminum sedikit teh yang ada didepannya. Setelah itu menaruh kembali gelas teh ke atas meja.

   “ Ada apa dengan kamu Bagas? Kenapa semua bisa jadi seperti ini? Selama ini kamu tidak pernah melakukan hal hal yang salah, tapi untuk sekarang  kenapa kamu berubah?” Ibu bicara dengan penuh wibawa.

   Bagas merasa kecil didepan Ibu mertua yang begitu naik padanya.

  “ Maafkan saya bu..!” Kata maaf kembali keluar dari mulut Bagas. 

   “ Jangan minta maaf pada ibu. Tapi minta maaflah pada Raya, karena hatinya yang telah kamu lukai!”

   “ Bagas, kalau menuruti kata hati, Saya ingin sekali menghajar kamu tepat dimulutmu Itu, Bisa bisanya kamu berciuman dengan wanita selingkuhan kamu,lalu dengan entengnya kalian mengirim foto itu kepada Raya, yang masih sah menjadi  istrimu. Dimana otakmu Bagas?” Raka mulai tersulut emosi.

 Nisa yang duduk disamping Raka, mencoba untuk  menenangkan suaminya, takut nanti suaminya khilaf dan tangannya melayang kewajah Bagas.

  Bagas terdiam. Foto ciuman? Dia sama sekali tidak tahu kalau Andini mengirim foto kepada Raya, Bagaimana bisa?

  “ Foto ciuman?” Bagas heran.

 “ Iya, Foto ciuman yang sengaja dikirimkan Selingkuhan kamu ke Raya, begitu juga dengan kata kata kasar lainnya.” Tegas Raka.

  Bagas masih mencoba mencerna semua kata kata Raka. Dia tidak menyangka kalau Andini  setega itu, pantas saja Raya marah besar padanya dan pergi dari rumah membawa anak anaknya.

Bodoh, dia sangat Bodoh. 

   Dari kamar Raya menguping, dadanya naik turun,Ingin rasanya dia memaki Bagas saat ini juga, tapi dia sadar. Ada Galang dan Gilang disampingnya. 

  “ Itu papa ya , ma?” Gilang juga ikut mengintip dari balik pintu.

 Mereka semua sudah terbangun dari tadi, seharusnya mereka sudah siap siap berangkat kesekolah. 

 Galang tetap duduk di atas ranjang, dia sama sekali tidak peduli dengan kedatangan papanya.

 “ Iya sayang.” Angguk Raya.

  “ Gilang mau bertemu dengan Papa.” Gilang menarik pintu dan segera keluar dari kamar.

“ Gilang, tunggu!” Raya mencoba menghentikannya, Tapi Gilang sudah lebih dulu keluar. 

  “ Papa..!”  Teriak Gilang yang sangat senang bisa bertemu dengan papanya.

  Gilang sudah ada dalam pelukan  Bagas, Dia melihat kearah kamar, dimana Raya masih berdiri disana.

  “ Raya..” lirih Bagas memanggil nama Raya, berharap Raya mau mendekat dan memeluknya seperti Gilang sekarang. 

 Namun Raya sama sekali tidak peduli, lagi ditutupnya pintu kamar dengan kasar, seolah ikut menutup hatinya untuk Bagas. 

  “ Gilang sekarang Pergi sekolah ya, diantar bude Nisa, panggil abang Galang ya sayang..”  Nisa mencoba mencairkan suasana. 

 Nisa tidak mau Galang dan Gilang mendengar ucapan ucapan yang nantinya Akan mereka dengar. 

Gilang masuk kedalam kamar dan memanggil Galang untuk segera berangkat Kesekolah. 

Setelah kepergian Galang dan Gilang. Raya baru keluar dari kamar.

    “ Raya..” kembali  Bagas memanggil nama Raya.

 “ Kalian bicaralah dulu berdua, selesaikan masalah kalian baik baik. Ibu dan mas Raka ada diluar..!” Ibu mengajak  Raka untuk keluar dan membiarkan  Bagas bicara empat mata dengan Raya.   

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!